Keesokan harinya, Misaki bangun seperti biasa dan mengenakan hanfu ringan dan rambut yang di tata ekor kuda. Dia melakukan beberapa pemanasan dan menjalani latihan seperti biasa.
Selama latihan, misaki menggabungkan latihan biasanya dan latihan dari demensi tempatnya tinggal. Seperti dugaannya, itu lebih efektif dari kehidupan sebelumnya.
Ketika selesai, misaki membersihkan tubuhnya dan mengubah pakaian dan menata semula rambutnya menjadi setengah dikepang dan setengah digerai. Misaki juga memakai tudung kepala berkain putih sepanjang dadanya dan menggunakan qinggong untuk melompat keluar.
...______________________...
"Hmmm" Misaki mengelus kepala ju Wu sambil memilih beberapa makanan kucing selama perjalanan nanti.
"Mayu-san tolong bungkuskan 2 paket " ujar misaki menunjuk pada paket kecil biskut ikan.
"Baiklah Nona" ujar Mayu suzuki mengubah panggilannya terhadap misaki.
"Nona, bungkusan anda udah siap dan ju wu udah dibersih"
"Terima kasih, ini 3 keping perak"
"Semoga perjalanan anda menyenangkan" ujar pelayan itu membungkuk.
"Tentu sahaja itu akan menjadi menyenangkan" balas misaki mengedip satu matanya.
"Ini masih awal, seharusnya an qi masih belum masuk ke kamarku" Ketika memikirkan begini, dia menjadi bahagia dan mengambil kesempatan ini untuk mampir ke beberapa toko dan pedagang yang menjual manisan untuk mencicip sahaja.
Baru sahaja misaki melangkah keluar dari kerumuan, tiba tiba sebuah kereta kuda hampir melanggarnya. Mujur aja instingnya sebagai mantan jenderal mendeteksi bahaya di sekeliling.
"Apa kau tidak mempunyai mata!!!" marah kusir yang mengendali kereta kuda. Dia bahkan turun dari tempatnya.
"... sepertinya ku pernah lihat adegan ini dalam TV" batin misaki menyilang tangan di dada. Poster misaki bahkan makin membuat kusir itu bertambah marah.
Ketika kusir akan memarahi misaki, suara menyenangkan melintasi pendengaran keduanya. Misaki menoleh dan melihat seorang pemuda berpakaian hijau pucat memegang kipas lipat. Kulitnya terlihat seperti porselen dan mata abu-abu terlihat sangat ramah. Senyumannya seperti angin musim semi.
"Nona, maafkan pelayanku. Ini memang salah kami"
Misaki menghela napas dan menganguk sebelum menyambung perjalanannya.
Pelayan yang melihat gadis bertudung putih itu pergi, dia berteriak marah"HEI, APA KAU TIDAK MEMBERI HORMAT KEPADA GONGZI KAMI"
"A-lin!"
"... Siapa gongzi anda? " ujar misaki pelan.
"Gongzi kami adalah tuan muda dari keluarga bangsawan Han, Han RuCheng" ujar a-lin percaya diri. Dia berpikir gadis di depannya akan terkejut.
"Oh, hanya bangsawan sahaja" balas misaki memandang remeh mereka.
SWUSHH..
Suara bilah pedang menebas udara hampir melukai misaki. Mujur misaki cepat mengelak dan mundur beberapa langkah. Kultivator tersebut terkejut sebentar dan mulai normal kembali.
"Nak, berani kau tidak menghormati gongzi ! " marah kultivator pedang melotot pada misaki.
"Jadi?" Misaki tersenyum sinis.
Eksperasi kultivator pedang gelap dan mulai menebas pedangnya. Sang empunya saat ini hanya meladeni kultivator pedang dengan tenang. Jika berlatih dengan mizuki dia akan sengaja menerima cedara tetapi orang lain bahkan sehelai rambutnya sahaja tidak layak.
Kecepatan misaki diatas rata-rata karna latihan yang dia jalani selama 4 tahun setengah. Bahkan seorang kultivator pedang sepertinya kesulitan untuk mengejar kecepatan misaki. Yang lebih mengejutkan adalah tubuh mungil itu sangat fleksibel. Setiap gerakan sangat kontras dengan pakaian dan tudang kepalannya yang putih. Itu bahkan meninggalkan kesan misterius.
"Kalian benar-benar akan membuat ku terlambat untuk pergi ke arena pemburuan" satu ayat ini berhasil membuat Han RuCheng memerintah penjaganya mundur.
"Nona, bisakah gongzi ini tahu nama anda?"
"Oh, Nona ini berasal dari keluarga seorang kultivator terhebat di benua Dongchi" balas misaki singkat ketika angin kuat datang. Ketika angin mulai hilang, sosok mungil itu udah menghilang.
Ketika gadis kecil itu menghilang, eksperasi Han RuCheng luntur "... A-jun cari tahu asal usul Nona tadi. Jangan lepaskan satu pun keluarga dalam penyelidikan" perintah Han RuCheng pada kultivator pedang tersebut.
"Baik"
...__________________________...
Catatan penulis :
TLG: Misaki-chan tiada hari yang baik ketika kau berpergian sendirian. ( ̄^ ̄)
Misaki : ITU BUKAN TIADA HARI YANG BAIK!! ITU KARNA KAU SANG PENULIS YANG MENULIS KU TIDAK MEMILIKI HARI YANG BAIK!! (ノಠ益ಠ)ノ彡┻━┻
TLG : (⌐■_■) you got me
..._________________...
Maaf kalo ada typo atau perkataan melayu
Like(Gratis)♥️👍
Komen(kalau mau)💬🍵
Vote(harus ikhlas)🙏👇
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 82 Episodes
Comments
Iluh Mulyati
up lg donk...
2020-06-05
0
Sri Rahayu
siip keren .lanjut thor
2020-06-04
2
Yoni Hartati
lanjut semangat
2020-06-03
3