NovelToon NovelToon
Cinta Sang Bos Pada Guru Les Anaknya

Cinta Sang Bos Pada Guru Les Anaknya

Status: tamat
Genre:Duda / CEO / Tamat
Popularitas:5.1k
Nilai: 5
Nama Author: Puja Mardika

Aelsana Jamira, mahasiswi cerdas yang baru lulus kuliah, menerima pekerjaan di Hanggara Group tanpa menyadari bahwa atasannya, Raksa Hanggara, adalah ayah dari Langit, anak yang selama ini ia rawat sebagai pengasuh sekaligus guru lesnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Puja Mardika, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

24

Sambil mengangguk, Adi memberi isyarat pada pelayan, membisikkan beberapa instruksi, menunjuk beberapa hidangan, lalu melambaikan tangan agar pelayan itu pergi.

Roma Via Veneto adalah restoran andalan di hotel itu, dan kualitasnya setara dengan Ristorante Alba Reale yang terkenal di Italia. Karena itu, banyak orang Italia yang datang ke Indonesia dan ingin menikmati masakan Italia asli sengaja makan di Roma Via Veneto.

"Kamu sering ke sini?"

Cantika bertanya pada Adi dengan curiga. Kenapa dia baru tahu Adi sering makan di sini, dan kenapa pegawai restoran bersikap begitu sopan padanya sejak mereka masuk?

"Kadang-kadang."

Adi menjawab santai. Dia belum berencana memberi tahu pacarnya soal identitasnya, karena berharap hubungan mereka tetap sederhana.

"Masa? Aku nggak percaya. Pasti kamu nyembunyiin sesuatu dariku." Cantika cemberut dan bersandar pada Adi. Kenapa dia merasa Adi punya banyak rahasia?

"Nggak, nggak, Kika sayang, jangan dipikirin." Adi ikut cemberut menirunya. Dia suka sifat Cantika yang apa adanya.

Dari awal sampai akhir, Sana tidak bisa bicara apa-apa selama mereka bermesraan. Dia hanya mengamati dalam diam. Dia iri pada Cantika yang punya pacar sebegitu perhatian. Sebenarnya dia juga ingin punya hubungan seperti itu, tapi belum pernah bertemu orang yang membuat hatinya berdebar.

Raksa Hanggara...

Tiba-tiba teringat Raksa lagi, Sana kaget. Ada apa dengannya? Ini kedua kalinya hari ini dia memikirkan pria itu. Padahal dia dan Raksa...

Ugh! Menyebalkan!

Tenggelam dalam pikirannya, Sana tidak sadar Cantika berdiri dan meninggalkan meja. Dia hanya bersandar ke kursi dan larut dalam berbagai perasaan.

"Sana, ada yang kamu pikirkan?"

Melihat Sana melamun tanpa bicara, Adi mengira dia masih khawatir soal tagihan nanti, jadi dia bertanya hati-hati.

"Oh! Nggak. Eh, Kika ke mana?" Setelah melihat sekeliling, Sana akhirnya tersadar.

"Ke toilet, sebentar lagi balik."

Setelah menyesap air yang disajikan pelayan, Adi memandang sekeliling restoran. Dia sedang memeriksa suasana hotel ketika tanpa sengaja melihat seseorang.

"Raksa, Raksa." Adi menyapanya dengan hangat sambil berjalan cepat menghampirinya.

Hubungan Bumi Sentosa Group dan Mahawira Group selalu baik. Sebagai general manager hotel afiliasi Mahawira Group, sudah sepantasnya dia menyapa lebih dulu.

"Pak Raksa..." Nama yang akrab itu terdengar di telinga Sana, dan tanpa sadar dia mengikuti Adi ke arah Raksa.

"Kalian lagi kencan?" Raksa menatap Sana dan Adi dengan pandangan aneh. Sejak kapan mereka berpacaran? Kenapa dia tidak tahu?

Perasaan aneh tiba-tiba muncul di dadanya, pahit dan tidak enak...

"Iya! Aku lagi makan malam sama pacarku." Adi mengatakan yang sebenarnya. Di pikirannya, saat ini dia memang sedang berkencan dengan pacarnya, Cantika.

"Oh! Begitu?"

Melihat Sana, Raksa mengira dialah pacar Adi, dan rasa tidak senang yang aneh muncul di hatinya.

"Kelihatannya kamu juga lagi kencan, jadi aku nggak ganggu. Kita ngobrol lain kali. Sana, ayo!" Adi melihat Cantika berjalan kembali dari kejauhan. Dia meraih tangan Sana, buru-buru pamit pada Raksa, dan kembali ke meja mereka.

Raksa melirik mantan istrinya, Sheila Maheswari, yang berdiri di sampingnya. Tangan Sheila melingkar mesra di lengannya, seakan ingin mengulang momen-momen manis masa lalu. Tapi Raksa sadar pandangannya sendiri mengikuti Sana.

Hari ini Sheila datang ke kantornya dan mengajaknya makan malam. Walau Sheila pernah melakukan hal yang keterlaluan, dia tetap setuju bertemu untuk membicarakan Langit.

Dia sama sekali tidak menyangka akan bertemu Sana dan pacarnya secara kebetulan. Sepertinya Sana dan Adi punya hubungan yang baik, tapi dia tetap merasa kehilangan.

Setelah melepaskan tangan Sheila dari lengannya, Raksa memutuskan meninggalkan restoran. Pembicaraannya dengan Sheila sudah selesai, dan tidak ada gunanya lagi dia tinggal di sana.

"Raksa..." Melihat Raksa berjalan ke pintu restoran, Sheila tidak tahu kenapa dia begitu terburu-buru pergi, tapi dia tetap mengambil tasnya dan mengikutinya.

Itu pacarnya?

Melihat Raksa digandeng Sheila, Sana merasa sedih dan kecewa tanpa tahu alasannya.

Dia menunduk dan merenung sebentar. Saat mendongak lagi, Raksa dan Sheila sudah pergi.

Sana menatap kursi kosong itu, lalu diam sampai makan malam selesai...

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!