Dia Xuan Huan. seorang pejuang tingkat sembilan. Programmer sekaligus hacker yang sangat ditakuti. Banyak lawan yang sudah ditaklukkan, bahkan ada yang berkeinginan untuk menjalin kerja sama.
Proyek terakhir yang Ia kerjakan, adalah proyek kecerdasan buatan, yang bisa menjelajahi alam semesta. Penuh dengan kode kode rumit dan mencengangkan.
Quantum Xuan, itulah nama programnya. Tapi karena program itu dia harus mati, dan jiwanya ditempatkan pada tubuh seorang gadis lemah 12 tahun ke belakang, yang juga mati karena penganiayaan. Lalu bisakan tubuh dengan jiwa Xuan membalas dendam?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aditya Jetli, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
10. Mulai beraksi
"Kau tahu istilah cemen Quan. Sejak kapan?"
[Apa Tuan lupa jika Quan ini adalah kecerdasan buatan, yang 1000% meniru kecerdasan pembuatnya. Bahkan Tuan meningkatkan levelnya menjadi tidak terhingga]
"Oh ya, aku lupa. Kau benar Quan. Sekarang pertanyaan yang ketiga." Kau tahu dimana orang tua tak sadar diri itu sekarang?"
[Tahu Tuan. Mereka tinggal di sebuah rumah kecil di pinggir kota. Jauh dari pemukiman penduduk. Kelebihannya, Lingkungannya sangat asri, dan jauh dari peradaban manusia modern]
"Bagaimana bisa? Sejauh ini mereka sangat alergi terhadap kemiskinan. Apa mereka hanya berkamuplase saja?"
[Kemungkinan Iya tuan, karena sepanjang pengamatan klon Quan, yang Quan tugaskan untuk memata matai mereka selama dua hari ini, mereka betah tinggal di sana. Tapi Quan belum mendapatkan laporan dari klon Quan yang yang di sana]
"Kau punya klon, Yang benar saja. Bagaimana bisa?"
[Bisa saja tuan. Itu mudah untuk dilakukan. Tinggal memecahkan diri seperti amuba saja. Jadi deh]
"Wah! Kau sudah semakin berkembang Quan. Hampir semua istilah tempat ini kau bisa menirunya. Tidak sia sia dalam beberapa hari ini kau belajar tentang itu!"
[Itulah uniknya kecerdasan buatan tuan. Bisa menyesuaikan diri dengan lingkungan yang ada. Lihat, amati, dengar lalu praktikkan. Selesai]
"Tapi ngomong ngomong, cara menyapamu padaku sekarang sudah berubah, tidak Nona lagi tapi tuan. Ada penjelasan?"
[Anda adalah pembuatku. Jadi sudah sewajarnya menyematkan istilah itu pada diri tuan. Kalau Nona itu bawahan sementara, bisa pergi dan meninggalkan orangnya. Tapi kalau tuan itu bawahan selamanya, dan selalu ada dimana dan kapan saja orang itu butuhkan]
"Ternyata begitu? Terserah kau saja. Sekarang masalah kedua. Kantor catatan sipil berencana menghapus dataku juga data bawahanku, karena dianggap sudah tidak ada. Apa kau punya solusi untuk memecahkannya Quan?"
[Masalah itu biar Quan yang urus. Tuan tinggal fokus pergi ke sekolah saja. Balaskan dendam tuan secara perlahan. Jangan langsung dihabisi. Buat mereka merasakan ketakutan juga kesakitan seperti yang tuan rasakan selama ini]
[Kuasai lokasi, dan buat mereka tunduk pada tuan, termasuk mentor tuan. Karena mereka selama ini membiarkan kejadian buruk yang menimpa tuan terjadi, karena mereka takut pada anak anak itu. Semuanya anak orang kaya dan berkuasa]
[Quan ingin melihat tubuh anak ini bangkit melalui jiwa tuan. Ciptakan teror di lingkungan mereka, jika perlu dimana mana. Buat mereka menyadari, bahwa di atas langit masih ada langit. Mereka berkuasa, Tuan lebih berkuasa]
[Tapi saran Quan, saat Tuan pergi ke sekolah, Tuan jalan kaki saja seperti biasa. Begitu juga dengan Lili. Saat sampai, berprilaku lah seperti biasa, tunduk dan takut takut atau duduk tenang]
[Saat mereka beraksi, lemparkan jarum jarum cinta ke arah titik meridian mereka. Sasar titik emosi. ketawa, menangis, menari gas dan lain sebagainya. Quan akan tetap mendampingi anda]
"Pertanyaannya, apakah kau bisa mengubah diri menjadi seperti diriku, saat mengurus masalah di pencatatan sipil?"
[Oh, itu. Quan tidak perlu pergi ke sana. Cukup bekerja dari sini, dan Klik. Beres]
"Hahaha. Luar biasa! Tidak perlu bersusah payah datang, mengurus, antri ber panas panasan dan lain sebagainya semua urusan selesai."
