"Kan kita sama-sama belajar bang, masa perbedaanya saja Abang tidak tahu"
"Abang lupa dek"
Sambil menyeringai
"Hehehe"
Setelah mereka beristirahat mereka pun bangkit
"Bang mau kemana sekarang, pulang atau jalan jalan dulu di hutan"
"Kita jalan jalan dulu dek, biar tau kondisi hutan ini bagai mana siapa tau ada kehidupan lain seperti manusia"
"Iya bang, sudah lama kita tidak berinteraksi dengan manusia lain semenjak kita datang ke dunia ini"
"Ayo dek kita berangkat"
Mereka pun pergi masuk lebih dalam ke hutan yang sangat lebat dan tertutup kabut.
Sudah lama berjalan tiba tiba terdengar sesuatu.
"Bang, dengar tidak"
"Dengar apa dek"
Respon dan pendengaran Lili sangat bagus jadi dia mendengarkan sesuatu meskipun agak jauh.
"Itu ada suara keributan, dan teriak minta tolong"
"Iya dek yuk kita dekati sumber suaranya"
"Iya ayo bang"
Mereka pun bergegas menghampiri sumber suara itu.
Petapa kagetnya Yudi dan Lili melihat 2 orang goblin yang sedang di serang manusia serigala.
Tidak pikir panjang Yudi pun menolong ke dua goblin itu, dengan menggunakan serangan sihir elemen api.
"Tembakan bola api...."
Wus....wus......
Bola api keluar dari tangan Yudi dan melesat ke arah manusia serigala.
Bam ......
Hantaman bola api mengenai tanah, daun dan ranting kering yang terkena hantaman bola api milik Yudi seketika terbakar habis dan menjadi debu.
Melihat serangan Bola api tersebut, kawanan manusia serigala kaget dan bergetar seluruh tubuhnya mereka merasa ketakutan.
Salah satu pemimpin manusia serigala itu melolong.
A...u....
Setelah lolongan itu kawanan manusia serigala itupun kabur dari tempat itu dengan berlari kocar-kacir.
Lili menghampir salah satu goblin yang sedang terluka, luka sayatan akibat terkoyak gigitan manusia serigala, dan lebam di sekujur tubuhnya. Karena saat menggigit manusia serigala itu sambil membantingnya sekiri dan kekanan.
Lili berniat untuk mengobati goblin yang terluka itu, tetapi tanpa di duga teman si goblin menerjang dan menyerang Lili.
Yudi dengan sigap menghalangi pergerakan goblin yang sedang menerjang Lili, dia pun berhasil menangkis serangan dari goblin itu.
Akibat tangkisan dari Yudi goblin itu pun terpental beberapa meter kebelakang.
Goblin itu pun mengerang marah
"E...ag...."
gambar hanya ilustrasi
Matanya merah dan memancarkan aura membunuh
"Pergi.....tinggalkan tinggalkan kami"
Dengan nada berat dan mengancam
"Atau aku akan membunuh kalian"
Goblin itu terus mengerang dan mengancam supaya Yudi dan Lili tidak menggangu mereka dan pergi meninggalkan mereka.
"Tenang.... Bro goblin, kita buka orang jahat ko, kita mau menolong kalian"
Yudi membujuk goblin tersebut yang sedang marah, dan dia terus meyakinkannya agar percaya.
"Iya om goblin kita mau menolong teman om goblin yang sedang terluka ini"
Lili menunjukan wajah polosnya di depan goblin itu.
"Kalau tidak segera di tolong teman om goblin ini bisa mati"
Goblin itu pun percaya dan berhenti mengamuk. Dan Lili pun segera mengobati goblin yang sedang terluka itu.
Lili menyuruh goblin tersebut
"Om goblin tolong bawakan air ya"
Karena di sana dekat dengan sungai yang mengalir dan airnya bersih, goblin itu pun menjawab perintah Lili.
"Baik nyonya"
Goblin itu pun segera pergi mengambil air dengan menggunakan tanduk yang besar dan di jadikan tempat membawa air minum.
Sesampainya di sungai goblin itu pun segera menggambil air dan segera kembali ke tempat temannya terluka.
gambar hanya ilustrasi
Yudi berdiri siaga di hawatirkan kawanan manusia serigala itu kembali lagi
Goblin yang telah mengambil air segera memberikan air tersebut kepada Lili, dan tidak perlu waktu lama Lili mengambil airnya lalu menyiramkan semua air itu ketubuh goblin yang sedang terluka.
Setelah menyiram air Lili pun berdoa
"Dengan menyebut nama tuhan yang maha pengasih lagi maha penyayang, hamba mohon sembuhkan lah mahluk yang sedang tidak berdaya ini tutup lah lukanya hilangkan lah rasa sakitnya"
Kemudia Lili menempelkan tangannya di atas luka goblin, dan dia mengeluarkan sihir penyembuh.
