NovelToon NovelToon
Kehidupan Ke 2 (Sama-sama Terluka)

Kehidupan Ke 2 (Sama-sama Terluka)

Status: tamat
Genre:Mengubah Takdir / Fantasi / Romansa Fantasi / Tamat
Popularitas:19.5k
Nilai: 5
Nama Author: waya520

Semua bermula ketika Vanessa yang memaksakan keinginannya untuk mengikat Calvin dalam ikatan pernikahan, dengan harapan bahwa pria itu akan mencintainya. Tapi yang terjadi, pria itu malah membencinya dan berusaha selalu menjaga jarak dengannya, bertahun-tahun menikah, pria itu ternyata masih memikirkan mantan kekasihnya.

Sampai saat Vanessa sekarat karena kanker yang menggerogoti tubuhnya, dia melihat, suaminya yang menggandeng mesra tangan seseorang yang menjadi alasan kenapa pria itu tidak akan pernah mencintainya.

Di sisa nafasnya, dia pun menyesali keputusannya saat itu. "Andai saja aku tidak pernah memaksa Calvin menikah dengan ku, mungkin aku bisa merasakan sebuah kebahagiaan."

Karena sejak awal, hati pria itu memang bukan miliknya.

Dan yah, Tuhan pun mengabulkan keinginannya. Apakah Vanessa akan merelakan Calvin bersatu dengan mantan kekasihnya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon waya520, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Jatuh

*Jangan lupa like dan vote dulu sebelum lanjut membaca ☺️

.

Vanessa ikut menoleh saat mendengar panggilan om nya. Namun matanya membola saat melihat seseorang yang juga menatapnya kaget di belakang Jake sepupunya.

"Calvin."

"Vanessa."

Jake menatap Calvin dan Vanessa bergantian. "Kalian saling kenal?" tanyanya.

Namun Vanessa memilih untuk diam. Sedangkan Calvin berjalan mendekati istrinya. melihat itu Artur memilih untuk diam dan menyingkir sembari menarik Didi dan juga Jake.

"Kenap..." Jake hendak bertanya namun.

"Sttt." Artur mengode keponakannya itu untuk diam. Didi ikut memperhatikan pergerakan Calvin.

Jake cemberut, namun dia memilih untuk diam.

"Berhenti." pinta Vanessa, namun pria itu abai. Dengan cepat Calvin menarik tangan wanita itu dan....

grep.....

Memeluknya erat, Vanessa jelas terkejut begitupun dengan Jake. Namun pria itu tetap diam karena di tatap tajam oleh Artur.

"Tolong beri aku kesempatan sekali lagi Vanessa." bisiknya penuh harap. Vanessa mencoba melepas pelukan itu, tapi Calvin seolah mengunci semua pergerakannya.

"Aku tidak akan melepasmu sebelum kamu jawab iya."

Vanessa mengerutkan keningnya. "Itu namanya pemaksaan." keluhnya, namun pria itu tidak perduli.

"Selama untuk kebaikan, sah-sah saja memaksamu untuk mempertahankan rumah tangga kita."

Sejak kapan pria itu mau bicara panjang lebar dengannya.

Jujur Vanessa merasa asing dengan Calvin yang sekarang. Maksudnya, pria itu mendadak bertingkah aneh, tidak seperti Calvin yang biasanya.

"Kamu mabuk?"

Pertanyaan aneh itu keluar dari mulut Vanessa, padahal dia tahu jika Calvin tidak pernah minum minuman keras seperti itu.

Calvin tersenyum miris. "Aku tahu selama empat tahun kita menikah, aku selalu mengabaikan mu Vanessa."

Wanita itu memilih diam sambil mendengarkan.

Sementara tiga pria lainnya sibuk mengintip dari jauh. Jake sendiri ikut penasaran, dia baru mengetahui fakta bahwa Calvin adalah suami dari sepupunya Vanessa.

Kenapa dia baru tahu.

Jawabannya karena saat itu keluarganya tinggal di Bali sementara keluarganya Vanessa di Jakarta, dan Artur mengabari pernikahan anaknya dadakan.

