Tangisan Zeya akhirnya pecah. Ia berharap jika apa yang telah ia lihat dan saksikan kemarin hanyalah mimpi.
Pengakuan Albirru membuat Zeya sadar, jika semua adalah kenyataan yang harus ia hadapi.
"Kenapa mas, kenapa harus menikah lagi. Apakah aku tak cukup membuat mas bahagia."
"Zeya, bersamamu mas bahagia. Tapi semua ini tak mungkin mas tolak. Mas tak ingin dikatakan anak durhaka."
"Apakah mas telah mengatakan tentang pernikahan kita pada kedua orang tua, mas?"
"Mas belum bisa mengatakan tentang pernikahan kita, sayang."
"Katakan padaku alasannya. Apa karena masa laluku yang membuat mas takut buat terus terang."
"Salah satunya."
"Kalau begitu, kita pisah saja mas. Bukankah mas telah memiliki istri yang baik dan direstui kedua orang tuamu."
"Kamu tidak boleh berkata begitu. Dosa seorang istri yang minta pisah pada suaminya tanpa alasan jelas."
"Aku hanya ingin mas bisa bahagia bersama istri pilihan orang tua, mas."
"Zeya, didalam islam tidak ada larangan bagi suami untuk memiliki istri lebih dari satu."
"Apakah mas ingin aku dan wanita itu tetap menjadi istrinya, mas?"
"Dengarkan mas Zeya, didalam surat An-nisa ayat tiga yang berbunyi, bila kalian khawatir tidak dapat berlaku adil terhadap anak-anak yatim perempuan, maka nikahilah dari perempuan-perempuan yang kalian sukai, dua, tiga atau empat. Lalu bila kalian khawatir tidak adil (dalam memberi nafkah dan membagi hari di antara mereka), maka nikahilah satu orang perempuan saja atau nikahilah budak perempuan yang kalian miliki. Yang demikian itu lebih dekat pada tidak berbuat aniaya.”
Albirru menarik nafasnya sejenak sebelum melanjutkan ucapannya.
"Itu artinya tidak ada larangan bagi seorang pria untuk memiliki istri lebih dari satu orang. asal ia dapat berbuat adil. Dan kamu tau Zeya, surga ganjarannya bagi wanita yang rela dimadu. Kamu bisa minta penjelasan lebih pada ustadzah yang mengajari kamu gaji."
"Apakah kamu bisa adil?"
"Zeya, aku akan berusaha berlaku adil untuk kalian berdua. Aku ingin menjadi suami yang bisa kalian banggakan."
"Apakah wanita itu tahu jika mas telah menikah?"
"Kedua orang tuaku saja belum tahu tentang pernikahan kita, apa lagi Zahra. Aku janji akan menyebalkan kalian berdua secepatnya."
"Jadi wanita itu bernama Zahra. Ia masih gadis?"
"Tentu saja ia masih gadis saat aku nikahlah."
"Pantaslah ...."
"Apa maksud perkataan kamu, Zeya?"
"Aku sadar siapa diri ini, mas. Dari awal mas mau menikah denganku, aku telah bertanya ... apakah mas mau menerima diri ini apa adanya, apa mas tidak akan menyesal nantinya karena menikahi mantan wanita penghibur seperti diriku ini."
"Aku tak pernah menyesal menikahi dirimu, Zeya. Aku mencintai kamu, hingga saat ini."
"Bagaimana aku bisa percaya, mas. Aku melihat dengan mataku saat mas memeluk dan bermesraan dengan Zahra. Hatiku hancur. Tak pernah aku membayangkan jika pria yang aku cintai, yang mengambil aku dari kubangan lumpur ternyata menjatuhkan aku kembali ke tanah. Apakah aku yang terlalu berharap dan apakah aku yang terlalu tinggi bermimpi. Sehingga hati ini merasa hancur dan sakit ketika tau kenyataan tak seindah yang aku bayangkan." Zeya memegang dadanya menahan sesak yang terasa.
"Aku tak pernah mencampakkan kamu. Kamu tetap istriku. Tetap ada di hati ini."
"Tapi bukan aku satu-satunya wanita yang ada dihatimu saat ini, mas."
"Zeya, cobalah mengerti aku. Aku mencintai kamu!"
"Apakah mas mencintai Zahra?"
"Kenapa kamu tanyakan itu."
"Jawablah mas, aku telah siap mendengarnya."
"Zeya, bukankah mas telah mengatakan jika mas harus berbuat adil."
"Mas tak perlu menjawabnya. Tentu saja mas mencintainya. Aku bisa lihat itu saat mas bersamanya. Apa lagi dia seorang gadis dan juga sangat cantik. Aku rasa pembicaraan kita cukup. Aku mau masak buat makan malam kita. Mas mau aku masakan apa?"
"Terserah kamu saja, semua masakanmu pasti mas makan."
Zeya berdiri dan berjalan keluar kamar dengan langkah yang diseret. Kakinya masih terasa lemas setelah mendengar semua pengakuan Albirru.
Sampai di dapur, Zeya sudah tak kuat. Ia terduduk dilantai dan kembali tangisnya pecah.
