Ketika Zeya ingin menutup pintu rumahnya dengan cepat pria itu menahannya.
"Kamu mau apa. Jangan macam-macam, aku akan teriak."
"Kamu Zeya .... " ucap pria itu.
"Ya, kamu ada perlu apa. Besok kamu bisa kembali. Ini sudah malam."
"Baru jam sembilan."
"Aku mohon, lepaskan kakimu. Aku tak mau tetangga salah paham. Apa lagi jika suamiku tau ada pria datang kerumah, bisa jadi fitnah."
"Baiklah, aku kembali besok."
Zeya langsung menutup pintu rumahnya begitu Azril menarik kakinya dari pintu.
Azril masih berdiri di depan pintu rumah Zeya. Entah apa yang ada dipikiran pria itu.
Dia jauh berubah. Apakah suaminya yang membuat ia menjadi seperti ini. Andai saja aku tak terlambat menemuinya. Pasti Zeya menjadi milikku.
Setelah beberapa saat terdiam, Azril baru meninggalkan rumah Zeya.
Zeya yang melihat dari dalam rumah, akhirnya lega melihat mobil Azril yang pergi menjauh.
Siapa pria tadi. Kenapa ia mencariku. Dimana aku bertemu dengannya, aku merasa pernah melihat wajah pria itu.
Zeya masuk ke kamar mandi dan membersihkan dirinya. Setelah itu ia solat malam, barulah membaringkan tubuhnya.
..................
Pagi hari di rumah kediaman Zahra, ia tampak sedikit lesu. Mungkin akibat tadi ia sempat muntah.
"Kamu nggak apa jika mas tinggalkan."
"Nggak apa, mas."
"Kamu nanti pesan aja buat makan siangnya."
"Aku takut mas, jika tidak masak sendiri. Aku takut nggak sehat."
"Betul juga. Oh, mas tau. Nanti mas minta tolong Zeya aja ke sini menemani dan memasak buat kamu."
"Jangan mas. Aku nggak enak dengan mbak Zeya. Saat ini aja seharusnya waktu mas buat mbak Zeya, malah mas bersamaku."
"Aku sudah minta izin Zeya. Dan ia mengerti.Kamu tak usah merasa bersalah begitu."
Albirru lalu mengecup pipi dan perut Zahra sebelum berangkat kerja. Ia ternyata ke Zeya sebelum ke kantor.
Albirru melihat Zeya yang sedang memasak langsung memeluknya.
"Mas Al. Nggak kerja. Kok pagi-pagi udah di sini."
"Mas kangen," ucap Albirru dan mengecup pipi Zeya.
"Mas udah sarapan. Aku tadi buat nasi goreng, makanlah!"
"Kalau mas maunya makan kamu," bisik Albirru.
"Mas nggak kerja. Nanti telat kalau harus main dulu denganku."
"Usaha itu milik mas. Tak akan ada yang marah."
Kamu mendatangiku hanya untuk meminta hakmu. Karena pasti tak kamu dapat dari Zahra. Aku hanya untuk pemuas kamu di ranjang saja, kamu sama saja dengan pria yang lain. Yang hanya membutuhkan tubuhku.
Zeya masuk ke kamar dengan langkah pelan diikuti Albirru. Mereka melakukan hubungan badan. Albirru selalu saja merasa puas jika dilayani Zeya. Karena Zeya tau cara memuaskan pria. Jika bersama Zeya, ia pasti tak akan puas melakukan sekali.
Setelah memadu kasih, Albirru mengajak Zeya mandi bersama.
"Semoga di dalam sini juga tertanam benihku," ucap Albirru mengelus perut rata Zeya.
"Aamiin, semoga dikabulkan."
"Biar nanti mas punya anak banyak darimu dan Zahra."
Setelah mandi, Albirru mengajak Zeya duduk ditepi ranjang. Ia ingin bicara.
"Zeya, apakah kamu mau membantu Zahra."
"Membantu apa, mas? "
"Saat ini Zahra sedang hamil muda. Kata dokter tak boleh kecapean. Umi sudah meminta seorang dari kampung kami untuk membantu. Tapi ia bisa datang lusa. Jadi hari ini dan besok kamu bantu Zahra di rumah. Sekalian untuk menemaninya."
"Aku .... "
"Oh, jika kamu keberatan nggak usah. Mas aja yang ambil cuti sampai orang kiriman Umi datang."
"Baaiklah, mas. Aku akan bantu menjelang orang dari kampung datang," gumam Zeya.
"Terima kasih, sayang. Mas udah yakin kamu pasti mau. Kamu memang wanita yang baik dan pengertian. Mas beruntung banget memiliki istri seperti kamu."
"Jangan terlalu memuji, mas."
"Mas tidak memuji. Tapi itu memang kenyataannya."
Zeya berpakaian dan setelah itu ia pergi bersama Albirru menuju rumah Zahra.
Sampai di rumah Zahra, ia memandangi rumah yang jauh lebih besar dari kontrakannya itu. Rumah Zahra sangat mewah.
Zahra beruntung, ia disayangi suami dan mertuaku. Rumah yang dihadiahi untuk pernikahannya ini sangat besar.
"Zeya .... " Panggilan Albirru menyadarkan esa dari lamunannya. Ia lalu mengusap dadanya.
Astagfirullah, kenapa aku jadi iri begini. Ini sudah menjadi rezekinya Zahra.
"Kamu kenapa, sayang," ucap Albirru sambil memeluk pundak istrinya.
