Lupakan Tentang Mai kali ini, kita fokus saja ke Elaina, Jika Elaina memiliki rencana yang lebih cerdik dari pada Ren, sudah pasti Elaina bisa melindungi semua orang yang dia cintai.
Tetapi itu adalah Ren, Dia memiliki banyak pengalaman dalam segala hal, Kepintaran Ren itu sangatlah tinggi tetapi jika ada yang lebih pintar dari pada Ren pasti akan menjadi lawan yang merepotkan bagi Ren.
...>Di Ladang Bunga<...
Sementara itu, Elaina sedang menyirami bunga, Tetapi sekarang Elaina sedang di perhatikan Aruto Kanza dari balik tembok mansion.
'Tindakannya semuanya normal hanya saja yang tidak normal adalah perlakuannya kepadaku.'
'Apa yang terjadi? Apa aku harus meminta maaf kepadanya? Eh tunggu tetapi apa aku berbuat salah?'
Tetapi kemudian Mai Frankes mendekati Elaina yang sedang menyiram bunga.
Dari balik tembok Aruto melihat itu.
'Bukannya itu nona Mai?' Aruto agak kaget.
'Apa yang mereka bicarakan? Pasti itu adalah hal yang penting.'
Lalu kemudian Mai dan Elaina pergi ke tempat lain karena mereka menyadari ada yang mengawasi mereka.
'Ah! Mereka pergi, Aku harus mengikuti mereka!'
Dengan hati - hati Aruto mengikuti mereka berdua supaya mereka tidak mengetahui bahwa sedang di ikuti.
Pelan - pelan tapi aman...
Tetapi kemudian mereka berbelok... Lalu kemudian Aruto berjalan lebih cepat tetapi.
Pluk!
Ada seseorang yang menepuk pundak Aruto.
"Apa yang kau lakukan?" Setelah Aruto membalikan pandangannya ternyata itu adalah Ren.
"Oh... Tuan muda Ren... Anu..." Aruto agak bingung membuat alasan yang tepat.
"Aku tadi melihatmu sedang mengikuti sesuatu? Manusia? Iblis ? Tikus? Atau yang lain?"
"Ah... Itu benar... Saya sedang mengikuti Elaina dan Nona Muda Mai... Saya minta maaf" Pasrah Aruto.
"Menguntit itu tidak baik loh... Hmm... Oh ya aku sedikit mendengarnya. Bukannya kau itu tunangannya Elaina?" Tanya Ren.
"Benar, Saya tunangannya Elaina."Jawab Aruto.
"Oh ya.. kalau tidak salah dia sedang bersama dengan Mai, benar kan?"
"Ya... Itu benar..."
"Jadi ada apa?Apakah ada masalah? Kalau ada mungkin aku bisa membantu." Tawar Ren.
"Sebenarnya ada..."
"Lebih baik kita duduk dulu di kursi sana, supaya lebih enak buat bicara."Ajak Ren kepada Aruto.
"Baiklah... "
Ren Dan Aruto duduk di kusri taman yang tergeletak di depan mereka.
"Jadi apa masalahmu?" Tanya Ren.
"Sebenarnya belakangan ini seakan menjauhi saya. Dan saya berfikir dia marah kepada saya karena ada janji yang belum saya lakukan." Jawab Aruto.
"Janji? Apa yang kamu janjikan?"Tanya Ren.
"Saya berjanji akan meluangkan waktu untuk berkencan dengannya beberapa hari lalu. Tetapi saya lupa karena terlalu sibuk ,jadi saya lupa dengan janji itu"
"Tapi saat saya ingin menepati janji tersebut. Elaina malah lebih menjauhi saya..."
"Saya jadi sedikit bingung, apa yang yang di inginkan Elaina sebenarnya?saya berfikir keras tadi malam dan ternyata tidak menemukan apapun"
Aruto kau memberitahu orang yang salah Sebab perubahan Elaina adalah Ren Arata sendiri, Ren Arata memperkosa Elaina di tengah hutan dengan kejam dan membuat Ealina hamil.
Apalagi Dengan kondisi yang di ancam Keluarganya akan dalam bahaya jika dia tidak menuruti semua perkataan Ren Dan Elaina.
"Aku paham dengan masalahmu... Tetapi ini hanya saran saja, Jika kau merasa khawatir kepadanya? Kau harus memperhatikannya dan jangan mengabaikannya"
"Lalu... Lebih baik kau selidiki apa yang membuat perlakuan Elaina kepadamu berubah, Itu hanya saran dariku... Kau tidak harus menggunakan saranku"
"Lebih baik kau menggunakan caramu saja, itu lebih baik dari pada menggunakan saran orang lain" Saran Ren.
Sementara itu Aruto berfikir setelah mendengar perkataan Ren.
'Saran tuan muda Ren ada masuk akal juga, tetapi Tuan muda Ren menyuruhku untuk menggunakan caraku sendiri'
'Terakhir kali sebelum perlakuan Elaina kepadaku berubah... Dia kan pergi ke tempat pengobatan? '
'Tempat pengobatan... Hmm... Apa aku lebih baik ke sana untuk menyelidiki apa yang menyebabkan Elaina berubah?'
Ya benar, Dugaan Aruto memang benar, dia harus pergi ke Tempat pengobatan... Tetapi dia masih ragu - ragu untuk datang ke sana.
"Lebih baik kau menyelidiki tempat terakhir kali Elaina datang sebelum dia berubah." Saran Ren.
