CHP 18 :
Elaina sedang mengerjakan apa yang seharusnya dia lakukan, para pelayan di sini sangat sibuk karena mansion Duke Frankes sangatlah luas, bahkan luasnya 5% dari kota kekuasaan Duke Frankes.
'Omong - omong, Aruto... Apakah dia tidak bekerja? Aku tidak melihatnya di sini?'
'Hm... Jika di pikir - pikir apakah aku terlalu menjauh dari Aruto, apakah seharusnya sedikit terbuka dengannya lagi?'
'Ya sepertinya begitu, jika aku terus melakukan ini? Aruto pasti akan mulai curiga dan menyelidiki apa yang terjadi!'
Elaina terlambat menyadarinya, semua persiapan sudah di persiapkan oleh Ren dengan matang, semua aktor akan memainkan peran - peran mereka masing masing.
Dunia ini seperti bagaikan kotak permainan. Semua yang ada di dalamnya hanya kumpulan mainan bagi Ren.
Ren dengan mudah bisa menghancurkan kotak permaiman dengan sangat mudah, Jika ada Mainan yang bagus maka akan di mainkan olehnya, jika mainan itu jelek maka mainan itu akan di hancurkan oleh Ren dengan cara yang kejam.
'Apakah aku harus bertanya ke pelayan lain?Hm....'
Tak! Tak! Tak!
Langkah kaki terdengar mendekat dari koridor, terlihat seorang Maid berambut pirang dengan membawa sebuah mampan makanan di tangannya.
"Permisi,apakah kau pelayan baru di sini?" Panggil
"Iya, saya pelayan baru di sini? Saya datang beberapa hari yang lalu." Ucap pelayan itu
"Begitu... Oh ya apakah kau melihat pria berumur 20 tahun keatas Aruto Kanza, dia adalah Butler di sini..."
"...apakah kau melihatnya?" Tanya Elaina.
"Kalau itu ,saya tadi melihat ada sesorang Butler yang tadi pergi tadi pagi... Mungkin itu orang yang kau cari?" Pikir Pelayan itu.
Mendengar itu dari pelayan baru itu, Elaina menjadi sedikit terkejut.
"Kemana dia pergi?"
"Mungkin ke dalam kota?"
"Baiklah terimakasih! Kamu tolong selesaikan tugasku ini! Aku minta tolong!"
Elaina pergi sebelum tugasnya selesai, tetapi sebelum itu Elaina meminta tolong kepada Pelayan baru itu untuk menyelesaikannya karena dia juga pelayan.
"Baik." Ucap Pelayan baru itu.
Elaina segera berlari tanpa mengganti pakaian pelayannya dan segera menuju ke kota dengan cepat.
'Semoga saja Aruto tidak menemukan apapun petunjuk tentang kehamilanku!'
Berlari dengan cepat dengan memasang wajah cemas, Keadan yang tidak memungkinkan untuk berlari karena seharusnya saat baru saja hamil, Dia tidak boleh berlari.
Tetapi Elaina tahu bahwa kesehatan dan ketahanan janin 100, maka dari itu dia tidak terlalu khawatir tentang keselamatan janinnya. Tetapi yang terpenting saat ini adalah Aruto Kanza.
Sebuah hal yang tidak boleh di ketahui oleh Aruto , Aruto malah ingin menyelidiki hal itu. Kekhawatiran yang tidak seharusnya terjadi malah terjadi.
Di balik orang yang berkumpul di jalanan kota , Sekilas Elaina melihat Aruto yang sedang berdiri di situ.
Dia sepertinya sedang berbicara kepada seseorang.
"Ah!" Tetapi Elaina tertabrak seseorang , sehingga Elaina memalingkan padangannya.
Hingga akhirnya Elaina kehilangan Keberadaan Aruto.
"Di-dimana dia!?"Panik Elaina.
Elaina terus mencari dan mencari tanpa henti akhirnya dia menemukannya ,tetapi saat Elaina ingin mendekati Aruto tiba - tiba Wanita yang tidak di kenal Elaina mendekati Aruto seperti sepasang kekasih.
Aruto dan dia memasuki sebuah kafe lalu memesan makanan. Dan makanan mereka sama!
[Pov Author End]
[Pov Elaina Di Mulai!]
Aku sangat terkejut dan tidak mempercayai kejadian ini!
Siapa wanita itu... Siapa?Siapa dia?
Aku sangat sedih!sangat sedih! Padahal aku sudah banyak menghabiskan banyak waktu dengan Aruto!
Tetapi kenapa!?Kenapa!? Dia tidak menceritakan tentang wanita itu!?
Padahal aku sudah sangat menderita, tetapi kejadian apa ini? Tetapi aku harus mempercayai Aruto, aku akan ke sana dan menemuinya!
Seperti itulah yang inginku lakukan...Tetapi... Aku tidak bisa bergerak, aku tidak memasuki ruangan itu! Tawa Aruto sangat berbeda saat dia bersamaku.
Wanita yang berada di depan Aruto sepertinya sangat mengenal Aruto lebih dariku... Aku... Sudah tidak punya tempat lagi...
Yah... Itu benar! Aku sudah tidak punya tempat lagi! Aku sudah tidak suci lagi, dia pasti sangat membenci itu.
