#Chapter 3 : Sosok hitam

Di dalam sebuah kereta kuda, misaki duduk dengan kipas lipat mengipasinya. Dibalik ekspresi tenangnya, misaki berteriak sengsara "KENAPA!! KENAPA!!"

...________________________...

......《Flashback On》......

Di atas sebuah meja serdahana, misaki menatap lapar pada sarapan di hadapannya. Misaki memandang an qi dan menepuk kursi di sampingnya "An qi, cepat duduk disini. Sarapan hari ini ada Baozi!!"

^^^Baozi:sejenis roti isi beragi dalam berbagai masakan Cina^^^

An qi yang berdiri di belakang misaki, menghela napas dan patuh duduk disamping misaki. Setelah duduk, an qi dengan gesit memasukkan satu baozi ke mulut misaki "Pelayan ini berpikir yang mulia harus menambah berat badan"

Mereka berdua makan bersama sejak 5 tahun lalu. Hubungan keduanya bisa dikatakan sebagai teman dekat. Ketika mereka dalam suasana harmoni, teriak penjaga gerbang mengganggu acara mereka.

"KASIM WANG MEMASUKI KEDIAMAN" teriak penjaga gerbang kediaman dengan lantang dan jelas.

Ketika misaki mendengar bahwa kasim kepercayaan raja shi datang ke halamannya. Dia mengangkat alisnya dan berjalan keluar dengan an qi di belakangnya.

"Salam yang mulia" kata seorang pria paruh baya berpakaian seragam seorang kasim memberi hormat kepada misaki.

Bibir misaki berkedut dan berkata "Kasim Wang bangunlah, ada urusan apa anda datang ke halamanku" nadanya tidak lembut atau kasar.

Setelah kasim Wang membawa pesan dari raja shi untuk menyuruh misaki makan di aula keluarga. Dia berjalan keluar dari halaman dan menghilang.

Setelah kelibat kasim Wang menghilang, misaki memerintah "Siapkan tandu"

...____________________...

...《Flashback Off》...

Misaki yang di dalam tandu mengipas dirinya untuk menghilangkan keringatannya. Dia berpikir bahwa dia nasibnya sedikit buruk hari ini.

Musim panas tahun ini terlampau panas sehingga air akan berubah menjadi uap seketika. Walaupun misaki keluar pada waktu pagi tapi rasanya seperti siang hari.

...__________________...

Setelah memasuki ke aula keluarga, misaki membungkuk badannya memberi salam kepada raja shi dan kedua saudaranya.

Sepertinya biasa, ketika misaki telah duduk di tempatnya, Raja shi akan mula makan. Suasana yang hening tiba-tiba terpecah oleh gerutuh saudara perempuan misaki, Shi Mizuki Tanaka.

"Pergi dan buat sesuatu yang sejuk untukku!!" gerutu Mizuki kepada pelayan di sampingnya.

"Apa dia tidak tahu minum air sejuk di saat makan bisa sakit perut" gumam misaki menyendok buburnya. Ketika misaki sadar perkataannya, Mizuki menatapnya dengan tatap rumit.

Misaki".... "

Mizuki"....."

Mizuki ingin mengatakan sesuatu tetapi dia membatalkan niatnya dan makan makanannya.

Dan suasana kembali hening lagi.

...________________________...

"Yang mulia, apa anda memiliki masalah?"

Misaki yang awalnya mengerut alisnya akhirnya merengangkan alisnya dan berkata "Umm, apa buah favorit kakak kedua?"

"Yang mulia kedua menyukai buah anggur atau ubi ungu. Asalkan itu ungu maka putri kedua akan menyukainya" jawab An qi tanpa ragu-ragu

Melihat an qi dengan mata berbinar, misaki memujinya "An qi, kau benar-benar berbakat dalam mencari informasi"

"Terima kasih Yang Mulia"

"Pergi ke dapur dan lihat apakah bahan-bahan ini ada" perintah misaki setelah mencatat beberapa bahan lagi kedalam kertas kecil dan memyerahkan kepada an qi.

"Jika tiada, minta seseorang pergi membelikannya" sambung misaki mendapat anggukan dari an qi yang menghilang dari udara tipis.

Misaki bangkit dari meja belajarnya dan mengambil buku keemasan sebelum duduk di sebuah dipan di ruang tamu yang dipisahkan oleh sikat ruangan.

