Trauma Delina

Semenjak kejadian itu Delina sudah malas sekali bertemu dengan Aldo. Teman prianya itu tetap saja mengejar-ngejarnya. Padahal jelas-jelas Delina sudah mengatakan bahwa dia sudah bertunangan.

"Delina ... tunggu!" teriak Aldo mengejarnya.

Lama-lama bukan risih lagi yang dirasakan oleh Delina. Dia merasa terganggu dengan Aldo yang setiap hari terus berusaha menggodanya. Delina sudah bersikap cuek bahkan terkesan ketus, namun itu tidak menghalangi niat Aldo.

"Tunggu!" ucapnya menarik lengan tangan Delina.

Seperti biasanya memang Aldo senang sekali mencegahnya pergi sambil menarik lengannya. Tetapi kali ini tangan Aldo mencengkeram lengan Delina. Semakin lama cengkraman tangan itu semakin terasa kuat.

"Aldo ... tolong lepaskan!" seru Delina kesal.

Bukannya melepaskan cengkeramannya, namun Aldo mendekatkan dirinya dengan Delina. Delina berusaha menghindar dengan mundur ke belakang sampai akhirnya mentok di tembok. Pria itu tersenyum menyeringai.

"Aldo tolong menjauhlah!" teriak Delina.

Pertama-tama Aldo mengunci tangan Delina agar tidak bisa memberontak. Aldo mendekatkan wajahnya ke wajah cantik Delina. Mendaratkan bibirnya di bibir Delina, memaksa masuk ke bibir Delina meski Delina berusaha menolak.

"To-tolong!" teriak Delina saat berhasil melepaskan bibirnya dari pangutan Aldo.

"Teriaklah sekeras-kerasnya. Tidak akan ada orang yang menolongmu," ledek Aldo.

Karena memang posisi mereka saat ini berada di tangga darurat. Masih ingat peraturan dari Mahesa bahwa Delina dilarang menaiki lift. Oleh karena itu, Delina selalu menggunakan tangga darurat untuk naik dan turun. Dan rupanya Aldo mengetahui hal itu dan memanfaatkan kesempatan.

"Aldo apa akan kamu lalukan?" jerit Delina.

"Aldo tolong jangan lakukan!"

Betapa paniknya Delina saat Aldo mulai membuka kancing bagian atas kemejanya. Tatapannya sudah memanas ingin segara menikam perempuan yang dicintainya itu. Ditambah seringainya yang membuat Delina semakin ketakutan.

"Diamlah Delina sayangku. Siapa suruh kau selalu menolak perasaanku?" desis Aldo sembari mendongakkan dagu Delina menghadap ke arahnya.

"Jangan Aldo!" teriak Delina.

"Aku mohon jangan lakukan!"

Untuk kedua Aldo *****4* bibir Delina. Tangannya sudah bermain dengan baju yang dikenakan Delina. Menyusup masuk ke dalamnya dan menyibakkan agar bisa meraba sesuatu di dalamnya.

Buliran bening sudah menetes keluar dari mata Delina. Semakin lama semakin deras buliran itu menaruh dan membasahi pipi mulutnya. Ingin berteriak sekencang-kencangnya, namun Aldo tak melepaskan pangutan di bibirnya.

"Delina aku sangat mencintaimu," ucap Aldo dengan napas yang menderu.

Tangis Delina terdengar sesenggukan. Dia sudah tidak bisa berkata apa-apa lagi. Berteriak juga akan sia-sia karena tidak akan ada orang yang mendengarkan. Sedangkan Aldo tak henti-hentinya melakukan aksi bejatnya itu.

"Delina kamu akan menjadi milikku seutuhnya," ucap Aldo saat akan melakukan inti dari aksinya. Pria itu sudah bersiap untuk menyetubuhi perempuan yang selama ini dia idam-idamkan.

Bug! Bug! Bug!

Tiga buah tinjuan mendarat begitu saja tepat di wajah Aldo setelah pria itu ditarik mundur menjauh dari Delina. Pukulan demi pukulan dilanjutkan sampai Aldo babak belur dibuatnya.

