Hallo semuanya! terima kasih banyak yang sudah mau baca novel ini.Semoga kalian suka.
Tolong berikan like dan komen.
Haappy reading
.........
Selesai mandi candi mengenakan piyama merah tua. Tubuhya 165cm sangat cocok dengan piyama itu. Tapi, piyama ini terlalu terbuka dan sexy.
Ia berdiri di depan cermin.. melihat dadanya menyembul dari lubang v piyama ini. .Ia seperti setengah telanjang.
Ya tuhan. Candice sangat kesal dan malu. Sungguh dia tidak ingin memakai piyama ini di depan bernett.
Tetapi, kalau dia mengingkari kata-kata barusan, pria itu menertawakan dan meledeknya. Ia tidak ingin terlihat bodoh dan plin plan di hadapan pria itu. Setelah menenangkan diri, barulah ia memberanikan diri keluar.
Kalau di pikir-pikir lagi, selebrity sering memakai pakaian seperti ini di depan umum.Ia hanya memakai di hadapan satu lelaki saja, jadi apa yang salah?? Lagipula bernett pernah bilang tidak tertarik dengannya.
Candice keluar dari kamar mandi, rambut yang biasaa dia ikat dibiarkan tergerai..
Mendengar suara pintu kamar mandi terbuka, bernett gong berhenti bercanda dengan bryan cheng. Ia menatap ke arah kamar mandi, tatapannya sangat tajam, saat tatapannya jatuh ke arah tubuh candice matanya berbinar-binar.
Gila, candice cheng sangat cantik dan sexy. Kedua buah dadanya menyembul dari balik piyama.. Dia sudah seperti wanita selebrity terkenal..Kulitnya juga putih dan mulus, bernett gong terhipnotis oleh kecantikan dan keanggunan candice
"Wah... piyama mommy sangat indah dan bagus." Puji bryan melihat penampilan ibunya..
Menyadari tatapan liar bernett gong candice menutupi dadanya dengan kedua tangannya.. Jantungnya berdebar-debar. Setelah menenangkan diri sejenak. " Lihat apa kamu? Belum pernah melihat wanita pakai piyama?"
Bernett gong kembali tersadar seperti biasa menampilkan wajah dinginnya kembali. "Tidak ada yang menarik untuk dilihat."
Candice langsung emosi. " Kalau tidak menarik. Buat apa kamu menatapku?"
"Daddy, mommy sudah mandi, sekarang giliran daddy dong." Bryan cheng sudah tidak sabar merasakan tidur diantara mommy dan dady.
"Baik, sekarang daddy mandi ya."
Melihat bernett gong masuk kamar mandi candice menghela nafas lega. " Cepat tidur bryan, jangan berbicara lagi."
Bryan c dengan patuh tidur di pelukan mommynya... Candice mencium beberapa kali wajah anaknya..Kegembiraan bryan semakin besar.. Mereka berdua membalut tubuh mereka berdua dengan selimut abu-abu aroma tubuh laki-laki ini menempel di selimut.
Tidak lama kemudian terdengar pintu kamar mandi terbuka.Candice tahu itu bernett gong sudah selesai mandi. Rasa cemas langsung memasuki hatinya, meski mereka di pisahkan oleh tubuh bryan c,ia tetap merasa terancam dan takut.
Bagaimana bisa hanya dalam waktu sehari naik ke ranjang pria itu.???
Bernett gong menaiki sisi ranjang yang masih kosong untuk berbaring.
Mereka berdua saling berhadap hadapan sementara bryan di tengahya..
Berhadapan dengan pria sangat tampan membuat jantung candice berdetak kencang.. Ia harus mengakui, pria ini paling tampan yang pernah dia temui..
Dulu candice berpikir andreas lu pria paling tampan..Sekarang dia baru tahu ada pria sangat tampan dan hampir sempurna..
Bryan cheng bolak-balik badan ke sisi ayah dan mommynya dengan gembira. Ia sebentar menatap wajah mommy lalu mencium wajahnya, sebentar ke arah daddy sambil mencium wajahnya.. Terlihat wajah bahagia bryan cheng..
Candice menyuruh anaknya untuk segera tidur.
"Sudah, jangan gerak-gerak lagi, cepat tidur bryan."
Barulah bryan tidur terlentang..Kepala kecilnya tidak menutupi pandangan mereka berdua yang saling berhadapan.. Jadi candice menutup matanya daripada menatap wajah dingin itu..
