"Sorry nggak jadi nemuin lo, tadi udah sampe depan malah ketemu bocah gila nih. Lo tunggu di rumah gue aja." Andrian, lelaki bertopi yang fokus dibalik kemudi baru saja meletakan kembali ponselnya ke dalam saku. Dia melirik gadis di sampingnya yang sudah terlelap sejak tadi. Mau dibangunkan tak tega karena sebelumnya ia melihat mata sembab habis menangis, ditambah gadis itu juga terus bergumam tak jelas hingga akhirnya terlelap.
"Gue bawa kemana ini bocah mana malah tidur lagi!" Sudah hampir dua jam ia keliling kesana kemari tak jelas, bahkan matahari saja mulai terbenam berganti dengan senja merah diujung barat.
"Sesuai aplikasi! Sesuai aplikasi! Aplikasi mbahmu! Dasar bocah!" Gerutu Adrian, tangannya sudah mengepal gemas ingin menoyor keras gadis yang terlelap dengan wajah polosnya.
"Eh untung cakep lo!" Batin Adrian seraya menjauhkan tangan dari kepala Retha. Ia beralih mengambil ponsel gadis itu yang terjatuh. Benda pipih yang tadi digenggam erat oleh Retna terjatuh akibat berulang kali bergetar karena panggilan masuk.
Papa calling...
Adrian membiarkannya hingga panggilan itu berhenti. Sudah 20 panggilan tak terjawab yang didominasi oleh Papa, Daddy, dan Mama yang paling banyak. Beberapa chat juga nampak dilayar terkunci itu.
Adrian ikut menyandarkan kepalanya. Ia juga lelah setelah melewati penerbangan yang cukup lama. Susah payah ia meninggalkan supir kiriman bundanya di bandara supaya bisa menemui teman lamanya terlebih dulu sebelum pulang ke rumah justru berakhir dianggap supir taksi online oleh gadis tak dikenal.
Ck! Adrian berdecak lirih seraya melirik Retha. Gadis terlihat mulai bangun, ia menguap sambil merentangkan kedua tangannya hingga mengenai wajah Adrian.
"Ampun dah ini bocah!" Adrian menepis jauh-jauh tangan Retha.
"Hommmhh... Udah sampe yah? Ketiduran gue." Retha mengucek matanya.
"Heh ini dimana? Kok udah gelap?" Retha mengamati lingkungan sekitarnya.
"Pak kan saya sudah bilang sesuai aplikasi, eh..." Retha terdiam saat melihat orang yang ada di sampingnya.
"Aplikasi! Aplikasi! Aplikasi aja terus dari tadi. Lo kira gue supir hah?" Sinis Adrian.
"Lah kok beda yah orangnya?" Retna mulai mengingat foto profil taksi yang ia pesan, supirnya bapak-bapak. Kenapa yang ini ganteng?
"Ah gue tau pasti supir pengganti yah?" Tebaknya kemudian.
"Seenaknya aja lo kalo ngomong. Udah seenak jidat masuk mobil gue terus nyuruh-nyuruh sekarang malah bilang supir pengganti?"
"Lah kan harusnya bapak, eh Abang nya..." Ralat Retha cepat, karena lelaki tampan di sampingnya tak cocok dipanggil bapak, terlalu muda.
"Harusnya bilang dong kalo gue salah masuk mobil." Lanjutnya.
"Kan gue tadi mau bilang, eh lo ya malah-"
"Sst!" Retha meletakan jari telunjuknya di bibir kemudian menerima panggilan masuk dari Mama nya.
"Ampun dah!" Retha langsung menjauhkan ponselnya dari telinga. Suara Mama Freya yang super cerewet karena khawatir putrinya belum pulang begitu berdengung di telinganya.
"Iya, Ma. Retha pulang sekarang. Ini taksi online yang Retha pesen malah mogok nih Ma. Jadi lama, tapi ini udah mau jalan kok."
"Iya, Ma. Iya..." Retha memasukan ponselnya ke dalam tas.
"Mas jalan cepet sesuai aplikasi, mama udah marah-marah jam segini gue belum pulang." Ucapnya.
