Di dalam sebuah kereta kuda, misaki duduk dengan kipas lipat mengipasinya. Dibalik ekspresi tenangnya, misaki berteriak sengsara "KENAPA!! KENAPA!!"
...________________________...
......《Flashback On》......
Di atas sebuah meja serdahana, misaki menatap lapar pada sarapan di hadapannya. Misaki memandang an qi dan menepuk kursi di sampingnya "An qi, cepat duduk disini. Sarapan hari ini ada Baozi!!"
^^^Baozi:sejenis roti isi beragi dalam berbagai masakan Cina^^^
An qi yang berdiri di belakang misaki, menghela napas dan patuh duduk disamping misaki. Setelah duduk, an qi dengan gesit memasukkan satu baozi ke mulut misaki "Pelayan ini berpikir yang mulia harus menambah berat badan"
Mereka berdua makan bersama sejak 5 tahun lalu. Hubungan keduanya bisa dikatakan sebagai teman dekat. Ketika mereka dalam suasana harmoni, teriak penjaga gerbang mengganggu acara mereka.
"KASIM WANG MEMASUKI KEDIAMAN" teriak penjaga gerbang kediaman dengan lantang dan jelas.
Ketika misaki mendengar bahwa kasim kepercayaan raja shi datang ke halamannya. Dia mengangkat alisnya dan berjalan keluar dengan an qi di belakangnya.
"Salam yang mulia" kata seorang pria paruh baya berpakaian seragam seorang kasim memberi hormat kepada misaki.
Bibir misaki berkedut dan berkata "Kasim Wang bangunlah, ada urusan apa anda datang ke halamanku" nadanya tidak lembut atau kasar.
Setelah kasim Wang membawa pesan dari raja shi untuk menyuruh misaki makan di aula keluarga. Dia berjalan keluar dari halaman dan menghilang.
Setelah kelibat kasim Wang menghilang, misaki memerintah "Siapkan tandu"
...____________________...
...《Flashback Off》...
Misaki yang di dalam tandu mengipas dirinya untuk menghilangkan keringatannya. Dia berpikir bahwa dia nasibnya sedikit buruk hari ini.
Musim panas tahun ini terlampau panas sehingga air akan berubah menjadi uap seketika. Walaupun misaki keluar pada waktu pagi tapi rasanya seperti siang hari.
...__________________...
Setelah memasuki ke aula keluarga, misaki membungkuk badannya memberi salam kepada raja shi dan kedua saudaranya.
Sepertinya biasa, ketika misaki telah duduk di tempatnya, Raja shi akan mula makan. Suasana yang hening tiba-tiba terpecah oleh gerutuh saudara perempuan misaki, Shi Mizuki Tanaka.
"Pergi dan buat sesuatu yang sejuk untukku!!" gerutu Mizuki kepada pelayan di sampingnya.
"Apa dia tidak tahu minum air sejuk di saat makan bisa sakit perut" gumam misaki menyendok buburnya. Ketika misaki sadar perkataannya, Mizuki menatapnya dengan tatap rumit.
Misaki".... "
Mizuki"....."
Mizuki ingin mengatakan sesuatu tetapi dia membatalkan niatnya dan makan makanannya.
Dan suasana kembali hening lagi.
...________________________...
"Yang mulia, apa anda memiliki masalah?"
Misaki yang awalnya mengerut alisnya akhirnya merengangkan alisnya dan berkata "Umm, apa buah favorit kakak kedua?"
"Yang mulia kedua menyukai buah anggur atau ubi ungu. Asalkan itu ungu maka putri kedua akan menyukainya" jawab An qi tanpa ragu-ragu
Melihat an qi dengan mata berbinar, misaki memujinya "An qi, kau benar-benar berbakat dalam mencari informasi"
"Terima kasih Yang Mulia"
"Pergi ke dapur dan lihat apakah bahan-bahan ini ada" perintah misaki setelah mencatat beberapa bahan lagi kedalam kertas kecil dan memyerahkan kepada an qi.
"Jika tiada, minta seseorang pergi membelikannya" sambung misaki mendapat anggukan dari an qi yang menghilang dari udara tipis.
Misaki bangkit dari meja belajarnya dan mengambil buku keemasan sebelum duduk di sebuah dipan di ruang tamu yang dipisahkan oleh sikat ruangan.