Meski sudah tidur siang bryan cheng tidak pernah tidur sampai larut sekarang sudah pukul sepuluh malam.. Bryan menarik tangan mommynya untuk memeluk tubuhnya.. Ia memiliki kebiasan dari kecil, harus di peluk agar bisa tidur terlelap. .
Bernett gong heran kenapa bryan tidur harus di peluk ibunya.. Pemandangan ini , kelihatannya untuk memisahkan mereka berdua sekarang bukan waktu yang tepat..Toh, bryan di besarkan sendirian oleh ibunya, kalau tiba-tiba kehadiran ibunya tidak ada pasti anaknya sangat sedih..
Jadi sepertinya dia harus membutuhkan waktu yang lama.. Untuk mengambil hati anaknya dan menghilangkan ketergantungan pada sosok ibunya..
Bryan yang belum tidur mengambil tangan daddynya untuk memeluknya juga.. Awalnya tangan candice dan bernett gong tidak saling menempel.. Tapi, lelaki brengsek ini malah memindah tangannya bersentuhan dengan tangannya..
Ternyata pria ini sungguh brengsek dan cabul..
Candice yang tidak ingin membuat anaknya kecewa hanya diam saja akan gesekan sentuhan tangan bernett .
Api ***** bernett gong mulai naik.. merasakan sengatan listrik di tangan yang menempel pada kulit mulut candice..
Dari kecil sampai dewasa bernett gong baru menyentuh wanita sekali yaitu candice cheng saja. ..Dulu dia takut berdekatan dengan wanita..Tapi, sekarang di hadapan candice malah begitu berani..
Bernett gmharus diam menahan ***** liarnya... karena sekarang dia lagi menemani anaknya tidur. Setelah beberapa saat nafas bryan mulai stabil...Melihat anaknya sudah terlelap bernett gong mengecum lembut dahi anaknya..
Mendengar nafas stabil anaknya, candice tahu anaknya sudah terlelap.
Candice melepaskan pelukan pada tubuh bryan dan turun dari ranjang secara perlahan.
"Kamu mau kemana?"Suara bernett pelan..
"Aku tidur di kamar sebelah, bryan cheng kamu temani saja."
Tahu candice mau pindah kamar bernett gong merasa tidak senang. "Tidak bisa, kita harus menemani bryan tidur."
Candice tidak perduli ucapan bernett gong.Ia memakai sepatu lalu keluar kamar.Ia memilih kamar secara acak.
Setelah masuk kamar candice mengunci pintu.. Ia harus waspada karena dia berada di rumah bernett gong.
Bernett gong untungnya tidak macam-macam.Ia menemani tidur bryan di kamarnya.
Candice yang merasa aman langsung terlelap tidurnya... Sementara bernett gong tidak bisa tidur..mungkin dia terlelap sudah mendekati pagi.
Pagi hari...
Candice terbangun karena suara tawa bryan cheng.. Ia membuka tirai jendela melihat bryan cheng dan bernett gong sedang bermain sepakbola di lapangan rumput. Anaknya berlari kemana-mana, bernett gong sesekali memeluk anaknya.. Tidak sampai disitu bahkan bernett gong mengajari anaknya gerakan sit up. Ia memegangi sepasang kaki kecil anaknya, bryan berusaha keras bangun dari posisi terlentangnya.
Setelah sit up delapan kali bryan sudah tidak kuat lagi.. Mereka berdua tiduran diatas rumput.. Terlihah wajah bahagia keduanya..
Dari balik jendela candice menghela nafas lega.. Kebahagian ini selalu menjadi mimpi anaknya sejak lama.Dulu, setiap membawa bryan cheng ke lapangan rumput di sebelah rumahnya,kalau bryan cheng melihat ayah dan anak orang lain bermain bersama.. Bryan cheng pasti memilih duduk jauh-jauh di pinggir lapangan.. Namun, sekarang bryan sudah bisa merasakan bermain bola bersama dengan ayahnya.. Sekarang dia tidak perlu iri dan kecewa karena sudah memiliki ayah yang hebat.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 440 Episodes
Comments
Just Evie
Jangan egois candice...
2022-03-02
3
Juita Gianto
kebutuhan fsikologisnya terpenuhi,,dapat kasih sayang yg seituhnya
2021-11-28
2
Kakang Prabu
BRYAN SEKARANG HAPPY .. NGGAK KAYA PARA PEMBACA YANG MASIH PADA SUSAB KARENA MENANGGUNG BEBAN HIDUP! wkwkwk
2021-11-24
0