Ruang tamu miliknya dihiasi dengan beberapa perabot, pasu, lukisan dan tanaman. Singkatnya, ruang tamunya serdahana dan elegan. Tidak banyak barang berharga yang dia aturkan di ruang tamunya.

"Apa dalam buku ini ada cara untuk kembali" sebuah pikiran melintas di benak misaki ketika membolak-balik halaman buku keemasan

Tiba-tiba misaki menepuk dahinya "Hampir lupa, sebaiknya tulis ini dahulu dan beberapa yang lain" misaki kembali ke meja belajarnya dan mengambil selembar kertas dan mencelup kuasnya.

..._______________________...

...Keesokan harinya...

"Yang mulia.... huh... cepat bangun... " panggil an qi dengan malas.

"Ini masih fajar...Jangan ganggu tidur ku!" balas malas misaki. Dia bahkan membaling bantal dan selimut pada wajah an qi.

An qi yang tertutup dengan selimut "..."

"BANGUN PUTRI!! BANGUN!! INI SUDAH SIANG!!" teriak an qi menggoncang tubuh misaki sekuatnya. Sang empunya hanya mengerang rendah dan pasrah diperlakukan begitu.

"Putri!! Kasim Wang menunggu diluar!!"

Mendengar bahwa pria paruh baya yang menggangunya selama dua hari terakhir akan tiba. Misaki melompat kaget dan terpelesat hingga jatuh ke lantai.

"An qi cepat siapkan air mandi dan pakaian ku!!" perintah misaki bangkit dari lantai

An qi menyeringai dan berkata "Pelayan ini udah menyiapkan semuanya"

...___________________...

Selesai mandi dan memakai pakaian yang diberikan An qi. Misaki berjalan keluar dan tidak melihat seseorang pun yang mirip seperti kasim Wang di halaman depan.

Karna kesal akhirnya misaki menghukum an qi dan masuk kembali ke kamarnya untuk membaca buku keemasan.

Ketika misaki baru sahaja menutup pintu muncul sosok hitam di belakang, dalam sedetik misaki berhasil menjatuhkan sosok hitam itu. Misaki menginvestigasi sosok hitam di tempat. Dikarnakan tiada respon dari sosok hitam. Misaki membuka cadarnya...

"Mizuki?!" terkejut misaki ketika melihat wajah dari orang yang menyamar sebagai sosok hitam. Secara refleksi misaki melepaskan genggamannya pada tangan mizuki.

"Ouchhh! Tangan ku mati rasanya, siapa yang mengajarimu seni bela diri?! " tanya Mizuki menatap penasaran sambil memijat pengelangan tangannya.

"An qi yang mengajariku" jawab misaki berbohong. Tentu saja an qi tidak pernah mengajarinya kecuali beberapa gerak dasar untuk pertahanan diri. Dia bahkan harus menunggu beberapa minggu lagi sebelum pedangnya siap ditempah.

Mendengar perkataan misaki, mizuki mempercayainya tanpa sedikit pun ragu. Bagaimanapun, an qi secara khusus diajari oleh ibu mereka untuk menjadi seorang kultivator ilusi.

"Hey, buku apa diatas meja itu? " tanya mizuki ketika tanpa sengaja melirik sebuah buku tebal yang dibalut sampul keemasan mencolok.

"Tiada judul di depannya, apa kakak kedua mengetahuinya? "

Ketika mizuki membuka dan membolak balik buku keemasan, dia dengan gagap bertanya "Di..dimana kamu... mengambilnya?"

"Perpustakaan Istana" balas misaki mengeryit alisnya. Tiba-tiba tangan misaki disambar oleh mizuki dan dibawa keluar.

Sebelum misaki bertanya kemana mereka akan pergi, mizuki udah berkata"Kau harus bertemu dengan ayahanda"

Misaki "..."

...___________________________...

Catatan penulis :

TLG: Kasihan sekali kasim Wang sampai dicapkan penggangu oleh misaki ╮(^▽^)╭

Kasim Wang : ( #-_- )

...__________________...

