Setelah Ren selesai menikmati tubuh Silya, Ren menyuruh paksa Silya untuk masuk ke ruang waktu dimensi milik Ren sendiri.
Saat di perkosa, Silya hanya bisa menangis tersedu-sedu karena tubuhnya sudah menjadi mesin s*x untuk Ren, Silya di perkosa 2 jam lamanya dia juga sudah tahu bahwa dirinya sebentar lagi akan hamil.
Tetapi karena itu dia harus menahan semua penderitaan ini dan menunggu dirinya hamil karena kalau dia hamil dia tidak akan di perkosa oleh Ren lagi.
Tetapi itu juga tidak pasti, mungkin saja Ren tidak peduli dengan anaknya sendiri karena Ren hanya mementingkan dirinya sendiri.
Walaupun Silya akan mengandung anak Ren , yaitu anak yang tidak di inginkannya tetapi hati nurani seorang wanita tidak akan mampu membunuh anaknya sendiri. Silya harus menerima itu jika dia hamil.
...••••••••••••••••••...
Sementara itu di sisi Elaina dia sedang menjalankan tugasnya sebagai Maid, seperti memasak,mencuci dan membersihkan ruangan.
Tetapi tiba - tiba Elaina berlari karena merasakan ada yang tidak beres dengan tubuhnya.
Lalu dia menuju ke kamar mandi wanita.
"Hueek! Hueek!" dia mual - mual.
Secara tiba - tiba Elaina merasakan mual - mual dan belakangan ini tubuhnya cepat sekali lelah , di ikuti dia mudah sekali mengantuk.
" Haaaah... Apa yang terjadi?..." Elaina merasa lemas setelah mual.
"Kenapa belakangan ini selalu terjadi...?"
"Apakah aku sakit...? Apakah aku harus pergi ke tempat pengobatan untuk memeriksa kesehatan tubuhku?"
"Sepertinya aku harus memeriksa kesehatan tubuhku, sudah sangat lama aku tidak melakukan itu ."
"Tetapi sebelum itu aku harus meninta izin dulu ke Tuan dan Nyonya dulu ..."
Kemudian Elaina keluar dari kamar mandi dan segera ke ruangan Sato Frankes atau juga Liana Frankes.
Tetapi Elaina akan memilih ke tempat Sato Frankes terlebih dahulu karena mungkin akan menganggu istirahat Liana Frankes jika dia ke sana.
Elaina sampai ke depan pintu ruangan yang biasa di tempati Sato Frarkes saat mengurus berkas.
Tok ...Tok ...Tok!
"Masuk..." Dari dalam ruangan, Sato memberikan jawaban.
Lalu kemudian Elaina membuka pintu ruangan itu...
"Permisi Tuan..." Elaina membungkuk kepada Sato.
"Oh kamu Elaina, ada apa?" Tanya Sato yang sedang duduk di kursinya sembari dia mengurusi berkas - berkas.
"Mohon maaf saya menganggu pekerjaan tuan, Tetapi saya mau meminta izin untuk pergi ke tempat pengobatan, belakangan ini saya kurang enak badan..."
"Apakah boleh?" Izin Elaina.
"Tentu saja boleh... Oh ya sekalian bawa beberapa pengawal Elaina."
"Tidak perlu tuan. Saya bisa menjaga diri sendiri."
"Kalau begitu saya permisi..."
"Baiklah, berhati - hati lah"
Setelah Elaina mengganti pakaian maid nya dan memakai pakaian formalnya. Dia pun segera pergi ke tempat pengobatan.
Tetapi di halaman mansion ada laki - laki yang menghentikannya.
"Elaina... Kamu mau kemana?" Laki - laki itu adalah tunangan Elaina.
"Oh... Aruto , Aku mau ke tempat pengobatan."
Benar nama Tunangan Elaina adalah Aruto Kanza.
"Eh? Apakah kamu baik - baik saja? Apakah perlu ku temani?" Ucap Aruto yang khawatir.
