Erangan Indah benar-benar membuat gairah Novan semakin menjadi, lelaki itu terus menggempurnya dengan berbagai gaya demi kepuasan.
Peluh sudah membasahi tubuh polos keduanya, Indah ambruk diikuti Novan nafas mereka tak karuan akan adegan panas itu.
Sekali lagi Novan ******* bibir Indah sambil tangannya tak lepas bermain di dua gundukan kenyal itu. "Aku mencintaimu..."
Indah hanya tersenyum karena kelelahan.
"Suatu saat nanti aku akan menikahimu membuat om Rangga merestuinya..."
Seketika raut wajah Indah berubah ia mengingat pernikahan dadakannya dengan Arka. "Aku akan terus menyembunyikan hubungan ini sampai waktunya tiba.."
"Sampai kapan? bagaimana dengan suamimu itu? aku tidak mau jika dia menyentuh tubuhmu kau milikku!." Tegas Novan.
"Tenang saja aku hanya milikmu sayang, pernikahan ini akan ku ambil keuntungannya divisi keuangan papa aku yang pegang. Setelah berhasil ku kuasai, kita berdua pergi dan hidup bersama..." Lirih Indah mengedipkan matanya sambil mengelus benda pusaka Novan.
Lelaki itu memejamkan matanya akan sentuhan sang kekasih. "Kau nekat sekali sayang..."
"Aku tak peduli mereka hanya orang tua angkatku..."
"Apa kau yakin tidak akan jatuh hati kepada suamimu itu? awas saja ingat diriku terus!.." Timpal Novan yang kembali menindih tubuh Indah.
"Tidak akan pernah sayang, lagian dia orangnya terlihat dingin..." Balas Indah yang mencium bibir Novan duluan.
"Oke..."
Keduanya kembali mengulang adegan panas penuh gairah, tanpa memikirkan hal apapun yang menjadi penghalang penyatuan itu.
***
Pukul 05:00 pagi.
Indah mengendap memasuki rumah besar itu berharap tidak ada yang melihatnya.
"Darimana kamu?..." Tanya mama Luna kebetulan dari dapur.
Indah sontak tersenyum menyeringai ke arahnya. "Tadi malam ada keperluan dengan rekan kantor ma aku tidak bisa menundanya."
"Bagaimana dengan Arka kau meninggalkannya sendirian? Indah sekarang kau sudah bersuami jeda dulu pekerjaan!."
"Iya ma..." Jawab Indah sedikit kikuk.
Luna menatap penampilan putrinya. "Kenapa baju kamu kusut kayak gitu?."
"Ah ini aku tidak sempat menyetrikanya karena buru-buru." Bohong Indah.
Luna hanya manggut-manggut. "Baiklah..."
Setelah itu Indah memasuki kamar, di sana sudah terlihat Arka duduk mengotak-ngatik handphone-nya dengan sebuah map di tangan. "Baru pulang?.."
"Iya maafkan aku..."
Tanpa berbicara lagi Arka memberikan map itu kepada Indah, sontak saja Indah membacanya.
"Pernikahan ini hanya keinginan orang tua, setelah kerjasama proyek perusahaan usai dari kedua belah pihak, aku akan menceraikanmu. Di hadapan mereka kita harus berlagak layaknya sepasang suami istri yang saling mencintai, apa kau paham nona Indah?." Ujar Arka tanpa ekspresi.
"Tentu aku setuju..." Antusias Indah.
"Oke, aku sibuk dengan pekerjaanku setiap bulan aku akan kesini sebanyak 4 kali. Kau bebas melakukan apapun tetapi harus bersandiwara di depan orang tua!."
"Baiklah, tapi kau harus tetap menafkahiku sebagai istrimu!..."
"Hmmm..." Singkat Arka.
Batin Indah begitu senang mendengarnya.
Mereka berdua menemui Luna dan Rangga, Arka sendiri langsung berpamitan ia beralasan tidak membawa Indah karena Indah sendiri bekerja di perusahaan.
...***...
2 bulan berlalu...
Begitulah hubungan Arka dan Indah mereka berhasil menjalaninya penuh sandiwara pura-pura saling mencintai di hadapan orang-orang.
Kebetulan hari ini Arka pulang ke rumah keluarga Rangga, mereka sedang makan bersama dengan khidmat.
"Ah iya Kaira sedang dalam perjalanan pulang menuju ke sini.." Mulai papa Rangga ia terlihat bahagia.
"Wanita yang menolak dijodohkan denganku?." Batin Arka namun ia tampak acuh kembali.
"Benarkah?." Tanya Indah yang sedikit tak suka.
"Tentu.." Jawab mama Luna.
"Papa yang menyuruhnya untuk pulang, nak Arka sendiri belum tahu kan adik ipar sendiri?." Tanya Rangga.
"Belum.."
"Oke nanti kalian bertemu juga.."
Acara makan selesai, mereka menunggu kedatangan Kaira di ruang keluarga..
Dari kejauhan terdengar langkah kaki yang berlari memasuki ruangan itu. "Mama! papa!...."
"Kaira...."
Kaira tanpa pikir panjang sontak berhambur ke pelukan Rangga dan Luna. "Rindu sekali..."
"Kami juga sayang...." Balas keduanya.
Setelah puas pelukan pun terlepas. "Itu ada kakakmu dan suaminya.." Tunjuk Luna.
Kaira mengikuti telunjuk mamanya, seketika senyumnya hilang saat bertatapan dengan lelaki yang tak asing bagi Kaira.
Arka sendiri sedikit membulatkan matanya. "Jadi dia yang menolak dijodohkan denganku?..."
"Hah!!! lelaki ini? yang benar saja Arka?..." Batin Kaira terkejut.
Bersambung....
Tinggalkan jejaknya sebagai dukungan, kasih saran juga kritiknya di kolom komentar!..🤗
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 101 Episodes
Comments
Aisyah dewi
baca k 2 x
2024-07-22
0
Alifah Azzahra💙💙
Pastinya lho nyesel kan kayra🤭🤭
2024-06-21
0
Anonymous
Nyesel lo kaira😀😀
2024-06-11
0