“Baiklah saya akan pergi” Jaka pamit pergi meninggalkan ruangan Eve. Kemudian ia berjalan menuju Pantry dan spontan dirinya memukul tembok dengan tangannya.
“Sial...!” Jaka terlihat kecewa dengan sikap Eve yang sudah mengusir nya dari ruangan itu. Entah kenapa Jaka tiba-tiba kesal dengan sikap dingin Eve sejak tadi pagi, padahal setiap harinya Eve adalah sosok karyawan yang supel kepada siapa saja, tak terkecuali dengan Jaka, sebelum kejadian malam itu, Eve selalu bersikap baik kepada Jaka.
Namun setelah kejadian itu, Eve jadi berubah, Eve terlihat cuek dan acuh, bahkan Eve terlihat tidak perduli kepada Jaka, dan itu tentunya membuat Jaka sangat kecewa.
“Sekarang apa rencanamu?” tanya Alinda serius.
“Entahlah Lin! Yang jelas sekarang aku tidak ingin bertemu lagi dengan Rafael, aku sangat membencinya”
“Itu berarti rencana pernikahan kalian tidak akan bisa dilanjutkan lagi” seru Alinda.
“Melanjutkan pernikahan itu, sama saja aku bunuh diri” jawabnya singkat sembari mengusap air matanya.
*
*
*
*
Sementara itu di luar terlihat Wira Atmajaya mulai tiba di perusahaan itu, Wira adalah adik ipar Liora, ibu dari William Anthony, karena William Anthony dikabarkan sedang berada di Perancis untuk urusan bisnisnya, untuk sementara perusahaan di percayakan William kepada Wira, sesuai persetujuan William, karena William percaya Wira.
Tampak semua karyawan memberi hormat kepada Wira. Ia berjalan di dampingi oleh sekretaris pribadinya, Arnetta.
Arnetta adalah wanita muda yang bekerja sebagai sekretaris Wira, karena seringnya mereka pergi ke luar kota berdua, banyak yang menduga jika Wira telah berselingkuh dengan sekretaris nya sendiri.
Wira berjalan menuju ruang kerjanya dan disusul dengan Arnetta di belakangnya. Kemudian Wira mulai duduk di kursi kerjanya.
Arnetta atau yang biasa dipanggil Netta mulai mendekati Wira dan menopang tubuhnya dengan dua tangan yang ia letakkan di atas meja.
“Kapan pak Willy pulang dari Perancis?” Netta selalu menanyakan hal itu kepada Wira.
“Kenapa kamu selalu menanyakan hal itu?” jawab Wira menelisik
“Tidak apa-apa, jika pak Willy masih lama pulangnya, itu berarti kita bisa lama-lama berduaan kan sayang!” ucap Netta merayu Wira.
Wira tersenyum dan membelai pipi Netta dengan lembut.
“Aku akan melakukan apa saja asal kamu selalu bersamaku”
Netta tersenyum.
“Kamu pikir aku tertarik denganmu bandot, aku hanya memperalat dirimu agar aku bisa mengambil kembali apa yang sudah di rebut Willy dariku” gumam Netta sinis.
Hari itu seperti biasa Eve bekerja di ruang kantornya, Jaka yang sedang mengepel di luar ruangan tampak mengintip Eve yang berada di dalam ruangannya, Jaka tampak senyum-senyum melihat Eve yang sedang sibuk dengan pekerjaannya. Sesekali Eve meregangkan otot-otot lehernya yang terasa pegal, sekilas dirinya sadar jika Jaka tengah memperhatikannya, dengan cepat Eve menyembunyikan wajahnya di balik pembatas.
“Dih.. ngapain sih tuh OB lihatin mulu” gumamnya kesal. Jaka tampaknya merasa Eve tengah bersembunyi menghindarinya. Akhirnya Jaka pergi dan melanjutkan pekerjaannya pada tempat lain.
