Jerry law bersama dengan pengawal lain,tidak mendapatkan Devano kembali.Kali ini Revan benar-benar melindungi sang adik.
"Tuan Jerry,bagaimana ini?"
Para pengawal berkumpul di perbatasan.
"Kita kembali ke menara,Aku akan mengabari Tuan lagi nanti !"
Jawab Jerry yang panik.
Jerry law sudah tahu apa yang akan terjadi disaat tugas nya gagal.Alex pasti akan menghukum nya,bahkan tidak segan-segan akan memb*nuh nya.
Jerry law kembali masuk mobil,dan di ikuti oleh beberapa pengawal lain nya,jarak menara dengan Xander mencapai waktu berjam-jam,bahkan bisa sehari semalam perjalanan.Sehingga membuat Jerry telat sampai di menara.
Perasaan masih sedikit takut atau gugup,meskipun sudah lama mengikuti Alex,rasa takut menghadapi Alex itu masih menyelimuti dirinya.
Bagaimana tidak,Pria itu membu nuh tanpa berkedip.Tidak ada rasa iba atau peduli dengan yang lain,yang ia tahu tugas harus tuntas.
kriing..
kriing...
Alex kembali menelpon,Jerry law berusaha mengatur nafas nya agar tidak terlihat begitu gugup.
"Lolos?"
Tanya Alex langsung.Sehingga membuat Jerry law kaget.
"I..ya Tuan!"
Tidak berbicara berhadapan saja membuat Jerry law gemetar,apalagi berbicara di depan,mungkin ia akan ma ti berdiri.
"Lupakan,kali ini Saya bersikap baik,tapi ingat sekali Kamu melakukan kesalahan tinggal pilih mau kaki atau tangan,atau kedua-duanya juga boleh untuk di jadikan sate!"
Tegas Alex,tanpa ba bi bu lagi langsung memutuskan panggilan.
"Selalu seperti ini!"
Gumam Jerry law,
Jerry menyimpan kembali ponsel nya,lalu melajukan mobil ke arah menara,ada yang ingin ia bereskan disana.
Rumah Utama...
Ke esokan pagi nya,terlihat udh yang begitu sejuk,Maryam telah meminta Ayin untuk tidak menganggu nya di pagi hari,karena ia ingin tidur tanpa cadar tadi malam.
Setelah sholat subuh,Maryam tertidur kembali di tepi ranjang sambil terduduk.
Ia menatap jam di dinding,memang sudah pagi,dan gorden masih menutupi jendela.
Maryam segera meraih kain cadar nya dan mengenakan kembali,setelah itu baru ia membuka kain gorden dan juga membuka sedikit jendela,agar udara pagi bisa masuk ke dalam ruangan yang pengap itu.
"Hari ini hari ke empat,terasa begitu cepat tinggal ti-ga hari lagi Aku harus mempersiapkan diri Ku,Aku juga bukan manusia sempurna,bahkan Aku baru belajar untuk menyempurnakan ilmu Ku!"
Gumam Maryam yang berdiri di jendela kamar.
Tok..tok..tok...
"Masuk !"
Sahut Maryam dari dalam.
Ceklek !
Dia orang pelayan masuk ke dalam kamar Maryam,membawa kan nampan berisi sarapan.
"Saya tidak ingin makan di kamar,bisa kah saya sarapan di taman saja?"
Tanya Maryam,pelayan kaget,suara Maryam begitu lembut di telinga Mereka.
"Bi..bisa Nyonya !"
Jawab mereka gugup.
'Nyonya?'
Maryam mengerutkan dahi nya,tapi tidak mempermasalahkan ucapan mereka.
"Baiklah,ayo,sarapan di taman saja!"
Pelayan itu segera keluar menuju taman,dan Maryam mengikuti nya dari belakang.
Begitu sampai di taman,ia melihat ada satu set alat makan milik Asisten Ayin.
"Ini milik siapa?"
Tanya Maryam,Maryam baru tau jika satu set tempat makan nya berbeda dengan yang lain.
"Nyonya ini Tuan yang meminta,Anda dan Asisten Ayin adalah berbeda,jadi peralatan tempat makanan Anda adalah yang suci disini,Tuan juga menguruskan koki Islam dari Indonesia,beberapa hari lalu"
Jelas Mereka,bahkan Maryam baru mengetahui sekarang.
Maryam hanya mengangguk saja,Alex begitu menjaga perasaan Maryam,tanpa sengaja Maryam tersenyum,hati nya tersentuh,ia baru kali ini melihat orang peduli akan hal itu.
