Hallo semuanya! terima kasih banyak yang sudah mau baca novel ini.Semoga kalian suka.
Tolong berikan like dan komen.
Haappy reading
.........
Keluar dari kamar mandi perasaan candice merasakan kegusaran. Mengapa dia datang kesini?? Dia masih merasa takut akan peristiwa menampar tadi.
Tembok ruang makan di cat warna emas. . Ruang makan sangat mewah menyerupai hotel bintang lima.
Bryan merasa sangat gembira. Karena rumah daddynya sangat besar..
Bernett gong mendudukkan bryan cheng di kursi dan dia duduk di sebelahnya. Sementara candice duduk di sebelah anaknya.. Bryan cukup senang makan diapit kedua orang tuanya.
"Bryan cheng mau makan apa, biar daddy ambilkan" Tangan bernett gong baru saja akan mengambil lauk untuk bryan berhenti udara karena ucapan candice.
"Biarkan dia makan sendiri,jangan di suapi." Ucap candice..
Bryan cheng mendukung mommynya. " Benar, aku bisa makan sendiri, daddy tenang saja"
Bernett merasa pasrah. Padahal dia berniat untuk memanjakan anaknya.
Tangan bryan cheng mulai menyendok makanan di dalam piringnya. ..Candice mengambilkan nasi dan beberapa lauk untuk bryan cheng.
Di tengah saat makan bryan berbicara kesana kemari. "Lihat mommy, rumah daddy sangat besar dan bagus.Malam ini kita harus tidur disini mommy" bryan cheng menatap mommy nya penuh harap akan mengambulkan permintaannya..
Candice cheng langsung tersedak makanan karena ucapan bryan. "uhuk.. uhuk.."
Ia reflek menutup mulutnya terbatuk beberapa kali.
"Mommy kenapa?? Apakah kamu tidak enak badan?" bryan cheng menepuk lembut punggung mommynya..
Selera makan candice langsung menghilang dia menyudahi makannya yang belum habis di piring..
Bernett gong merasa suram. Apakah permintaan anaknya begitu tidak masuk akal hingga membuat mommynya kesal..
"Bryan cheng, cepat habiskan makananmu.. Habis ini kita segera pulang."
"Tidak mau.. Aku ingin tidur dengan mommy dan daddy malam ini." Bryan cheng sangat kesal, karena selama ini hanya tidur dengan mommynya saja.
Pipi candice cheng langsung memerah. Sementara bernett gong tetap makan dengan santai..
Bryan cheng memperlihatkan expresi manja. " Ayolah, mommy kumohon."
Candice merasa kebingungan harus menjawab apa. Tiba-tiba terdengar suara bernet gong.
"Iyakan saja sudah."
"Tidak bisa" candice langsung menatap tajam ke arah bernett gong..
Ia bisa menuruti apapun permintaan anaknya. Tapi, kalau harus tidur bersama dengan pria brengsek, ia sama sekali tidak mau.
Candice cheng pikir anak ini akan langsung patuh ajakan mommynya pulang. Anak ini tahu mommy dan daddy tidak mencintai. Apakah anak ini bermaksud untuk menyatukan mereka berdua.??
Bryan cheng menaruk sendok di meja. Meletakkan tangan di lutut dan membenamkan kepalanya di atas lutut. " huaaaa... bryan menangis dengan keras"
Candice terkejut, hari ini sebenarnya anaknya kenapa sih..?? Mengapa hari ini tiba-tiba tidak patuh?? Anak ini biasanya jarang menangis. Ia sampai sudah lupa kapan anaknya menangis terakhir kali.
" Aku ingin tidur dengan daddy dan mommy. Pokoknya aku ingin."
Tangisan bryan malah semakin menjadi-jadi.
"Bryan cheng, makan ya makan saja. Tidak usah sambil menangis."Tegur candice.
"Kalau mommy tidak janji tidur dengan dady malam ini, aku tidak mau makan."
Bernett gong tetap makan seolah tidak terjadi apa-apa. Ia dalam hatinya berfikir, acting anaknya boleh juga.Demi membuat daddy dan mommynya tidur bersama, bryan rela berusaha keras...
"Bryan cheng, kalau kamu tidak mau berhenti menangis kita pulang saja"
Tangis bryan cheng semakin keras. "Huaa.. hua.. tidak mau.. tidak mau.. Mommy aku dari kecil tidak pernah tidur bersama daddy, sekarang aku ingin mencoba bagaimana rasanya"
Bernett gong berusaha menengahi.." Sudah.. sudah.. Hari ini mommy dan daddy akan menemani kamu tidur.. berhenti menangis ya".
"Heh.. kamu" candice melotot ke bernett gong..
Apa maksud dari pria ini?? Sejak kapan dirinya berkata iya??
Bernett gong menatap dingin candice.
" Anakmh sudah menangis sampai begini, kamu masih tega menolaknya??
Menyanyangi anak saja kamu tidak bisa, bagaimana mau dapat hak asuh?"
Pria ini mengancam dengan mengungkit hak asuh anak..
"Aku sangat menyanyangi anakku." Candice berusaha mendebat.
"Kalau kamu menyanyangi anakmu, menuruti permintaannya saja kamu tidak bisa. Lagipula bryan dari kecil tidak pernah mendapat kasihsayang dari ayahnya. Ia hanya meminta kita menemani tidurnya, itu juga bukan permintaan yang berlebihan."
Candice cheng..... bingung harus mendapat apa..
Bryan cheng tidak mengerti pembicaraan barusan. Melihat ibunya tidak menjawab, bryan mengartikan ibunya setuju. Bryan cheng la langsung memeluk pinggang candice dengan wajah tersenyum. "Terima kasih, mommy"
Melihat wajah bahagia anaknya. Candice mana tega kembali mencoba menolak..
"Ya sudahlah. Mommy turuti permintaanmu, cepat habiskan makananmu" Candice mengela nafas pasrah.. Ia dalam hati merencanakan sesudah bryan tidur dia akan pindah ke kamar sebelah.
"Iya, aku pasti habiskan makananku". bryan cheng menjamin.
Selesai makan, waktu masih belum larut malam. Bryan c juga barusan bangun tidur, jadi masih sangat semangat dan sama sekali belum terlihat mengantuk..
Bernett gong berencana mengajak anaknya jalan-jalan ke taman kota untuk bersantai..
Bryan jelas mengajak mommynya ikut. Lagipula candice tidak bisa merasa tenang melepas bryan cheng pergi dengan bernett gong, jadi ia mengiyakan ajakan anaknya..
Ketika berjalan-jalan di taman.Candice melihat anaknya loncat kesana kemari sudah seperti seekor kelinci. .Bryan terlihat sangat senang, ternyata lelaki ini sudah mengambil hati anaknya..
Semua yang terjadi hari ini sudah seperti rollercoaster hatinya naik dan turun sangat cepat. .
Bagaimana caranya bryan bisa mendapat akses dengan pria terkaya di dunia?? Seberapa banyak menebak, candice tidak menemukan jawabannya..
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 440 Episodes
Comments
Pratiwi Mulyani
seperti ny tuan. gong gak merasa bersalah
2021-11-14
2
Susan Azriel
wah bagus bngt cerita nya thor
2021-10-18
1
Har Tini
lanjuty
2021-09-30
0