"Ayo bang, adek juga sudah ngantuk nih"
Lalu mereka pun pergi ke kamar tidur yang ada di bagian atas ruangan utama.
Setelah mereka sampai, saking lelahnya mereka langsung menjatuhkan diri ke atas kasur yang empuk.
Kamar tidur yang bersih dan rapi seperti baru di bereskan pemilik nya, padahal tempat ini telah lama di tinggalkan.
Tidak ada debu, jaring laba-laba dan yang lainnya, tempat yang sungguh terawat.
Mereka tidak merasakan keanehan sedikit pun bahkan mereka sepertinya nyaman dan terasa di hotel bintang lima.
Lili berkata manja
"Bang, adek kedinginan sini dong peyuk"
Kemudian Yudi pun mendekat dan memeluk Lili sambil mencium pipi dan telinga bagian belakang.
Lili pun mendesah
"Ach.....uch....ach.... geli bang"
Yudi hanya tersenyum melihat ekspresi Lili yang kegelian.
"Ini kan malam hanimun kita dek, yuk kita melakukanya"
"Bentar bang, adek berdebar gak karuan"
Lalu Yudi pun lanjut menciumi telinga sampai leher bagian belakang.
Lili pun kegelian dia menggeliat kekiri dan kekanan.
Dan terjadilah pertempuran yang dahsyat di antara mereka yang saling menyerang satu sama lain.
Setelah mereka lelah bertempur mereka pun tertidur lelap.
Suara ayam berkokok di dalam hutan yang lebat menandakan waktu telah pagi.
Mereka pun bangun dan menuju kamar mandi.
Setelah mereka mandi mereka masuk lagi ke kamar tidur untuk mengganti pakaian.
Disana Lili melihat rak baju yang besar, dia pun membukanya. Lili melihat senang karena di dalam rak tersebut berisi baju yang bagus-bagus.
Lili mencoba memakai pakaian tersebut
"Mudah mudahan pakaian ini muat"
Setelah memakainya ternyata pas sekali dengan ukuran bentuk badan Lili yang tinggi dan langsing.
Baju tersebut nampak seperti stelan abad pertengahan Eropa.
"Wah kamu terlihat cantik dek, memakai baju itu seperti tahun lebih muda"
Yudi memuji Lili
"Aku jadi bocah lagi dong bang kalau 10 tahun lebih muda"
Pipi Lili memerah karena pujian dari Yudi
Umur yudi sebenarnya adalah 25 tahun dan Lili 23 tahun mereka terpaut umur 2 tahun.
Tetapi ketika terlempar ke dunia ini Yudi seperti umur 20 tahun dan Lili seperti berumur 18 tahun.
"Ayo Abang juga pake pakaian ini, disini banyak pakaian laki-laki maupun perempuan"
"Iya dek, tolong pilihkan pakaian buat Abang ya"
Lili pun memilihkan pakaian untuk Yudi, pakaian yang elegan dan bagus untuk suasana santai.
Yudi memakai pakaian tersebut, dia nampak berwibawa seperti para bangsawan kaya. Ketampanannya terpancar wajahnya yang putih dan badannya yang bagus membuat Yudi seperti sosok paling tampan seantero jagat.
Setelah mereka berpakaian mereka pun membereskan tempat tidur dan menuju ruang utama.
"Dek duluan saja ke ruang utama, Abang akan buatin sarapan dulu"
"Kok Abang yang buat sarapan, kan seharusnya istri yang melayani suaminya dan membuatkan sarapan"
"Gak apa-apa adek duluan saja ke ruang utama"
"Baik bang"
Yudi pergi kedapur dan membuat sosis bakar untuk mereka sarapan.
Setelah selesai sarapan mereka pun kembali membahas tentang buku sihir dan berniat untuk mempelajarinya.
