NovelToon NovelToon
Antara Nyaman Dan Cinta

Antara Nyaman Dan Cinta

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Romansa Fantasi
Popularitas:43
Nilai: 5
Nama Author: Anindia Andin

Olivia seorang penyanyi, karirnya semakin bersinar setelah mendapat warisan bros dari sang nenek yang dulunya juga seorang sinden terkenal.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anindia Andin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

kematian tari

malam itu Olivia pulang lebih awal

"via... " sapa bety

"hay bet"

"kenapa hidungmu vi?"

"ceritanya panjang bet. kamu mau kemana?"

"ndak tau vi... bosen di kosan terus"

"jalan-jalan yuk"

"kamu yakin mau keluar? hidungmu?"

"yang sakit kan hidungku, aku bisa jalan kan. yuk kita kemana!" ajak Olivia

"kita cari makan yang enak... "

"seafood??"

"seafood? mahal vi"

"aku yang traktir"

"oke gas... "

Belum juga Olivia masuk kedalam kamarnya, kini sudah pergi lagi

Bety dan Olivia menyusuri kota surabaya dengan riang. mencari tempat makan yang menghidangkan seafood

"kayaknya itu rame bet. coba yuk" ajak Olivia

"oke..."

Motor bety terparkir sempurna di area tempat makan itu.

"aku gabut kalau ndak ada kamu vi"

"sebelum ada aku bagaimana?"

"dulu ada yang namanya Retno, dia pindah tugas. ya sudah kesepian lagi"

Olivia dan bety mengobrol sambil menunggu pesannya tiba

sambil mengobrol Olivia memperhatikan ibu-ibu sedang menaruh tasnya di atas meja, dari arah belakang ibu itu ada seorang laki-laki memperhatikan. perasaan Olivia sedikit curiga dengan gelagat pria itu. setelah ibu itu menaruh tasnya, pria itu mengambil tas ibu itu lalu lari. Olivia berteriak

"maling... " sontak memancing perhatian orang yang ada di sana

Pria itu di kejar beberapa orang. dan akhirnya tertangkap

"terimakasih ya mbk" ibu itu menghampiri Olivia dan bety

"iya bu, Hati-hati bu"

perempuan paruh baya itu kembali kemeja asalnya, berkumpul bersama keluarganya.

"kamu tau kalau mau di jambret vi?"

"pria itu ngamati ibu itu mulai dari tadi bet"

"trus bagaimana ceritanya hidungmu itu?"

Olivia menceritakan Kejadian yang di alami.

"seganteng apa sih yang namanya dimas itu vi?"

"ganteng banget bet" ucap Olivia sambil membuka galeri ponselnya. menunjukkan gambar dimas yang dia ambil diam-diam

"wihh... opa opa Korea ya vi"

"haha... ganteng kan bet"

"kamu ndak jatuh cinta gitu vi?"

"perempuan mana yang ndan ingin jadi pacarnya bet. aku sadar diri.. aku dan mas dimas itu bagaikan pangeran dan upik abu"

"kamu cantik Olivia. coba jadi aku. sudah aku embat dia"

"emangnya anak kucing main embat aja. kayaknya Mely juga suka sama dia bet"

"jangan sampai di ambil Mely vi"

"ya biar. belum tentu juga mas dimas suka sama aku bet"

Setelah menunggu cukup lama, pesanan mereka datang

"wauuwww.. makan besar vi"

"hajar bet... " tukas Olivia

Olivia dan bety menikmati makanannya

kepiting lada hitam, udang saos padang di babat mereka berdua

"sering-sering traktir gini vi"

"do'akan jobku lancar bet. aku pastikan kamu akan gendut" canda Olivia

"vi... tapi ini uang halal kan?"

"ya halal donk bet... aku kerja bukan jual diri"

"siapa tau gitu vi.. baru kerja beberapa hari sudah bisa beli makanan semewah ini"

"tenang... baru dapat kiriman dari nenek"

Olivia dan bety melahap habis makanan didepannya

"besok ikut aku ke cafe yuk bet"

"ngapain? katanya kamu libur?"

"emang iya. sesekali jadi pengunjung boleh kan"

"haha.. bisa aja kamu vi"

"mau ndak?"

"kalau gratis siapa yang mau nolak vi"

malam itu Olivia dan bety pulang dengan perut kenyang.

kembali ke tempat kos dan masuk kedalam kamar mereka masing-masing

"makasih ya vi"

"oke bet"

malam semakin larut, jarum jam menunjukkan pukul 12 malam. setelah mengganti bajunya, Olivia membuka ponselnya

Satu pesan dari ujang, dan dimas

Ujang : kamu dimana via?"

dimas : sudah sampai kosan vi?

