Perusahan Adiaksa group mengalami krisis ekonomi akibat kebakaran pabrik sepatu mereka.
Kerugian di taksir mencapai satu triliun, karna perusahaan tersebut harus mengganti rugi beberapa rumah warga dan yang berada di lingkungan pabrik mereka.
Sementara pihak asuransi hanya mampu menanggung kerugian sebesar tiga puluh persen dari total kerugian.
Adiaksa memikirkan berbagai cara untuk dapat menyelamatkan perusahannya.
Setelah meminta bantuan dari beberapa relasinya hanya seorang yang mau membatu yakni Tuan Andre pengusaha muda berusia 28 tahun yang terkenal dingin dan beringas.
Tapi apa boleh buat, demi perusahaan nya bisa beroperasi kembali, ia pun rela datang pada pria yang sombong dan arogan tersebut.
Adiaksa kini berada di hadapan tuan Andre menyatakan maksudnya.
Dengan tangan gemetar Adiaksa menyerahkan proposal tersebut kepada Tuan Andre.
"Bagaimana Tuan? apa anda bisa membantu saya? " tanya Adiaksa.
"Ha ha ha. 500 miliar, bukan uang yang sedikit tuan Adiaksa."
"'Tapi saya mohon Tuan. Dalam tiga tahun saya akan mengembalikan uang tersebut dengan utuh," ucap Adiaksa sedikit memelas.
Tuan Andre menyunggingkan senyum tipisnya.
"Baik lah saya bisa meminjamkan uang sebesar lima ratus miliar jika anda bisa memberi jaminan senilai dengan uang tersebut." tuan Andre.
"Hah?! tapi apa yang senilai dengan lima ratus miliar tuan? " tanya Adiaksa bingung.
Rumah dan asetnya sudah di jaminkan oleh pihak Bank.
Hm. tuan Andre mengangkat kedua bahunya.
"Anda pikir sendiri. Bawa jaminan tersebut dalam seminggu ini. " tuan Andre.
Adiaksa pun kembali membawa proposalnya.
Dirinya harus memikirkan gadaian apa yang senilai dengan lima ratus miliar.
Adiaksa pun pulang kerumah mereka dan mendiskusikan kepada istrinya.
"Bagaimana ini Mami? apa yang setara dengan nilai uang 500 miliar?" tanya Adiaksa.
Adelia juga ikut berpikir, memecahkan teka teki ini.
"Aku tahu Papi. Apa yang lebih besar dari uang lima ratus miliar!" cetus Adelia.
"Apa itu Mami? " tanya Adiaksa.
" Bagaimana jika kita gadaikan Mayang pada tuan Andre, "cetus Adelia.
"Apa kau gila?! Bagaimana mungkin aku bisa mengadaikan anak gadis ku?!"
"Tapi Papi apa lagi yang lebih berharga dari nyawa manusia. Ya aku rasa tuan Andre tak akan keberatan." Adelia.
Adiaksa menghempaskan napas beratnya kemudian menjambak rambutnya dengan frustasi.
Adiaksa mencondongkan tubuhnya kedepan beberapa derajat seraya beberapa kali menghempas napas kasarnya.
Dirinya begitu gelisah, perusahaan mereka bisa bangkrut dan seluruh aset yang mereka miliki bisa di sita oleh bank. andai saja tuan Andre tak bersedia.
"Ayo lah Papi. Kita hanya menggadaikan Mayang, setelah perusahaan kita kembali beroperasi dan normal kembali, kita tebus Mayang kembali," bujuk Adelia lagi.
Butuh waktu beberapa hari Adiaksa memikirkan hal tersebut.
Setelah tinggal empat hari lagi, ia pun mengambil keputusan untuk menjemput Mayang. Karna tak ada lagi cara lain.
Flashback off.
Hidangan makan malam tersedia di meja makan.
Adelia dan kedua anaknya Raga dan Rasti duduk di meja makan, begitu pun dengan Adiaksa.
"Loh Mayang ngak ikut makan malam bersama kita? " tanya Adiaksa.
Ketiganya hanya mengangkat bahu seolah tak perduli.
"Bik, Panggil Mayang di kamarnya suruh dia turun untuk makan malam. " Adiaksa.
"Baik Tuan!"
"Papi secepatnya harus bicara pada Mayang.Kita tak punya banyak waktu lagi.Besok Papi harus segera pertemukan mereka. "
Adiaksa mengangguk dengan patuh.
Mayang turun dari kamarnya yang nyaman menuju meja makan.
Pandangan mereka tertuju pada gadis cantik berusia delapan belas tahun itu.
"Mayang kamu makan dulu Nak, "ucap Adiaksa sambil menarik kursi meja makannya.
Mayang duduk di samping Adiaksa.
Adiaksa mencedok nasi dan lauk pauk untuk Mayang.
Mayang sendiri heran dengan perlakuaan adiaksa tersebut.
"Makanlah, "ucap Adiaksa sambil menyodorkan piring ke arah Mayang.
Sementara kedua saudara itu saling mencibir.
Mayang makan dengan tenang, berbeda dengan Adiaksa yang terlihat gelisah.
Beberapa menit mereka pun selesai makan.
Adelia menendang kaki Adiaksa, meliriknya dan memberi kode kepada Adiaksa agar suaminya tersebut bicara pada Mayang.
"Papi, katakan padanya sekarang. Kita tidak punya waktu lagi," ucap Adelia sedikit berbisik.
