"Karena malam tadi aku mabuk, anggap saja kesalahan..." Lirih Kaira.
Tidak ada jawaban dari Arka ia hanya menatap lekat wajah cantik itu, tatapan matanya tak lepas dari bibir ranum Kaira yang terlihat membengkak akan ulahnya semalam.
"Itu bukan kesalahan kau sendiri yang bilang masih sadar..."
Glek... Kaira menelan salivanya. "Meski begitu aku tetap tidak mengingat semua kejadian semalam, jadi lupakanlah..."
"Karena proyek yang ku kerjakan sudah selesai, aku akan kembali ke Jakarta sekarang.." Lanjut Kaira, ia tidak mungkin berduaan dengan Arka setelah melakukan adegan panas malam tadi.
Arka menyandarkan tubuhnya pada dinding. "Bukankah kau menyukaiku kenapa buru-buru pulang? tunggu sampai bekas yang ku tinggalkan pada leher dan tubuhmu hilang Kaira.."
Mata indah Kaira seketika membulat mendengar ucapan Arka. "Apa maksudmu!."
Arka hanya mengangkat dagunya saja sebagai jawaban.
Seketika Kaira berlari menuju kamar, ia menatap dirinya pada cermin besar di sana. Kaira menutup mulut syok akan bekas cinta yang ditinggalkan Arka pada leher jenjangnya itu.
"Tunggu apa ini?." Kancing kemeja Kaira buka, wanita itu terdiam kembali saat area dadanya dipenuhi bekas merah.
Kaira menggigit bibir bawahnya, wajah cantik wanita itu sekarang layaknya kepiting rebus. "Ah ya ampun Kai!....."
Perlahan Kaira melirik Arka di luar kamar, lelaki tampan itu hanya mengangkat kedua alisnya dengan santai. "Aku harus senang apa sedih?." Batin Kaira lemas.
Wanita itu sontak membereskan barang-barang ke dalam koper, ia mengenakan jas juga syal untuk menutupi bekas merah pada leher.
Setelah selesai bersiap-siap Kaira menghampiri Arka, ia tersenyum layaknya tidak terjadi apa-apa diantara mereka berdua. "Aku akan tetap pulang sekarang kau tak usah mengantarku, terimakasih sudah memberi tumpangan."
Kaira berlalu pergi setelah berpamitan meninggalkan apartemen Arka..
"Cih! wanita itu menyuruhku untuk melupakan adegan panas yang dilakukan dengannya semalam? yang benar saja!..." Dingin Arka. "Tidak semudah itu nona Kaira..."
Arka menjatuhkan tubuh di kursi, lelaki tampan itu menggigit bibir bawahnya. "Aargh sial! bahkan bibirnya masih terasa..."
Sementara itu...
Kaira sudah di lantai bawah apartemen, ia hendak menghubungi seseorang untuk menjemput. Tetapi suara klakson mengejutkannya, ada sebuah mobil yang menghampiri Kaira.
"Dengan nona Kaira?." Tanya seorang wanita cantik yang menyetir terlihat berumur 32 tahunan.
"Iya saya sendiri, siapa ya?."
"Masuklah aku akan mengantarmu ke Jakarta nona, aku Maya supir pribadi nyonya Veena.." Jawabnya ramah.
Kaira terkejut. "Tante Veena? bagaimana bisa aku tid...."
"Masuklah tuan Arka yang menyuruhku nona.." Potong Maya sambil tersenyum.
"Ah baiklah terimakasih mba.." Ujar Kaira seraya masuk ke dalam mobil.
"Sudah tugasku..." Sungkan Maya.
Mobil itu melaju membelah jalanan raya meninggalkan pelataran apartemen menuju kota tujuan.
"Hah? lelaki dingin itu peduli padaku?.." Batin Kaira bertanya sambil terkekeh. "Ah lupakan jangan mengingatnya Kai!..."
Memakan waktu cukup lama akhirnya Kaira sampai di Jakarta pukul 2 sore, sementara itu Maya kembali lagi pulang.
"Sudah pulang?." Sambut mama Luna saat putrinya masuk rumah.
"Iya ma..."
"Arka mana kok gak ada?." Tanya mama Luna sambil celingak-celinguk.
"Kak Arka tidak ikut ia sibuk, Kaira pulang dianterin sopir pribadinya.."
"Oh iya.."
Indah menatap Kaira dari ujung kepala sampai kaki. "Jakarta panas kenapa pakaianmu tertutup sekali?."
"Dari kota A dingin..." Bohong Kaira. "Andai lo tahu kak ini ulah suamimu!.." Batinnya menjerit.
"Kak kenapa kau tidak pergi menemui suamimu? dia kelihatan sibuk sekali pasti butuh sosok istri yang membantunya.." Tanya Kaira, sebenarnya ia tidak suka dengan sikap kakaknya itu yang ingin dinafkahi Arka tanpa berbakti. Ya walaupun Kaira tahu pernikahan mereka hanya sandiwara tapi setidaknya...
"Aku juga sibuk, ke kota A tanggung, Arka juga besok akan ke sini..." Balas Indah.
Mata Kaira seketika membulat sempurna. "B-besok ke sini!!.."
"Iya kenapa kau terkejut seperti itu?."
"T-tidak ada sih!..." Balas Kaira seraya tersenyum menutupi kepanikannya.
Bersambung....
Tinggalkan jejaknya sebagai dukungan, kasih saran juga kritiknya di kolom komentar!..🤗
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 101 Episodes
Comments
Yaser Levi
arka menyeringai,?biasanya orang yg tersenyum menyeringai itu orang jahat,atau tdk menyukai orang lain..beda klu senyum tipis
2024-08-19
0
Rafi Farisi
ngk di unboxing kali ya gk keluhan skit bgian bwahnya
2023-02-20
1
Renireni Reni
ini ulah suamimu😅😅😅
2022-11-15
0