"Sudah aku katakan jangan pernah coba-coba mendekat atau mencelakakan Nona Delina," geram Ferdi.

"Kalau sudah begini aku tidak hanya akan memecat kamu. Tetapi kamu akan mendekam di dalam penjara dan hidupmu akan sengsara selamanya!" kecam Ferdi.

Beberapa orang petugas keamanan berkerumunan di tangga darurat. Sedangkan Delina sudah diamankan oleh Mahesa agar membuatnya lebih tenang.

Ferdi mencengkeram leher Aldo dan satu buah bogem paling keras mendarat. Disertai umpatan, "Mampu$ kau!"

Dihempaskannya tubuh Aldo yang sudah babak belur itu ke lantai. Ferdi berpesan, "Bawa dia ke kantor polisi!"

Pria itu berlalu dari sana dan untuk masalah Aldo ditangani oleh petugas keamanan. Hancur sudah hidupnya ketika bermasalah dengan Mahesa. Tidak hanya dipecat dan masuk penjara. Sudah dipastikan setelah keluar dari penjara nanti, tidak ada perusahaan yang mau menerimanya bekerja alis Aldo sudah dimasukkan ke daftar hitam.

**

Akibat kejadian itu Delina menjadi sakit dan trauma. Istri kedua tuan muda itu hanya menangis setelah kejadian itu. Dokter keluarga sudah didatangkan untuk memberikan obat penenang untuk Delina.

"Bagaimana keadaan menantu saya, Dok?" tanya Atmajaya kepada dokter.

"Kondisinya baik-baik saja. Cuma masih ada trauma yang membekas di hidupnya," jawab dokter.

"Saya permisi dulu ya, Tuan," pamit dokter usai memberikan obat untuk Delina.

Atmajaya menganggukkan kepalanya mendengar pamitan dari dokter. Mengalihkan pandangannya kearah putranya yang duduk di tepi tempat tidur.

"Bisa-bisanya ada pria lain yang ingin mencelakakan Delina. Kemana saja kamu selama di kantor? Istrimu enggak kau jaga dengan benar?" selidik Atmajaya.

"Maaf, Pa. Saat itu aku sedang ada rapat," balas Mahesa.

"Kamu kan bisa mengajaknya rapat. Jadi kaya gini kan. Bagaimana kalau rekan kerja tahu kalau istri kamu dilecehkan? Hah?" geram Atmajaya.

Kejadian ini membuat Atmajaya kecewa dan marah. Itu artinya putranya gagal menjaga menantu kesayangan. Dan dia tidak akan mengampuni siapa yang sudah berbuat keji kepada Delina.

"Siapa orang yang berani menyentuh menantuku?" tanya Atmajaya geram dengan pelakunya.

"Sudah berada di kantor polisi, Pa."

"Jangan sampai orang itu bisa keluar dari penjara. Dan buat hidupnya sengsara seumur hidup!"

***

"Dasar pria bod0h!" umpat Maharani mondar-mandir kesana kemari.

"Bisa-bisanya rencana kita gagal!" kesal Maharani.

Padahal Maharani dan Venya yakin kalau rencana mereka kali ini akan berhasil. Rencana membuat Delina dilecehkan oleh pria yang sengaja mereka bayar untuk melecehkannya. Ya, Aldo merupakan karyawan di perusahaan tersebut sekaligus pria bayaran untuk menggoda Delina.

"Argh! Sudah rugi banyak. Gagal lagi," gerutu Maharani.

"Kamu sudah membayar dia dimuka?" tanya Venya.

"Sudah Kak," jawab Maharani lesu.

Keduanya hanya bisa menelan kekecewaan akibat rencana yang gagal. Padahal sedikit lagi Aldo berhasil meny3tubuhi Delina. Dan dengan itu bisa membuat Delina diusir dari rumah itu.

"Masih ada rencana lain kan?" tanya Venya dengan menaikkan alisnya ala-ala orang jahat.

"Tentu saja masih," jawab Maharani yang seketika muka murungnya berubah semangat lagi.

"Baiklah. Permainan baru kita mulai," ucap Maharani tersenyum kepada kakak iparnya.

