Apa kamu sedang menyembunyikan sesuatu dariku

"Alex? Kenapa kamu menyebut namaku? Apa kamu masih marah karena tadi pagi aku membentakmu?" Tanya Alex sambil mengusap wajahnya kasar.

Mentari menarik nafasnya di ujung telpon sana, ia sangat malas untuk berdebat dengan suami yang sudah mengkhianatinya itu. "Aku tidak marah, mas. Untuk apa aku marah hanya karena masalah sepele seperti itu? Kecuali kalau kamu mengkhianati pernikahan kita, dan berselingkuh dengan wanita lain, baru aku marah. Dan mungkin aku tidak akan pernah memaafkanmu, walaupun kamu bersujud di kakiku." Ucap Mentari membuat detak jantung Alex langsung berdegup dengan sangat kencang.

Alex menelan ludahnya kasar, wajahnya pun terlihat pucat seperti seseorang yang sedang melihat hantu saja. Selama satu menit Alex terdiam tak bersuara sehingga membuat Mentari kembali melontarkan ucapannya.

"Mas, kamu masih ada di sana?" Tanya Mentari membuat Alex kembali ke alam sadarnya.

"Eh, i,,, iya, sayang. Aku masih di sini dan sedang menunggumu pulang, aku ingin mengajakmu makan malam di luar, besokkan aku harus pergi ke luar negeri." Ucap Alex berusaha untuk tidak gugup karena ucapan istrinya tadi.

"Mentari pasti hanya kebetulan saja berkata seperti itu, Mentari tidak mungkin tahu hubunganku dengan Lisa. Ya tidak mungkin." Batin Alex tidak tenang.

"Maaf, mas. Sepertinya malam ini aku akan menginap di rumah mama, jadi kamu makan malam di rumah aja, ya." Tolak Mentari membuat Alex mendengus kesal.

"Tidak bisa, sayang. Aku sengaja pulang lebih awal hanya untuk mengajakmu makan malam, dan sekarang kamu bilang, kamu ingin menginap di rumah orangtuamu?" Ucap Alex sedikit kesal. "Kalau kamu tidak mau pulang, biar aku yang jemput kamu ke rumah mamamu, sekarang." Setelah mengatakan hal itu, Alex langsung memutuskan sambungannya, kemudian ia mencabut ponselnya dan menaruh benda pipih itu ke dalam saku celananya.

Alex segera melangkahkan kakinya keluar, menuruni anak tangga satu persatu dengan langkah kaki yang panjang. Alex menyambar kunci mobil yang berada di atas meja, kemudian ia kembali melangkahkan kedua kakinya dengan terburu-buru membuat si bibi dan dua pelayan lainnya menatapnya dengan bingung.

***

Alex melajukan kendaraannya dengan kecepataan di atas rata-rata, ponselnya terus berbunyi, namun ia tak menghiraukannya. Yang ada dalam pikirannya saat ini hanyalah Mentari. Mentari yang menurutnya sudah berubah tidak seperti Mentari yang dulu.

Hanya membutuhkan waktu setengah jam, Alex pun sudah tiba di kediaman mertuanya. Pak satpam yang melihat kedatangannya pun segera membuka pintu gerbang itu. Tanpa mengucapkan terima kasih Alex langsung membawa mobilnya masuk ke halaman rumah mertuanya. Alex segera memarkirkan mobilnya, kemudian ia mematikam mesinnya, lalu turun dan melangkahkakn kedua kakinya menuju pintu rumah mertuanya.

Setelah tiba di depan pintu, Alex langsung mengetuknya beberapa kali, hingga pelayan yang ada di rumah mertuanya itu membukakan pintu untuknya.

"Mas Alex. Silahkan masuk, Mas." Sapa si pelayan itu sambil menyingkir memberikan jalan untuk suami anak majikannya itu.

"Terina kasih." Ucap Alex yang mendapat anggukkan kepala dari si pelayan itu. Tanpa menunggu lebih lama lagi, Alex-pun segera melangkahkan kedua kakinya memasuki rumah mertuanya.

