NovelToon NovelToon
Black Pearl

Black Pearl

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Cintamanis / Duda / Tamat
Popularitas:1.2M
Nilai: 4.9
Nama Author: Mayu Assanna

Masih tahap revisi PUEBI 🙏

Andy Frederica, seorang mahasiswi magang di sebuah perusahaan multinasional. Suatu hari, ia harus berurusan dengan seorang presdir dingin yang sudah memiliki seorang istri.

Takdir mempertemukan mereka terus-menerus dan membuat Andy masuk lebih jauh ke kehidupan pribadi sang presdir. Mampukah ia bertahan dari jeratan cinta yang kapan saja bisa mengambil alih pikiran logisnya? Lantas, bagaimana dengan istri sang presdir?

"Ini bukan sembarang cincin. Bukan cincin pertunangan ataupun pernikahan. Cincin ini adalah simbol kalau aku adalah pembantunya. Dia adalah majikanku. Jangan pernah jatuh cinta pada majikanmu!"

"Apa!"

"Narsis sekali dia bicara begitu. Memang ini bukan cincin pertunangan. Apalagi cincin pernikahan. Ikatan cincin ini lebih sakral karena ini adalah cincin perbudakan!"

[ Andy Frederica ]

Genre : Adult Romance, friendship, family
Setting : Jakarta, Indonesia
Alur : Maju
Status. : Tamat 124 Episode
Cover : Pinterest

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mayu Assanna, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 10 : Pahlawan

Sudah berjam-jam aku berpikir, bagaimana harus menghadapi Tuan Asland lagi setelah kejadian tadi malam. Mungkin cara terbaik adalah aku harus bertemu dengan beliau di apartemennya. Sangat tidak mungkin kalau kulakukan di kantor G.F Company. Pasti akan ada lebih banyak orang dan petugas keamanan di sana.

'Belum sempat aku bicara, sudah langsung kena usir nanti. Ya benar, di apartemennya saja.' Tekadku sudah bulat.

Dan beberapa saat setelahnya, aku berjalan mondar-mandir di depan pintu apartemen Tuan Asland. Sebenarnya tidak yakin pria itu akan membukakan pintu apartemennya untukku. Terlebih lagi setelah kesalahpahaman yang terjadi di antara kami tadi malam.

Tetapi aku sudah mencoba sejauh ini dan sekarang sudah berada di sini. Harus kulanjutkan perjuanganku sampai ke titik darah penghabisan. Lantas kukumpulkan segenap keberanian untuk menekan bel apartemennya.

Ting ning! Ting ning! Ting ning!

Sedangkan aku sendiri bersembunyi di balik dinding. Takut kalau-kalau Tuan Asland akan melihatku lebih dulu dari lubang intip pintu lalu langsung mengusirku pergi. Namun, setelah beberapa saat menunggu, pintu apartemennya belum juga terbuka.

Ku tekan lagi bel apartemennya sampai beberapa kali. Kali ini lebih banyak dari sebelumnya. Pucuk dicinta ulam pun tiba, akhirnya keajaiban yang kutunggu datang. Tuan Asland membuka pintu apartemennya.

Ceklek!

Sekonyong-konyong aku bergegas muncul di hadapannya. "Tuan Asland...."

"Hah! " Pria itu sangat terkejut. "Apa yang kamu lakukan di sini!" Dia juga membentakku.

"Tuan Asland, aku mau minta maaf tentang kejadian kemarin malam. Tuan sudah salah paham."

Tuan Asland mencoba menutup kembali pintu apartemennya, tetapi segera kutahan pintu itu agar tidak tertutup. Agar aku masih memiliki kesempatan untuk bicara dengannya.

"Tuan, tolong dengarkan penjelasanku dulu!" Aku kembali memelas di depannya.

"Pergi dari sini!"

Tak peduli dengan sikap menyedihkanku, ia kembali membentak. Kali ini disertai sorot mata yang tajam pula.

"Tuan Asland, aku minta maaf karena caraku salah kemarin. Tapi tentang Mamaku itu benar. Mamaku sakit jantung dan harus segera dioperasi. Aku mohon tolong aku, Tuan!"

Tuan Asland tidak menggubris. Ia masih berusaha menutup pintu apartemennya. Kami jadi terlihat seperti anak kecil yang sedang bermain buka dan tutup pintu.

"Pergilah! Kamu benar-benar mengganggu!"

"Tuan, aku akan lakukan semua yang Tuan katakan dan Tuan suruh. Tapi tolong, pinjami aku uang, Tuan! Aku mohon. Aku harus menolong Mamaku."

Sudah terlanjur berang, Tuan Asland mempelototiku. "Cepat pergi, Pengemis! Kamu memang tidak tahu malu. Atau aku akan berbuat kasar padamu!"