Dari kejauhan dua perempuan cantik itu melihat perempuan bergaya bodyguard masuk ke dalam rumah mewah itu. Perempuan dengan badan proporsional serta otot yang kekar. Mengenakan pakaian serba hitam persis bodyguard di film-film barat.

"Kak, siapa dia?" tanya Maharani kepada Venya.

"Entahlah," balas Venya menggendikkan bahunya.

Atmajaya yang menyambut perempuan itu. Mengajaknya duduk di ruang tamu dan berbincang-bincang. Banyak sekali yang Atmajaya sampaikan kepada perempuan itu.

"Aku akan turun untuk cari tahu siapa perempuan itu," kata Venya.

Keduanya sangat penasaran dengan siapa Atmajaya berbicara. Rumahnya jarang menerima tamu selain rekan kerja. Dan nampaknya perempuan berpakaian serba hitam itu bukanlah rekan kerjanya.

"Papa dia siapa?" tanya Venya setelah sampai dihadapan Atmajaya.

"Duduklah dulu Venya," jawab Atmajaya mengajarkan sopan santun kepada putrinya.

"Kenalkan dia adalah Lily. Dia akan menjadi ..."

###

Akan menjadi apa Lily? Prok ... prok ... prok ...

Masih ada rencana kejahatan Maharani dan Venya ya? Kapan neraka menyudahi kejahatan itu.

🌱Jangan lupa klik favorit, like dan komentar ya. Sehat dan sukses selalu.

Terpopuler

Comments

Sukliang

Sukliang

dak komen ya thor

2022-07-07

0

Amel Munthe

Amel Munthe

harusnya polisi membuka mulut aldo,, siapa dalang dr perbuatannya,, knp bisa dia melecehkan delila

2022-05-27

0

Pia Palinrungi

Pia Palinrungi

ternyata maharani sm vanya...yakinlah kalian kejahatan tdk akan menang...dan aq yakin delina akan selalu terhindar dr kejahatan yh kamu rwmcanakan krn author sangat sayang delina😀😀😀😀

