Sekarang Ren sedang berada di kamarnya setelah pergi sebentar ke depan pintu pangeran.
"Rencana... Akan di mulai beberapa hari lagi,Aku tidak sabar untuk melihatnya Hahahah!!"
Time Skip 2 Hari...
Di pagi hari, Ren seperti biasa hanya berjalan-jalan keliling taman, kemudian Ren juga memperhatikan sedikit Elaina yang sedang bersama tunangannya dengan muka senang. Tetapi dia dalam dirinya dia sudah tidak ingin memasang wajah palsu ini, Tetapi dia harus melakukannya karena keluarganya akan dalam bahaya jika dirinya tidak menuruti semua perkataan Ren dan Mai.
'Pintar sekali menyembuyikan kesedihannya hehe~'
Setelah di rasa waktunya sudah tepat Ren pergi ke kamar Mai, dengan menggunakan
"Aaah~ Ren! Terus... ~"
Sepertinya Mai sedang ***** sembari membayangkan Ren.
Mai bahkan tidak mengetahui bahwa Ren sedang berada di kamarnya, Pintu Kamar di tutup rapat, Korden jendela tidak di buka. Lalu Kamar Mai itu kedap suara , sehingga Mai bebas melalukukan apapun di dalam kamarnya tanpa takut kedengaran orang lain.
"Ren! Tuan Ren~ Aaaah~"
Ren pun mendekati Mai yang sedang *****, dan mulai memegang Dagu Mai, lalu menatapnya.
"Eh?"
Mai kaget dengan kehadiran tiba-tiba Ren, tetapi itu semua dia tidak mempedulikannya. Dia segera menabrak bibir Ren dengan mulutnya.
Cump!
Lalu kemudian Mai mulai melingkari leher Ren dengan tangannya, dan segera menarik Ren ke Ranjang.
Sehingga Ren yang di bawah Dan Mai yang di atas, Tetapi Ren tidak menginkan posisi ini. Lalu kemudian Dia langsung pergelangan tangan Mai dan menjatuhkannya Ke Ranjang, Lalu Ren yang berada di atas tubuh Mai.
"Kau itu benar-benar ***** Mai~"
"Ya~ Tuan, Aku sangat *****, Jadi Kumohon Tuan, Mainkan aku dengan kasar~"
Kemudian Ren mulai melorotkan celananya dan kemudian benda besar panjang Ren terlihat berdiri Lalu...
Kreeek!
"AAAAAAAH~"
Ren memasukan benda besarnya itu dalam Gua Pink Sempit Mai, sehingga dia mendesah cukup keras.
Mai memandangi Wajah Ren dengan muka mesumnya dan terus menerus mendesah karena Goyangan Ren yang sangat kasar.
"Ah~ Ah~ Ah~ Ren Aku keluar~"
Ces!!
"Berbaliklah!"
Kemudian Mai berbalik membelakangi Ren, Lalu Ren mulai memasukannya lagi dan Membuat Pinggul Mai maju-mundur dengan sangat cepat.
Plak! Plak! Plak!
Terdengar suara b*kong yang terbentur-bentur dengan perut kekar Ren.
"Ah~ Hamili Aku~ Ren!"
"Ah~"
Ren mengeluarkan cairan hangatnya di dalam Rahim Mai, dan lalu Ren mencabut bendanya dari Goa Pink Mai. Dan meyudahi hal itu sekarang.
'Mungkin kurang dari 1/2 minggu ada yang hamil Hehehe~'
Ren kemudian memakai kembali celananya dan kemudian pergi keluar kamar Mai dengan menggunakan
Sementara itu Mai hanya terbaring lemas dengan wajah memerah mesum seperti dia sudah puas dengan perlakuan Ren.
Kemudian Ren berjalan di kolidor, tetapi tiba-tiba dia hampir menabrak Liana yaitu Ibunya Mai.
"Ups!" Kaget Liana.
"Maaf" Maaf Ren yang terkesan tidak serius.
Sementara itu Liana dan Ren saling berhadapan.
"Ara~ Nak Ren, Kamu habis dari mana?" Tanya Liana kepada Ren.
"Aku habis jalan-jalan di taman, memang ada apa?" Jawab dan tanya Ren.
"Tidak ada apa-apa. Oh ya Nak Ren, Apakah Mai sudah keluar dari kamarnya?"Tanya Liana.
"Sepertinya belum, Sepertinya dia masih tertidur."Jawab Ren.
"Oh ya Ren, Mengenai pembicaraan kita kemarin malam, Aku akan ke sana..."
"Hoh... Bagus, Aku akan menunggu anda nanti malam" Ren tersenyum jahat.
"Baiklah..., Tetapi tidak ada orang lain kan di sana?"
"Tenang saja, Tidak ada orang lain kok di sana , aku sudah mengaturnya"
"Bagus, Kalau begitu baiklah!"
Kemarin malam, Ren menemui Ibu Mai, Liana. Karena Liana juga ikut terlibat dalam rencana Ren kali ini atau bisa di bilang memiliki posisi yang besar dalam rencana Ren malam ini.
'Ini akan menjadi semakin menarik Hehe~' Gelak Ren dalam hatinya
Kemudian Ren segera pergi menjauh dari Liana, sedangkan Liana hanya menatap Ren dengan muka Bingung.
'Aku masih saja bingung untuk rencana yang di bicarakan Nak Ren. Tetapi jika itu bisa membantunya, aku akan berusaha'
Liana kemudian beranjak pergi ke kantornya untuk mengurusi dokumen-dokumen untuk mengurusi kota.
