Setelah kejadian itu, Elaina pun sedikit tenang dan khawatir, Alasannya kenapa? Ya Elaina sedikit tenang karena Ren tidak berniat membunuh Janin yang ada di dalam perut dirinya dan yang membuat Elaina sedikit khawatir adalah alasan Ren menyuruh dirinya untuk merawat janin ini sampai dia lahir lalu remaja.
Elaina mengira Ren melakukan itu pasti ada maksud tertentu. Sekarang yang di ketahui oleh kita adalah alasan kenapa Ren ingin Elaina merawat anak itu adalah karena Ren ingin menjadi seorang ayah.
Sekarang Elaina sedang menyapu lantai di koridor yang panjang dan luas, sepertinya Elaina sedang memikirkan sesuatu yang menjanggal dalam pikirannya.
'Kenapa Ren... Dia bukannya memperkosa ku sampai menghamiliku hanya untuk memuaskan nafsu birahinya saja?'
'Tapi...kenapa dia menyuruhku merawat anak yang ada di kandunganku sampai dia remaja?'
'Ini sangat membingungkan! Ya ini sangat membuatku bingung.'
'Tetapi yang membuatku ku khawatirkan adalah bagaimana caraku memberitahu tentang kehamilanku kepada Aruto?'
'Kenapa? Kenapa menyuruhku melakukan ini? Apakah dia hanya ingin membuat Aruto menderita?'
Dugaan yang tidak pasti, dan maksud yang tidak di ketahui. Rencana Ren sungguh brilian sangat jahat.
Lalu Elaina mulai mengingat - ingat tentang perkataan Ren yang di hutan.
'Lalu apa yang di maksud dengan "Ren yang ku kenal selama ini adalah tiruan?" Tetapi jika itu benar maka Ren yang baik pasti ada kemungkinan masih hidup?'
'Lalu siapa Ren yang berada di sini sekarang? Jika itu Ren yang asli ,seharusnya sifatnya menyamai dengan tiruannya?'
Tiruan itu di buat saat Ren masih sangat baik, Tiruan yang mencerminkan kebaikan dari Ren tetapi tidak mencerminkan kekuatan Ren.
Dengan kata lain,kekuatan Tiruan Ren Arata sangat lemah jika di bandingkan dengan Ren Arata yang asli.
Tetapi jika itu benar tiruan Ren Arata masih hidup? Siapa yang seharusnya kita dukung? Kebaikan atau kejahatan? Hero Atau Villain?
Terserah kalian mau mendukung siapa jika itu terjadi, tidak ada yang mempermasalahkan hal kecil itu.
'Kenapa ini bisa terjadi? Ini sama sekali tidak masuk di akal!'
...•••••••••••••...
Lalu di sisi Aruto Kanza, Dia sedang berada di perjalanan Ke Tempat Pengobatan , tempat yang terakhir kali Elaina datangi.
'Aku harap ,aku menemukan sesuatu yang berguna!'
'Elaina tunggu aku! Aku pasti akan menemukan sesuatu yang membuatmu berubah!'
Hal yang tidak seharusnya di selidiki oleh Aruto, tetapi malah dia menyelediki hal itu. Itu hanya akan membuat masalah makin runyam dan pada akhirnya akan ada yang tersakiti.
Tetapi saat dia mencapai tempat tujuannya.
"Ah... Ternyata tutup... Aku kurang beruntung!"
"Hm... Aku akan kesana besok pagi saja."
Aruto kembali dengan wajah murung karena dirinya tidak menemukan apapun, ya itu wajar karena tempat pengobatan itu tutup sampai besok.
Tidak ada gunannya masuk ke sana, sudah pasti di sana tidak ada orang.
Tetapi saat perjalanan kembali ke mansion keluarga Duke Frankes.
Seperti pertemuan yang tidak terduga... Dia bertemu seseorang...
"Aruto?" Seorang wanita yang berambut hitam panjang, dengan rambut tidak di ikat memanggil Aruto.
"Hm..." Balik Aruto untuk melihat siapa yang memanggilnya.
Pertemuan yang tidak terduga... Mungkin ini akan menjadi sesuatu yang menarik untuk di lihat.
"Ini Aruto kan?" Tanya Wanita itu yang tersenyum ramah.
"Iya... Hm... Kalau tidak salah Aika Nanesa ya?" Jawab Aruto yang agak ragu.
"Iya... Kamu benar. Etto sudah berapa lama ya?" Tanya Aika yang tersenyum.
"Mungkin 5 Tahun?" Jawab Aruto.
"Benar, Hm... Aruto, kamu habis dari mana?" Tanya Aika ke Aruto.
"Hm... Aku dari tempat kesehatan ,tetapi tutup. Ya jadi aku akan kembali."
"Oh ya, bagaimana kabarmu? Sudah lama kita tidak bertemu."
"Lebih baik kita bicara di kafe,supaya lebih lebih tenang enak buat bicara" Ajak Aruto.
"Benar juga."
...
Aika dan Aruto duduk saling berhadapan dengan sepiring makanan beserta segelas jus di hadapan mereka.
"Baiklah... Bagaimana kabarmu? Sudah lama ya kita tidak bertemu?" Aruto melanjutkan oborolan yang sempat di tunda tadi.
"Aku baik - baik saja, dan juga bagaimana kabarmu?" Tanya Aika.