Mama Natalia yang melihat kedatangan menantunya pun langsung menyambutnya dengan hangat. "Alex, tumben kamu kesini tidak bilang-bilang sama mama dulu, kamu pasti mau jemput Mentari, ya."

Alex segera menghampiri mama mertuanya, lalu ia pun memberi salam dengan hormat seperti biasanya. "Iya, mah. Mentari ada di mana, mah?" Tanya Alex sambil mencari keberadaan istrinya.

"Mentari ada di dalam kamarnya, Lex. Kamu pergi saja ke kamarnya."

"Baik, mah. Kalau begitu, aku ke kamar Mentari dulu, ya." Pamit Alex yang mendapat anggukkan kepala dari mama mertuanya. Setelah itu, Alex-pun segera melangkahkan kedua kakinya menuju kamar sang istri.

***

Tidak membutuhkan waktu yang lama, Alex sudah tiba di depan pintu kamar sang istri, ia segera meraih handle pintu itu dan memutarnya dengan tidak sabaran hingga pintu itu terbuka lebar. Alex segera melangkahkakn kakinya masuk ke dalam kamar milik istrinya, tak lupa ia juga menutup pintu itu rapar, kemudian ia pun kembali melangkahkan kedua kakinya menuju sofa dimana istrinya berada.

Alex menatap intens sang istri yang terlihat sangat fokus dengan novel yang sedang di bacanya. Bahkan ia tidak menyadari kehadiran suaminya yang sudah berdiri di hadapannya.

"Ekhmmm..." Alex berdehem sedikit kencang membuat Mentari mau tidak mau menoleh ke arahnya. Mentari sedikit terkejut mendapati suaminya yang tengah berdiri di hadapannya itu.

"Mas, sejak kapan kamu berdiri di situ?" Tanya Mentari sambil menatap suaminya yang terlihat sangat rapih malam ini.

"Sejak kamu fokus dengan novelmu itu." Jawab Alex sambil berjalan menghampiri istrinya. "Ayo kita pergi, aku ingin mengajakmu makan malam di luar malam ini." Ajak Alex sambil mrngulurkan tangannya kepada Mentari.

Mentari menghela nafasnya kasar, ia menutup buku novelnya kemudian berkata. "Aku malas keluar, mas. Kalau kamu mau makan malam, di sini saja. tidak perlu keluar."

"Mentari, aku hanya ingin mengajakmu makan malam di luar, kenapa kamu malah menolaknya? Bukankah dulu kamu sangat senanga kalau aku mengajakmu makan malam di luar?" Tanya Alex sambil menatap istrinya sedikit kesal.

"Ya. Tapi itu dulu, mas. Sebelum kamu mengkhianatiku." Batin Mentari sambil mengepalkan satu tangannya dengan kuat menahan amarah yang ada dalam dirinya ketika mengingat, pengkhianatan yang di lakukan oleh suami dan sahabatnya itu. "Tapi, malam ini aku sangat malas untuk pergi kemanapun, mas. Mengertilah."

"Mentari, apa kamu sedang menyembunyikan sesuatu dariku? Kenapa sikapmu sangat berbeda jauh dari sebelumnya?" Tanya Alex sambil menatap Mentari penuh selidik.

Mentari menghela nafasnya kasar, seharusnya ucapan itu ia lontarkan untuk suaminya, bukan untuk dirinya. "Aku tidak pernah menyembunyikan sesuatu darimu, mas. Biasanya, orang yang selalu mencurigai pasangannya, dialah orang yang sebenarnya sedang menyembunyikan sesuatu dari pasangannya." Ucap Mentari membuat Alex terdiam dengan detak jantung yang berdegup tak beraturan.

"Kenapa kamu diam, mas? Apakah ucapanku benar?" Mentari sangat senang melihat suaminya yang tak bisa berkata apa-apa lagi karena ucapannya itu.