Ya keluarganya tidak bisa datang dong. Juga keadaan ekonomi mereka saat itu belum sebaik sekarang.

"Calvin, keputusan ku sudah bulat." dengan kasar Vanessa mendorong tubuh pria itu menjauh.

Lemas...

kaki Calvin melemas. Hatinya sangat terluka melihat penolakan istrinya.

"Apa kamu punya pria lain?"

Vanessa hampir tersedak mendengarnya. Dia menggelengkan kepalanya. "Bahkan dari dulu yang aku sukai cuma kamu Calvin."

Calvin menunduk, dia tahu itu. Vanessa bukanlah wanita yang mudah untuk jatuh cinta kepada seorang pria.

wanita itu memiliki ambisi yang tinggi. Itu sebabnya Vanessa memaksa dirinya untuk menikah dengan wanita itu dulunya.

Dan yang dia tahu, Vanessa tidak mudah dekat dengan seorang pria kecuali keluarganya.

"LA TERUS KENAPA KAU MALAH MAU BERCERAI DENGAN NYA NESS." teriak Jake yang ikut campur dalam urusan dua pasturi di depannya.

Didi dengan kesal memukul belakang kepala anaknya.

Plak....

"Astaga memalukan."

Jake meringis lalu mengelus belakang kepalanya..

Namun belum hilang nyeri di belakang kepalanya. Vanessa entah datang dari mana tiba-tiba sudah berdiri didepannya.

Plak.....

"CK, BERISIK!" Teriak wanita itu tepat di wajah Jake setelah sebelumnya menampar pipi pria itu. Tenang tidak keras kok.

"Haish kupingku." teriakan Vanessa membuat gendang telinganya nyeri.

Artur berjalan mendekati Calvin, dia menepuk pundak pria itu. "Ayah setuju kalau kamu mau mempertahankan rumah tangga kalian."

"Ayah!" tegur Vanessa tidak terima. Namun pria tua itu mengabaikannya dan malah bisik-bisik dengan menantunya.

"Nanti ayah bantu."

Calvin mengangguk setuju. "Terimakasih ayah."

Jake ikut mendekati dua pria itu. Meninggalkan Vanessa yang mendengus kesal dan merenggut tidak suka. Dia merasa seperti di khianati.

"Jake, awas kalau kau bukan di pihak ku." ancamnya. namun sepupunya itu malah menjulurkan lidah ke arahnya.

"Aku sudah mendengar ceritanya secara lengkap dan aku mendukung Calvin."

Vanessa tercengang mendengarnya. Dia melotot ke arah Jake. "Kau sudah di bohongi."

Calvin bergerak mendekati Vanessa.

"Berhenti!, jangan mendekat." wanita itu mengarahkan tangannya ke arah pria itu. Dan langkah Calvin spontan terhenti..

"Kau cerita apa saja pada si anak setan itu?" tanya Vanessa sedikit melirik ke arah Jake yang jelas tidak terima dengan panggilan sepupunya itu.

"Semuanya. Dari awal kita kenal sampai kamu meminta cerai."

Vanessa menatap pria itu tidak percaya. "Bodoh."

....

Aurel menyeka saus teriyaki yang menempel di dagunya dengan tissue. Sudah lama dia tidak makan makanan yang enak seperti ini.

Di depannya, Ada dua pria yang menatapnya dengan ekspresi yang berbeda.

"Pelan-pelan makannya." Deon mengambil tissue lalu mengelap saus yang membuat di bibir Aurel.

Wanita itu mengangguk lalu tersenyum. "Terimakasih ya Deon, kalau bukan karena mu, mungkin aku sudah luntang Lantung di jalanan."

Pria itu tersenyum lalu mengelus rambut wanita itu. "Bukan masalah besar, kalau kau butuh apa-apa, bilang saja padaku."

Rian menatap Deon curiga. Jangan-jangan.....

"Ah iya, apa Calvin sudah bisa di hubungi?" tanya Aurel setelah menghabiskan makanannya.

senyum di wajah Deon langsung hilang. "Hahhh, bukannya Calvin sudah mengusir mu?, kenapa kau masih menanyakannya?"

