Hari ini hari pertama Mayang memulai aktifitas sebagai pembantu.
Ia menghampiri beberapa orang asisten rumah tangga yang lainnya.
"Mbak, maaf ya. Tugas saya di sini sebagai apa ya? " tanya Mayang.
"Hm, tunggu Tuan saja Neng. Ia belum memberi arahan. "
"Kalau begitu saya kerjakan apa yang saya bisa lakukan saja. Ada yang bisa di bantu Mbak? " tanya Mayang.
"Tak ada Neng. Tunggu tuan saja "
Mayang pun berinisiatif membersihkan ruang tamu.Namun melihat ruang tamu yang sebesar itu saja ia sudah kelelahan.
"Aduh rumahnya besar sekali," guman Mayang sambil tetap menyapu ruangan tersebut.
Keringat mengucur di wajah dan tubuh Mayang. Setelah satu jam, ia baru berhasil menyapu dan mengelap separuh dari ruang tamu.
Setelah dua jam lebih, akhirnya Mayang dapat menyelesaikan tugasnya.
Tuan Andre turun dari tangga dengan wajah juteknya.
Mayang pun buru-buru menghamprinya.
"Maaf Tuan saya ingin menanyakan tugas saya di rumah ini. "
Andre melihat kepolosan di wajah Mayang tersebut.
"Hm, tugas kamu kamu urusi semua kebutuhan saya. Mulai dari membereskan tempat tidur kamar mandi, menyiapkan pakaian dan segala keperluan saya. "
"Siap Tuan, "ucap Mayang dengan menunduk patuh.
"Ini kunci kamar saya, sekarang ini menjadi tanggung jawab kamu! sebelum saya pulang kamu tak boleh beristirahat di kamar mu! Karna kunci kamar saya hanya satu"
"Baik Tuan, itu saja? " tanya Mayang.
Andre melangkahkan kakinya dengan angkuh tanpa melihat ke arah mayang.
***
Adiaksa tersadar ketika mendengar suara dering telponya.
Waktu masih menunjukan pukul sembilan pagi. Karna keadaannya yang baru saja pulih tersebut ia pun harus banyak beristirahat.
"Hallo, "ucap Adiaksa menggangkat telponnya.
"Hallo tuan Adiaksa. Saya sudah kirim uangnya sebesar lima ratus miliar langsung ke rekening anda. Ingat tiga tahun adalah batas waktu untuk anda melunasi hutang tersebut dan pastikan anda membayarnya.Jika tidak! saya pasti akan melakukan hal yang setimpal terhadap anda dan keluarga anda.Ingat tuan! Dunia bisnis itu kejam dan saya tak ingin di rugikan." Suara sambungan telpon itu terputus.
Adiaksa menelan ludahnya.Hatinya bergemuruh, sekali lagi ia merasa bersalah terhadap Mayang.
"Mayang, Apakah Mayang sudah berada di rumah tuan.Andre?" guman Adiaksa lirih.
"Mami !" Teriak Adiakksa.
Adelia yang baru keluar dari kamar mandi pun keluar dan menghampiri Adiaksa.
Napas Adiaksa memburu, rasa cemas dan bersalah menghantuinya.
Apa pantas seorang ayah yang harusnya melindungi tapi ia justru menggadaikan hidup putrinya yang ia asingkan di sebuah panti asuhan.
Lagi pula Mayang selamai ini tak menikmati kemewahan dari hasil perusahaannya.
"Ada apa Papi!" Teriak Adelia yang menghampiri suaminya.
"Dimana Mayang?!" tanya Adiaksa dengan.leher dan urat yang keluar. Padahal saat itu padahal tubuhnya sedang lemah karna dia sedang sakit saat itu.
"Entalah mungkin dia masih di rumah," Sahut Adelia santai. Padahal ia yang telah mengompori Mayang.
Adiaksa pun meraih handphonenya dan berusaha menelpon Mayang berkali-kali Namun, sambungan telponnya selalu berada di luar jangkauan.
Adiaksa mendengus kesal."Pasti Mayang sudah berada di rumah tuan Andhre dengusnya."
Di rumah Andre Mayang tak di ijinkan untuk menelpon apalagi bertemu dengan kedua orang tuanya.
Hidupnya terkunci, Ia tak boleh bertemu dan berhubungan dengan dunia luar sampai sang Ayah benar-benar bisa melunasi hutangnya kepada tuan Andre.
Mayang rela berkorban ayahnya tak di penjara dengan memenjarakan dirinya sendiri dengan menjadi budak dari seorang yang telah memberi pinjaman uang kepada ayahnya.
Bersambung.
Mohon dukungan para reader, untuk like komen vote dan hadiah. Terima kasih 😍😘
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 169 Episodes
Comments
Keysha Ziput
mantap/Smile/
2024-03-19
2
Putri Minwa
mantap
2024-01-01
2
Aya Azizah
ada istilah anak durhaka, tapi ini lebih dari istilah durhaka
saya jadi penasaran apakah authornya berpihak pada pembaca
2023-09-20
0