"Ti,, tidak mungkin aku menyembunyikan sesuatu darimu, Sayang. Aku hanya sedikit terkejut karena kamu berkata seperti itu kepadaku. Selama ini aku selalu setia dan menjaga cinta kita. Aku tidak mungkin..." Ucapan Alex tercekat di tenggorokkan ketika Mentari kembali membuka mulutnya.

"Aku hanya becanda, mas. Jangan di anggap serius, ok." Ucap Mentari yang tidak ingin mendengar kebohongan yang akan di ucapkan oleh suaminya itu. "Baiklah-baiklah karena kamu memaksaku untuk makan di luar, aku akan menurutinya. Kamu tunggu aku di bawah, berikan aku waktu sepuluh menit untuk mengganti pakaianku."

"Baiklah, kalau begitu aku keluar dulu." Jawab Alex sambil memberikan kecupannya di kening sag istri. Setelah itu, Alex pun segera melangkahkan kedua kakinya keluar meninggalkan Mentari yang saat ini tengah tersenyum dingin sambil menatap kepergiannya.

Bersambung.

Terpopuler

Comments

Ds Phone

Ds Phone

muka tembok

2025-01-27

0

Tua Jemima

Tua Jemima

membokar gitu aja lelet diulur ulur

2024-09-05

2

Wati_esha

Wati_esha

Alex kok lola ya, beberaa kali Mentari sudah menyindirnya.

2023-08-23

1

lihat semua
Episodes
1 Pengkhianatan
2 Tunggu saja pembalasanku
3 Beraktinglah dengan baik
4 Senyuman penuh arti
5 Masa Lalu
6 Masa lalu part dua
7 Belum saatnya
8 Air mata buaya
9 Belum bisa melupakannya
10 Syarat untuk pulang
11 Semakin memikirkannya, semakin membuatnya gila
12 Siapa laki-laki tampan itu
13 Belum saatnya
14 Gue lah pemenangnya
15 Panggilan tidak suka
16 Apa kamu sedang menyembunyikan sesuatu dariku
17 Sangat muak
18 Kepulangan Jhon
19 Kediaman Alfarizzy
20 Cinta adalah musibah
21 Perusahaan J-A Group
22 Akhirnya
23 Bukan up ya
24 Aku tidak mengenalmu
25 Sampai jumpa besok
26 Tidak ada yang berubah
27 Setuju
28 Apa kamu stres
29 Kesal
30 Pastikan apa
31 Menjelaskan
32 Tapi aku sudah menikah
33 Kebencian
34 Aku sudah tahu
35 Jangan berhubungan dengan laki-laki lain
36 Semudah itu minta maaf
37 Aku tidak boleh kehilangannya
38 Pulang dan bercermin
39 Jangan muncul lagi di hadapanku
40 Sayangnya
41 Penuh amarah
42 Bukan yang dulu
43 Kamu yang buatku berubah
44 Ternyata
45 Menyiapkan dokumen
46 Aku tidak ingin berpisah
47 Menjadi begini
48 Benarkah
49 Terkejut
50 Ya. Di paksa
51 Siang dan malam
52 Hanya itu
53 Katakan sebenarnya!
54 Laki-laki asing
55 Berhenti menatapku
56 Benarkah
57 Suara siapa itu
58 Jangan muncul di depan putriku lagi
59 Tidak mungkin
60 Itu hal wajar