"Kalau begitu aku percayakan padamu saja. karena setengah jam lagi kami berdua mau pergi ke sekolah."
"Tapi sebelum itu, sebagai orang yang dibangkitkan berlainan waktu juga tempat, aku ingin tahu, apa saja yang aku bawa ke sini. Apakah semua milikku juga ikut?"
[Benar tuan, hampir semuanya ikut, termasuk 200 emas batangan simpanan anda. Uang kontan dalam bentuk dolar Hongkong juga Amerika. Semuanya berjumlah sangat banyak. Cukup untuk menghidupi orang satu negara menengah selama setahun]
[Selain itu, komputer, telepon genggam, senjata, buku tabungan termasuk uangnya juga ikut. Bahkan baju baju tuan semuanya ada, dan sekarang Quan simpan di ruang penyimpan]
[Selain itu, apa yang belum sempat tuan beli, Quan sudah membelikannya untuk anda. Semuanya model terbaru dan belum ada di zaman ini]
[Jadi saat anda memakai dan menggunakannya, banyak orang yang akan terpana, termasuk para penguasa. Tapi ingat! Mereka bukan orang baik. Ramah karena ingin memanfaatkan anda. Jadi harus selalu hati hati dan bisa memilah mana yang baik mana yang buruk. Begitu yang Quan tahu tuan]
"Terima kasih karena sudah mengingatkan. Sekarang tunjukkan berapa kekayaan yang dimiliki oleh tubuh gadis ini. termasuk semua kekayaan yang tidak bergerak?"
[Untuk uang kontan setelah ditambahkan yang lain, Ia memiliki modal sebesar 1.8 triliun. Untuk properti, Ia memiliki tujuh unit bangunan, termasuk bangunan perusahaan milik ibunya. Untuk lahan, Ia mempunyai wilayah seluas 101 hektar, tersebar di berbagai titik. Sedangkan untuk perhiasan, Ia memiliki 10 batangan emas, satu kotak besar perhiasan, dan satu kotak batu batu mulia. Semuanya berasal dari ibunya. Itu laporannya tuan]
"Luar biasa! Kaya juga gadis ini. Kalau begitu caranya, aku tidak perlu lagi mendirikan perusahaan, kecuali mengembangkan yang sudah ada untuk dia."
"Tapi jika aku berubah pikiran, mungkin aku akan mendirikan perusahaan baru berbasis teknologi, dan satu perusahaan pengamanan, karena basic ku mendukung untuk itu."
"Lagipula aku juga banyak uang. Sangat cukup untuk mendirikan perusahaan baru tanpa campur tangan orang. Ditambah dengan keahlianku dalam hacker. Mudah sekali untuk mengeruk kekayaan orang lain. Hahahaha!"
Tok Tok tok
"Masuk....!"
"Selamat pagi Nona. Ada kejadian lucu apa yang membuat Nona tertawa seperti itu. Apa Lili boleh mengetahuinya?"
"Ayo berangkat ke sekolah. Sudah saatnya untuk membalas dendam!"
Tanpa menjawab atau mengindahkan pertanyaan bawahan, Xuan Huan langsung mengajak Lili untuk berangkat. Itu membuat pikiran Lili jadi blank.
Tapi karena itu perintah, maka dia mematuhinya saja.
Saat dalam perjalanan, Lili bertanya pada tuannya. "Saat nanti kita sampai, apakah kita akan tetap menggunakan nama asli untuk saling menyapa?"
"Tentu saja tidak, agar yang dengar tidak curiga pada kita, kecuali kalau kita sedang berdua. Itu boleh dilakukan." jawab Xuan. yang mulai sekarang berubah menjadi Nindya. panggilannya Cimong, nama penghinaan berasal dari pembuli pembuli itu. Tapi itu untuk sementara.
Sedangkan untuk Lili, berubah menjadi Kirana. Nama panggilannya Panda, karena matanya buta, alias berkacamata. Itu kata mereka.
Sesampainya di sekolah setelah hampir 10 hari absen, mereka berdua dengan tenang memasuki gerbang, tapi dicegat oleh satpam yang sedang berjaga.
Lalu dengan kasar dia berkata. "Siapa kalian, dan mau apa memasuki pekarangan sekolah elit ini. Apakah kalian termasuk murid di sini juga?"
"Apa kau tidak melihat lambang sekolah yang kami pakai. Apakah matamu sudah mulai buta pak tua?"
Terkejut penjaga gerbang itu saat mendengar jawaban dari Nindya. Karena selama ini murid murid sekolah itu banyak yang takut dengan aura juga penampilannya.
Tapi hari ini, dua orang gadis yang sedang dihadapinya tidak takut sama sekali, malah terdengar kasar. Tentu saja itu membuat emosi penjaga gerbang tersebut naik, dan berusaha untuk memukulnya.