"Tidak perlu, aku tidak ingin menganggu pekerjaanmu."Geleng Kepala
"Baiklah aku pergi dulu" Elaina beranjak pergi.
"Hati - hati Elaina, Kalau ada masalah datanglah padaku!" Teriak Aruto.
"Ya..." Lirih Elaina.
Elaina pun pergi meninggalkan Mansion ,karena lokasi tempat pengobatan tidak terlalu jauh. Jadi Elaina lebih memilih untuk berjalan kaki.
>Di Tempat Pengobatan<
Elaina sudah selesai memeriksa kesehatannya dan sekarang dia sedang menunggu Tabib untuk memberi tahu keadaan tubuhnya sekarang.
Sekarang Elaina sedang berada di ruang Tunggu untuk menunggu namanya di panggil ke ruang tabib.
"Elaina Taksa silahkan masuk!" Terdengar suara dari dalam ruang tabib.
Lalu Elaina memasuki nya dan duduk di depan tabib itu dengan meja yang membatasi jarak dengan tabib itu
.Dan Tabib itu adalah perempuan
"Elaina Taksa?" Ucap Tabib itu.
"Ya." Jawab Elaina.
"Saya akan memberikan kabar baik untuk anda."
"Gejala yang Nona Elaina rasakan adalah gejala yang normal untuk hamil muda..."
"Selamat Nona Elaina akan menjadi seorang ibu. Dan juga kandungan Nona Elaina sangatlah sehat pasti di masa depan anak Nona akan menjadi anak yang hebat"Ucap Tabib itu yang tersenyum.
"Eh?"
Mendengar itu Elaina menjadi sangat terkejut setengah mati, Seakan dia tidak percaya dengan apa yang tabib itu katakan.
Keadaan ini akhirnya terjadi, dia menjadi sangat sedih setelah mendengar dirinya telah hamil. Bagaimana tidak sedih karena satu - satunya yang pernah tidur dengannya adalah Ren Arata saja.
Apalagi itu bukan keinginan dirinya sendiri, dia itu di perkosa oleh Ren Arata yang mengakibatkan dirinya telah hamil.
*Tes*
Elaina meneteskan air matanya...
"Eh? Kenapa Nona Elaina menangis? Apakah nona Elaina sangat senang setelah mendengar berita ini?"
"Pasti ayah anak yang ada di kandungan Nona Elaina menjadi sangat senang."
Entahlah... Karena ayah anak ini adalah bukan Aruto Kanza tetapi Ren Arata. Entah Ren Arata senang atau tidak itu adalah keadaan yang sangat membingungkan, Kalau dia senang ?pasti itu karena rencananya telah berhasil atau dia tidak senang? Dia pasti tidak menginginkan anak ini dan segara membunuh anak yang ada di kandungan Elaina.
"Ah... Itu pasti, Saya sangat senang." Elaina terpaksa tersenyum karena dia tidak ingin orang lain melihat kesedihannya.
Air mata yang jatuh sebenarnya air mata kesedihan bukan air mata kebahagiaan.
"Saya pasti akan membesarkan anak ini sebaik mungkin." Senyum Elaina.
"Baiklah... Kalau begitu saya akan memberikan Vitamin untuk mengurangi rasa lelah Nona dan memperkuat kandungan Nona. Jadi tunggu sebentar"
Tabib itu sedang menyiapkan beberapa pil vitamin untuk Elaina.
"Ini, Tolong di minum 1x Sehari ya... Dan juga jangan bekerja terlalu keras karena kandungan baru sangat rentan mengalami keguguran"
"Jadi tolong di ingat." Jelas Tabib itu.
"Baiklah... Jadi berapa total pembayarannya?" Tanya Elaina
"Jadi total adalah 10.000 Fres."
Benar mata uang yang di gunakan oleh manusia adalah [Fres] 10.000 Fres jika di Rupiahkan adalah 150.000.
Elaina kemudian membayar dan mengambil pil vitamin itu lalu dia beranjak pergi dari tempat pengobatan itu.