"Aku baik - baik saja, Oh ya dimana kamu bekerja? Pasti kamu mendapatkan pekerjaan yang bagus" Tanya Aruto yang tersenyum ramah.
"Tidak... Aku cuma mendapatkan pekerjaan sebagai Guru , Khusus anak - anak Balita"
"Bukannya itu bagus, itu kan cita - citamu dulu saat kau masih kecil"
Aruto dan Aika adalah teman masa kecil.
"Iya, ohya sekarang kamu mendapatkan pekerjaan apa?" Tanya Aika.
"Aah...tidak terlalu keren, aku hanya mendapatkan pekerjaan sebagai kepala pelayan di mansion keluarga Duke Frankes"
Mendengar itu, Aika menjadi sedikit terkejut.
"Wah... bukannya itu luar biasa? Syukurlah..."
"Ahaha... Tidak sehebat dirimu..." Tawa Canggung Aruto.
"Oh ya Aruto... Aku sebentar lagi akan menikah dengan pria yang aku sukai... Apakah kau mau datang ke pesta pernikahanku?" Tawar Aika.
Selepas mendengar itu, Aruto menjadi sangat terkejut dan sangat senang dengan kabar yang di beritahu Aika.
"Tentu saja! Aku akan datang bersama dengan Tunanganku!" Semangat Aruto.
"Ah... Terimakasih, aku sangat senang kau mengajaknya juga." Senang Aika.
"Oh ya, kapan pesta itu di selenggarakan?" Tanya Aruto.
"Hm... 2 minggu lagi, Tapi kamu benar - benar harus datang ya, aku akan menunggumu!" Curiga Aika Karena dulu saat Aika dan Aruto kecil. Aruto memiliki kebiasaan yaitu melupakan suatu janji.
"Tentu saja ,aku pasti datang!" Senyum Aruto.
"Jika... Kau tidak datang, aku pasti akan mendatangimu dan menghajarmu sampai mati!" Ancam Aika.
"Aah... Tolong jangan lakukan itu..." Senyum canggung Aruto.
Sambil memakan makanan yang di pesan , Aruto dan Aika melakukan itu sambil bercanda ria...
Itu sudah seperti sepasang kekasih yang sedang makan bersama. Semua orang pasti akan mengira bahwa mereka adalah sepasang kekasih.
Tetapi Aruto dan Aika tidak tahu, ada seseorang yang melihat mereka dari luar.
Dia adalah seorang wanita yang sedang melihat Aruto dan Aika dengan wajah sedih dan ingin menangis.
Dia berdiri sambil menundukan kepalanya ke bawah, perlahan ada air mata keluar dan menetes ke jalan.
Lalu kemudian wanita itu pergi ke suatu tempat gang sempit untuk mengeluarkan semua tangisannya.
Wanita yang sedang menangis itu adalah Elaina.
"Kenapa kau menangis, Elaina?"
Suara laki - laki tiba - tiba terdengar dari telinga Elaina. Layaknya sebagai seorang pahlawan.
Elaina langsung berlari ke arah laki - laki itu dan langsung memeluknya dengan erat.
Lalu dia menangis di pelukan laki - laki itu.
"*Hiks*Hiks*Hiks*HAAAAAAAAA!" Lalu laki - laki itu adalah seseorang yang seharusnya dia benci.
Benar dia adalah Ren Arata, Tetapi melihat kondisi dari Elaina, di pandangan Elaina Ren sudah seperti penyelamatnya yang bisa membantunya membuang semua kesedihan itu.
"Menangis! Teruslah menangis! Buang semua kesedihan yang kau rasakan selama ini" Seperti itulah yang Elaina dengar saat ini.
Walaupun Ren hanya diam dan tidak berkata apa - apa, tetapi Elaina tetap mendengar suara itu.
Sosok pahlawan yang ada di dalam diri Ren masih ada dan terus menghilang, tetapi suara - suara yang menenangkan hati terdengar jika seseorang yang membutuhkan kehangatan dari seorang pahlawan.
Pahlawan sudah hilang? Tidak pahlawan masih ada , tetapi mulai meredupkan cahayanya.
Author: Yoo.. maap ya kemarin gak up karena saya ada kesibukan tersendiri di RL, Oh ya kali ini saya ingin membuat si Ren lebih terkesan seperti karakter utama, karena menurut saya penggambaran sifat Ren yang dulu kurang bagus menurut saya . jadi saya ingin membuat si Ren menjadi sidikit lebih pintar dalam melakukan kejahatannya. ya Author sifat Ren seperti "Light Yagami" di
Oh ya Hampir lupa ngingetin untuk selalu memberikan ,Like,Vote, Komen dan Rate Bintang 5 supaya saya makin semangat untuk updatenya!
...Promosi Novel...
Jangan lupa mampir ya di novel buatan temen saya, dan juga dia butuh kritik dan saran yang pedes juga wkwkw.
...~Salam Dari Author Riza~...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 115 Episodes
Comments
MANIAK PEMBANTAIAN*_*
omong kosong seorng women
2022-11-22
0
Lari Ada Wibu
kekekkekek 🗿
2022-09-01
0
ᵂⁱᵇᵘ ᴼᶠ ᴸᵉᵍᵉⁿᵈ
🗿🗿
2022-04-12
0