Tidak ada jawaban dari Kaira ia hanya menatap lekat wajah tampan Arka. "Aku tahu maksud membahayakan yang diucapkan mu Arka, tapi jika sudah seperti ini aku harus bagaimana?." Batin Kaira menjadi gelisah akan ulahnya sendiri.
"Kau mendorongku terlalu keras!..." Ringis Kaira menahan sakit di punggungnya.
Arka menatap tajam Kaira ia menarik dagu wanita itu agar menatapnya. "Lain kali lihat waktu!..."
Kaira mengerutkan kening ia kebingungan dengan ucapan Arka. "Maksudmu?."
Bukannya menjawab Arka mengambil sweater dari lemari, ia memakaikannya pada tubuh Kaira. Seperti biasanya wajah lelaki tampan itu terlihat dingin, telunjuk Arka menempel di bibir Kaira. "Sssst, kau diam di kamarku jangan kemana-mana sebelum aku kembali lagi ke sini!.."
"Oke...."
Dari luar kamar terdengar suara lelaki memanggil nama Arka, Kaira akhirnya mengerti maksud kakak iparnya itu.
Kaira melotot ia sontak memutar badan saat Arka hendak berganti pakaian di depannya. "Kamar mandi masih ada kenapa harus di sini?." Pekik Kaira.
Arka tak menjawab hanya acuh seperti biasa, setelah berpakaian ia keluar kamar meninggalkan Kaira di sana.
Barulah Kaira bisa bernafas lega, karena ia penasaran siapa yang datang Kaira mengintip dari lubang pintu. Terlihat seorang lelaki sedang mengobrol dengan Arka membicarakan hal penting. "Mungkin tentang pekerjaan...."
Kaira berjalan menghampiri kasur ia merebahkan tubuhnya di sana. "Ah aku tidak nyaman melakukan ini.... Seperti wanita murahan saja..." Lirihnya sambil memijit kening.
"Bagaimana reaksi Arka? dia tadi terkejut melihat penampilanku juga ulah gilaku, ah ya Tuhan....." Lemas Kaira memikirkan adegan tadi, rasanya ia ingin menghilang dari muka bumi ini.
"Bagaimana tidak terkejut coba?.." Kaira menggigit bibir bawahnya kesal.
Cklek....
Pintu dibuka masuklah Arka ke dalam, Kaira sontak bangun dari tidurnya itu.
"Eeeeh untuk yang tadi anggap saja angin lewat, sangat memalukan memang tapi tolong lupakan Arka. Akal sehatku sedang kumat..." Ujar Kaira sambil tersenyum.
Tidak ada jawaban dari lelaki itu, Arka hanya menatap wajah Kaira yang tak berani menatapnya.
"Apa kau selalu seperti itu jika menyukai seseorang?."
Ucapan Arka sedikit menyakitkan namun dia berkata seperti itu juga tidak ada salahnya.
"Tentu tidak!!..." Tegas Kaira. "Ini pertama kalinya bagiku, aaaaarrggh lupakanlah..."
"Kalau begitu sekarang kau mau kemana?." Tanya Arka ia menyenderkan bahunya pada lemari besar sambil menatap Kaira.
"Ya kembali ke kamar mau apalagi?..."
"Sweater ku?..." Tanya Arka sambil menatap tubuh Kaira.
"Aku tidak mungkin membukanya di sini, dipinjam dulu..." Kaira tersenyum seraya hendak melangkah pergi.
"Kau tadi masuk ke sini tanpa penutup lain...."
Kaira sontak balik badan menatap malas Arka. "Jangan menggodaku, nanti juga dikembalikan!.."
"Aku tidak menggodamu..."
"Ya barusan?..." Balik tanya Kaira.
"Hanya bicara..." Ujar Arka dengan entengnya.
Kaira sengaja tersenyum lebar menutupi emosi. "Apa tidak salah aku menyukai lelaki dingin seperti dia?..." Batinnya kesal.
"Jangan mengumpatku, Kai..."
"Hah??..." Kaira terkejut apa lelaki di depannya ini bisa mendengar kata hati?.
"Tidak!.." Tegas Kaira seraya pergi meninggalkan kamar Arka menuju kamarnya.
Terdapat senyum menyeringai dari sudut bibir lelaki itu. "Untung saja Sean datang jika tida..." Arka terdiam pikirannya menerawang kemana-mana. "Ah sudahlah...."
Dalam waktu bersamaan handphone Arka berdering, ia melihat siapa yang menghubungi rupanya itu panggilan dari Indah.
Malas sekali rasanya tapi harus bagaimana lagi. "Hallo ada apa?"
"Uangku habis, bisa transfer lagi? ada brand terbaru dari Dior aku menginginkannya..." Ucap Indah dari seberang sana.
"Kau tidak sepenuhnya tanggung jawabku..." Datar Arka.
"Setidaknya kau memiliki amal karena menafkahi istri sendiri.." Ketus Indah.
"Ini hanya sandiwara..."
"Kau sendiri tidak pernah melayaniku sebagai suami.." Lanjut Arka tanpa basa-basi.
Indah menelan salivanya setelah Arka melontarkan kata-kata itu, nada bicara Arka terkesan menakutkan apalagi jika Arka tahu hubungan Indah dan Novan di belakang seperti apa.
Tanpa bicara lagi Indah langsung mengakhiri panggilan. Arka menatap layar handphonenya. "Apa wanita ini cemas lagi karena membahas tentang hak suami?..." Tanya Arka.
"Ah aku tak peduli..."
Bersambung....
Tinggalkan jejaknya sebagai dukungan, kasih saran juga kritiknya di kolom komentar!..🤗
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 101 Episodes
Comments
Herty Van
kurang berkelas karakter cewenya.. harusnya dibikin yg elegan gt.. biar cowoknya penasaran....
2023-03-04
14
JELITA🌠🌠
coba sih Lo awasin istri Lo ngapain aja di luaran sono
2022-11-30
0
🥀⃞B⃟c Qҽízα ₳Ɽ..k⃟K⃠✰͜͡W⃠
Mmm kai, harusnya km bisa jual mahal..
2022-11-25
2