Tangan Lili mengeluarkan cahaya biru, air yang tadi disiram di atas goblin yang terluka mulai bergerak, air tersebut bergerak menyerap darah dan kotoran yang ada di tubuh goblin tersebut.
Kemudia Lili mengangkat tangannya, air itu pun bergerak naik membentuk bola air yang kotor dan bercampur darah sehingga warnanya menjadi hitam kemerah merahan.
Air itu pun terus membesar dan menarik air lainnya yang ada di tubuh goblin yang sedang di obati, ketika air lainnya tertarik oleh bola air yang di angkat oleh sihir Lili, luka yang ada di tubuh goblin pun berlahan menutup.
Luka sayatan berlahan menutup dan kembali kebentuk semula seperti belum pernah terjadi luka yang besar, karena luka tersebut tertutup sempurna.
Goblin itu pun kembali sembuh tetapi mentalnya masih terluka dan sedikit trauma, dan tubuhnya masih lemas.
Goblin yang satunya segera menghampiri dan memeluk goblin yang baru di sembuhkan.
Sambil menangis
"Syukurlah kamu masih hidup"
"Aku sudah tidak apa-apa sayang"
Goblin yang Baru sembuh kemudian melirik Lili dan Yudi.
"Terima kasih nyonya dan tuan telah menyelamatkan kami"
Mereka bangun lalu berlutut di hadapan Lili dan Yudi
"Terima kasih nyonya dan tuan telah menyelamatkan saya dan menyembuhkan istri saya"
Yudi dan Lili saling menengok dan di dalam hati mereka saling berbicara
"Oh ternyata mereka suami istri"
Lili pun berbicara
"Sudah cepat lah bangun jangan berlutut seperti ini, kita memang harus menolong yang lagi dalam kesusahan"
Mereka pun bangun
Lalu Yudi bertanya
"Siapa nama kalian"
Setelah mendengar pertanyaan dari Yudi mereka pun saling menengok dan menampakan wajah bingung dan polos.
"Mahluk rendahan seperti kami tidak memiliki nama, tuan"
"Loch kenapa kalian tidak memiliki nama bagai mana kalian saling memanggil"
"Kami memanggil dengan julukan yang telah biasa di lontarkan oleh teman kami"
"Duh susah kalau memanggil nama dengan julukan, bagai mana kalau kalian saya kasih nama"
Mereka pun akhirnya mengobrol
Ke dua goblin itu sangat senang karena Yudi akan memberikan mereka nama
"Benarkah tuan Sudi memberikan kami nama, kami mahluk rendahan merasa terharu"
Wajah ke dua goblin itu berkaca kaca
"Apa susahnya memberi kalian nama, iya kan dek"
"Benar apa yang di katakan Abang, toh cuman kasih nama doang apa susahnya"
Lalu Yudi pun memberinama kepada Goblin tersebut
"Saya akan memanggil kamu dengan nama Goblas, tidak buruk kan kalau saya kasih kamu nama Goblas"
"Goblas....nama saya Goblas"
Goblin itu senang karena telah di berikan nama
"Nah kamu kan perempuan, saya akan panggil kamu Melia"
Lili memberikan nama kepada Goblin perempuan yang di obatinya
Goblin itu pun tersenyum bahagia
"Terima kasih nyonya sekarang nama saya Melia"
Setelah Yudi dan Lili memberikan nama ke dua goblin itu pun berlutut dan berkata dengan serempak
"Terima kasih tuan dan nyonya telah memberikan kami nama, kami akan mengabdi kepada kalian berdua"
Yudi pun menyaut
"Sudah ...sudah ... Tidak perlu di pikirkan"
Lili ikut berbicara
"Bangun lah jangan berlutut terus nanti lutut kalian sakit"
Goblas dan Melia pun bangun
"Ngomong ngomong nama tuan dan nyonya ini siap"
Goblas bertanya
"Oh iya Sampe lupa memperkenalkan diri, Saya Yudi dan ini istri saya Lili"
"Tuan dan nyonya sudikah kiranya ikut dengan saya ke kampung goblin, dan wujud terima kasih saya kepada tuan dan nyonya. Saya akan mengadakan pesta perjamuan tuan dan nyonya"
Yudi dan Lili pun saling tatap dan saling mengangguk
"Baik lah kami ikut"
"Hore.....kalian memang baik"
Seru goblas.
***
*Jangan Lupa Kaka pembaca untuk
Like
Komen
Vote
*Rate**
*Biar Author lebih semangat untuk terus Update.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 255 Episodes
Comments
dark sistem
klise bangat masak om goblin ama bro goblin kn bisa goblin aja dan untuk tu pasangan geli bacanya masak iya panggil nya dek,bang gak menarik baca terlalu indonesian
2024-11-22
0
dark sistem
lebih masuk akal si goblin dari pada sepasang manusia itu dekk bang dekk bangg bangke lah
2024-11-22
0
dark sistem
masak iya mantra nya gitu kuno bangat tinggal bilang heal ama recovery kan mudah
2024-11-22
0