Olivia hanya membuka pesan mereka. melihat jam Olivia tau itu waktu sibuk mereka.

****

Keesokan harinya

Sore hari Olivia hendak membersihkan tubuhnya. pintu kamarnya di ketuk dari luar. Olivia membuka pintu itu

"Olivia... " sapa ujang dan beberapa temannya

Olivia terkejut dengan kedatangan ujan dan beberapa teman home bandnya

"masuk" ajak Olivia masuk kedalam kamar kecilnya

kamar kecil itu menjadi penuh sesak dengan kedatangan mereka

"bagaimana hidungmu?"

"aman mas. memar aja"

"ndak berubah jadi pesek kan?" tanya Widi

"ya ndak lah wid"

Canda tawa mereka di kamar Olivia. tak lupa ujang dan teman-temannya membawa buah tangan untuk Olivia. Olivia merasa memiliki keluarga baru.

tak lama kemudian mereka pergi untuk bekerja.

kamar Olivia kembali sepi

"bet" Olivia melihat bety pulang dari kerja

"ya vi"

"nanti ke TP dulu ya"

"oke.. aku mandi dulu. sholat trus berangkat"

Olivia mengangguk. mendengar bety bicara sholat, Olivia sadar sudah lama dia tidak melakukan kewajiban itu. merasa jauh dari sang Pencipta, terlebih lagi dengan ritual yang di jalani bersama tejo, semakin jauh lagi dari sang Maha hidup.

Setelah selesai merapikan diri, Olivia dan bety pergi ke mal tunjungan plaza

"mau cari apa vi?"

"mau makan aja bet. lapar" kilah Olivia. tujuan dia ke mal itu untuk mencari tau keadaan tari, pramusaji yang dia beri bros

Setelah menunggu pesanannya, seorang pramusaji yang kemarin di temui Olivia, menghidangkan makan yang di pesan Olivia dan bety

"mbak, tari meninggal" ucap pramusaji itu

"meninggal?" ucap tari syok

"iya mbk, tadi subuh"

"sakit apa tari? apa hanya mimisan itu saja?"

"kata orang tuanya begitu mbk. tadi sebelum aku berangkat kerja, aku takziah ke rumah tari. orang tua tari cerita kalau tubuh tari memar-memar, seperti habis kena pukul benda tumpul"

Olivia mendengarkan

"tapi selama ini tari tidak pernah mengeluh sama sekali"

"turut berbela sungkawa ya"

"iya mbk terimakasih" ujar pramusaji itu lalu pergi

"siapa tari vi?"

"dia pramusaji disini bet. dia biasa yang mengantarkan pesanan"

"kasian ya vi. mungkin seumuran kita"

"sepertinya iya bet" Olivia masih termenung, apa ada hubungannya kematian tari dengan bros yang dia berikan

Pikiran Olivia semakin kacau

"jadi ke cafe vi?"

"jadi donk" ujar Olivia menyembunyikan rasa gugupnya

di perjalanan Olivia masih termenung, jika memang kematian tari berhubungan dengan bros milik nek Marni, berarti Olivia secara tidak langsung sudah membunuh seseorang.

Sesampainya di cafe senja, Olivia dan bety duduk diantara para pengunjung cafe itu

"vi... ini kan cafe yang kamu ngelamar dulu"

"iya. kan kamu yang antar bet?"

"jadi pemilik cafe ini yang ketemu waktu itu?"

"iya. yang aku tunjukkan ke kamu kemarin. kamu lupa?"

"lupa vi. aku kira itu hanya orang kepercayaan pemilik cafe ini vi. eh ternyata pemiliknya sendiri?"

Olivia memesan beberapa macam camilan dan juga minuman

"mbak via" sapa waitress itu

"hay ken"

Niken menyodorkan buku menu kepada Olivia dan bety

"di tunggu ya mbak" ucap niken lalu pergi

"vi... " dimas menyapa Olivia dan bety

"mas"

dimas duduk bersama dengan mereka

"enak kamu ya. di suruh istirahat malah Keloyongan seperti ini"

"bosen di kosan mas"

"bisa aja kamu. kamu mau menikmati sebagai konsumen di cafe ini?"

"boleh kan mas?. oh ya ini bety mas"

"nah ini kan mbak yang ngantar kamu kapan hari vi"

"iya mas"

bety memandang wajah tampan di hadapannya itu

"kedip bet" Olivia mengusap wajah bety

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!