Tanpa sengaja Jaka melihat Wira dan Netta tengah bermesraan. Jaka pura-pura berdehem untuk mengejutkan dua orang yang sedang melampaui batas itu. Wira sudah beristri, namun di kantor Wira selalu menghabiskan waktunya untuk bersenang-senang dengan sekretaris nya.
“Permisi Pak! Saya mau membersihkan kaca!” Seru Jaka yang tiba-tiba berada menengahi mereka, tampak Wira begitu kesal dengan kedatangan Jaka yang telah mengganggu kemesraannya.
“Hei Jaka! Kamu benar-benar tidak sopan! Kamu mau aku pecat!” seru Wira kesal.
“Maaf pak saya tidak sengaja, saya Cuma mau membersihkan kaca, itu saja” ucap Jaka dengan menunduk
“Sudahlah sayang! Biarkan saja, toh dia tidak akan bicara pada istri dan kakakmu kan? Kalau kita punya hubungan, dia hanya OB, nggak berarti buat kita” balas Netta yang tidak perduli dengan kehadiran Jaka di sana.
“Ternyata selama ini Om Wira sudah membohongi Tante Amara”
*
*
*
Di sela-sela Eve mengerjakan tugas -tugas kantornya, sepertinya dia sedang ingin buang air kecil, lantas Ia segera pergi ke kamar mandi yang letaknya dekat dengan pantry.
“Kamu mau kemana Eve?” tanya Alinda
“Aku ke toilet sebentar!” jawabnya
Kemudian Eve berjalan menuju toilet dengan sedikit terburu-buru, tanpa ia sadari Jaka sedang mengepel lantai yang menuju kamar mandi, sehingga membuat lantai sedikit licin. Eve berjalan ke arah kamar mandi dengan langkah yang sedikit cepat, hingga tiba-tiba dirinya terpeleset dan spontan Jaka menangkap tubuh Eve dengan cepat.
Tatapan mata itu kembali bertemu lagi, dengan cepat Eve melepaskan tangan Jaka dari tubuhnya.
“Jangan sentuh aku! Lebih baik kamu tidak mendekatiku lagi” ucap Eve dingin.
“Kenapa mbak Eve sekarang menjadi berubah toh mbak e? Tidak seperti biasanya mbak Eve bersikap seperti ini pada Jaka, salah Jaka opo toh mbak e” Jaka berucap itu dengan wajah melasnya.
“Kamu masih bertanya kamu salah apa? Dengarkan aku Jaka! Jangan pernah mengingat lagi tentang kejadian semalam, itu adalah kesalahan yang tidak pernah aku bayangkan, dan kamu lupakan saja tentang kita” Eve berucap serius kepada OB tersebut sambil beranjak pergi ke kamar mandi.
“Tunggu mbak Eve!” Jaka tiba-tiba menghentikan langkah Eve. Tanpa menoleh Eve mencoba mendengarkan ucapan Jaka.
“Jaka Ndak bisa melupakan hal itu begitu saja mbak e! Mbak Eve sudah membuat keperjakaan saya hilang, apa kata teman-teman jika mereka tahu kalau saya sudah tidak perjaka Mbak” seru Jaka dengan polosnya.
“Bodo!” Jawab Eve spontan, dan Eve segera pergi dari hadapan Jaka.
Jaka melihat Eve yang sudah membuatnya tidak bisa tidur nyenyak, setelah kejadian itu Jaka selalu terbayang-bayang sosok Eve yang sudah membuatnya hanyut dalam buaian kenikmatan.
“ah! Aku akan mendapatkan mu”
BERSAMBUNG
🔥🔥🔥🔥
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 191 Episodes
Comments
Devina
hadu eve jangan nolak jaka dong klo lo tau siapa jaka auto bucin
2023-12-27
0
Henimy
belom tau siapa jaka,,wah kalau dah tau mana nolak c eve...
2023-12-08
1
Nur Lizza
semangat jaka
2023-11-04
0