Hallo semuanya! terima kasih banyak yang sudah mau baca novel ini.Semoga kalian suka.
Tolong berikan like dan komen.
Haappy reading
.........
Bernett gong berbisik ke telinga candice. " Aku terpikir ide"
Candice merasa terkejut dengan bisikan itu.
"Tidak perduli siapa diantara kita yang mendapatkan hak asuh.Kita tidak boleh memberitahu bryan cheng masalah ini dan kita harus tinggal bersama selama dua tahun"
Candice merasa terkejut.. Ide gila macam apa ini?? Sunggung tidak adil.
"Hak asuh bryan pasti jatuh ke tanganku, Dia tidak bisa hidup jauh dariku".Tolak candice penuh percaya diri.
"Jadi mulai besok kamu tinggal di rumahku sampai dua tahun ke depan" bernett gong tegas.
"Aku tidak mau". Matanya melotot ke arah wajah bernett .
" Kamu tidak punya hak menolak" Bernett melihat bryan mendekati jalan raya berlari ke arah anaknya.
Candice sangat geram. Apa maksudnya ini?? Bernett memaksanya untuk tinggal bersama. Dia ingin bisa mendekati bryan secara emosional.
Sudah gila ya dia..
Melihat bryan dan bernett gong bercanda ria di depan matanya candice merasa tidak tenang. Pria ini sungguh pintar mengambil hati anaknya.
Waktu sudah menunjukkan pukul sembilan malam mereka kembali ke istana bernett gong.. Setelah turun dari mobil bernett gong meletakkan bryan di atas pundaknya, berjalan menuju ke dalam rumah bryan ketawa keras sekali terlihat sangat bahagia.
Mengikuti mereka berdua dari belakang candice ikut tersenyum melihat anaknya begitu bahagia.
Sebagai seorang ibu kebahagiaan ananya juga merupakan kebahagiaan ibunya. Ini merupakan fakta dari kebanyakan ibu dari anaknya..
Setelah memasuki ruang tamu bryan duduk di atas pangkuan bernett gong.. Bernett tidak tahan melihat wajah lucu anaknya menciumi wajah anaknya secara gemas membuat bryan kembali tertawa.
Melihat pemandangan ini candice merasa tersentak hatinya.. Pria ini kalau berbicara dengannya seperti iblis.. Namun, kalau berbicara dengan bryan cheng seperti malaikat..
Merasa di abaikan candice mengajak mandi anaknya. "Bryan sayang, ayo mandi."
" Mommy, aku hari ini ingin di mandikan oleh daddy, boleh ya.?" Wajah anaknya seperti memohon persetujuan.
Candice sangat geram.Anaknya sudah mulai terikat oleh bernett gong, ini bukan hal bagus.
Bernett gong merasa bahagia melihat wajah memerah karena kesal.. Anaknya juga mulai dekat dengannya.
"Daddy, mandikan kamu ayo.Besok-besok juga daddy akan memandikan kamu bryan." Bernett merasa senang dengan ketergantungan anaknya ini.
"Baik. "Jawab bryan cheng dengan semangat.
Saat mereka sudah naik. Candice melihat para pelayan sudah tidak terlihat lagi.Ia ikut-ikutan naik ke kamar bernett gong.
Di dalam kamar mandi bernett gong memandikan bryan pertama kali sangat antusias. Bernett gong menatap anaknya dengan kulit bersih wajahnya persis dengan dirinya. Hanya satu hal yang membedakan mata bryan cheng lebih besar seperti punya ibunya.
"Daddy, kakek dan nenek kemana sih ?" tanya bryan penasaran karena tidak melihatnya daritadi.
"Oh, mereka tinggal di luar negeri.Kapan-kapan kita cari waktu menemui mereka"
"Oke, baiklah."
Candice masuk ke kamar bernet seluruh ruangan ini di dekorasi nuansa lelaki. Ia duduk di kursi kamar yang berada di sudut.
Selesai mandi bernett gong membalut tubuh kecil bryan cheng dengan handuk dan meletakkan di atas kasur. Karena bryan tidak membawa baju ganti, di istana ini di bangun satu ruangan untuk anak-ank disana ada banyak baju anak.
"Bryan, daddy mengambil baju dulu di kamar sebelah, kamu jangan turun dari ranjang oke"
"Oke daddy."
Melihat ini candice merasa takjub. Pria dingin, arogan dan keras kepala ini. Ternyata punya sisi lemah lembut dan punya sisi kebapakan.