"Tuan Asland, aku mohon tolonglah aku, Tuan!"

Suara dan seluruh jiwaku sudah sepenuhnya mengiba kepadanya. Bahkan aku rela disebut pengemis demi menolong ibuku. Namun, ia tak kunjung peduli. Sampai tiba-tiba pandanganku tertuju pada hal lain. Hal lain itu adalah balkon yang berada di dalam apartemen Tuan Asland.

"Maafkan aku, Tuan. Maafkan aku!"

Kukumpulkan semua tenaga untuk mendorong pintu. Dan,

Gubraakkk....

Tuan Asland terdorong ke belakang. Aku langsung berlari menerobos masuk.

Gubraaaaakk....

Suara dobrakan yang lebih kuat dari sebelumnya. Tuan Asland membanting pintu dengan penuh amarah murka.

"Shiiitttt!" umpatnya kesal setengah mati. "Cepat keluar dari sini!!"

Aku yang sudah putus asa berlari menuju balkon. Berpegangan pada pagarnya lantas memanjat ukiran pagar balkon tersebut. Sebentar kulongokan kepala ke bawah. Semua jadi terlihat kecil karena aku berada di lantai 35 gedung Blue Tower Building. Seketika mata Tuan Asland membulat, melihat hal nekad yang kulakukan.

"Apa yang kamu lakukan?" sergah Tuan Asland yang sudah berdiri di hadapanku. Tangannya menjulur hendak menggapai.

"Tuan, tolong dengarkan penjelasanku dulu. Aku minta maaf tentang kejadian kemarin malam. Tapi aku benar-benar butuh uang, Tuan. Mamaku sakit jantung dan harus segera dioperasi."

'Mama ... Mama.'

"Hiks! Hiks! Hiks!"

Setiap kali aku mengucapkan kata itu, tanpa menunggu untuk kuizinkan, air mataku sudah bercucuran di pipi. Aku sedih, tidak tahu harus berbuat apa lagi. Hanya Mama yang kupunya dan sekarang aku nyaris kehilangannya.

Tuan Asland bergeming seraya melihatku intens, tetapi mimik wajahnya tidak berubah jadi simpati.

"Tuan, aku mohon bantulah aku. Aku akan melakukan apa saja yang Tuan katakan dan Tuan suruh. Aku berjanji akan menepatinya. Tapi aku mohon pinjami aku uang, Tuan. Untuk biaya operasi Mamaku. Hiks! Hiks! Hiks!"

Air mataku terus mengalir.

"Kalau Tuan tidak mau meminjami aku uang, aku akan...."

Kepalaku melongok ke bawah. Kunaikan kaki, memanjat ukiran pagar balkon lebih tinggi.

"Apa yang kamu lakukan? Cepat turun dari situ!" serunya setengah berteriak.

"Maaf, aku mau bunuh diri, Tuan. Aku tidak mungkin bisa hidup kalau sampai terjadi apa-apa dengan Mama. Aku belum bisa menyenangkannya apalagi membalas budi Mama. Sekarang Mama butuh bantuanku tapi aku tidak bisa menolongnya. Lebih baik aku mati saja!"

Suaraku gemetar. Aku menangis sejadi-jadinya di depan Tuan Asland. Sedangkan Tuan Asland sendiri mulai tampak gelisah dan kebingungan.

"Jangan! Jangan melakukan itu!"

Mendadak pria itu membujukku seraya menggelengkan kepalanya.

Pikiranku kosong. Aku masih menangis. Ingin kuhentikan tangis ini, tetapi tidak seperti yang kuharapkan. Dikuasai rasa keputusasaan, tanpa sadar aku kembali melihat ke bawah. Bahkan sekarang tubuhku lebih condong ke arah sana.

"Jangan!" teriak Tuan Asland. "Tolong jangan lakukan itu! Oke, aku akan meminjamkanmu uang. Tapi kamu harus berjanji akan menuruti semua perintah dan kata-kataku."

Mendengar ucapannya melunak. Aku pun tersadar, perlahan menatap intens ke arahnya.

"Sekarang dengarkan aku! Aku akan meminjamkanmu uang. Jadi tenangkan dirimu dan turunlah dari situ. Itu adalah perintah pertama yang harus kamu lakukan. Ayo turun dari situ!"

Tuan Asland mengulurkan tangannya. Kulihat tangan itu. Tangan orang yang mengulurkan bantuan kepadaku. Perlahan kuraih tangannya. Seketika disambut dengan genggaman tangan yang erat.

'Hangat, telapak tangannya hangat.'

Kemudian aku mulai menuruni ukiran pagar balkon dan berhasil menginjak lantai. Kepalaku mendongak. Dari balik kelopak mata yang bergoyang, aku  melihatnya. Kutemukan sepasang manik biru yang juga menatapku dengan teduh.