61 Aku hanya manusia biasa
62 Sidang pertama
63 Aku tidak akan menyerah
64 Kangen kamu
65 Flashback
66 Tua bangka katanya
67 Harus ingat!
68 Baiklah
69 Menjadi karyawan biasa
70 Dia pikir ini dunia komik
71 Aku masih memiliki bukti
72 Aku baik-baik saja
73 Mama salah menilaimu
74 Akhirnya
75 kembali ke alam sadar
76 Promosi novel terpopuler. Author Defri YantiHermawan17
77 Bos sama sama asisten sama saja
78 Mulai seperti dulu
79 Mulai bekerja
80 Setengah ketampanan
81 Apa aku
82 Pemimpin baru
83 Dia harus lenyap
84 Sangat mencintaimu
85 Apa kamu menyelidikiku
86 Percaya diri
87 Terlambat
88 Ribet sendiri
89 Rencana jahat
90 Ingatan kembali.
91 Rencana kedua
92 Sejak kapan kamu menyukai putriku
93 Pantas mati
94 Jangan mengotori tangan anda, bos
95 Posesif seperti dulu
96 Calon istri
97 Promosi novel
98 Bocah keras kepala
99 Pengobatan
100 Panas
101 Buru-buru
102 Dua bulan, deal
103 Imajinasi berlebihan
104 Lepaskan saja
105 Takdir Tuhan
106 Penyakit Mematikan
107 Promo novel baru
108 Dokter terbaik
109 Aku kerumahmu sekarang
110 Menangislah
111 Apa kamu yakin?
112 Memanfaatkan kesempatan
113 Gangguan jiwa
114 Kamu membuat anak orang hamil?
115 Hanya bisa mendoakan
116 Harus berubah
117 Apa anda lupa
118 Kerjasama
119 Seperti singa kelaparan
120 Takdir yang menyedihkan
121 Kamu cemburu?
122 Hadiah untukmu
123 Akhirnya aku bisa bertemu denganmu
124 Jangan ganggu aku lagi
125 Pernikahan dadakkan
126 Deg-degan!
127 Di tinggal tidur begitu saja
128 Bagaimana caranya
129 Berbunga-bunga
130 Saling menginginkan
131 Imajinasi sendiri saja
132 Untuk apa aku hidup
133 Penuh perhatian
134 Merindukan kehangatanmu
135 Sudah mulai membaik
136 Melupakan kesalahannya
137 Rumah sakit
138 Kehamilan Mentari
139 Aku menyesal
140 Sudah membuatku
141 Rekomendasi novel menarik (Istri Tuan Amnesia) Author. Erna Surliandari
142 Ingin memangsanya
143 Masakan buat istri tercinta
144 Suami idaman
145 Pertemuan dengan Lisa
146 Penyesalan Lisa
147 Kecelakaan
148 Kondisi Alex
149 Aku ingin bertemu dengannya
150 Minta izin
151 Kepergian Alex
152 Penyesalan Lisa
153 Hamil tujuh bulan
154 Dua cecunguk
155 Si raja bucin yang berlebihan
156 Mau melahirkan
157 Kelahiran baby Twins
158 Baby Al and baby Alice. Ending
159 Extra part01
160 Promosi novel baru. Cinta Sejati Sang CEO
161 Promosi cerita. Terjerat Cinta Sang Mafia
162 Promosi novel baru
163 Promosi Novel
164 Pengkhianatan Dalam Pernikahan,
Episodes