>Di Taman Kota<
Sebelum Elaina pergi ke Mansion Duke Frankes, Elaina pergi beristirahat dulu di taman kota.
Taman kota masih saja ramai setelah kejadian yang mengerikan itu, Seakan mereka sudah tenang karena ada pahlawan yang senantiasa melindungi mereka.
Tetapi dia adalah Pahlawan yang jahat.
Sekarang Elaina sedang duduk di kursi taman untuk beritirahat, Lepas setelah apa yang baru saja dia alami . Elaina menjadi sangat sedih dan bingung.
'Aku mengandung anak yang tidak aku inginkan..'
'Aku sangat membenci anak yang ada di kendunganku beserta dengan ayahnya. Serasa aku ingin membunuhnya!'
Marah, seperti itulah yang Elaina rasakan.
'Tetapi justru kenapa aku merasa tidak sanggup untuk menggugurkan kandunganku? Padahal ini adalah anak yang tidak aku inginkan!?'
Benar apapun itu, Seorang ibu tidak akan sanggup membunuh anaknya sendiri. Walaupun seorang ibu membenci anaknya tetapi masih ada hati nurani seorang ibu.
'Anak ini tidak salah! Tetapi kenapa aku harus membenci anak ini!? Walaupun aku tidak menginginkan anak ini...'
'Ini adalah anak'ku!... Aku tidak ingin dia mati! Aku tidak ingin membunuhnya!... Hanya saja... '
'Aku sudah menghianati Aruto! Dia pasti sangat membenciku! Dia pasti menganggapku kotor!'
'Hiks* Hiks* Aku tidak ingin ini... Aku tidak ingin!'
'Tetapi yang harus di salahku bukan anak yang ada di kandunganku, tetapi Ren Arata! *Hiks*Hiks* Kenapa dia melakukan hal yang kejam seperti ini?...'
Elaina menangis di dalam hatinya, dia tidak ingin tangisannya terdengar oleh orang lain. Tetapi air mata terus menetes , Elaina tidak bisa menyembunyikan air matanya.
'Apakah aku harus pergi dari sini? Dan membesarkan anak ini dengan uang tabunganku?'
'Ren pasti akan merencanakan sesuatu jika aku hamil! Aku harus segera pergi dari kota ini!'
Tetapi Elaina tidak tahu, bahwa Ren sedang mengawasi dirinya dari kejauhan...
"Aku akan menjadi seorang ayah ya? Bagus? Aku ingin mencoba menjadi seorang ayah hehehe~" Ren sekarang sedang berdiri di atap perumahan yang jauh dari Elaina.
Semua perbuatan jahat pasti ada alasannya, begitu juga Ren Arata. Dia Menghamili Elaina ada beberapa maksud lain yaitu seperti Poin Kejahatan,Membuat NTR,Dan pengin mencoba jadi ayah.
Author: Akhirnya cerita utama dari Arc ke-dua di mulai, Nanti akan banyak drama yang nyelekit loh... Eh tunggu kayaknya saya gak bisa bikin drama kek gitu! Ah... pokoknya nanti Elaina akan menderita banget lah dan Ada satu hal lagi Ren Arata itu masih memiliki Hati Nurani, dia tidak akan mau membunuh anak yang ada di dalam kandungan tanpa alasan yang tepat.
Yah... itu wajar mantan Pahlawan yang sudah nyelametin 1000 Dunia ya harusnya memiliki sisa - sisa kebaikan dalam dirinya dan gak langsung ilang gitu aja.
Oh ya hampir lupa ngingetin , seperti biasa Jangan lupa Like,Vote,Komen dan Rate Bintang 5 supaya saya makin semangat update nya.
...~Salam Dari Author Riza~...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 115 Episodes
Comments
Didik Setyawan
rudal ren tokcer jug,1x hantam lngsng jd hehe,,
2023-01-23
0
Lari Ada Wibu
kekekkekek hooh tenan🗿
2022-09-01
0
Rizhab Maliq
coba jadi ayah?
2022-01-23
0