Jika Rencana Ren berhasil maka akan menimbulkan sesuatu yang besar. Permusuhan,Perang,Kehancuran Kemungkinan akan terjadi..
...~Di Malam Harinya~...
Ren sedang berada di lokasi yaitu Hutan yang berada dekat di mansion keluarga Frankes. Karena Rahasia Ren hanya mengingatkan Liana untuk datang sendiri.
Kemudian Liana pun datang...
"Oh... Anda Sudah datang ya?" Ren melirik ke belakang.
"Ya, Jadi aku harus apa?" Tanya Liana.
"Mudah saja." Jawab Ren dengan Santai.
"Hah... Ren yang jelas kenapa? Bukannya Rencana ini untuk menangkap dalang orang yang bersusaha mencelakaimu? Karena kau sudah Menyelamatkan Mai maka aku akan membantu'mu"
"Hah... aku akan memberitahumu apa yang harus kau lakukan dan apa yang terjadi yang sebenarnya kepada diriku Atau lebih tepatnya pada tiruanku Ehe~"
Liana menjadi sangat terkejut dengan perkataan Ren.
"Apa maksudmu?!" Liana menatap tajam Ren.
"Ya... seperti yang ku bilang, Aku bukan Ren yang kau kenal. Lebih tepatnya aku adalah Ren yang asli dari Ren yang kau kenal"
"Lebih tepatnya, Ren yang kau kenal adalah Tiruanku, Apa kau paham?"
Ren menjelaskan dengan mendetail kepada Elaina.
"Heh?" Liana sangat terkejut.
"Jadi apa yang terjadi dengan Ren yang aku kenal!? Apakah kau yang membunuhnya?!" Marah Liana.
"Tidak, Dia sudah mati sebelum aku datang ke sini . Hah~ padahal aku ingin melihat seperti apa sifat dari Tiruanku Hehehe~"
"Begitu. Jadi Apa Tujuanmu?" Liana menatap tajam Ren.
"Wah~ Kau pintar juga, Tujuanku sebenarnya adalah melakukan kejahatan yang sangat besar di dunia ini. Dan Kau sudah masuk dalam Rencana dan Jebakanku Hehe~"
Liana sangat terkejut, apalagi dia bahkan tidak menyadari bahwa dirinya telah masuk dalam jebakannya.
"Apa kau pikir akan semudah itu? Aku ini adalah Mantan Saint pedang loh, Kau bukan lawanku loh Ren!"
"
Kemudian Liana mengeluarkan semacam pedang dari dimensi ruang waktu. Dan di sekeliling pedang itu di kelilingi petir yang bertegangan sangat tinggi.
CTAR!
Petir menyambar dengan kerasnya di atas langit.
"Hoh... Begitu?"
Staps!
Liana melesat dengan sangat cepat lalu kemudian dia mulia menusukan pedangnya dengan sangat cepat.
Tsuk!
Tsuk!
Tsuk!
Tsuk!
Tsuk!
Tsuk!
Tsuk!
Tsuk!
.........
Tetapi Ren hanya diam saja, melihat pedang Ren sedang menusukinya tetapi tidak berhasil karena ada sebuah penghalang otomatis yang selalu melindungi Ren terhadap serangan senjata tajam.
"Hah... membosankan" Ucap Ren dengan lesu.
'Kenapa tidak bisa menembusnya?!'
Staps!
Liana mulai melompat mundur.
Kemudian dia mulai mengeluarkan jurus pamungkasnya.
" Pedangnya kemudian memanggil Ribuan petir biru dari langit dan kemudian petir itu masuk ke dalam pedang itu lalu mengeluarkan semacam energi penghancur yang sangat besar. "....Thunder!>" lalu energi penghacur itu di tembakan ke Ren lalu BOOOOM! terjadi ledakan yang sangat besar tetapi semua orang tidak menyadarinya karena Sekarang Seluruh wilayah Hutan ini sudah menjadi Dimensi Ruang milik Ren, Sehingga Suara,Kerusakan tidak terdengar atau pun terjadi di Hutan yang asli. "Apakah berhasil?" Teka Liana "Yare~Yare~ Membosankan..." Swoosh!! Ren melesat ke arah Liana dengan sangat cepat lalu kemudian Ren mencekik leher Liana dan menambrakan Tubuh Liana ke pohon. GRAAK! "GUH!" Mengeluarkan sedikit darah. "Waktunya menikmatinya Hehehe~" Author:Halo Bagaimana?gantung?ya iya lah wkwkw, Tetapi jangan khawatir besok saya usahakan update lagi kok tenang wkwkw. Oh ya Author juga mau nanya, Saya sih sebeneranya mau Nge TL Komik di Mangatoon, Tetapi gimana caranya ya? Kalau ada yang tahu tolong di tulis di kolom komentar. Oh ya Jangan Lupa Like,Vote,Komen dan Rate Bintang 5 supaya Author makin semangat upnya. ...~Salam Dari Author Riza~... ***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 115 Episodes
Comments
Didik Setyawan
masa orang kuatx gtu meanx cm s'gtu,hrusx paling cpt s'hri...
2023-01-23
0
Sugiono.S.T
nice thor,,kalo banyak drama mending skip aja,找睏
2022-11-20
0
Lari Ada Wibu
kekkekekek eue eue eue 🗿
2022-09-01
0