"Nggak ada, mas."
"Tadi tadi melamun mas lihat. Jangan berpikiran yang bukan-bukan ya setelah melihat rumah Zahra. Ini di beli dari uang hadiah pernikahan dari Abi dan Umi. Mas hanya menambah saja."
"Aku mengerti kok, mas. Jangan kuatir." Albirru memeluk Zeya makin erat.
Zahra yang mendengar suara mobil suaminya membuka pintu. Ia melihat Albirru yang memeluk Zeya.
"Hhhhmmmmm .... " Deheman Zahra membuat Albirru kaget. Ia melepas pelukannya dipundak Zeya.
"Zahra .... " ucap Albirru.
"Mbak Zeya, masuklah." Zahra membuka pintu rumahnya lebar-lebar.
"Terima kasih."
Zeya melangkah masuk mengikuti langkah kaki Albirru dan Zahra yang berada didepannya.
Pandangan matanya langsung tertuju ke foto Zahra dan Albirru yang terpasang sangat besar di dinding ruang tamu itu.
"Silakan duduk, mbak. Aku buatkan air minum dulu."
"Nggak usah, Zahra. Mbak bisa buat sendiri nanti jika mbak haus. Kamu duduklah. Mas Al bilang kamu saat ini sedang hamil muda, jangan terlalu banyak gerak. Nanti capek," ucap Zeya.
Zahra duduk disamping Albirru dan merapatkan tubuhnya ke badan suaminya. Ia memandangi Zeya intens.
"Mbak Zeya cantik banget jika berhijab."
Mendengar ucapan Zahra, Albirru memandangi wajah Zeya. Ia baru menyadari perubahan penampilan istrinya itu.
"Sejak kapan kamu berhijab, sayang. Zahra benar, kamu sangat cantik." Albirru memandangi Zeya tanpa kedip.
"Terima kasih, Zahra. Kamu juga cantik banget."
"Zeya akan membantu kamu menjelang orang kiriman dari Umi datang. Jadi kamu ada temannya. Mas jadi nggak kuatir tinggalmu kamu sendirian."
"Mas, aku tak apa sendiri. Cuma dua hari. Nanti bibi juga datang. Nggak enak sama mba Zeya."
"Kamu nggak perlu kuatir, Zeya juga mau membantu kamu."
"Mas Al benar, kamu nggak perlu kuatir. Aku senang bisa membantu kamu."
"Kamu dengarkan, Zeya nggak apa-apa. Mas berangkat kerja dulu ya."
Albirru mengecup dahi Zahra, dan wanita itu mengantar hingga mobil Albirru hilang dari pandangan. Zahra kembali duduk bersama Zeya.
"Mbak, maaf. Aku jadi merepotkan."
"Nggak perlu sungkan. Mbak senang bisa membantu kamu. Lagi pula cuma beberapa hari saja. Mbak boleh izin ke dapur kamu. Ini ada mbak bawa bahan buat memasak hari ini."
"Mbak nggak perlu minta izin. Anggap saja rumah sendiri."
Zahra berdiri dan mengajak Zeya menuju dapurnya. Zeya memasak buat makan siang mereka. Zahra menemani sambil mengobrol. Ketika ia akan membantu, Zeya melarang. Ia bisa mengerjakan sendiri.
Zeya memasak sekalian buat makan malam. Zahra hanya tinggal panaskan nanti. Setelah semua dikerjakan, Zeya pamit.
"Besok mbak datang lagi, ya. Sekarang mbak pamit."
"Mbak nggak sekalian makan siang di sini aja."
"Siang ini ada jadwal pengajian, lain kali aja mbak makan siang di sini."
"Terima kasih, mbak."
"Sama - sama. Maaf ... mbak nggak bisa temani hingga mas Al pulang."
"Aku yang seharusnya minta maaf, karena waktu mas Al buat mbak Zeya jadi terganggu. Ia harus di sini."
"Nggak apa, mbak mengerti. Ini juga karena kamu lebih membutuhkan mas Al."
"Sekali lagi terima kasih, mbak."
"Jangan sungkan gitu. Mbak pulang, taksi pesanan mbak udah datang."
Zahra mengantar Zeya hingga masuk ke mobil. Ia kembali masuk rumah setelah taksi itu berjalan meninggalkan halaman rumahnya.
Tanpa Zeya tahu, Azril mengikuti kemana ia pergi. Azril juga mencari tau tentang kehidupan Zeya selama berkeluarga. Azril telah mengetahui jika Zeya telah diduakan Albirru.
Jangan salahkan jika nanti aku yang akan menghapus air mata istrimu, Albirru.
Bersambung.
********************
Selamat pagi semuanya. Zeya baik banget. Walau hatinya terluka, ia mencoba menerima semuanya. Terbuat dari apa hati Zeya?. Nantikan ya lanjutan novel ini besok. Ada kejutan di bab berikutnya.
Terima kasih buat semua yang telah membaca novel ini. 😘😘😘😘😘😘
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 128 Episodes
Comments
Verawati Khaira
wow azril. aku setuju banget kalau Zeya dengan Azril
2024-12-29
0
Lusiana_Oct13
Ayoooo zilll rebut zeyaaaa shaya dukung km jadi pembinor🤣🤣
2024-09-01
0
Pisces97
mulut manis banget meminta zeya buat masakan buat madu 🤭🤣🤣
dan setuju Azril jadi pebinor
2024-03-10
1