Setelah memeriksa keadaan Mayang Andre dan doktee Radit turun bersama.
"Kau serius, gadis itu kau beli dengan 500 Miliar?" tanya Radit tak percaya.
"Aku tak membelinya, ayahnya yang menggadaikannya seharga lima ratus miliar.Ia datang padaku dan meminta pertolongan ku, ia ingin pinjam.uang senilai 500 M dan berjanji akan mengembalikan uang berserta bunganya dalam tempo tiga tahun.Tentu saja aku aku tak percaya dengan janjinya. Aku pun meminta syarat, Aku akan meminjaminya uang tersebut asal dia bisa menggadaikan barang senilai dengan uang pinjamannya. Aku hanya mengerjainya, karna ku pikir jika ia memiliki barang sejumlah tersebut, tentu saja ia tak akan meminjam dengan ku, jadi ia pun tak akan jadi meminjam uang ku." Andre mengulum senymnya menjedah kata-katanya sendiri.
"Ternyata aku salah, dia justru menggadaikan hidup putrinya dengan nilai uang tersebut. Aku syok tapi aku juga salut atas pemikirannya. Tak ada yang lebih berharga dari hidup manusia, dan ia menggadaikan putrinya.Mayang sendiri yang datang ke rumah ku, memohon agar aku meminjami ayahnya uang tersebut. Bahkan aku pernah mengancamnya akan membunuhnya, mengulitinya dan menjual organ tubuhnya jika dalam waktu tiga tahun ayahnya tak sanggup melunasi hutangnya," Papar Andre.
"Trus apa dia takut dengan ancaman itu?" tanya Radit.
"Aku lihat ketakutan di wajahnya, tapi sepertinya ia tak punya pilihan lain." Andre.
"Hm terkadang manusia memang seperti itu terlalu bodoh. Ia mengorbankan hidupnya untuk ayah dan keluarganya, sedangkan ayahnya sendiri seperti tak peduli."
"Kasihan, sungguh gadis yang malang. Ia harus menanggung hutang ayahnya sebanyak itu, Apa kau benar akan melakukan hal tersebut jika seandainya ayahnya tak mampu membayar hutang-hutangnya?"tanya dokter Radit seraya menatap lekat Andre.
"Tentu saja aku tak main-main dokter, tak ada yang berani ingkar janji kepadaku selama ini, sebab mereka tahu aku tak hanya sekedar mengancam." Andre.
Hm.
Mereka pun duduk di meja makan.
"Trus apa yang telah lakukan terhadap gadis itu? Sepertinya ia terlihat istimewa karna selama ini, hanya ia yang pernah tidur atau sekedar berbaring di tempat tidur mu kan?"
Andree menarik rotinya dan memelos selai pada roti tersebut.
"Aku tak sepicik itu, Aku tak akan menyentuhnya selama tiga tahun ini, kecuali jika ayahnya tak mampu membayar hutang-hutangnya, maka tak hanya dirinya. Tapi juga seluruh anggota keluarganya, akan ku buat perhitungan."
"Hm, mereka tak tahu saja. jika kau tak hanya seorang pengusaha kaya, tapi juga seorang bos mafia."
"Hm, aku sudah pensiun dari dunia hitam itu. Aku rasa aku masih memiliki hati nurani." Andre.
"Hm maksudku mafia kesepian," Cetus Radit seraya menggigit rotinya.Ia pun tersenyum melirik ke arah Andre.
"Dengan uang orang tak akan kesepian, kau bisa memiliki apa yang kau inginkan dengan uang tersebut, harta, tatah, wanita, semua telah aku dapatkan dengan uang yang aku miliki." Andre.
"Kau salah Tuan. Hati mu kosong tak terisi dan itu yang tak mampu kau beli dengan uang mu."
"Maksud mu?"tanya Andre menyeritkan.dahi, meski ia tahu maksud dari pertanyaan Radit terhadapnya.
"Ada yang tak bisa kau beli dengan uang mu Tuan. Kau tak akan bisa mengisi hatimu dengan uang, tapi cinta. Sebuah anugrah tak bisa di beli dengan uang. Sayang sekali jika hidup hanya sekali tapi tak pernah merasakan indahnya mencintai dan di cintai. Cinta bahkan lebih indah dari apa yang pernah kau dapatkan." Radit.
Andre tersenyum. "Love is bullsit "
"Orang yang jatuh cinta ,maka ia akan menjadi lemah, menangis dan menjadi tak berdaya, dan semua itu hanya memperdaya. Karna sesungguhnya cinta itu tak pernah ada." Andre.
"Radit tersenyum. Hati-hati Tuan, lidah tak bertulang. Lagi pula menurutku kau itu sebenarnya seorang pengecut. Kau takut jatuh cinta karna kau takut merasakan.patah hati? Benarkan begitu?" Radit.
Andre terdiam. Sebenarnya apa yang di katakan oleh Radit ada benar-nya.
"Hidup ini penuh resiko Tuan, jika kau gagal kau bisa mengulanginya lagi. Masih banyak kesempatan yang akan kau dapatkan. Selagi kau tak mencoba, kau tak akan tahu seperti apa rasanya." Radit.
Andre menguyah roti dengan senyum simpulnya.
"Ehm, ngomong-ngomong apa aku boleh membawa Mayang jalan-jalan. Hanya sebentar saja kau tak perlu khawatir." Radit.
"Boleh saja. Jika kau sudah siap untuk mati!"Andre.
"Hah! Segitunya kau. Aku hanya mengajaknya jalan-jalan saja.Aku suka gadis lugu sepertinya."
Andre menatap tajam ke arah Radit.
"Silahkan bawa dia jika kau punya uang 500 Miliar." Andre.
"Hm. Seperseratunya saja aku belum punya." Radit.
Andre tersenyum mereka berdua pun melanjutkan sarapannya.
Bersambung,
Mohon dukungannya dengan like, komen saran dan hadiahnya. Terima kasih.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 169 Episodes
Comments
Siti Saadiah
benar bgt
2024-05-14
2
Yupita Triana
uang bkn lh sgla nya
2023-10-09
3
Nur Yanah
semoga Andre jstuh cinta sama mayang
2023-07-24
0