"Terima kasih, Tuan."

Tuan Asland tidak menjawab. Dia diam seraya membimbingku agar duduk di sebuah kursi yang sepertinya ada di ruang makan apartemen. Sesaat ia pergi lalu kembali lagi dengan segelas air putih di tangannya.

"Minumlah!" ujarnya tenang lalu duduk di kursi yang berhadapan denganku.

Kuambil air itu dan meneguknya beberapa kali. Tenggorokanku yang kering kini sejuk usai dialiri air. Lima detik berikutnya, kuletakan lagi gelas yang masih tersisa sedikit air di dalamnya ke atas meja kaca berbentuk persegi empat.

Yakin aku sudah stabil dan bisa diajak bicara, Tuan Asland pun bertanya, "Berapa uang yang kamu butuhkan?"

"Se-seratus lima puluh juta, Tuan." Kutekuk lagi wajahku.

"Seratus lima puluh juta?" ulang Tuan Asland.

"Ya Tuan. Aku tahu itu jumlah yang sangat banyak. Bahkan aku belum pernah melihat uang sebanyak itu. Tapi Mamaku sedang sakit jantung koroner dan harus segera dioperasi bypass jantung. Maafkan caraku yang memaksa Tuan agar memberiku pinjaman uang. Terus terang, aku sudah putus asa untuk mendapatkan uang sebanyak itu."

Air mataku berlinang lagi di hadapan Tuan Asland.

***

BERSAMBUNG...

1
Kiki Nurjanah
Luar biasa
shandy
thor aku kasih masukan dikit ya thor
andykqn udh di katai prlacur di maluin pas tmt orang ramai di katai pembantu
coba andynya tegas sedikit thor punya harga diri gitu
jangan mudah luluh lg dengan aslannya
Nunung Suwandari
ini novel thn 2022 dan aku baru baca sekarang 😊
Apa novel nya sudah direvisi yak ?
coz aku caba dikolom komentar banyak yg bingung sama alurnya 😅
Vivry Latif
Alur ceritanya Keren,Susah,senang,suka&duka semua campur aduk..moga ke depan semakin sukses dengan Karya2 lanjutannya Thor👏👍Semangat Sllu🙏🙏Slam dari NTT
Vivry Latif
Keren Ceritanya Thor👏💪💪Semangat Sllu buat Karya2 ke DepanNya.Slam kenal dari NTT🙏
Reni Ajja Dech
😂😂😂😂😂🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
neur
keren 😎😎
aisyahara_ㅏㅣ샤 하라
adegan ++ nya gak di tayangin..😂😂😂
IG : @mayu_assanna: susah di sini kk. kalo mau yg jelas di F-I-Z-Z-O. Nama pena mayu assanna judul novel play date. di situ author nulis pake mode kebablasan 🤭🤭
total 1 replies
aisyahara_ㅏㅣ샤 하라
mode malaikat nya keluar si alshad,,
aisyahara_ㅏㅣ샤 하라
alshad gak ada manis² nya..😅
serem² nagih yg modelan begini
Ning Eni
sangat bagus menurut saya krn wawasan luas dan ringan cerita ulasanya sederhana tapi tepat dan sangat receh komikasinya
bisa untuk d rekom pada teman untuk d bacz
kavena ayunda
karma tukang selingkuh untung kagak mampusss mampuss lebih baik sih menjijikan
Bhre Sandra
romantis...melted
🇮🇩⭕Nony kinoy❃hiat🇵🇸
Kwkwkw.. Mkn tuh sate jengkol, bole CEO mkn sate jengkol kwkwkw 🤣🤣🤣
Lucas
baguuuuusssss bnget cerita ini.....bener2 proses untuk mencintai seseorang....dan bener2 perjuangan untuk bisa bersatu....alurny seperti kehidupan sehari2.....😁😁😁
❄️ sin rui ❄️
ini kok dari bab sebelum2 nya banyak yg komen mamah andy2 mulu, tapi aku baca di beberapa bab sebelum nya gak ada pembahasan soal mama nya andy, apakah sudah di revisi atau giamna? udah gtu alur nya kok muter2 mulu sih thor
IG : @mayu_assanna: Iya Mbak sudah direvisi karena sebelumnya 1 Bab mencapai 3000 kata. Peraturan platform menyarankan 1 Bab 1000-2000 kata aja. Makanya direvisi. Tapi tetap gak mengurangi ataupun menghilangkan bagian-bagian cerita. Cerita ini masih lengkap seperti semula, cuma babnya aja yg nambah 🙏😊
total 1 replies
Bunda Azzahra
mampir thor😊😊😊
Lusiana Novitasari
penuh bawang🤭😢
Lusiana Novitasari
baca untuk yg kedua x nya🤭
Lusiana Novitasari
wkkk bangun datar🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!