Ruang tamu miliknya dihiasi dengan beberapa perabot, pasu, lukisan dan tanaman. Singkatnya, ruang tamunya serdahana dan elegan. Tidak banyak barang berharga yang dia aturkan di ruang tamunya.
"Apa dalam buku ini ada cara untuk kembali" sebuah pikiran melintas di benak misaki ketika membolak-balik halaman buku keemasan
Tiba-tiba misaki menepuk dahinya "Hampir lupa, sebaiknya tulis ini dahulu dan beberapa yang lain" misaki kembali ke meja belajarnya dan mengambil selembar kertas dan mencelup kuasnya.
..._______________________...
...Keesokan harinya...
"Yang mulia.... huh... cepat bangun... " panggil an qi dengan malas.
"Ini masih fajar...Jangan ganggu tidur ku!" balas malas misaki. Dia bahkan membaling bantal dan selimut pada wajah an qi.
An qi yang tertutup dengan selimut "..."
"BANGUN PUTRI!! BANGUN!! INI SUDAH SIANG!!" teriak an qi menggoncang tubuh misaki sekuatnya. Sang empunya hanya mengerang rendah dan pasrah diperlakukan begitu.
"Putri!! Kasim Wang menunggu diluar!!"
Mendengar bahwa pria paruh baya yang menggangunya selama dua hari terakhir akan tiba. Misaki melompat kaget dan terpelesat hingga jatuh ke lantai.
"An qi cepat siapkan air mandi dan pakaian ku!!" perintah misaki bangkit dari lantai
An qi menyeringai dan berkata "Pelayan ini udah menyiapkan semuanya"
...___________________...
Selesai mandi dan memakai pakaian yang diberikan An qi. Misaki berjalan keluar dan tidak melihat seseorang pun yang mirip seperti kasim Wang di halaman depan.
Karna kesal akhirnya misaki menghukum an qi dan masuk kembali ke kamarnya untuk membaca buku keemasan.
Ketika misaki baru sahaja menutup pintu muncul sosok hitam di belakang, dalam sedetik misaki berhasil menjatuhkan sosok hitam itu. Misaki menginvestigasi sosok hitam di tempat. Dikarnakan tiada respon dari sosok hitam. Misaki membuka cadarnya...
"Mizuki?!" terkejut misaki ketika melihat wajah dari orang yang menyamar sebagai sosok hitam. Secara refleksi misaki melepaskan genggamannya pada tangan mizuki.
"Ouchhh! Tangan ku mati rasanya, siapa yang mengajarimu seni bela diri?! " tanya Mizuki menatap penasaran sambil memijat pengelangan tangannya.
"An qi yang mengajariku" jawab misaki berbohong. Tentu saja an qi tidak pernah mengajarinya kecuali beberapa gerak dasar untuk pertahanan diri. Dia bahkan harus menunggu beberapa minggu lagi sebelum pedangnya siap ditempah.
Mendengar perkataan misaki, mizuki mempercayainya tanpa sedikit pun ragu. Bagaimanapun, an qi secara khusus diajari oleh ibu mereka untuk menjadi seorang kultivator ilusi.
"Hey, buku apa diatas meja itu? " tanya mizuki ketika tanpa sengaja melirik sebuah buku tebal yang dibalut sampul keemasan mencolok.
"Tiada judul di depannya, apa kakak kedua mengetahuinya? "
Ketika mizuki membuka dan membolak balik buku keemasan, dia dengan gagap bertanya "Di..dimana kamu... mengambilnya?"
"Perpustakaan Istana" balas misaki mengeryit alisnya. Tiba-tiba tangan misaki disambar oleh mizuki dan dibawa keluar.
Sebelum misaki bertanya kemana mereka akan pergi, mizuki udah berkata"Kau harus bertemu dengan ayahanda"
Misaki "..."
...___________________________...
Catatan penulis :
TLG: Kasihan sekali kasim Wang sampai dicapkan penggangu oleh misaki ╮(^▽^)╭
Kasim Wang : ( #-_- )
...__________________...
Maaf kalo ada typo atau perkataan melayu
Like(Gratis)♥️👍
Komen(kalau mau)💬🍵
Vote(harus ikhlas)🙏👇
Bye semua 💕💕
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 82 Episodes
Comments
Sagita
dsana pake bahasa ap thor...knp bahasa inggis cm unt kakak laki2
2020-12-02
1
Spenticom.com ♡
fake princess inimah
2020-10-20
27
Brenda
Iya Fake Princces
2020-10-07
15