'Sungguh membuat Aku tersentuh,Aku yakin kali ini semoga saja Dia jodoh yang di kirim kan Allah untuk Ku!'
Maryam menatap fokus ke depan.
Pelayan meletakan nampan yang berisi sarapan,ada roti keju dan juga segelas susu.
Pelayan satu lagi membawakan beberapa buah dengan air mineral.
Maryam sudah terbiasa memakan itu setiap hari jadi Dia tidak akan mengeluh lagi.
"Maryam !"
Panggil Ayin,
Maryam menoleh.
"Ada apa ?"
Tanya Maryam,melirik ke arah Ayin.
"Aku mau kembali ke menara,ada sesuatu yang harus ku kerjakan di sana,bila Kamu Aku tinggalkan disini tidak apa-apa kan?"
Tanya Ayin .
"Tidak apa-apa,Asisten Ayin boleh kerja,Saya bisa tinggal disini,ti-ga hari lagi,Tuan Alex akan pulang!"
Ujar Maryam.
"Ehem..apa Kamu merindukan Nya?"
Deg..
Deg..
"Tak!Aku tak merindukan Nya!"
Maryam segera memalingkan wajahnya dari pandangan Ayin.
"Kita boleh kah berbohong, hati mana boleh bohong kan?"
Ucap Ayin,
Maryam gugup,apalagi terus di goda oleh Ayin.
"Asisten Ayin,enggak pergi kerja?"
Tanya Maryam.
"Kamu nak usir Aku kah?"
Tanya Ayin.
"Enggak,hanya saja Aku bertanya biar tak lambat!"
Jawab Maryam yang menyangkal ucapan Ayin,
"Baik lah,Aku pergi dulu,Pak Tar jaga Maryam,ingat jangan sampai terjadi sesuatu kepada Nya,jika tidak Anda tau akibat nya!"
Tegas Ayin berlalu,Pak Tar masih menundukkan kepala nya.
Ayin segera masuk dalam mobil setelah dua kali melambaikan tangan nya ke arah Maryam.
"Bosan !"
Gumam Maryam,kini hanya Dia seorang yang di rumah utama, sementara Ayin dan lain sudah pergi kerja.
Maryam akhirnya selesai sarapan,pelayan yang sedari tadi menunggu Maryam sarapan,segera membersihkan nampan dan piring serta gelas kosong.
Mereka semua masuk ke dalam rumah,sementara Maryam duduk bersantai di taman.
Maryam mengeluarkan ponsel nya,sudah li-ma tahun ia tidak bertemu dengan mantan ke kasih nya,saat ini Maryam telah bertekad akan menerima Alex sebagai calon suaminya.
Maryam menghapus kontak WhatsApp yang mungkin tidak di perlu kan lagi,bahkan tidak segan-segan ia memblokirnya.
"Rindu sangat lah pada Tuan kejam itu!"
Gumam Maryam,saat tengah duduk di taman.
"Kapan lah ia kembali !"
Lanjut Maryam lagi.
"Jika Ia kembali apa yang ingin Kamu katakan ?"
Tanya seseorang yang baru saja berdiri tepat di belakang Maryam.
Maryam menoleh .
Deg...
Deg...
Maryam menatap pria kejam itu dengan sendu,ia tidak menyangka kalau Alex beneran sudah kembali ke rumah utama.
"Tu..Tuan,Anda kembali?"
Tanya Maryam gugup.
"Iya,ada apa ?Kamu terlihat kaget?"
Tanya Alex yang masih berdiri di tempat nya semula.
"Ba..bagaimana bisa tiba-tiba ada disini,Saya tidak mendengar suara mobil?"
Tanya Maryam gagap.
"Tidak dengar?"
Tanya Alex,Maryam segera menggelengkan kepala nya.
"Saya rasa Anda sedang jatuh cinta,suara mobil Anda tidak dengar,orang panggil pun Anda tidak menyahut,apakah Anda sedang berada di alam lain,yang di sebut alam cinta?"
Bisik Alex,
Deg..
Deg...
Jantung Maryam kembali berdetak begitu kencang,setelah mengatakan itu,Alex segera pergi,meninggalkan Maryam masuk kembali ke dalam mobil.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 276 Episodes
Comments
Aqella Lindi
kyak bahasa melayu
2023-12-05
1
Yuni Pasir
loh...kenapa berubah bahasanya???
gak nyaman Thor bacanya😏😏😏😏
2023-02-22
0
Ayumie
mix Malay kot author nya😅😆
2022-12-04
0