Tatapan Mematikan Gavin
Koridor utara nggak pernah benar-benar sepi. Tapi setiap Gavin berdiri di sana, orang-orang otomatis memilih jalan memutar. Seolah ada garis tak terlihat yang nggak boleh dilewati. Hari ini dia b
1
1
Jam tanpa baru baterai
Menjadi seorang wanita sangat tidak mudah, kenapa karena butuh perhatian extra termasuk biaya baju yang lucu, penik yang lucu, boneka yang lucu, segala keinginannya Tepat di September ceria malaikat
0
0
Monumen Luka di Atas Semen Basah
Arika Salsadila tidak akan pernah lupa bau itu. Bau campuran antara keringat masam, semen murah, dan sisa rokok kretek yang menempel di napas Reno. Baginya, itu adalah aroma kematian. Lima tahun lalu,
0
1
Berkah Jomblo di Bulan Ramadan
Satu jam sebelum azan Magrib adalah waktu paling krusial bagi Arini. Sebagai jomblo abadi yang baru saja pindah ke kompleks perumahan baru, ia memutuskan untuk ikut berburu takjil di masjid raya terde
0
1
Riasa yang Glow Up
Riasa menatap pantulannya di kaca spion mobil sedan mewah miliknya. Gaun sutra berwarna zamrud itu membalut tubuhnya dengan sempurna, memperlihatkan garis bahu yang tegas dan pinggang yang dulu hanya
1
1
Mantan Istriku Mertuaku Kini
Aris selalu percaya bahwa takdir memiliki selera humor yang gelap. Namun, ia tidak menyangka takdir akan menertawakannya tepat di depan pintu sebuah rumah asri di pinggiran Jakarta. Saat itu, Aris (3
0
1
Tiga Hari di Bangsal Sepi
Bau karbol yang menyengat adalah hal pertama yang menyapa indra penciuman Sekar saat ia siuman. Di sampingnya, sebuah ranjang bayi plastik transparan menampung sesosok mungil yang terbungkus kain bedu
0
1
Apocalypse: the mutant EPS11
Suasana malam hari yg gelap gulita, Matthew, nick, magnus, dan Rintaro berjalan melewati hutan meninggalkan imperial city yg kini sudah di susupi oleh penghianat Matthew *menatap sekitar*: hati² ban
0
0
Darah Di Atas Sajadah Lusuh
Di sebuah gang sempit yang baunya selalu bercampur antara selokan mampet dan asap rokok murah, Nizam (7 tahun) adalah sebuah bayangan yang dipaksa nyata. Tubuhnya kecil, lebih mirip kerangka yang diba
0
1
Rekaman yang Mati?
Langit di atas Manhattan tampak seperti kaca yang retak, memantulkan cahaya neon yang dingin ke wajah Julian Sterling. Julian adalah definisi "Kaum Headset"—generasi elit yang hidup dengan AirPods Max
0
1
Ada Apa Dengan Satya?
Satya Purnama (38 tahun) adalah sebuah anomali di apartemen mewah itu. Di tengah riuhnya orang yang sibuk dengan healing dan self-reward, Satya adalah sosok yang "hening". Dia duda, tanpa anak, dan se
0
2
Mahkota Di Atas Kubangan Darah
Malam itu, Jakarta tidak sedang menangis, ia sedang meludah. Hujan turun bukan untuk membasuh debu, tapi untuk menenggelamkan harga diri seorang pemuda yang meringkuk di gang sempit di balik kemegahan
0
2
Visa untuk Kembali ke Hati yang Salah (Part 2)
Seno datang ke kafe seberang kantor imigrasi tiga puluh menit lebih awal. Ia sudah mengganti seragam birunya dengan kemeja flanel yang lengannya digulung sesiku—gaya yang menurut Rania dulu membuatnya
0
1
Visa untuk Kembali ke Hati yang Salah
Pagi itu, Kantor Imigrasi Kelas I sedang padat-padatnya. Suara mesin nomor antrean yang monoton berpadu dengan aroma kopi saset dan parfum dari berbagai merk yang bercampur menjadi satu. Seno Darmawan
0
1
Aku hanya cadangan untuknya
“Aku suka dia, Nay.” Kalimat itu seperti biasa keluar dari mulutnya. Aku tersenyum, meski hatiku tidak pernah benar-benar siap mendengarnya. “Siapa lagi sekarang?” tanyaku, pura-pura santai. Dia terta
0
4
Jendala Rumah yang Mengarah ke Belakang
Bagi Aris, kepulangan ke rumah tua di pinggiran kota ini bukanlah sebuah ziarah, melainkan sebuah eksekusi. Rumah itu berbau apek, campuran antara debu kayu yang melapuk dan sisa-sisa trauma masa keci
0
1
Masa Lalu Bunga Sakura
Di sebuah sudut kota Hamamatsu yang selalu dideru angin musim dingin, sebuah rumah kayu tradisional berdiri dengan keangkuhan yang mulai rapuh. Di dalamnya, tinggal Nenek Sato, seorang wanita berusia
0
2
Dilema Di Antara Dua Bakti (Part 2)
Tiga tahun telah berlalu sejak deru mesin mobil Widya menghilang di ujung aspal, meninggalkan Andra dalam kesunyian yang berdengung. Rumah besar itu kini terasa seperti sebuah makam yang terlalu luas.
0
1
Dilema Di Antara Dua Bakti
Pukul tiga pagi, dan rumah itu tidak pernah benar-benar tidur. Di kamar pojok yang berbau balsem dan sisa makanan yang tumpah, Pak Baskoro sedang berbicara dengan bayangan di sudut plafon. Suaranya se
0
1
Peluit Berdarah di Negeri Galaxy
Stadion Utama Andromeda menderu seperti tungku api yang siap melahap apa pun di dalamnya. Malam itu, final Liga Utama Negeri Galaxy mempertemukan dua musuh bebuyutan: Persada Meteor melawan United Neb
0
1