Nada suara Deon sedikit tinggi di akhir kalimatnya. Jelas Aurel takut. Wanita itu menunduk. "Aku yakin Calvin tidak berniat seperti itu, mungkin dia sedikit emosi karena Vanessa yang memilih untuk pergi."

Rian mengambil gelas yang berisi minumannya. "Apa yang dikatakan Calvin sebelum dia pergi?"

"Dia bilang tidak ingin bercerai dengan Vanessa." ucap wanita itu polos.

"Tapi aku yakin Calvin masih mencintaiku, dia tidak mungkin mengingkari janji denganku."

Aurel kembali mengingat kenangan indah bersama kekasihnya, bahkan belum ada kata putus diantara mereka. Jadi bisa di simpulkan bahwa baik dirinya dengan Calvin belum berpisah.

Deon bedecih lalu tekekeh. "Mereka sudah menikah empat tahun Aurel, tidak mungkin kan mereka tidak melakukan apa-apa."

Ucapan pria itu membuat Aurel kesal, wanita itu mengepalkan tangannya. Dia jadi membayangkan bagaimana Calvin dan Vanessa hidup dibawah atap yang sama.

"Tapi Vanessa bilang mereka tidak melakukan apa-apa termasuk ehm ya urusan itu."

Rian mengangguk. Dia saksinya. bukan berarti dia tahu bagaimana kehidupan rumah tangga temannya itu. Pernah waktu ada acara kantor dan para karyawan memutuskan untuk pergi minum-minum.

Dia tahu jika Calvin bukan pria peminum, entah kebetulan atau apa. Saat itu Calvin tidak sengaja menenggak minuman keras yang di kira air minum biasa.

Dan efeknya benar-benar luar biasa.

Calvin mabuk berat, pria itu menangis meraung-raung dan menceritakan beban pikirannya yang selama ini disimpan rapat.

Untungnya tidak ada Deon disana.

Jadi dia dengan cepat memapah tubuhnya dan memasukkannya ke dalam mobil. Di situ. Calvin menceritakan tentang kehidupan rumah tangganya. Dan Rian bisa menyimpulkan bahwa Calvin sepenuhnya jatuh pada Vanessa.

Hanya saja gengsinya besar.

1
Wawasan Ilmu NgertiYuk
kok dikit kak bab nya😭
Ari Peny
tamatkah
Ari Peny
kadang malas liat kelakuan celvin terlalu klo habis nglakuin kesalahan tp ttp mudah d godain
Uthie
Wahhh .. Jake dah punya gandengan 😍😍
Uthie
Nahhh.. gitu dong Vanessa 👍😏
meowww
kesel aku sama Calvin 😭
Ari Peny
bagus ness jgn lemah calvin emang bodoh
Uthie
Iya juga sihh... kenapa si Calvin jadi sekhawatir sama cewek yg jelas-jelas berusaha lagi meneror istrinya lewat kerjasama dgn si Rico, walau akhirnya dia menyelamatkan si Calvin juga... harusnya yaa udah suruh anak buah nya kek yg ke RS nya mahh 😌😌
Uthie
Hahaa... usaha makanya Jake 😂
Uthie
Dasar Jake buaya buntung 😂😂😂
Uthie
Dasar cewek gak tau malu... udah gila itu 😡
Uthie
Kocak.... saat si Jake dikira sudah lebih baik mau membantu Calvin, ujung-ujungnya niat nya itu untuk bisa melihat para bule juga 😂
Uthie
Aslii kocak banget kelakuan si Jake.. bikin ngakak /Joyful//Joyful//Joyful//Joyful/
Uthie
😂😂😂😂
Uthie
sukur dehhh 😡
Uthie
Cieee .. lengketnya 😁
Uthie
Wahhh.... banyak pengganggu nya niiii 😡
Uthie
Wahhh... di Aurel masih sok pede, padahal si Calvin lagi indehoy itu 😂😂
Uthie
Wahhh.. si Aurel tidak sebaik yg di puja - puji 😡
Uthie
sweet 😁😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!