NovelToon NovelToon
Ku Rebut Kembali Semua Milikku

Ku Rebut Kembali Semua Milikku

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Diam-Diam Cinta / Mengubah Takdir
Popularitas:3.3k
Nilai: 5
Nama Author: Alisha Chanel

Tamara, seorang gadis muda berusia 19 tahun rela menjadi pelayan demi membalas dendam pada orang-orang yang telah menyakiti keluarganya.

Namun saat sedang menjalankan misi, hal yang tak terduga terjadi. Tamara terlibat cinta segitiga dengan suami majikannya.

Akankah misi Tamara untuk balas dendam berhasil? ikutin terus kisahnya ya🙏

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Alisha Chanel, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Aku tahu rahasiamu

Tamara melangkahkan kaki memasuki gerbang megah rumah keluarga sang majikan dengan perasaan yang sedikit berbeda. Kali ini, tidak ada Nyonya Giyandra yang akan membentak atau menatapnya penuh kebencian. Rasanya seperti bisa bernapas sedikit lebih lega.

"Dunia terasa begitu damai tanpa kehadiran wanita jahat itu," gumam Tamara, senyum tipis tersungging di bibirnya. "Semoga saja dia harus dirawat lebih lama di rumah sakit."

Kaki Tamara melangkah ringan menuju kamar utama, kamar Giyandra yang kini kosong tak berpenghuni. Pintu terbuka perlahan, menampakkan kemewahan yang sama sekali tidak asing bagi Tamara.

Mata gadis itu menyapu seluruh ruangan, memperhatikan tas-tas branded, gaun-gaun indah, dan deretan sepatu mahal yang terpajang rapi di dalam lemari kaca.

"Aku telah meminjamkan semua kemewahan ini padamu selama lima belas tahun," bisik Tamara dalam hati, sorot matanya tajam. "Sekarang, kau dan keluargamu harus mengembalikan semua yang telah kalian rebut dari keluargaku... berikut dengan bunganya."

Pandangan Tamara terhenti pada sebuah gaun pesta berwarna merah menyala yang tergantung indah di tengah lemari, seolah memanggilnya. Gaun itu tampak begitu memikat. Tanpa ragu, Tamara meraih gaun itu dan mulai mencobanya di depan cermin besar.

"Sudah lama sekali aku tidak memakai gaun semahal ini..." gumamnya, menatap pantulan dirinya. Di sana, seorang wanita cantik berdiri, namun ada gurat kesedihan dan kepedihan yang tak bisa disembunyikan di matanya. Gaun merah itu membalut tubuh Tamara dengan sempurna, membuat Tamara terlihat begitu memukau, namun sekaligus menyedihkan.

Saking asyiknya larut dalam kemewahan yang sudah lama tidak ia rasakan, Tamara tidak menyadari sepasang mata tajam sedang mengawasi setiap gerak-geriknya.

"Apa yang kau lakukan?"

Suara bariton yang dingin itu membuyarkan lamunan Tamara seketika. Tubuhnya menegang, ia berbalik kaget dan mendapati Dion berdiri di ambang pintu, menatap dirinya dengan tatapan yang sulit diartikan.

"Tuan... kenapa Anda ada di sini?" Tamara tergagap. "Kenapa tidak menemani Nyonya di rumah sakit?" Ia tidak menyangka aksinya akan dipergoki sang majikan.

Dion melangkah masuk, menyunggingkan senyum sinis. "Kalau aku tidak ada di sini, bagaimana aku bisa tahu kalau ada pelayan kecil yang berani mencoba-coba pakaian istriku?"

"Maafkan saya, Tuan. Gaun ini... gaun ini terlalu indah. Saya tidak tahan untuk tidak mencobanya," ucap Tamara terbata-bata, wajahnya memerah menahan malu.

"Rupanya kau sangat menyukai barang-barang milik istriku, ya?" Dion mendekat, suaranya terdengar mengejek. "Bahkan kau menyukai pria miliknya juga, kan?"

"Tidak, bukan seperti itu, Tuan! Maafkan atas sikap lancang saya!" Tamara segera membungkuk dalam, berniat pergi dan menghindar dari situasi canggung ini. Namun, saat ia berbalik, Dion sudah berdiri di hadapannya, menghalangi jalan.

"Mau ke mana kau?" tanya Dion dengan tatapan tajam.

"Saya... saya mau ganti pakaian, Tuan," jawab Tamara tanpa berani menatap mata pria itu.

"Ganti di sini saja," sahut Dion dengan nada menggoda, senyum miring terukir di bibirnya.

"Tapi... Tuan..."

Tamara ingin menolak, namun Dion dengan cepat menarik pinggang gadis itu. Tubuhnya terhuyung, dan ia berakhir dalam pelukan erat Dion. Hawa panas dari tubuh pria itu menyelimuti dirinya.

"Kau masih punya hutang padaku, Tamara," bisik Dion tepat di telinga gadis itu, napas hangat pria itu menerpa kulit leher Tamara.

Tamara mencoba melepaskan diri, mendorong dada bidang Dion sekuat tenaga, namun usahanya sia-sia. Pria itu terlalu kuat.

"Tuan, jangan seperti ini! Nyonya sedang terbaring di rumah sakit!" ucap Tamara dengan mata terpejam, mencoba menahan sentuhan Dion yang kini mulai mencium leher jenjangnya.

Dion menghentikan ciumannya, lalu menatap Tamara dengan tatapan yang menusuk.

"Kenapa kau begitu peduli? Bukankah Giyandra sakit karena ulahmu sendiri?"

Ucapan itu membuat Tamara terkesiap. Ia menatap Dion dengan tatapan terkejut.

"Jangan kau pikir aku tidak tahu apa yang sudah kau lakukan," lanjut Dion, dan di tangannya ia sudah memegang sebuah bungkusan plastik kecil, bungkus racun yang biasa Tamara gunakan untuk 'membumbui' makanan Giyandra. Matanya menatap Tamara, seolah mengatakan, 'Aku tahu semua rahasiamu.'

Bersambung...

1
Dew666
👄👄👄
Dew666
🩵🩵🩵
Dew666
💄💄
Dew666
🔥🔥🔥
Dewi
fokus saja dengan misimu tamara, jangan terkecoh sama Dion
Dewi
Dion udh suka sama tamara, makanya nolak giandra
Dewi
Dion suka sekali bermain api
Dew666
💃💃
Jengendah Aja Dech
❤️
Dew666
🥰🥰
Dew666
🥰🥰
Dewi
kayaknya tamara mau balas dendam karena dion atau istrinya sudah menghancurkan keluarganya
Dewi
misi apa tuh?
Dew666
👑👑
Dew666
💜💜
Dew666
🌹🌹
Dew666
💎💎
Dew666
💐💐
Dew666
💐💐💐
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!