“Semuanya terjadi begitu cepat, Eve datang ke kantor malam-malam dalam keadaan mabuk, dia memintaku untuk menemaninya, kamu bisa bayangkan seorang wanita tiba-tiba ada di depanmu dalam keadaan polos, apa yang akan kamu lakukan?” ucap Willy sambil menatap Boy, sang asisten.
“Ya...itu sih rejeki, mubazir kalau nggak di anu...” Ucapnya sambil garuk-garuk tengkuknya. Willy tersenyum dan pasti tahu jawaban dari asisten pribadinya itu.
“Dan malam itu adalah malam yang tak akan pernah aku lupakan, aku dan Eve melakukannya, ini untuk pertama kalinya ada seorang wanita yang membuatku tidak bisa melupakannya” ucap Jaka sambil menghela nafasnya.
“Ya pasti lah tidak akan pernah terlupakan, kalian berdua menikmatinya, Terus! Sekarang apa rencana Tuan muda?” Tanyanya sambil mengernyitkan dahinya.
“Eve sangat keras kepala, dia tidak mau Jaka bertanggung jawab, tapi dia akan tetap melahirkan bayi kami, dan setelah bayi itu lahir, dia akan menyerahkannya padaku, namun aku tidak akan membiarkan Eve pergi dariku, aku akan tetap mengawasinya” ucap Jaka serius
“Terus sampai kapan penyamaran Anda ini berakhir Tuan muda! Kalau saja Eve tahu jika ayah bayinya adalah William Anthony, mungkin Eve pasti mau menikah dengan Jaka, karena Jaka adalah William Anthony” ucap Boy
“Tidak! Aku tidak akan membongkar identitas ku dulu, aku ingin tahu seberapa Eve mempertahankan bayinya, meskipun ia tahu bayi itu adalah anak dari Jaka, bukan anak William Anthony” ucap pria berbadan atletis itu.
Boy terlihat mengerti maksud bosnya, Willy ingin melihat kesungguhan Eve mempertahankan bayinya meskipun ia dalam situasi tidak bersuami dan tentunya anak itu adalah anak dari pria yang telah membuatnya kesal.
*
*
*
Jam pulang kantor, Eve, Alinda dan Veren terlihat pulang bersama, Eve tiba-tiba merasa mual-mual kembali, namun tidak sampai muntah, sehingga membuat kedua temannya khawatir.
“Eve! Kamu masih sakit?” tanya Alinda dan Eve cuma menggelengkan kepalanya. Sementara Veren tampak curiga dengan hal yang menimpa temannya itu, Veren mulai mendekati Eve dan bertanya.
“Eve! Boleh aku bertanya sesuatu kepada mu?”
“Apa? Katakan saja?”
“Tapi maaf sebelumnya, aku tidak bermaksud menyinggung perasaanmu” ucap Veren yang tidak enak hati menanyakan hal itu kepada Eve.
“Katakan saja! Apa yang ingin kamu tanyakan?” Eve menatap wajah Veren.
“Emm...apa kamu dan Rafael pernah melakukan hal itu?” tanya Veren dengan menggerakkan dua jarinya dalam tanda kutip.
“Maksudmu melakukan hal apa?” Seru Eve yang belum ia mengerti.
“Eve! Aku tahu pertanyaan ku ini konyol, tapi aku curiga saja jika kamu sedang hamil”
“Deg”
“Apa maksudmu Veren? Aku hamil?” seru Eve pura-pura tidak tahu.
“Iya...aku khawatir saja jika itu terjadi, makanya aku tanya sama kamu, apa kamu dan Rafael pernah melakukan hubungan itu?” Pertanyaan Veren membuat Alinda sejenak berpikir.
“Eh iya Veren benar juga Eve! Gejala kamu ini mirip banget sama orang yang lagi hamil, apa jangan-jangan kamu memang sedang hamil ya?” tanya Alinda serius
Eve menghela nafasnya kasar, Ia tidak mungkin menyembunyikan rahasia ini kepada kedua temannya, mengingat Alinda dan Veren adalah teman terdekat Eve.
“Oke...! Sepertinya aku tidak bisa menyembunyikan rahasia ini dari kalian, tapi...kita bicara di luar saja yuk, kita ke cafe di tempat biasa, aku akan menceritakan semuanya.
Kemudian ketiga gadis itu pergi, sementara Jaka mengikutinya dari belakang, Ia tidak mau terjadi apa-apa pada Eve dan bayinya.
BERSAMBUNG
🔥🔥🔥🔥🔥🔥
...Jangan lupa like jempolnya, komen, beri hadiah dan vote 🥰🥰
...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 191 Episodes
Comments
Fhita Iftha
Daddy siaga do
ng😍
2023-12-02
0
Nami chan
jangan di anu /Curse/
2023-11-20
0
Nur Lizza
lanjut
2023-11-04
0