2022-04-15

0

lihat semua
Episodes
1 Mendadak Nikah
2 Minta Cerai
3 Tuan Muda Dingin
4 Keputusan Papa
5 Kedatangan Istri Pertama
6 Mempermalukan Delina
7 Perlakuan Kasar Tuan Muda
8 Gara-gara Bercinta
9 Melihat Kemesraan Suami
10 Membalikkan Fakta
11 Tiket Honeymoon
12 Penyataan Cinta Pria Lain
13 Trauma Delina
14 Jatuh Cinta Pada Suami Sendiri
15 Diceraikan?
16 Tamu Misterius
17 Pengakuan Delina
18 Memfitnah Delina
19 Mengungkap Pelaku
20 Pelaku Utama
21 Bagaimana honeymoon kalian?
22 Istri Sesungguhnya
23 Dingin Tetapi Perhatian
24 Pria Dingin Mulai Mencair
25 Bercinta Tanpa Tutup Mata
26 Periksa Kandungan
27 Gagalnya Niat Jahat
28 Andaikan Aku Hamil ...
29 Kondisi Kandungan
30 Tuntutan Cerai
31 Awal Kisah Cinta
32 Pernikahan Pertama
33 Nama Pelaku Utama
34 Pernah Bertemu
35 Siapa Pengkhianatnya?
36 Tindakan Kasar
37 Bukan Fitnah Belaka
38 Skandal
39 Terkuaknya Skandal
40 Terjerat Kasus
41 Penyesalan
42 Surat Wasiat
43 Gadis Pilihan
44 Kecurigaan Atmajaya
45 Tanggungjawab Besar
46 Meminta Bantuan
47 Sesuatu untuk Delina
48 Maharani Masih Bertingkah
49 Proses Kehidupan
50 Bangga Kepada Delina
51 Impian Bersama
52 Kasmaran
53 Kabar Bahagia
54 Kecurigaan Mahesa
55 Kemurkaan Mahesa
56 Delina Syok
57 Pengakuan Ferdi
58 Hampir Bunuh Diri
59 Asal Usul Delina
60 Keberadaan Delina
61 Berjuanglah
62 Godaan
63 Penyamaran
64 Tergoda
65 Semena-mena
66 Peringatan!
67 Pertemuan Tak Sengaja
68 Menikah?
69 Menghilangnya Mahesa
70 Mengakulah
71 Memata-matai Delina
72 Pindah Rumah
73 Jual Diri?
74 Tempat Penitipan Anak
75 Kabar Kehamilan
76 Proses Persalinan
77 Batal Cerai
78 Usaha Mahesa
79 Masih Berusaha
80 Tantangan Untuk Mahesa (1)
81 Tantangan Untuk Mahesa (2)
82 Persaingan Dimulai
83 Perempuan Penggoda?
84 Mahesa Terus Berusaha
85 Keputusan Akhir
86 Syarat Aneh
87 Rencana Rahasia
88 Rahasia Ferdi
89 Bikin Ulah
90 Siapa Dia Sebenarnya?
91 Mempermalukan Diri Sendiri
92 Orang Dalam
93 Undangan Pernikahan
94 Ancaman Untuk Mahesa
95 Acara Pernikahan
96 Mengungkap
97 Memperbaiki Nama Baik
98 Buka Puasa
99 Buka Puasa (2)
100 Jodohin?
101 Mulai Bucin
102 Mahesa Cemburu
103 Ziarah
104 Kunjungan Kerja
105 Tertinggal
106 Cinta Satu Malam
107 Anak Kedua
108 Gagal Makan Malam
109 Akhiri Perjodohan!
110 Sebuah Rahasia
111 Pesan Terakhir
112 Kesibukan Ferdi
113 Kerja Sampingan
114 Kerja Sampingan (2)
115 Hubungan Delina dan Ferdi
116 Bertemu Nenek
117 Perkara Anak
118 Kekecewaan Delina
119 Surat Panggilan
120 Ancaman
121 Bujukan Robby
122 Menerima Kenyataan
123 Hasil Tes DNA
124 Anak Angkat
125 Waspada
126 Ulang Tahun
127 Berkunjung ke Lapas
128 Ketakutan Delina
129 Pura-pura Baik
130 Disukai Anak-Anak
131 Istri Rasa Simpanan
132 Senjata Makan Tuan
133 Suami Venya
134 Terungkap
135 Perubahan Sikap
136 Pamitan
137 Membaik
138 Kedatangan Tamu
139 Menguping
140 Terlambat Pulang
141 Cerita Kematian
142 Informasi dari Robby
143 Baper
144 Pakaian Dinas Malam
145 Jangan Jadi Pelakor
146 Mengaku-ngaku
147 Hanya Satu Bukti
148 Bicara Empat Mata
149 Terus Terang
150 Tidak Tergoda
151 Perkiraan Robby
152 Dugaan
153 Berkenalan
154 Meminta Bantuan
155 Rencana Delina
156 Pengacara
157 Telepon Tidak Dikenal
158 Meminta Bantuan
159 Rencana Resepsi Pernikahan
160 Detik-detik Pernikahan
161 Cie ... Go Public
Episodes

