NovelToon NovelToon
Dendam Putri Yang Tertukar

Dendam Putri Yang Tertukar

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Balas Dendam / Mengubah Takdir
Popularitas:6.7k
Nilai: 5
Nama Author: Arjunasatria

Sejak bayi, Lin Yuxin ditukar demi kemewahan anak keluarga Chen... Chen Ruoxi. Bertahun-tahun disiksa di rumah orang asing, dia akhirnya kembali ke keluarga kandungnya, hanya untuk difitnah habis-habisan oleh Chen Ruoxi yang iri pada kecantikan Lin Yuxin, apalagi saat Kaisar menjodohkannya dengan Putra Mahkota Li Chen... Sifat iri nya semkin menjadi. Lin Yuxin dituduh wanita murahan sekaligus dalang percobaan racun, Lin Yuxin yang tak mampu membela diri pun dijatuhi hukuman mati... sementara pelayan setianya, Xiao Yan, dibungkam selamanya oleh Chen Ruoxi.

Namun takdir memberinya kesempatan kedua. Lin Yuxin bangkit kembali tepat di hari dia pertama menginjak rumah keluarga aslinya, membawa ingatan penuh tentang kehidupannya yang lalu. Kali ini, dia bersumpah, setiap fitnah akan dibalas, dan Xiao Yan tak akan mati lagi untuknya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Arjunasatria, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 26

"Ibu Suri benar," sebuah suara tiba-tiba menyela dari ambang pintu paviliun.

Semua mata menoleh. Seorang wanita muda melangkah masuk dengan anggun, parasnya cantik dengan sorot mata yang penuh kemanjaan khas seseorang yang terbiasa dituruti sejak kecil. Hanfunya berwarna merah muda cerah, jauh lebih mencolok dibanding siapapun di ruangan itu.

"Kau harus menunjukkan kelayakanmu menjadi Putri Mahkota," lanjutnya, melangkah santai mendekati kursi kosong di dekat Permaisuri Xuan, lalu duduk tanpa diminta.

Yuxin menatapnya, mencoba menebak siapa wanita ini yang begitu bebas masuk ke Paviliun Kediaman Permaisuri tanpa perlu meminta izin terlebih dahulu.

"Yurong," Permaisuri Xuan menoleh, suaranya sedikit melembut, berbeda jauh dari nada dingin yang dia tunjukkan pada Yuxin sejak tadi. "Kau baru datang."

Putri Zhao Yurong, adik kandung Li Chen.

Yuxin segera membungkuk hormat begitu menyadari identitasnya. "Hamba Lin Yuxin, menghadap Putri Yurong."

Yurong melirik sekilas, senyumnya manis namun matanya menilai dengan tajam, sama seperti caranya menilai barang yang baru dibeli di pasar. "Jadi kau yang sudah membuat kakakku begitu terpikat, sampai Ayahanda mengeluarkan titah secepat itu."

"Hamba hanya menerima apa yang sudah menjadi kehendak Yang Mulia Kaisar," jawab Yuxin hati-hati, tidak ingin terjebak dalam kalimat yang bisa disalahartikan.

"Kehendak Kaisar," Yurong mengulang, nada suaranya menyiratkan sesuatu yang sulit ditebak, antara mengejek atau sekadar bermain-main. Dia menoleh pada Permaisuri Xuan. "Ibu Suri, menurutku ujian tiga bulan terlalu lama. Bagaimana kalau kita berikan ujian yang lebih cepat, supaya semua orang di istana tidak perlu menunggu terlalu lama untuk tahu apakah dia pantas atau tidak?"

Permaisuri Xuan menatap putrinya, alis terangkat sedikit, tampak tertarik dengan usulan itu. "Kau punya ide, Yurong?"

Senyum Yurong melebar, matanya berkilat jenaka sekaligus berbahaya. "Tentu saja, Ibu Suri. Aku selalu punya ide yang menarik."

Gu Yueran, yang sejak tadi berdiri diam di belakang Permaisuri Xuan, kini tersenyum tipis, seolah sudah tahu ke mana arah pembicaraan ini akan berjalan, dan menikmati setiap detiknya.

Yuxin berdiri di tengah ruangan itu, menyadari bahwa lawannya di istana ini baru saja bertambah satu lagi, dan kali ini datang dari darah daging Li Chen sendiri.

Permaisuri Xuan mencondongkan tubuhnya sedikit, tertarik dengan nada permainan di suara putrinya sendiri. "Katakan, Yurong. Ujian macam apa yang kau maksud?"

Yurong bangkit dari duduknya, melangkah pelan mengelilingi Yuxin seperti sedang menilai barang dagangan, matanya menyapu dari ujung rambut sampai ujung kaki.

"Satu minggu lagi," ucapnya, "akan ada jamuan teh keluarga kerajaan. Seluruh anggota keluarga istana, termasuk beberapa pangeran dan putri dari wilayah lain, akan hadir. Bagaimana kalau Nona Lin yang menjadi tuan rumah jamuan itu, menyiapkan segalanya sendiri, dari pemilihan teh, hidangan, sampai hiburannya?"

