NovelToon NovelToon
Nisa Untuk Abi

Nisa Untuk Abi

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintapertama / Romansa-Solidifikasi tingkat sosial / Tamat
Popularitas:15.8M
Nilai: 4.7
Nama Author: Erna Surliandari

Seorang pria dewasa dengan Depresi Pascatrauma. Ia selalu menolak perjodohan dengan berbagai alasan. Hingga suatu hari, sebuah berita buruk memaksanya untuk menikah.

Siapa yang akan Ia pilih?

Akan menyembuhkan, atau membuat Depresi itu semakin menjadi-jadi dan tak akan pernah sembuh?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Erna Surliandari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Harapan besar untuk Mama

"Pak Abi, darimana?" tanya Dita, yang sedari tadi memang mencari nya ke mana-mana. Sedangkan Hp Abi hening ketika Ia menelpon nya.

"Aku ada urusan sebentar. Ada apa?"

"Tidak. Hanya ada beberapa kegiatan sebentar lagi. Untungnya, pulang tepat waktu." angguk Dita.

Abi pun membalas anggukannya, lalu masuk ke dalam ruangan kembali. Meninggalkan Dita, yang sebenarnya masih dipenuhi oleh banyak pertanyaan di kepalanya.

"Maaf, Bu. Saya telat," Nisa mendadak masuk setelah Abi.

"Kamu darimana? Makan siang, iya?" tanya Dita, di balas anggukan Nisa.

"Makan apa kamu, sejam ngga selesai? Makan batu?"

"Maaf, Bu. Tadi, ada urusan sebentar."

"Sekali lagi begini, Saya pecat kamu." ancam Dita, dengan tatapan nya yang begitu tajam. Menusuk, hingga sampai ke ulu hati.

"Mengerikan," gumam Nisa. Ia pun kembali pada tempatnya, dan mulai fokus pada layar laptopnya. Sesekali melirik Febi yang tampak begitu ceria dan tersenyum bahagia.

"Sa, tahu ngga?" bisik Febi padanya.

"Apa?"

"Aku tadi kasih coklat, sama Pak Abi. Diterima loh, dia senyum. Beuuuh, ganteng banget. Bergetar aku dibuatnya." ucapnya bangga.

"Oh, iya. Selamat, ya. Baik banget berarti, orangnya," puji Nisa, meski dalam hatinya ingin memaki-maki bosnya itu.

*

"Dita," panggil Abi pada sang sekretaris.

"Ya, ada apa?"

"Panggil Alex. Daritadi, nomornya tak berhasil ku hubungi."

"Baiklah, aku akan segera ke ruangannya."

"Tak perlu, aku sudah datang." Alex mendadak membuka pintu ruangan itu. Ia seolah tahu, jika Abi mencarinya untuk mendiskusikan sesuatu.

"Mengenai berita itu..."

"Ya, Mama menelpon ku tadi. Dan..." Alex melirik ke arah Dita, bergantian pada Abi.

"Oh, Dita. Maaf, aku ingin bicara Empat mata pada Alex. Bisa tinggalkan kami?" tanya Abi.

"Ya, baiklah. Wanita memang hanya dipanggil ketika diperlukan. Jika tidak, maka mereka harus menyingkir." gerutu Dita. Membereskan mejanya, lalu pergi.

Obrolan tampak serius, apalagi Alex sudah mendapat semua cerita itu dari Mama Sofi.

"Lalu, siapa gadis yang tadi kau bawa?" tanya Alex.

"Nisa. Karyawan baru itu." jawab Abi, tampak mulai tegang lagi. Untungnya, Alex menyimpan obat Abi di saku nya, dan langsung meminta Abi meminumnya.

(Obat yang dikantong Alex, dosisnya lebih rendah daripada yang Abi simpan dirumah. Gunanya untuk suasana genting, hanya sebagai anti depresan/penenang. Tapi tidak seketika tidur dan tenang.)

"Aku tak sengaja menyeretnya. Dia ku bawa kerumah, dan ucapan itu tercetus dari bibirku." jawab Abi, menormalkan irama nafasnya.

"Lalu, Mama bahagia?" tanya Alex.

"Ya, bisa kau bayangkan. Aku tak sengaja, semoga Mama tak menganggapnya serius." harap Dev.

"Mustahil. Kau baru saja memberi harapan, akan keinginan terbesar Mama mu, Bi. Ia tak akan seketika lupa. Justru yang ada, Ia akan semakin semangat."

"Kau, jangan membuatku takut, Lex." tatap Abi tajam padanya..

Alex hanya mengedikkan bahunya. Ia hanya mengingatkan, karena Ia juga begitu kenal Mama Sofi sebagaiamana Abi memahami sang Mama.

Kini, keduanya hanya diam. Membisu sembari berfikir bagaimana cara menyelesaikan masalah itu. Namun, yang terpenting bagi Abi adalah, mencari tahu penyebar rumor itu di media. Ia tak akan tinggal diam, karena semua gosip buruk itu akan mempengaruhi perkembangan perusahaannya nanti.

"Bahaya, jika makin menyebar. Bisa hancur aku." gumam Abi.

Alex pun segera pergi, setelah Abi memerintahnya dengan tugas tambahan itu. Apalagi, sangat mudah bagi Alex, yang memiliki rekan dimana-mana. Dan dalam waktu sekejap, semua dapat teratasi.

"Wah, rupanya bandot tua. Dia yang kemarin membawa wanita, untuk merayu Abi? Sialan. Mau main-main dia." ucap Alex. Ia segera mengutus orangnya, untuk segera menindak oknum itu secepatnya.

1
Borahe 🍉🧡
lanjut lagi dong thor sampai Dita dan Alex nikah dan sampai Nisa lahiran Pliss😍
Borahe 🍉🧡
Abi trauma dgn kejadian Rere yg kecelakaan. makanya dia tdk ingin hal tersebut terulang lagi ke Istirnya
Borahe 🍉🧡
Apaan bukan pencemburu. tp ambekan
Borahe 🍉🧡
Hahaha sabar Bu sek🤗
Desi linda Saputri
itu ulah feby pasti...
Desi linda Saputri
cari kesempatan nih si dita...sebel deh ama cwe modelan gini
Dnur
kau yg mau pergi sendiri Dita... kenapa minta dicegah? pergi ya pergi aja
Dnur
sakit yg kau buat sendiri Dita...
Dnur
dita
Dnur
nisa
herself_22
Luar biasa
Nursina
lanjutkan semangat
3sna
capek dibikin sendiri
3sna
emng blm ada kurir ya
💗 AR Althafunisa 💗
Daebakkkk 😂 Emang feeling seorang istri itu kuat ya 😌
3sna
itu bawa abinya masuk kekamar dita gimn yaa?
3sna
lha ktny dingin,,ini ramah,,,bgmn cb
Maliq kumbara: Dengan orang2 tertentu
total 1 replies
3sna
formal itu terlmbat bukan telat
3sna
nisa ambil langkah tegas abinya jg harus lebih tegas
3sna
setan itu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!