Sebenarnya, kalau bryan punya ayah yang seperti dia juga merupakan hal bagus.
Candice merasa kesal dengan fikirannya barusan. Masak iya dia tersentuh melihat sikap bernett gong terhadap anaknya.
Bernett gong kembali dari kamar anak-anak melihat candice duduk di sudut. " Hey, kamu juga mandi sana."
Candice menjawab dengan tergagap. " Aku.. aku.. tidak membawa baju ganti.Aku tidak mandi dech."
"Itu jorok, mommy. Pokoknya kamu harus mandi." Jawan bryan cheng kesal.
"Aku bisa ambilkan pakain ganti untukmu." ucap bernett gong dengan senyum licik. Aku punya semua pakaian di rumah ini pakaian anak-anak saja ada.. Lalu bernett gong pergi lagi dari kamar.
Candice merasa bingung mau ambil dimana orang itu..??
Tidak lama kemudian bernett gong masuk dengan membawa 3 piyama wanita. Ketiganya punya model berbeda, tapi semua bahannya sangat tipis. Ia menaruhnya di atas ranjang.
"Kamu pilihlah salah satu." bernett dengan senyuman licik.
Melihat piyama berbahan tipis, wajah candice memerah. " Aku tidak mau pakai."
" Kalau tidak mandi, kamu dilarang naik ke ranjangku."
"Kalau bukan karena anakku, siapa juga yang mau naik ranjangmu?"
"Ada banyak wanita yang mau antri untuk naik ke ranjangku."
Mendengar kata-kata barusan candice memanfaatkannya. "Tuh, bryan , lihat sendiri kehidupan pribadi daddymu. Hidupnya sangat kacau. Kamu kalau sudah besar jangan meniru dia ya."
"Jangan dengar kata mommy. Sampai detik ini aku hanya tidur dengan mommymu."Bernett gong mencoba mengklarifikasi..
Pria ini sungguh konyol, orang mana yang percaya akan ucapannya??
Bryan cheng mencoba memastikan. "Benarkah daddy, kamu hanya pernah tidur berdua dengan mommy"
"Iya, hanya tidur dengan mommy." Jawab bernett yakin.
" Berhenti.. Jangan bahas topik ini di depan anak-anak" Candice merasa kesal, ia takut anaknya akan dewasa sebelum waktunya..
Candice jelas tidak gampang tertipu seperti anaknya. Pria hanya berpikiran ************ wanita saja. Bagaimana dia bisa menahan selama empat tahun tidak melakukan hubungan ****??
"Cepatlah mandi mommy, sebentar lagi kita akan tidur bersama di kasur besar milik daddy". Bryan cheng lompat-lompat di atas kasur.
"Aku tidak mau pakai piyama bekas orang lain." Candice menatap wajah bernett gong.
" Piyama ini baru dan belum pernah di pakai orang lain."
"Tapi aku tidak mau pakai."Candice cemberut, atas dasar apa dia harus pakai piyama sexy di depan bernett gong.
Pria ini tersenyum nakal. "kalau kamu tidak berani pakai, berarti kamu mengakui tubuhmu tidak menarik"
"Tubuhku menarik kok" Jawab candice tegas.
"Kalau begitu pakai"
"Aku..... "candice sadar dia baru saja masuk jebakan pria ini..
Candice kembali menatap piyama di atas kasur, ia memilih piyama warna merah tua. "Ya sudah aku pakai, siapa takut??
Bibir bernett gong tersenyum penuh kemenangan..
Candice masuk kamar mandi dengan membawa piyama warna merah tua..
"Daddy, bisakah kamu jangan bertengkar dengan mommy lagi.. Biarkan dia melakukan yang dia suka". Bryan dengan cemberut
Bernett menoleh melihat wajah anaknya cemberut."Baik, daddy kedepannya tidak bertengkar lagi dengan mommy."
"Daddy janji ya, harus menyanyangi mommy seperti daddy menyanyangi aku."
Anak ini sungguh pintar, ingin sekali menyatukan mereka berdua...
"Iya daddy janji... Sini bryan daddy pakaikan pakaianmu"
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 440 Episodes
Comments
Kinanti Chennel
jujur dong gimana mrk bisa tdr bersama 4th yll.
biar bernet banti buat bals dendam juga mengamnil kmbali saham ayahnya
2023-01-01
1
Julang Safira Lahope
hhh
2022-04-15
0
Suminah
anak cerdas
2022-04-08
0