Kaira tersenyum mendengar jawaban dari Arka, jari lentiknya menyentuh bibir lembut yang terlihat sexy itu. Perlahan tapi pasti Kaira menyatukan bibir keduanya, bagai tersengat aliran listrik Kaira merasakan sensasi lain pada tubuh.
Arka tak menolak juga tak membalas ulah Kaira, ia menatap lekat wajah cantik wanita itu yang memejamkan mata saat menciumnya.
Kaira mengalungkan tangan pada leher Arka, perlahan ia melepas ciuman itu dan menatap penuh tanda tanya kepada Arka. "Ini pertama kalinya bagiku, apa sangat kaku sekali?.." Tanya Kaira sambil berusaha menahan kesadarannya agar tetap terjaga karena pengaruh alkohol.
"Ya kau kaku sekali Kai biar ku arahkan..." Lirih Arka dengan tatapan beratnya, seraya menarik tengkuk Kaira.
Bibir mereka kembali bertemu, Arka mencium bibir ranum Kaira atas dan bawah bergantian menyesap setiap inci manisnya. Lengan kekar Arka menarik pinggang ramping Kaira sehingga tidak ada jarak diantara keduanya bahkan ciuman itu semakin dalam.
Hawa tubuh Kaira terasa panas sensasi lain sudah menguasainya untuk berbuat lebih...
Ciuman agresif yang diiringi dengan l*matan lembut Arka membuat Kaira tak berkutik, lelaki itu lihai sekali bahkan semakin menyesap dalam.
Kaira terdiam mematung saat Arka melepas bajunya memperlihatkan bentuk tubuh kekar nan atletis. Lelaki itu kembali menarik pinggang ramping Kaira juga tengkuknya.
Bahkan Kaira membuka mulut saat Arka melakukan gigitan kecil pada bibirnya agar terbuka, membiarkan lelaki tampan itu mengekspos setiap inci dengan leluasa.
Terdapat senyum menyeringai dari sudut bibir Arka saat Kaira mulai membalas ciumannya membiarkan indra perasa keduanya bertemu.
Arka melepas ciuman saat Kaira hendak kehabisan nafas, ia beralih mengecup dagu Kaira turun ke bawah dan menetap lama di leher jenjang yang putih mulus itu.
"Arka....."
"Hmmmm?..."
"Tidak, ini pasti khayalanku lagi..." Lirih Kaira setengah sadar. Wanita itu berpikir tidak mungkin lelaki dingin yang disukainya seperti ini merespon.
Arka tak peduli dengan ucapan Kaira, lengan kekarnya perlahan masuk ke dalam baju mengelus lembut perut rata itu hingga terus naik ke atas. "Ingat namaku Kaira...."
Kaira sontak membuka mata ia menggigit bibir bawahnya akan ulah tangan Arka. Belum sempat bicara Arka menidurkan Kaira di sofa, ia kembali mencium bibir ranum itu penuh agresif layaknya sudah candu padahal ini kali pertamanya...
Kemeja Kaira tanpa sadar sudah terlepas hanya menyisakan bra saja yang menutupi aset berharganya, tanpa melepas pagutan panas itu Arka perlahan menarik kaitan penutup aset berharga Kaira.
Spontan Kaira menutupi area dadanya karena merasa malu ia bahkan mengalihkan pandangan tak berani adu tatap dengan lelaki tampan di atasnya itu.
Arka tersenyum menyeringai tidak ada lagi wajah dingin padanya. "Untuk apa? aku bahkan sudah melihat dan menyentuhnya..."
***
Pukul 06:45 pagi.....
Perlahan Kaira mengerjapkan mata sambil menggeliatkan tubuh. "Ah nyaman sekali...."
Wanita itu merubah posisi menjadi duduk, mata Kaira menyapu sekeliling ruangan terasa ada yang aneh menurutnya.
Nyawa Kaira seketika terkumpul kembali ia syok saat melihat tubuh atasnya tanpa penutup sehelai benang pun, Kaira spontan menutupi bagian dadanya mulut wanita itu menganga gelagapan panik. Tanpa pikir panjang Kaira menarik selimut untuk menutupi tubuhnya itu. "Tunggu sebenarnya apa yang terjadi?.."
Kaira mencoba mengingat apa yang terjadi namun malah kepalanya terasa sakit. "Awhhh...." Lirihnya sambil memegang kepala.
Di kamar itu hanya dirinya sendiri, bantal sebelah sudah kosong.
Kaira sontak melihat bagian tubuh bawahnya ia menghela nafas lega, karena penutup itu masih melekat. "Syukurlah..."
"Ya ampun Kai..." Kaira menggigit bibir bawahnya ia tak sanggup memikirkan adegan panas semalam dengan Arka. "Aku harus cepat pergi dari sini, ya pergi!!..."
Kaira celingak-celinguk mencari pakaian ia tidak mungkin keluar kamar setengah telanjang seperti itu, tanpa pikir panjang ia mengambil kemeja putih Arka dari lemari lalu mengenakannya.
Dengan perlahan Kaira membuka pintu kamar, mata indahnya menyapu sekitar apartemen. Betapa terkejutnya ia saat kemeja dan bra yang dilepas Arka semalam berserakan di kursi ruang tengah. "Tidak ya ampun!...."
Kaira sontak berlari dan mengambilnya, Arka yang sedang santai menggigit buah apel di meja makan menyadari keberadaan Kaira di ruang tengah.
Kaira menelan saliva saat pria tampan itu berjalan ke arahnya. "Kau sudah bangun?."
"Ah itu iya!..."
Arka menatap lekat tubuh Kaira dari atas sampai bawah, matanya fokus pada apa yang wanita itu pegang. Ya penutup aset berharga wanita.
Sadar akan tatapan Arka, Kaira menyembunyikannya ke belakang.
"Tentang semalam...."
"Lupakan saja! aku juga sekarang akan kembali ke Jakarta..." Potong Kaira sambil tersenyum canggung.
Mendengar jawaban wanita itu Arka mengangkat kedua alisnya, sorot mata tajam tak lepas dari wajah cantik Kaira. "Melupakan??..."
"Ya..." Jawab Kaira tak berani menatap manik biru Arka.
Bersambung....
Tinggalkan jejaknya sebagai dukungan, kasih saran juga kritiknya di kolom komentar!..🤗
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 101 Episodes
Comments
Yaser Levi
bukan kah pertama kali jumpa arka.identitasnya detektif???kok jd pengusaha...
2024-08-19
2
bromocorah92
kayaknya kurang sreg dgn si kaira, sdh nolak sebelumnya skrg kayak lont.. cari perhatian si arka
2024-06-26
1
Renireni Reni
pembaca udah traveling....ternyata🤣🤣🤣🤣🤣
2022-11-15
1