Updated 161 Episodes

1
Mendadak Nikah
2
Minta Cerai
3
Tuan Muda Dingin
4
Keputusan Papa
5
Kedatangan Istri Pertama
6
Mempermalukan Delina
7
Perlakuan Kasar Tuan Muda
8
Gara-gara Bercinta
9
Melihat Kemesraan Suami
10
Membalikkan Fakta
11
Tiket Honeymoon
12
Penyataan Cinta Pria Lain
13
Trauma Delina
14
Jatuh Cinta Pada Suami Sendiri
15
Diceraikan?
16
Tamu Misterius
17
Pengakuan Delina
18
Memfitnah Delina
19
Mengungkap Pelaku
20
Pelaku Utama
21
Bagaimana honeymoon kalian?
22
Istri Sesungguhnya
23
Dingin Tetapi Perhatian
24
Pria Dingin Mulai Mencair
25
Bercinta Tanpa Tutup Mata
26
Periksa Kandungan
27
Gagalnya Niat Jahat
28
Andaikan Aku Hamil ...
29
Kondisi Kandungan
30
Tuntutan Cerai
31
Awal Kisah Cinta
32
Pernikahan Pertama
33
Nama Pelaku Utama
34
Pernah Bertemu
35
Siapa Pengkhianatnya?
36
Tindakan Kasar
37
Bukan Fitnah Belaka
38
Skandal
39
Terkuaknya Skandal
40
Terjerat Kasus
41
Penyesalan
42
Surat Wasiat
43
Gadis Pilihan
44
Kecurigaan Atmajaya
45
Tanggungjawab Besar
46
Meminta Bantuan
47
Sesuatu untuk Delina
48
Maharani Masih Bertingkah
49
Proses Kehidupan
50
Bangga Kepada Delina
51
Impian Bersama
52
Kasmaran
53
Kabar Bahagia
54
Kecurigaan Mahesa
55
Kemurkaan Mahesa
56
Delina Syok
57
Pengakuan Ferdi
58
Hampir Bunuh Diri
59
Asal Usul Delina
60
Keberadaan Delina
61
Berjuanglah
62
Godaan
63
Penyamaran
64
Tergoda
65
Semena-mena
66
Peringatan!
67
Pertemuan Tak Sengaja
68
Menikah?
69
Menghilangnya Mahesa
70
Mengakulah
71
Memata-matai Delina
72
Pindah Rumah
73
Jual Diri?
74
Tempat Penitipan Anak
75
Kabar Kehamilan
76
Proses Persalinan
77
Batal Cerai
78
Usaha Mahesa
79
Masih Berusaha
80
Tantangan Untuk Mahesa (1)
81
Tantangan Untuk Mahesa (2)
82
Persaingan Dimulai
83
Perempuan Penggoda?
84
Mahesa Terus Berusaha
85
Keputusan Akhir
86
Syarat Aneh
87
Rencana Rahasia
88
Rahasia Ferdi
89
Bikin Ulah
90
Siapa Dia Sebenarnya?
91
Mempermalukan Diri Sendiri
92
Orang Dalam
93
Undangan Pernikahan
94
Ancaman Untuk Mahesa
95
Acara Pernikahan
96
Mengungkap
97
Memperbaiki Nama Baik
98
Buka Puasa
99
Buka Puasa (2)
100
Jodohin?
101
Mulai Bucin
102
Mahesa Cemburu
103
Ziarah
104
Kunjungan Kerja
105
Tertinggal
106
Cinta Satu Malam
107
Anak Kedua
108
Gagal Makan Malam
109
Akhiri Perjodohan!
110
Sebuah Rahasia
111
Pesan Terakhir
112
Kesibukan Ferdi
113
Kerja Sampingan
114
Kerja Sampingan (2)
115
Hubungan Delina dan Ferdi
116
Bertemu Nenek
117
Perkara Anak
118
Kekecewaan Delina
119
Surat Panggilan
120
Ancaman
121
Bujukan Robby
122
Menerima Kenyataan
123
Hasil Tes DNA
124
Anak Angkat
125
Waspada
126
Ulang Tahun
127
Berkunjung ke Lapas
128
Ketakutan Delina
129
Pura-pura Baik
130
Disukai Anak-Anak
131
Istri Rasa Simpanan
132
Senjata Makan Tuan
133
Suami Venya
134
Terungkap
135
Perubahan Sikap
136
Pamitan
137
Membaik
138
Kedatangan Tamu
139
Menguping
140
Terlambat Pulang
141
Cerita Kematian
142
Informasi dari Robby
143
Baper
144
Pakaian Dinas Malam
145
Jangan Jadi Pelakor
146
Mengaku-ngaku
147
Hanya Satu Bukti
148
Bicara Empat Mata
149
Terus Terang
150
Tidak Tergoda
151
Perkiraan Robby
152
Dugaan
153
Berkenalan
154
Meminta Bantuan
155
Rencana Delina
156
Pengacara
157
Telepon Tidak Dikenal
158
Meminta Bantuan
159
Rencana Resepsi Pernikahan
160
Detik-detik Pernikahan
161
Cie ... Go Public

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!