Gu Yueran mengangkat alis, tersenyum tipis. "Itu bukan tugas mudah, Putri Yurong. Jamuan keluarga kerajaan punya aturan yang sangat ketat."

"Justru karena itu menarik," Yurong membalas, matanya berkilat jahil. "Kalau dia memang pantas jadi Putri Mahkota, seharusnya dia bisa menanganinya tanpa kesulitan, bukan?"

Permaisuri Xuan menyesap tehnya, tersenyum tipis, senyum yang sama sekali tidak menyiratkan kebaikan. "Usulan yang bagus, Yurong. Bagaimana menurutmu, Nona Lin? Apa kau sanggup?"

Semua mata beralih pada Yuxin, menunggu jawabannya.

Yuxin tahu betul ini jebakan. Jamuan keluarga kerajaan bukan sekadar perjamuan teh biasa, setiap detail, dari jenis teh yang dipilih sampai urutan hidangan, punya makna simbolis dan aturan protokol yang rumit, yang bahkan pejabat istana berpengalaman pun sering kali salah langkah.

"Hamba sanggup," jawab Yuxin tenang, tidak menunjukkan keraguan sedikit pun di wajahnya, meski di dalam hatinya dia tahu, Satu minggu bukan waktu yang banyak untuk mempelajari seluruh protokol jamuan kerajaan dari nol.

Senyum Yurong melebar, jelas senang mendengar jawaban itu. "Bagus sekali. Aku menunggu melihat bagaimana seorang gadis dari pelosok desa menjamu seluruh keluarga kerajaan."

"Kalau begitu, sudah diputuskan," ucap Permaisuri Xuan, meletakkan cangkirnya dengan suara pelan namun tegas. "Satu minggu lagi, Nona Lin akan menjadi tuan rumah jamuan teh keluarga kerajaan. Kalau dia gagal menunjukkan kelayakannya di hadapan seluruh keluarga istana, aku akan mempertimbangkan kembali untuk meminta Yang Mulia Kaisar meninjau ulang titahnya."

Kalimat terakhir itu jatuh seperti vonis, jelas dan tegas, tidak menyisakan ruang untuk dibantah.

Yuxin membungkuk hormat. "Hamba mengerti, Permaisuri. Hamba akan melakukan yang terbaik."

Begitu dia diizinkan undur diri, Yuxin melangkah keluar dari Paviliun Kediaman Permaisuri dengan langkah tenang, meski pikirannya sudah berputar cepat menyusun rencana. Dia harus mempelajari seluruh protokol jamuan kerajaan, memilih teh dan hidangan yang tepat, sekaligus menyiapkan hiburan yang pantas untuk tamu-tamu paling berpengaruh di seluruh negeri.

Di ujung lorong, menunggu dengan sabar, berdiri Li Chen, raut wajahnya serius begitu melihat ekspresi Yuxin yang biasanya tenang kini sedikit menyimpan beban.

"Bagaimana pertemuannya?" tanyanya.

Yuxin menatapnya, mencoba tersenyum meski beratnya tantangan baru ini masih terasa jelas di pundaknya. "Sepertinya, Yang Mulia, aku baru saja mendapat ujian pertamaku di istana ini."

1
Adi Sudiro
lama" muak ama ni cerita drama yg di ulang ulang ujung " nya matanya pada picek menjijik kan wassalam lah ku kira cerita nya agak lain dari yg lain ternyata sama saja alurnya..
Dessy C: Maaf ya akak kalau tidak sesuai harapan 🙏... terimakasih atas masukannya nanti akan di perbaiki ke depan nya 🙏🥰
total 1 replies
Yeni Astriani
saya kecewa sama Li cen sbg Putra Mahkota yang tidak mampu melindungi Putri Mahkota dr persengkokolan jahat Permaisuri Xuan terlalu mudah kena tipu daya Gu Yueran
kymlove...
selalu diam dan mengamati, sehingga telat untuk membela diri.... entah kenapa yuxin ini mengamati situasi terlalu lama, seakan berhati-hati sekali, tapi dengan selalu lama dalam mengambil tindakan terkesan membiarkan masalah terlalu terlambat untuk di selesaikan!
Dessy C: makasih akak masukan nya 🙏🥰
total 1 replies
Adi Sudiro
perkumpulan wanita culas.... 🤭🤭🤭
Adi Sudiro
lah kan memang bukan putri keluarga lin... lawak nih tuan besar... 🤭🤭
Dessy C: makasih akak komemn nya 🙏🫰
total 1 replies
kymlove...
bagus!! jika ruoxi masih tak tau diri.. dan tetap gak sadar diri...!! emang bener 2 benalu abadi sih ini!!
kymlove...
bilang aja jujur yuxin kalau ruoxi memberi mu hanfu sampah!!!
kymlove...: semangat trz kk🥰
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!