Kaira balik badan ia merasa ada yang memperhatikannya dari kejauhan, dan benar saja tatapan mata biru Arka tertuju kepadanya.
"Oh hai! boleh kan tidak masalah?." Tanya Kaira.
"Apakah tidak ada pakaian lain?..."
Kaira seketika melihat tubuhnya. "Memangnya kenapa? aku sering berpakaian seperti ini jika sedang bersantai.."
Tidak ada jawaban dari Arka lelaki itu hanya menatapnya saja.
Kaira tak peduli ia kembali menikmati waktu bersantainya itu sebelum disibukkan dengan pekerjaan.
Jika dipikir-pikir menurut Kaira mereka berdua layaknya sepasang suami istri yang sedang honey moon. "Apa kak Indah pernah dibawa ke sini?." Tanyanya kepada diri sendiri.
"Sepertinya tidak..." Kaira menyayangkan.
"Ah aku tak peduli.."
Saat bersantai Kaira mencium aroma masakan dari dalam apartemen, sangat wangi sekali membuat perut wanita itu terasa lapar. "Apa lelaki itu sedang masak?."
Kaira sontak memasuki apartemen besar itu ia berjalan menuju dapur, rupanya benar Arka sedang berkutat dengan alat dapur. Mendapati itu Kaira tersenyum. "Kau bisa memasak?."
Arka menoleh kepada Kaira yang sudah berada di sampingnya. "Hmmm..."
"Aku akan membantumu..." Lirih Kaira seraya mengikat rambut panjangnya sehingga leher jenjang putih mulus itu terekspos.
Arka terdiam melihat pemandangan itu tanpa sadar ia menelan salivanya.
Kaira mengambil pisau dari tangan Arka ia melanjutkan mengiris wortel di talenan, tentu saja posisi Kaira sedikit membungkuk bahkan belahan dadanya terlihat.
Arka memijit keningnya mendapati itu sambil sesekali mengatur nafas, lengan kekarnya merebut pisau dari Kaira. "Ganti baju dulu jika ingin membantu!..."
"Apa ada masalah?." Tanya Kaira sambil mengerutkan kening.
"Dadamu..." Jawab Arka tanpa basa-basi.
Mata indah Kaira sedikit membulat ia sontak menutupi bagian yang dimaksud. "Kau dari tadi melihatnya!..."
Arka terlihat kikuk. "Aku tak sengaja maka dari itu cepat ganti baju dengan yang tertutup!.."
"Aku hanya membawa baju untuk bersantai dan bekerja, masa masak seperti ini pakai baju kantoran yang benar saja Ka?." Timpal Kaira. "Fokus saja jangan melihatku..."
"Maksudku bukan begitu, ck!..."
Arka berlalu dari dapur ia memasuki kamarnya tidak lama lelaki itu keluar membawa kaos di tangan. "Ganti pakai ini!.."
Kaira terdiam ia mengambil kaos itu dari tangan Arka, Kaira kembali dari kamar menggunakan kaos yang dipinjamkan oleh kakak iparnya.
"Kamu duduk saja sebentar lagi selesai..." Ucap Arka.
"Oke...."
Kaira duduk di kursi sambil tatapan matanya tak lepas dari Arka, lagi-lagi Kaira teringat perasaannya yang mencintai juga mengagumi lelaki itu. "Arka...."
"Hmmmm?.." Balas lelaki itu tanpa balik badan.
"Kalau aku menyukaimu bagaimana?..."
Lengan kekar Arka terlihat berhenti mengaduk masakan setelah mendengar ucapan Kaira, ia melihat wanita yang berada di belakangnya itu. "Tak mungkin..."
Setelah itu Arka fokus kembali memasak.
"Hah? reaksi macam apa itu?." Batin Kaira dengan mulut sedikit menganga.
"Aku tahu kau sedang lapar jadi jangan banyak becanda!.." Ujar Arka dengan wajah tanpa ekspresi seperti biasanya.
"Apa aku terlihat sedang becanda?." Balik tanya Kaira.
"Hmmm...."
"What???..." Batin Kaira bertanya-tanya.
Jika pria lain pasti sudah menjerit sejadi-jadinya karena bahagia bisa disukai oleh wanita seperti Kaira, sedangkan Arka tampak biasa-biasa saja karena itu menurutnya hanya candaan efek lapar.
Arka menaruh masakan di meja makan juga menata yang lainnya. "Sekarang ayo isi perutmu..."
"Aku menyukaimu Arka...." Ucap kembali Kaira sambil menatap intens wajah lelaki itu.
Arka membalas tatapan mata Kaira. "Kai, makan....."
Bukannya patuh Kaira malah menopang dagunya sambil menatap lekat Arka. "Aku tidak becanda walaupun memang sedang lapar..."
"Kau adik iparku..."
"Ya aku tahu kau juga kakak iparku...." Balas Kaira.
"Ya jika becanda pun ucapanmu tadi tidak lucu Kai..." Ucap Arka.
"Sudah ku bilang aku tidak becanda, harus dengan apa aku membuktikannya agar kau percaya?."
Arka meletakkan sendok di tangannya ia menatap lekat wajah cantik wanita itu. "Kau masih kecil..."
"Aku sudah 23 tahun hanya terpaut dua tahun saja denganmu, memang apa yang kau inginkan?.." Jawab Kaira lantang.
Terdapat senyum tipis dari ujung bibir Arka. "Pemberani sekali...."
Bersambung....
Tinggalkan jejaknya sebagai dukungan, kasih saran juga kritiknya di kolom komentar!..🤗
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 101 Episodes
Comments
Emilia Dhamayanti
harus nya judul nya gairah adik ipar wkwk
2024-06-21
2
Sri Siyamsih
iya kan knp jd kaira yg yg yg ....tak sesuau judulah
2024-06-09
0
Sahid Din
b
2024-04-18
0