Adiaksa merasa ragu, di liriknya lagi wajah Mayang yang tak berdosa itu, ia pun menelan ludahnya.
'Kenapa harus Mayang? padahal selana ini Mayang tak pernah menikmati hasil kesuksesan ku, ia tinggal di panti asuhan, dan uang yang ku titipkan padanya, hamya cukup untuk kebutuhan sebulan,' batin Adiaksa.
Adelia menendang lebih keras, agar Adiaksa segera memberi tahu maksud mereka membawa Mayang.
Karna terus di desak akhirnya dengan berat hati Adiaksa pun mengatakannya pada Mayang.
"Mayang, besok kamu ikut ayah ke kantor untuk menemui seseorang. " Jantung Adiaksa bergemuruh ketika mengatakan hal itu.
"Ehm, Iya Yah, " jawab Mayang singkat.
"Hm, baiklah. Setelah makan kamu istirahat saja. " Adiaksa.
Adelia tersenyum puas.
Setelah makan. Adiaksa menuntun Mayang menuju kamarnya. Ia merangkul putrinya serta menciumi putrinya tersebut.
Mayang jadi terharu, sejak kecil ia tak pernah di peluk dan di perlakukan baik oleh ayahnya.
"Kamu istirahat ya Nak, besok kamu harus tampil cantik, ucap Adiaksa seraya mengecup kening putrinya dengan mata yang berembun.
"Iya Yah," jawab Mayang bahagia.
Mayang terlalu bahagia, hingga ia meneteskan air matanya.
Adiaksa keluar dari kamar putrinya, seketika air matanya tumpah.
Semakin dewasa wajah Mayang semakin mirip dengan Rani sang ibunda.
Adiaksa menuju balkon rumahnya untuk meluapkan kesedihannya.Ia pun menangis sedih. Dirinya berada dalam dilema besar, tapi ia harus korbankan Mayang demi kehidupan keluarganya dan perusahaannya.
***
Pagi hari Mayang berdandan dengan cantik, dengan menggunakan rok span kemeja dan blazer.Mayang mengira jika ayahnya tersebut akan memberinya salah satu jabatan di perusahaan ayahnya atau perusahan mitra ayahnya.
Adiaksa menunggu Mayang dengan gelisah di meja makan. Tak begitu dengan Adelia dan kedua anaknya yang merasa senang.
Mereka merasa kesulitan mereka akan berakhir dengan tergadai nya Mayang.
Mayang tampak cantik dan anggun, ia pun turun dari kamarnya dengan dengan perasaan bahagianya.
Keluarga sudah menunggunya di meja makan.
Adiaksa pangling melihat Mayang yang terlihat dewasa, wajahnya persis seperti wajah Rani ketika mereka pertama kali bertemu.
Adiaksa semakin dilema.Namun, ia sudah membuat janji untuk bertemu dengan Andre pagi ini. Janji tersebut tak mungkin di batalkan karna tuan Andre tak akan mau membuat janji lagi dengan-nya.Apabila, sekali saja Adiaksa ingkar atau terlambat menemuinya.
"Selamat pagi Yah, "sapa Mayang dengan ramah.
"Selamat pagi Nak. Ayo sarapan setelah itu kita pergi," ucap Adiaksa dengan wajah yang tertunduk lesu.
Hampir saja ia tak mampu mengangkat wajahnya karna perasaan bersalahnya terhadap Mayang.
Selesai sarapan mereka langsung menuju kantor tuan Andre.
Sudah di duga, tuan Andre adalah orang yang disiplin dan tepat waktu.
Setelah mengkonfirmasi ke sekertaris tuan Andre, mereka pun langsung di persilahkan masuk ke ruangan CEO tersebut.
Pintu ruang tuan Andre terbuka. Tampaklah seseorang pria bertubuh tegap, tinggi dan tampan sedang menatap mereka.
"Selamat pagi tuan Andre."
"Selamat pagi tuan Adiaksa."
Adiaksa dan Mayang duduk.
Tuan Andre memperhatikan secara seksama.
"Bagaimana?sudah bawa gadaian anda yang setara dengan 500 M? " tuan Andre.
"Sudah Tuan. "
Tuan Andre memperhatikan secara seksama kearah Adiaksa, tapi ia tak melihat sesuatu apa pun.
"Hm, mana barangnya? " tanya tuan Andre seraya bersandar pada sandaran kursi kebesarannya.
"Hm, ini putri saya. Saya gadaikan ia untuk sementara waktu. Karna saya tak memiliki aset yang setara dengan nilai 500 M. "
Bagai tersambar petir di siang hari Mayang saat itu, mendengar ucapan yang keluar dari mulut ayahnya sendiri.
Mayang membelalakkan matanya yang memerah menatap ke arah Adiaksa yang tertunduk.
Begitupun tuan Andre yang tak menyangka jika Adiaksa, menggadaikan putrinya untuk pinjaman senilai 500 M.
Bersambung.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 169 Episodes
Comments
Novialeaputri 1404
yg gw benci adalah emak tiri nya,,🙄
2023-12-14
3
Cvmelati Travel
ado nian lanang macam ini la ku sunat duo kali thor.. bejek bejek rainyo oee.. giliran mayang dikatoi pembawa sial.. giliran dg bini muda.. bangkrut... anak jadi tumbal.. hadeh... errossi
2023-11-07
0
Nara
jahat banget ya ayah nya
2023-10-07
0