Ya Tuhan, kuatkan hatiku. Jika ini memang takdir darimu dan ini yang terbaik buat hambamu, tolong bantu aku agar ikhlas menerima semua ini. Hamba sadar siapa diri ini, hanyalah seorang pendosa. Jangan buat hambamu ini kembali ke lubang yang sama. Hamba ingin mencoba menjadi hamba-Mu yang baik. Tuntunlah aku ...."
Albirru yang diam-diam mengikuti Zeya melihat wanita itu menangis menjadi ikut tersedu.
Maafkan aku, Zeya. Aku mencintai kamu. Aku ingin tetap hidup bersamamu. Tapi jujur aku juga memiliki perasaan sayang pada Zahra. Aku tak akan mau dan bisa memilih antara kamu ataupun Zahra.
Albirru mendekati Zeya yang terduduk dilantai. Ia melihat Zeya yang meringis seperti menahan sakit.
"Zeya, kamu kenapa sayang."
"Mas, perutku sakit." Rintih Zeya dan memegang perutnya.
Albirru kaget melihat darah yang mengalir dari paha Zeya.
"Kenapa kakimu berdarah, kamu terluka!"
Zeya melihat ke arah kakinya. Ia kaget melihat banyak darah yang mengalir dari pangkal pahanya.
"Mas, aku kenapa?"
Tanpa berpikir lagi, Albirru mengangkat tubuh Zeya dan membawanya masuk ke mobil. Albirru mengunci pintu rumahnya dan melarikan mobilnya menuju klinik terdekat.
Zeya segara dilarikan ke ruang IGD dan langsung mendapatkan penanganan dokter. Setelah setengah jam, dokter keluar dari ruangan itu.
"Bagaimana istri saya, dokter? Sakit apakah istri saya? "
"Maaf pak Albirru, istri anda mengalami keguguran."
"Maksud dokter, istri saya hamil dan mengalami keguguran."
"Ya, kandungannya baru memasuki empat minggu. Dan mengalami keguguran. Sehingga kami harus melakukan kuret untuk membersihkan sisa-sisa jaringan di rahim istri bapak."
"Lakukan saja yang terbaik buat istri saya. Apakah itu tak memengaruhi kandungannya nanti. Apakah istri saya masih bisa hamil lagi?"
"Tentu saja bisa pak Albirru."
"Baiklah, dok. Lakukan semua yang menurut dokter baik buat istri saya. Saya akan mengikuti saja."
"Baiklah, bapak bisa mengisi surat persetujuan di bagian administrasi. Setelah itu bapak bisa membawa surat itu kembali, saya akan segera melakukan tindakan kuretnya."
"Baiklah, dokter."
Albirru mengisi surat-surat yang dibutuhkan untuk tindakan kuret. Setelah mengisi surat itu, ia kembali ruangan tempat Zeya berada. Albirru menyerahkan surat persetujuan itu.
Dokter akhirnya melakukan tindakan kuret buat rahim Zeya. Sekitar lima belas menit dokter melakukan tindakan itu.
Zeya telah dipindahkan ke ruang perawatan setelah kuret dilakukan. Tak berapa lama tampak ia membuka matanya.
"Mas Al ...."
"Ya, sayang."
"Aku kenapa, mas?"
"Kamu baru saja mengalami keguguran."
"Keguguran ... apakah aku hamil?"
"Iya, sayang."
"Maafkan aku, mas. Aku tak bisa menjaga anak kita. Kenapa aku tak menyadari jika aku hamil." Tangisan Zeya pecah.
"Jangan menangis lagi, sayang. Kamu dan aku masih bisa memiliki anak lagi."
"Kamu tidak bohong kan, mas. Aku masih bisa hamil?"
"Tentu saja, sayang. Sekarang kamu istirahatlah. Mas akan menunggu kamu, di sini."
Zeya mencoba memejamkan matanya dengan air mata yang masih terus saja mengalir membasahi pipinya.
Ya Tuhan, cobaan apa lagi yang kau berikan pada hamba-Mu ini. Jika ini adalah penebus akan dosa yang aku lakukan selama ini, aku rela dan ikhlas menjalaninya. Aturlah segala skenario terbaik dalam hidupku, aku hanya akan menjalani semuanya. Kuatkan aku dalam keadaan apapun. Sabarkan aku dengan proses apapun itu, dan ikhlaskan hatiku dalam hasil apapun dalam hidupku.
Bersambung
******************
Terima kasih buat semua yang telah membaca novel ini.
Kuret adalah nama sebuah alat bedah yang digunakan untuk mengeluarkan jaringan dari dalam rahim. Tindakannya disebut dengan kuretase. Prosedur kuret atau kuretase umumnya memakan waktu sekitar 10–15 menit, dan pasien akan mendapatkan pembiusan saat menjalani prosedur ini.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 128 Episodes
Comments
Nani Aisyah
stiap baca q ikut nangis
2024-12-08
1
Ratnasihite
sabar dan ikhlas
2024-12-09
0
Raisha
aku ingin menjadi suami yg bisa kalian banggakan,, hah bangga punya suami yg cuma bisa nyakitin hati wanita, makan itu bangga... sok2an ceramah tp lu sendiri juga pendosa,, pinter ngomong sih lakinya tp gak tegas,, kalo aku sih ogah mending kabuuuuuurrr
2024-07-30
0