Jam dinding menunjukan pukul sebelas malam.
Tuan Andre pulang di bukakan pintu oleh Bi Inah yang tergesah gesah menghampir-nya.
"Loh Bik kenapa Bibik yang membuka pintu? Di mana Mayang?"tanya tuan Andre.
"Loh bukannya Mayang tuan kunci di kamar?! saya khawatir Tuan.
Karna sejak magrib , saya panggil-panggil dan gedor-gedor pintu tak ada jawaban dari dalam kamarnya." ucap bi Inah dengan nada panik.
"Oh iya aku lupa sudah mengunci Mayang." tutur Andre dengan sntai.Ia memang sudah biasa menghukum seseorang yang melakukan kesalahan di matanya.Maka tak heran, tak ada yang betah bekerja dengannya.
Andre merogoh saku celnanya, ia pun berjalan lobgkai menghampiri kamar mayang.
Andre memutar Anak kunci kemudian pintu terbuka.
Kreak...
Pandangan matanya pun langsung mengarah sesosok tubuh yang terlentang di atas tempat tidur.
"Mayang!" Andre mendekat ke arah Mayang yang terlihat lelap tertidur terbaring di.atas tempat tidur.
"Mayang!" teriak Andre.
Tapi Mayang tak merespon.
"Mayang! Hey pemalas bangun!"
Ia pun mengguncang tubuh Mayang sembari memanggil-manggilnya.
Andre pun menghidupkan lampu tidur Mayang, saat itu baru terlihat wajah Mayang terlihat pucat.
Lampu kamar Mayang memang redup, berbeda dengan lampu di ruangan lain. Sebenarnya kamar yang di tempati oleh Mayang adalah gudang.
Karna Andre sengaja mendesign rumah tersebut hanya terdiri beberapa kamar di dalam rumahnya.
Ia tak akan mengijinkan siapa pun tinngal di rumah tersebut termasuk keluarga dari pada istrinya.
Karna Mayang tak kunjung bangun, Andre pun menepuk pipinya. Namun, ia baru merasa pipi Mayang yang terasa hangat.
"Mayang! bangun Mayang!"
Andre mengguncang tubuh Mayang dengan lebih kencang lagi.
"Mayang! Mayang!" teriak Andre.
Mendengar tuan Andre yang terdengar memanggil manggil nama Mayang. Bi Inah pun buru-buru menghampiri kamar mayang.
"Tuan Mayang kenapa?" tanya bik Inah.
"Ambil makan dan minum Bik! Seklian obat penurun panas!" titah Andre.
Tanpa banyak bertanya bik Inah langsung melaksanakan perintah tuannya.
Andre membuka mulut Mayang kemudian menghembuskan napas pada mulutnya.
Jantung Andre berdegup.kencang ketika merasakan hangat dn empuknya bibir Mayang.
Andre kembali mengulangi hal tersebut, ia kembali membuka mulut Mayang dan menghembuskan napasnya beberapa kali.
Bibir Mayang yang terasa manis hangat dan kenyal tersebut seperti magnet bagi Andre, ia pun mengulum bibir tersebut dan menikmati cumbuannya meski saat itu Mayang masih tak sadarkan diri.
Gejok Andre semakin menggila ketika merasakan bagian bawah tubuhnya terasa menegang.
Padahal rudalnya tersebut sudah melakukan pertempuran beronde-ronde.
Karna cumbuan Andre yang tanpa henti tersebut, Mayang pun perlahan membuka matanya karna merasa kesuliitan untuk bernapas.
Mayang kaget ketika meliha wajah tuan Andre yang begitu dekat dengannya hingga bibir mereka beetemu, Mayang merasakan sebuah getaran yang tak pernah ia rasakan ketika bibir Andre lembut menggigit bibirnya.
Apa yang tuan Andre lakukan.gumanya dalam hati, Mayang setengah sadar dengan tubuh yang terasa lemah.
Mayang semakin sesak ketika Andre menciunya semakin dalam semakin berigas dan brutal, ia pun menggigit gigit lembut bibir srnsual Mayang.
Sementara yang Mayang hirup di hidungnya adalah hembusan napas dari hidung Andre yang terasa hangat, bukan udara segar yang membuatnya merasa lemas.
"Ehm Tuan apa yang anda lakukun guman".Mayang lirih.Ketika ciuman Adre semakin mengetarkan sukmanya
Andre menghentikan gerakannya wajahnya pun menoleh kearah Mayang.
Andre mengangkat wajahnya dan menegakkan tubuhnya.
"Akhirnya kau sadar juga, "dengus Andre yang sedikit gugup karna ketahuan oleh Mayang atas perbuatannya. Ia sendiri tak mengerti kenapa ia sampi melakukan hal tersebut pada mayang.Mungkin karna nalurinya sebagai laki-laku.
"Ehm, aku tertidur ya?"tanya Mayang kemudian.ia meringis merasakan sakit pada bagian ulu hatinya.
"Tapi kenapa Tuan menciumku?"tanya Mayang bernada protes.Namun, dengan.suara yang terdengar lirih.
"Kau itu pingsan! Satu-satunya cara membuatmu sadar adakah dengan memberi mu napas buatan!"
Mayang mengkerucutkan bibirnya, melihat volume dari bibir Mayang membuat Andre semakin gemas ingin mencumbunya kembali.
"Sekarang apa yang kau rasakan?!" tanya Andre masih dengan nada tak bersahabat.Ia berusaha menetralisir hasratnya yang sempat.
"Aku lapar, perut ku sakit its," ucap Mayang sambil meringis dengan sedikit melengkung menahan sakit pada bagian perutnya.
'Apa aku sudah kelewatan dengan membiarkannya kelaparan seharian.Aku jadi kasihan padanya. '
Andre kembali melihat ke arah Mayang.
'Tidak! Aku tak boleh mengasihani orang sepertinya!' batin Andre.
Bi Inah datang membawa nampan berisi makanan, segelas air dan obat penurun panas.
"Makanlah! Besok kau harus sembuh dan kembali menjalankan tugas mu! Aku tak mau tahu! Sebelum aku bangun kau sudah harus berdiri di kamar ku! dan menjalani tugas mu!" Andre pun keluar dari kamar tersebut.
"Kamu makan dulu. Ingat tuan Andre itu orangnya tegas, kalau kau melakukan kesalahan dia pasti akan menghukum mu kembali."
Mayang pun mengangguk, ia segera makan karna perutnya yang sedah terasa sangat lapar.Hampir sehari semalam ia tak makan dan minum hingga membuatnya dehidrasi dan pingsan,semua itu hanya karna sebuh kesalahan yang di lakukannya yakni tak sengaja tidur di kamar tuan rumah.
'Ya Tuhan! Sampai kapan aku akan berada di sini? Hukuman seperti apalagi yang akan aku terima.'batin Mayang.
***
Andre masuk ke kamarnya dan langsung menghempaskan tubuhnya di atas temoat tidur.
Ia menyentuh bibirnya karna teringat cumbuan yang telah ia lakukan terhadap Mayang.
Bersambung
Tinggalkan like, komen vote dan like terima kasih.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 169 Episodes
Comments
Ag Servis
mantap ceritanya lanjut kak
2024-11-08
0
ita🍓
na Lo ketagihan kn Lo bang Andre 😂😂😜
2023-10-27
3
Aya Azizah
arogan jika dgn sesama jenis, sama gadis belia ya sayank diabaikan
yang awalnya katanya tidak bakal tertarik baru bbrpa hari sudah terpikat 😛😛
2023-09-20
0