Malam semakin larut, Tuan Andre merasa kedinginan hingga membuatnya tersadar dan membuka matanya kemudian menyalakan lampu tidurnya.
Klik lamou menyala terang
Matanya melirik ke arah samping di lihatnya Mayang yang tidur berbalut selimut tebal miliknya.
"Akh! Pantas saja aku kedinginan ternyata dia yang merebut selimut ku," dengus Andre kesal.
Ia pun kembali menarik selimutnya kemudian membalikan tubuhnya memunggungi Mayang dan kembali teridur setelah beberapa saat.
Tuan Andre tak terbiasa tidur di temani orang lain, ia begitu menikmati kesendiriannya.
Berbeda dengan Mayang yang terbiasa tidur rame-rame dalam satu tempat tidur temannnya di panti.
Karna merasa kedinginan ia kembali menarik selimut.
"Ehm bagi selimutnya Siti, dingin sekali," gumannya ia pun mendekat ke tuan Andre dan masuk kedalam selimut, tak hanya itu ia mengangkat salah satu kakinya ke atas pinggang tuan Andre karna mengira bantal gulingnya.
Karna terlalu lelah tuan Andre tak menyadari hal tersebut hingga pada keesokan harinya.
Waktu menunjukan pukul lima pagi.
seperti biasanya tuan Andre sudah terbangun dan memulai aktifitasnya.
Matanya menerjab-nerjab karna merasa seperti ada yang menindih bagian pahanya.Ia pun menyingkap selimut yang menutupi tubuhnya.
Tuan Andre semakin menggeram,ketika melihat kaki dan tangan Mayang yang berada di atas tubuhnya, dua kali sudah Mayang menganggu tidurnya malam ini.
"Dia lagi!"
Dengan geram ia menarik selimut yang menutupi tubuh Mayang.Hingga Mayang kembali merasa kedinginan.
"Ehm, Siti bagi selimutnya. Di sini dingin. Mayang pun kembali menarik selimutnya dan itu membuat tuan Andre semakin.kesal.
Ia tarik kembali selimut tersebut dengan kasar dan kuat, hingga tubuh Mayang ikut bergerak.
Mayang pun tersadar dan membuka matanya, saat itu ia melihat tuan.Andre yang tersenyum palsu di hadapannya.
"Selamat pagi Nyonya. Apakah tidur anda nyenyak hari ini?" tanya tuan Andre dengan geram.
Mayang tersentak kaget, "Tuan.kenapa anda ada di kamar saya?"tanyanya sambil mengucek matanya.
"Oh jadi ini kamar kamu?"
Mayang pun memperhatikan keadaan.sekitar kamar dan merasa kaget, ia pun menundukan wajahnya karna malu.
"Ehm, bagaima bisa saya berada di kamar Tuan?"tanya Mayang binggung.
Tuan Andre menghempas napas panjang, seraya menyilangkan tangan ke dadanya.
"Bereskan tempat tidur! Ganti semua sprey! " Teriak tuan Andre.
"I-iya Tuan! "
Mayang segera turun dari tempat tidur kemudian berlari menuju kamar mandi. Lagi-lagi tuan Andre membelalakan matanya melihat Mayang masuk ke kamar mandinya tanpa ijin.
Beberapa saat kemudian ia pun keluar dari kamar mandi tersebut dan kembali menghampiri tuan Andre.
Tuan Andre masih mematung berdiri dengan emosi yang membakar jiwanya.
"Bereskan kamar ini! Ganti semua sprey dan selimutnya ! Setelah itu bersihkan kamar mandi ku yang telah kau gunakan sebelum ini! Akan ku pikirkan hukuman apa yang pantas untuk mu!"
"Hukuman?! Memangnya saya melakukan kesalahan apa Tuan?"tanya Mayang.
"Kau masih bertanya kesalahan mu?!" teriak Andre.
"Bereskan saja tempat tidur ku! siapkan pakaian ku ! Kemudian siapkan semua pakaian ku !" titah Andre pada Mayang.
"Iya Tuan!"
"Huh! Jika setiap hari seperti ini aku bisa terkena stroke, baru sehari saja dia sudah begitu banyak membuat kekacauan," dengus Andre dengan kesal.
"Tapi jika tak memamfaatkannya aku juga yang akan merasa rugi. Lihat saja hukuman yang akan ku berikan akan membuatnya jera.
Mayang mengerjakan semua perintah majikannya. Setelah mengganti semua sprey ,ia pun menyikati lantai kamar mandi hingga bersih.
Mayang pun memilihkan stelan kemeja yang akan di kenakan oleh tuan Andre untuk ke kantor.
Setelah berolah raga dan melakukan.pendinginan, Andre masuk ke kamar mandi.
Sementara Mayang masih sibuk menyapu dan membersihkan kamar tuan Andre.
Tuan Andre keluar kamar dan hanya menggunakan handuk, ia pun menuju lemari gantngnya dan memakai pakaiannya.
Tanpa sungkan tuan Andre melepas handuk dan hanya mengenakan segitiga pengamannya.
Sementara Mayang yang tengah asik menyapu tiba-tiba menoleh ke arah tuan Andre.
Ia yang tak pernah melihat aurat pria terperanjat kaget dan tak sadar memekik.
"Aw! "Serunya kemudian mengalihkan.pandangannya.
"Tuan! A-nda tidak sopan!"
"Apa kau bilang tak sopan?!"
"I-ya harusnya kau permisi atau memberi tahu ku jika kau sedang melepas pakaian mu!" seru Mayang.
Tuan Andre mendengus." Jika kau melakukan kesalahan lagi, maka akan ku pastikan kau akan melihat semua aurat ku! Kau harus ingat aku bisa lakukan apa pun terhadap mu!" Ancam tuan Andre.
Mayang menelan salivanya.
'Apa maksud dari ucapannya itu,' batin Mayang.
Setelah selesai dengan tugasnya Mayang bermaksud menuju kamarnya, saat itu tuan Andre juga keluar dari kamarnya bersiap untuk ke kamarnya.
Mayang heran kenapa majikannya tersebut mengikutinya menuju kamar.
Sesampainya di depan pintu kamarnya, Mayang menoleh ke belakang karna majikannya masih mengikutinya.
"Ehm ada apa Tuan mengikuti saya?" tanya Mayang.
"Masuk ke kamar kamu! Dan kau tak boleh keluar sampai aku pulang! Ini hukuman untuk mu!"
"Tapi Tuan!"
Bruk pintu kamar di tutup dan di kunci dari luar.
"Tuan ! tolong jangan kunci saya Tuan!" teriak Mayang sambil mengedor-ngedor pintu.
Tapi Andre terus berjalan tanpa menghiraukan terikan Mayang.
Bi Inah menghampiri majikannya dengan membawa sarapan untuknya.
"Ini tuan," ucap bik Inah sambil menyodorkan segelas jus kegemaran Andre.
"Bik, Mayang saya kunci di kamar dan.jangan di bukakan sebelum saya pulang." Andre.
Bi Inah kaget, tapi ia tak bisa berbuat apa-apa.
"Kasihan Mayang, "guman bi Inah.
Bersambung.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 169 Episodes
Comments
Alea
seenggaknya pembantu Andre nggak ikut jahat sama Mayang
2023-08-28
5
Pia Palinrungi
andre entar dibikin prustasi sm mayang 😆😆😆😆
2023-05-06
0
Olla Tulandi Jom
semoga mayang sakit dan membuat andrw menyesal
2023-04-05
0