Updated 164 Episodes

1
Pengkhianatan
2
Tunggu saja pembalasanku
3
Beraktinglah dengan baik
4
Senyuman penuh arti
5
Masa Lalu
6
Masa lalu part dua
7
Belum saatnya
8
Air mata buaya
9
Belum bisa melupakannya
10
Syarat untuk pulang
11
Semakin memikirkannya, semakin membuatnya gila
12
Siapa laki-laki tampan itu
13
Belum saatnya
14
Gue lah pemenangnya
15
Panggilan tidak suka
16
Apa kamu sedang menyembunyikan sesuatu dariku
17
Sangat muak
18
Kepulangan Jhon
19
Kediaman Alfarizzy
20
Cinta adalah musibah
21
Perusahaan J-A Group
22
Akhirnya
23
Bukan up ya
24
Aku tidak mengenalmu
25
Sampai jumpa besok
26
Tidak ada yang berubah
27
Setuju
28
Apa kamu stres
29
Kesal
30
Pastikan apa
31
Menjelaskan
32
Tapi aku sudah menikah
33
Kebencian
34
Aku sudah tahu
35
Jangan berhubungan dengan laki-laki lain
36
Semudah itu minta maaf
37
Aku tidak boleh kehilangannya
38
Pulang dan bercermin
39
Jangan muncul lagi di hadapanku
40
Sayangnya
41
Penuh amarah
42
Bukan yang dulu
43
Kamu yang buatku berubah
44
Ternyata
45
Menyiapkan dokumen
46
Aku tidak ingin berpisah
47
Menjadi begini
48
Benarkah
49
Terkejut
50
Ya. Di paksa
51
Siang dan malam
52
Hanya itu
53
Katakan sebenarnya!
54
Laki-laki asing
55
Berhenti menatapku
56
Benarkah
57
Suara siapa itu
58
Jangan muncul di depan putriku lagi
59
Tidak mungkin
60
Itu hal wajar
61
Aku hanya manusia biasa
62
Sidang pertama
63
Aku tidak akan menyerah
64
Kangen kamu
65
Flashback
66
Tua bangka katanya
67
Harus ingat!
68
Baiklah
69
Menjadi karyawan biasa
70
Dia pikir ini dunia komik
71
Aku masih memiliki bukti
72
Aku baik-baik saja
73
Mama salah menilaimu
74
Akhirnya
75
kembali ke alam sadar
76
Promosi novel terpopuler. Author Defri YantiHermawan17
77
Bos sama sama asisten sama saja
78
Mulai seperti dulu
79
Mulai bekerja
80
Setengah ketampanan
81
Apa aku
82
Pemimpin baru
83
Dia harus lenyap
84
Sangat mencintaimu
85
Apa kamu menyelidikiku
86
Percaya diri
87
Terlambat
88
Ribet sendiri
89
Rencana jahat
90
Ingatan kembali.
91
Rencana kedua
92
Sejak kapan kamu menyukai putriku
93
Pantas mati
94
Jangan mengotori tangan anda, bos
95
Posesif seperti dulu
96
Calon istri
97
Promosi novel
98
Bocah keras kepala
99
Pengobatan
100
Panas
101
Buru-buru
102
Dua bulan, deal
103
Imajinasi berlebihan
104
Lepaskan saja
105
Takdir Tuhan
106
Penyakit Mematikan
107
Promo novel baru
108
Dokter terbaik
109
Aku kerumahmu sekarang
110
Menangislah
111
Apa kamu yakin?
112
Memanfaatkan kesempatan
113
Gangguan jiwa
114
Kamu membuat anak orang hamil?
115
Hanya bisa mendoakan
116
Harus berubah
117
Apa anda lupa
118
Kerjasama
119
Seperti singa kelaparan
120
Takdir yang menyedihkan
121
Kamu cemburu?
122
Hadiah untukmu
123
Akhirnya aku bisa bertemu denganmu
124
Jangan ganggu aku lagi
125
Pernikahan dadakkan
126
Deg-degan!
127
Di tinggal tidur begitu saja
128
Bagaimana caranya
129
Berbunga-bunga
130
Saling menginginkan
131
Imajinasi sendiri saja
132
Untuk apa aku hidup
133
Penuh perhatian
134
Merindukan kehangatanmu
135
Sudah mulai membaik
136
Melupakan kesalahannya
137
Rumah sakit
138
Kehamilan Mentari
139
Aku menyesal
140
Sudah membuatku
141
Rekomendasi novel menarik (Istri Tuan Amnesia) Author. Erna Surliandari
142
Ingin memangsanya
143
Masakan buat istri tercinta
144
Suami idaman
145
Pertemuan dengan Lisa
146
Penyesalan Lisa
147
Kecelakaan
148
Kondisi Alex
149
Aku ingin bertemu dengannya
150
Minta izin
151
Kepergian Alex
152
Penyesalan Lisa
153
Hamil tujuh bulan
154
Dua cecunguk
155
Si raja bucin yang berlebihan
156
Mau melahirkan
157
Kelahiran baby Twins
158
Baby Al and baby Alice. Ending
159
Extra part01
160
Promosi novel baru. Cinta Sejati Sang CEO
161
Promosi cerita. Terjerat Cinta Sang Mafia
162
Promosi novel baru
163
Promosi Novel
164
Pengkhianatan Dalam Pernikahan,

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!