Maaf kalo ada typo atau perkataan melayu

Like(Gratis)♥️👍

Komen(kalau mau)💬🍵

Vote(harus ikhlas)🙏👇

Bye semua 💕💕

Terpopuler

Comments

Sagita

Sagita

dsana pake bahasa ap thor...knp bahasa inggis cm unt kakak laki2

2020-12-02

1

Spenticom.com ♡

Spenticom.com ♡

fake princess inimah

2020-10-20

27

Brenda

Brenda

Iya Fake Princces

2020-10-07

15

lihat semua
Episodes
1 Prolog : Pernikahan
2 #Chapter 1 : Alam baka??!
3 #Chapter 2 : Makan malam
4 #Chapter 3 : Sosok hitam
5 #Chapter 4 : Taro bubble tea
6 #Chapter 5 : Keluar Istana
7 #Chapter 6 : Pertunangan
8 #Chapter 7 : Peach Blossom Movement
9 #Chapter 8 : Gulungan bambu
10 Penerangan
11 #Chapter 9 : Susu strawberi daifuki
12 #Chapter 10 : Pemburuan Musim Gugur
13 #Chapter 11 : Misaki VS Mizuki
14 #Chapter 12 : Tikus
15 #Chapter 13 : Toko Keperluan Hewan
16 #Chapter 14 : Ju Wu sebenarnya adalah rubah?!
17 #Chapter 15 : Kemarahan misaki
18 #Chapter 16 : Han RuCheng
19 #Chapter 17 : Perubahan Rencana
20 #Chapter 18 : Rencana pembalasan dimulai
21 #Chapter 19 : Kalung cantik?
22 #Chapter 20 : Vila
23 #Chapter 21 : Mengenangkan Masa Lama I
24 #Chapter 22 : Mengenang masa lalu II
25 #Chapter 23 : Kembali
26 #Chapter 24 : Rencana Lee May
27 #chapter 25 : hukuman mizuki dan fang
28 #chapter 26 : Jebakan misaki
29 #chapter 27 : Aneh tapi nyata
30 #chapter 28 : Aula Disiplin
31 #chapter 29 : Rose sword move : Turbulent Ocean of Roses
32 #chapter 30 : Guzheng Surga
33 #chapter 31 : Naga Emas
34 #chapter 32: Sapphire Pearl Dagger
35 #chapter 33 : Sistem Pengetahuan Emas
36 #chapter 34 : Apa orang tuamu gak mengajarimu sopan santun!?
37 #chapter 35 : Taizi Dianxia
38 #chapter 36 : Empat Kepala Pelayan
39 #chapter 37 : Bunuh diri?!
40 #chapter 38 : Pil Qiyun
41 #chapter 39 : Dibalik pintu I
42 #chapter 40 : Dibalik pintu II
43 #chapter 41 :Hutan fu
44 #chapter 42 : Gudang Harta Dunia
45 #chapter 43 : Sky Silk Steps
46 #chapter 44 : Petir Ilahi
47 #chapter 45 : Perjalanan ke Kekaisaran Langit
48 #chapter 46 : Dua syarat
49 #chapter 47 : Gosip
50 #chapter 48 : Jenderal Situ
51 #chapter 49 : Misaki VS Jenderal Situ
52 #chapter 50 : Misaki VS Jenderal Situ II
53 #chapter 51 : Misaki VS Jenderal Situ III
54 #chapter 52 : Nyonya Besar
55 #chapter 53 : Supermarket
56 #chapter 54 : MAKHLUK MENAKUTKAN
57 #chapter 55: MAKHLUK MENAKUTKAN II
58 #chapter 56 : Setara
59 SELAMAT HARI RAYA
60 #chapter 57 : Maaf
61 #chapter 58 : An Qi adalah...!?
62 #Chapter 59 : Lebih Tinggi
63 #Chapter 60 : Tiga Gelar
64 #chapter 61: Pingsan
65 #Chapter 62: Kesialan
66 Curhat Penulis (ಥ⌣ಥ)
67 #Chapter 63 : The book of nirvana fire
68 #Chapter 64: Pujian
69 #Chapter 65 : Berpetualangan I
70 #Chapter 66 : Berpetualangan II
71 #Chapter 67: Berpetualangan III
72 #Chapter 68 : Ketidakpatuhan
73 #Chapter 69 : Murid dan Guru
74 #Chapter 70 : Mural
75 #Chapter 71 : Pedang Hitam atau Cambuk Ungu
76 Pengumuman
77 #Chapter 72 : 1 Dewa 2 Dewi
78 #Chapter 72 : 1 Dewa 2 Dewi
79 #Chapter 73: Labirin Pohon Cemara Kipas
80 #Chapter 74: Zhou YuJie
81 #Chapter 75 : Perkataan terlarang (akhir)
82 UPDATE NOVEL REMAKE
Episodes