"Aplikasi mbahmu! Gue bukan supir!" Ketus Adrian.
"Iya maaf, Bang. Anterin please yah, tapi ini dimana sih kok gue nggak hafal yah?" Retha celingak celinguk mengenali lingkungan sekitar.
"Sama gue juga nggak tau ini dimana, lo tidur mulu jadi gue muter-muter nggak jelas."
Setelah 2 jam berlalu dan mengikuti google map akhirnya Retha tiba di rumah. Papa Arka dan Mama Freya langsung menghampiri Retha begitu dia turun.
"Sekolah sampe jam segini?" Tanya Papa Arka.
"Taksinya mogok tadi, Pa." Jawab Retha.
"Taksi?" Ucap Papa Arka lirih. Mobil yang membawa putrinya bukanlah mobil biasa. Mobil itu jenis limited bahkan dengan plat nomor yang unik. Papa Arka mengetuk kaca sebelah kemudi hingga lelaki bertopi yang tadinya mau langsung pergi jadi turun lebih dulu.
"Ini yang kamu sebut supir taksi, Retha?" Tanya Arka dengan wajah seriusnya. Dilihat dari manapun lelaki tinggi dengan style pakaian yang digunakan bisa disimpulkan jika dia bukan supir.
"Selamat malam, Om. Sebenarnya saya bukan supir taksi, anak Om tadi salah masuk ke mobil saya."
"Saya tidak menerima alasan apa pun. Putri saya tidak seceroboh itu." Sela Papa Arka.
"Retha, berapa kali Papa harus bilang? Jangan dekat sama orang sembarangan. Bisa-bisanya kamu ngelayab dari pulang sekolah sampe malem kayak gini! Mau Papa nikahin kamu hah? Dibilangin jangan pacaran! Jangan pacaran!"
"Kamu juga! Jangan mentang-mentang putri saya masih polos bisa kamu manfaatkan yah diajak kelayaban sama malem gini!" Lanjutnya pada Adrian.
"Hah?" Bingung Adrian, dia hanya menolong Retha dengan mengantarnya pulang.
"Tuh kan, Bang. Retha bilang juga apa tadi? Retha tuh nggak boleh pacaran, eh Abang nya maksa." Ucap Retha yang membuat Adrian makin heran. Ditambah lagi dengan pria di hadapannya yang kini menatapnya dengan tajam.
"Retha tadi udah bilang kok Pa ke dia, kalo Retha nggak boleh pacaran sama papa dan mama. Tapi si Abang nya maksa, makanya nganterin pulang. Mau sekalian minta restu katanya." Lanjutnya.
"Heh apaan? Ngarang lo!" Adrian makin gemas melihat tingkah gadis tak tau terimakasih malah memanfaatkan situasi.
"Retha, kamu masuk! Biar Papa bicara sama dia." Ucap Papa Arka.
Selepas kepergian Retha dan Mamanya, Adrian mendapat ceramah panjang lebar dari Papa Arka. Pria itu tak memarahinya, hanya menasehatinya dengan bijaksana. Bagaimanapun Papa Arka cukup menghargai keberaniannya mengantarkan Retha pulang. Satu hal yang pria itu tegaskan, jika benar-benar mencintai Retha harus menunggu gadis itu selesai sekolah bahkan tamat kuliah.
"Ngerti kamu?"
"Iya ngerti, Om. Kalo begitu saya permisi dulu, selamat malam." Pamitnya.
Adrian segera melajukan mobilnya dengan cepat meninggalkan rumah Retha.
"Ck! Pede banget nyuruh ngejauhin anaknya, kenal juga kagak."
"Dasar bocah nggak tau terimakasih. Awas aja ntar kalo ketemu lagi gue pites itu bocah!"
.
.
.
Seperti biasa like sama komentarnya jangan ketinggalan!!
awur-awur bunga sama kopinya juga boleh banget kakak🤗🤗
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 156 Episodes
Comments
RossyNara
pites pites demen iya.
2024-05-30
0
aisyah
kak net,,, aku kangen Ini baca ulang
2024-02-18
0
Hikmah Nayla
kocak
2023-12-30
0