Mereka pun mulai membaca buku sihir tersebut, karena di atas meja ada 2 buah buku berukuran besar dan agak tebal Yudi pun membaca buku sihir yang didalamnya berupa sihir api dan angin. Sedangkan Lili membaca buku sihir Tanah dan air.
Di dalam buku tersebut banyak terdapat gambar, simbol dan bacaan mantra yang harus mereka hapal dan praktekan.
Setelah beberapa jam membaca dan memahami isi dari buku sihir tersebut mereka ingin mempraktekannya.
"Bang kita coba praktekan di luar yuk.."
Lili mengajak Yudi untuk mempraktekkan nya, dan mereka pun beranjak keluar rumah pohon.
"Coba Abang akan praktekan sihir Elemen api yang ada di buku ini"
Yudi pun mengangkat tangannya dan menengadahkan tangannya seperti orang yang akan berdoa, dan berniat untuk memunculkan api di telapak tangannya.
Ketika akan membacakan mantra
"Wahay...Roh...Ap...i"
Belum selesai membacakan mantra tiba-tiba api keluar dari tangan Yudi.
Api tersebut begitu besar sehingga Yudi yang mengeluarkannya pun menjadi panik.
Kebetulan kemarin malam hujannya agak deras, Lili melihat helm motor Yudi yang tergeletak penuh dengan air.
Lili berlari mengambil helm yang berisi air tersebut dan segera menyiramkannya ke tangan Yudi sehingga api yang ada di tangan Yudi padam seketika.
"Makanya hati hati bang, sihir Elemen api itu sangat berbahaya, nanti bisa terjadi kebakaran kalau Abang tidak bisa mengendalikannya"
Dengan nada yang marah dan sesikit panik
Yudi pun menyesal dan meminta maaf
"Iya dek maaf, Abang gak tau kalau Abang bisa mengeluarkan api yang sangat besar seperti ini. Padahal Abang belum beres membaca mantranya dan hanya membayangkannya saja keluar dari tangan"
"Oh iya kemarin adek baca dari surat tersebut Kunci dari Sihir"
Belum sempat melanjutkan Yudi langsung memotong perkataan Lili.
"Iya kunci dari sihir itu apa dek Abang lupa lagi"
"tadi kan Abang bilang baru membayangkannya saja lalu keluar api"
Yudi penasaran
"Iya kunci sihir itu apa cepat katakan"
"Masa Abang lupa kan kemarin adek baca keras keras"
Yudi sambil garuk-garuk kepala menunjukan wajah bodohnya di hadapan Lili.
"Maaf Abang lupa"
"Kata surat tersebut Kunci dari Sihir itu adalah Imajinasi, jadi bayangkan apa yang akan keluar dari tangan abang, lalu membaca mantra itu"
"Oh .....imajinasi ya. Soalnya tadi Abang membayangkan kebakaran, jadi efek yang keluar besar sekali"
"Ya pantes api yang keluar dari tangan abang begitu besar, coba bayangkan api kecil seperti korek api bang"
"Iya akan Abang coba"
Yudi pun mencoba lagi berkonsentrasi membayangkan api kecil yang keluar dari tangannya.
Ketika Yudi akan membaca mantra
"Wahai Roh......"
Api dari tangan Yudi keluar begitu saja, dia pun menjadi heran sendiri.
Lili yang berada dekat Yudi menyemangati
"Iya bagus bang, kalau apinya kecil begitu jadi tidak berbahaya"
"Padahal Abang belum selesai membacakan mantranya Loch dek"
"Wah Abang hebat, adek juga ingin mencobanya"
***
*Jangan Lupa Kaka pembaca untuk
Like
Komen
Vote
*Rate**
*Biar Author lebih semangat untuk terus Update.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 255 Episodes
Comments
AitchAre
apa ini
2023-09-16
0
Selika Indriani Kanzira
mueheheheehee
tapi adegan nya gk ada thorr
2022-02-10
5
ANM (PENGAMAT)
masi saya amati dulu thor
2021-12-11
1