Updated 82 Episodes

1
Prolog : Pernikahan
2
#Chapter 1 : Alam baka??!
3
#Chapter 2 : Makan malam
4
#Chapter 3 : Sosok hitam
5
#Chapter 4 : Taro bubble tea
6
#Chapter 5 : Keluar Istana
7
#Chapter 6 : Pertunangan
8
#Chapter 7 : Peach Blossom Movement
9
#Chapter 8 : Gulungan bambu
10
Penerangan
11
#Chapter 9 : Susu strawberi daifuki
12
#Chapter 10 : Pemburuan Musim Gugur
13
#Chapter 11 : Misaki VS Mizuki
14
#Chapter 12 : Tikus
15
#Chapter 13 : Toko Keperluan Hewan
16
#Chapter 14 : Ju Wu sebenarnya adalah rubah?!
17
#Chapter 15 : Kemarahan misaki
18
#Chapter 16 : Han RuCheng
19
#Chapter 17 : Perubahan Rencana
20
#Chapter 18 : Rencana pembalasan dimulai
21
#Chapter 19 : Kalung cantik?
22
#Chapter 20 : Vila
23
#Chapter 21 : Mengenangkan Masa Lama I
24
#Chapter 22 : Mengenang masa lalu II
25
#Chapter 23 : Kembali
26
#Chapter 24 : Rencana Lee May
27
#chapter 25 : hukuman mizuki dan fang
28
#chapter 26 : Jebakan misaki
29
#chapter 27 : Aneh tapi nyata
30
#chapter 28 : Aula Disiplin
31
#chapter 29 : Rose sword move : Turbulent Ocean of Roses
32
#chapter 30 : Guzheng Surga
33
#chapter 31 : Naga Emas
34
#chapter 32: Sapphire Pearl Dagger
35
#chapter 33 : Sistem Pengetahuan Emas
36
#chapter 34 : Apa orang tuamu gak mengajarimu sopan santun!?
37
#chapter 35 : Taizi Dianxia
38
#chapter 36 : Empat Kepala Pelayan
39
#chapter 37 : Bunuh diri?!
40
#chapter 38 : Pil Qiyun
41
#chapter 39 : Dibalik pintu I
42
#chapter 40 : Dibalik pintu II
43
#chapter 41 :Hutan fu
44
#chapter 42 : Gudang Harta Dunia
45
#chapter 43 : Sky Silk Steps
46
#chapter 44 : Petir Ilahi
47
#chapter 45 : Perjalanan ke Kekaisaran Langit
48
#chapter 46 : Dua syarat
49
#chapter 47 : Gosip
50
#chapter 48 : Jenderal Situ
51
#chapter 49 : Misaki VS Jenderal Situ
52
#chapter 50 : Misaki VS Jenderal Situ II
53
#chapter 51 : Misaki VS Jenderal Situ III
54
#chapter 52 : Nyonya Besar
55
#chapter 53 : Supermarket
56
#chapter 54 : MAKHLUK MENAKUTKAN
57
#chapter 55: MAKHLUK MENAKUTKAN II
58
#chapter 56 : Setara
59
SELAMAT HARI RAYA
60
#chapter 57 : Maaf
61
#chapter 58 : An Qi adalah...!?
62
#Chapter 59 : Lebih Tinggi
63
#Chapter 60 : Tiga Gelar
64
#chapter 61: Pingsan
65
#Chapter 62: Kesialan
66
Curhat Penulis (ಥ⌣ಥ)
67
#Chapter 63 : The book of nirvana fire
68
#Chapter 64: Pujian
69
#Chapter 65 : Berpetualangan I
70
#Chapter 66 : Berpetualangan II
71
#Chapter 67: Berpetualangan III
72
#Chapter 68 : Ketidakpatuhan
73
#Chapter 69 : Murid dan Guru
74
#Chapter 70 : Mural
75
#Chapter 71 : Pedang Hitam atau Cambuk Ungu
76
Pengumuman
77
#Chapter 72 : 1 Dewa 2 Dewi
78
#Chapter 72 : 1 Dewa 2 Dewi
79
#Chapter 73: Labirin Pohon Cemara Kipas
80
#Chapter 74: Zhou YuJie
81
#Chapter 75 : Perkataan terlarang (akhir)
82
UPDATE NOVEL REMAKE

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!