Seakan ide cemerlang datang ke kepada Aruto.
"Ah... Benar juga! Terimakasih Tuan Muda Ren! Saya sangat terbantu!"
"Saya pamit undur diri!"
Aruto sangat senang dan berterimkasih kepada Ren, Lalu Aruto pergi ke tempat yang seharusnya dia datangi.
'Benar! Aku harus datang ke tempat pengobatan !Kenapa aku ragu? Bodohnya aku!' Batin Aruto yang masih berlari.
...•••••••••••••...
Sementara itu, di sisi Elaina dan Mai... Mereka berdua sedang berada di gudang penyimpanan dengan pintu tertutup rapat.
Sekarang ekspresi Elaina sangat muak saat dia berhadapan dengan Mai, ya itu tidak salah juga karena Mai juga yang menghianati Elaina di depan matanya sendiri.
Hal itu sangat wajar karena penghianat sudah seharusnya di benci, tetapi jika penghianat malah di perlakukan dengan baik , itu namanya bodoh.
"Ada apa kau menyeretku ke sini?"Ucap Elaina yang kesal.
"Aku sudah tahu..."
"... Kau itu sudah hamil kan?"
Setelah mendengar perkataan Mai, Elaina menjadi sangat terkejut dan panik.
"Ha-hah? Apa yang kamu bicarakan ?" Elaina Pura - Pura bingung.
"Jangan coba - coba berpura - pura kepadaku, aku sudah melihatnya sendiri loh..." Ucap Elaina.
"Melihat apa?" Tanya Elaina.
"Ah... Apakah kau tidak tahu bahwa aku memiliki mata yang sedikit spesial dari yang lain?"
"Mata itu? Jangan - jangan..."
"... Benar
"Di dalam penglihatanku "
"Kesehatan:90,Kekebalan:75, Keadaan tubuh:Hamil 5 hari, Kesuburan:80, Kesehatan Janin Bayi: 100, Kelelahan :20 "
100 adalah angka max bagi keadaan setiap tubuh yang di identifikasi oleh
"Kau pikir... Kamu bisa membohongiku? Karena kau sudah berani membohongiku, maka akan ku beri hukuman..."
"Etto... Apa aku lebih baik menghukum yang ada di perutmu?" Mai tersenyum jahat sembari dia mengepalkan tangannya.
Sementara itu, Elaina menjadi sangat takut dan segera memegang perutnya seakan dia sedang melindungi yang ada di dalamnya.
"Tolong jangan lakukan itu! Aku mohon! Kau boleh menghukumku! Tetapi jangan menyakiti anakku! Aku mohon!" Teriak Elaina yang meneteskan air matanya.
"Heh...bukannya kau tidak menginginkan anak itu? Kenapa kau melakukan itu? " Senyum jahat Mai.
"Tolong! Jangan lakukan sakiti janin yang ada di perutku! Aku tidak ingin itu terjadi!"
"Kau boleh menyakiti ku, tetapi jangan sakiti yang ada di perutku! Aku mohon... Dia sangat berharga bagiku!" Elaina bersujud di hadapan Elaina dengan keadaan menangis.
Permohonan yang sangat tulus, demi janin yang ada di kandungannya. Sungguh calon ibu yang luar biasa.
"Entahlah... Tetapi jika kau mau menuruti semua perkataanku, aku akan mempertimbangkannya." Ucap Mai yang tersenyum jahat.
"Eh? Tentu saja! Aku akan melakukan itu!"
"Yosh, Kalau begitu... Kau harus merawat janin itu dengan baik sampai dia menjadi remaja dan jangan sampai kau membencinya!"
Setelah mendengar itu, Elaina menjadi sangat terkejut. Matanya membelak seakan dia tidak percaya.
"Jangan terkejut , itu adalah perintah dari Ren. Ini bukan keinginanku, tetapi aku sebenarnya ingin sekali membunuh anak yang ada di kandunganmu"
"Karena aku kesal , kau hamil duluan! "
" Sekarang kau pergilah! Dan juga... Jangan lupa tentang yang di hutan waktu itu hehehe!"
Sementara itu, Elaina segera pergi dengan perasaan lega dan dia menjauhi Mai.
"Hah... Kenapa Ren menginginkan anak di kandungan Elaina? Aku sangat tidak mengerti!"
"Padahal jika aku hamil, itu sudah cukup kan? Lebih baik aku harus menemukan cara untuk meningkatkan kesuburanku sebagai wanita!"
"Tingkatan Kesuburanku adalah: 40, dengan kata lain itu rendah."
"Sedangkan kesuburan ibuku itu:60 dan itu normal bagi setiap wanita"
"AAAAH! Bikin kesel aja! Aku ingin sekali menggugurkan kandungannya Elaina! Aku sangat iri!"
Author: Yoo... Hm... apakah Elaina akan jatuh cinta kepada Ren?atau justru sebaliknya? Saya juga tidak tahu. Oh ya ada alasan lain kenapa Ren ingin memiliki anak itu loh, tetapi itu masih rahasia wkwkw.
Oh ya, jangan lupa Like, Vote, Komen dan Rate bintang 5 supaya author makin semangat buat updatenya.
...~Salam Dari Author Riza~...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 115 Episodes
Comments
Lari Ada Wibu
kekekkeke jadi penasaran
2022-09-01
0
Yamatsuki
wah wah korewa korewa omoshiroi
2022-05-10
0
Juanda✨
up
2021-12-03
0