Aku sangat ingin menangis! Sangat ingin! Sekali saja! Aku ingin menangis di pelukan seseorang! Sekali ini saja! Aku sudah tidak bisa menahan air mata ini!
Aku berlari! Berlari! Untuk menyembunyikan tangisanku! Semakin aku melihat semakin aku merasakan sakit di hatiku! Aku sudah tidak tahan lagi!
Aku berlari tanpa arah, yang terpenting aku sangat ingin orang lain tidak mendengar tangisan'ku lalu aku tidak sadar aku berlari ke gang sepi dan sempit.
Ah... Sekarang aku bisa menangis sepuasku! Aku akan mengeluarkan semua kesedihan itu sendiri! Aku sendiri sudah cukup.
Aku menangis dengan suara yang tersedu - sedu... Tetapi sebanyak apapun aku menangis, aku tidak bisa mengilangkan kesedihanku.
Tapi... Kenapa? Padahal kesedihan ini hanya kesedihan kecil saja? Aku tidak mengerti!
"Kenapa kau menangis Elaina?"
Aku mendengar suara seseorang... Suara itu? Aku sangat membencinya! Aku sangat membencinya!
Tetapi langkah kakiku tidak bisa menghentikan langkahnya, tubuhku bergerak sendiri.
Aku memeluk orang yang paling ku benci! Tapi saat aku memeluknya kenapa aku merasakan ketenangan saat aku di pelukannya? Tiba - tiba aku sangat ingin menangis di pelukannya.
Tetapi aku tidak boleh menangis di pelukan bajingan itu! Tetapi aku sangat ingin! Sangat ingin! Aku sangat ingin menangis di pelukannya!
Seperti keinginanku dan hatiku saling menolak satu sama lain. Aku harus melepaskan pelukan itu, tetapi aku tidak bisa melepaskannya.
'Tidak apa menangis...' Suara terdengar dari bajingan ini! Tapi ini sangat berbeda! Sangatlah berbeda!
Suara itu memberikan ketenangan dan keberanian untuk mengeluarkan sesuatu beban yang aku pikul sendiri.
Air mataku mulai menetes dari bola mataku, tetapi aku harus menahannya...
'Menangislah... Tidak apa... Kau boleh menangis...kau sudah tidak boleh menyimpan rasa sedih itu.'
Suara itu sudah seperti suara pahlawan yang sangat membuatku tenang.
Pada akhirnya aku menangis di dalam pelukannya... Aku akhirnya bisa menghilangkan rasa sedihku ini.
[Flash Back Elaina End]
Sementara itu Elaina menangis di dalam pelukan Ren, Sedangkan Ren hanya tersenyum jahat melihatnya.
'Sepertinya rencanaku berhasil.'
Benar semua kejadian itu adalah rencana Ren...
'Sebenarnya aku membuat pertemuan Aika dan Aruto di sana. Tetapi berbeda cara aku membujuk Aika supaya dia datang ke sana...'
'Sebenarnya juga aku yang tadi menabrak Elaina di jalan. Lalu tanpa di sadari oleh Elaina, aku memasangkan sebuah sihir
'Dan membuat perasaannya menjadi sangat sensitif kepada siapapun.'
'Ya... Tapi yang dia katakan Aika saat berbicara dengan Aruto semuanya tidak bohong,tetapi aku hanya mengubah sedikit sikap sebagai teman menjadi seperti kekasih.'
'Mungkin aku akan menikmati tubuh Aika itu setelah ini selesai hehe~'
'Tetapi aku merasa ada hal yang janggal dengan beberapa rencanaku... Seharusnya Elaina datang lebih lama dari yang ku kira '
'Tetapi untungnya aku bisa mempercepat pertemuan mereka juga, siapa yang berani ikut campur? Sungguh membuatku kesal!'
...
Pelayan baru itu baru menyelesaikan tugas Elaina yang di tinggalkan kepadanya.
Tetapi siapa pelayan itu? Dia begitu misterius.
'Ren Arata... Sang pahlawan mari kita adu rencana siapa yang lebih matang!'
'Aku Pasti...'
'Aku Pasti'
'Membunuhmu/..tidak akan kalah' Ren Arata dan Pelayan baru itu mengingkan sesuatu yang sama.
Author: Yoo... kali ketemu lagi, kali ini arc kedua akan memunculkan musuh yang menyusahkan bagi Ren, Adu kepintaran... tetapi author tidak pintar membuat yang seperti itu dengan sempurna.
Ya penginnya kayak pertarungan kepintaran Light Yagami Vs L di anime Delth Note hehehe.
Oh ya Jangan lupa Like,Vote,Komen dan Rate Bintang 5 ya, supaya Saya makin semangat buat updatenya.
...~Salam Dari Author Riza~...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 115 Episodes
Comments
Lari Ada Wibu
kekekek eue musuhnya🗿
2022-09-01
0
Berak di hutan
pelayan itu pasti adik pangeran atau dewa
2021-12-09
0
Guardians R
langit bisakah kau turun kan hujan dan petir aku ingin nenangis tanpa terlihat aku ingin teriak tanpa terdengar🗿
2021-10-26
0