NovelToon NovelToon
Rebith: Gadis Beracun Kesayangan Bos Mafia.

Rebith: Gadis Beracun Kesayangan Bos Mafia.

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Mafia / Balas Dendam
Popularitas:24k
Nilai: 5
Nama Author: FT.Zira

Dikhianati... Kemudian dibunuh...

Siapa sangka, kematian menjadi awal bagi Lea La Bertha- seorang ahli racun- mengetahui kebenaran yang selama ini ditutupi sang kekasih.

Kehidupan kedua yang ia dapatkan membuat dirinya memilih jalan berbeda dengan bergabung dalam lingkaran dunia mafia.

"Jika aku memintamu membunuh seseorang, apa kau akan melakukannya?" Angkasa.

"Jadikan aku sebagai tangan kananmu. Maka, aku akan lakukan semua perintahmu tanpa terkecuali," Lea.

Dengan ingatan dari kehidupan sebelumnya yang ia bawa, Lea bertekad mengubah takdirnya. Tetapi ia tidak pernah menyangka, perubahan itu justru membuka rahasia besar dari kedua orang tuanya yang sudah tiada.

Lalu, bagaimana jika cinta hadir diantara mereka? Akankah Lea percaya pada 'Cinta'?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon FT.Zira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

32. Drama sebelum berangkat.

"Nona, tolong jangan banyak protes. Tuan Angkasa secara khusus meminta saya untuk mengubah penampilan Nona agar ...lebih pantas bersanding dengan Tuan."

Seorang pria dengan kemeja kasual memandang Lea dengan tatapan menilai yang merendahkan. Ovie, stylist ibu kota yang biasa menangani artis papan atas. Tangannya memegang sebuah gaun champagne dangan punggung terbuka dan belahan dada rendah.

"Ganti. Itu pakaian atau jaring ikan? Aku manusia, bukan ikan asin yang tidak akan protes jika diminta tampil di depan umum tanpa busana."

Jawaban itu meluncur begitu mulus tanpa nada dari mulut Lea. Ia memandang pria yang sudah berada di dalam kamarnya sejak setengah jam lalu, melipat kedua tangan di dada.

"Dan untuk kalimat yang baru saja kamu ucapkan ..." aura intimidasi Lea menguar, membuat Ovie bergidik tanpa diminta. Merasakan dominasi yang sama dengan yang Angkasa berikan padanya. "Apa maksudmu dengan mengucapkan kata 'pantas'?"

"Itu ..."

Ovie menelan kasar salivanya. Sesaat setelah ia masuk ke kamar Lea dengan ditemani maid di belakangnya, ia mengamati penampilan Lea dari atas sampai bawah. Celana longgar, hoodie kebesaran, rambut diikat asal, dan wajah tanpa polesan. Membuat ia berpikir jika Lea hanyalah mainan yang tinggal di mansion mewah tanpa kedudukan. Diamnya Lea selama setengah jam penuh membuat ia yakin dengan penilaian sepihak yang ia buat.

Namun, seluruh penilaiannya runtuh dalam sekejap begitu Lea membuka suara.

"Nona akan menghadiri acara lelang. Di sana banyak tamu penting yang mengenal Tuan Costa. Jangan sampai penampilan Nona membuat Tuan Costa malu," ucap Ovie.

Lea tertawa pendek. Tawa kering tanpa humor. Ia bangkit dari kursi rias, mengabaikan maid yang sedang mengaplikasikan bedak ke wajahnya saat ia berdiri menghadap Ovie.

"Dengar. Aku tidak tahu apa yang Angkasa minta padamu, tapi aku bukan boneka yang bisa kau dandani sesuka hati," ucap Lea tegas.

Lea melangkah menuju deretan gaun yang tergantung di gantungan yang Ovie bawa ke kamarnya, jemarinya menelusuri kain-kain mahal itu dengan cepat.

"Tapi Tuan membayar saya untuk memastikan Nona tampil mempesona ...seksi-"

"Seksi bukan berarti telanjang, Ovie," balas Lea.

Tangan Lea berhenti pada sebuah gaun di ujung rak. Satu-satunya gaun yang tersembunyi di antara gaun renda dan payet mencolok. Warna hitam pekat, terbuat dari beludru halus yang jatuh lembut, dan memiliki potongan sederhana di bagian depan. Namun Lea tahu persis bagaimana tampilan belakangnya.

Lea menarik gaun itu keluar. "Aku pilih ini."

Ovie melotot horor. "Itu?! Nona, itu koleksi lama. Saya lupa menyingkirkannya. Warnanya terlalu gelap, terlalu sederhana. Banyak orang sudah mencoba gaun itu dan berakhir tidak percaya diri. Anda hanya akan mempermalukan diri sendiri jika memakainya. Itu model backless dengan belahan paha tinggi."

"Setidaknya aku tidak memakai jaring ikan yang akan membuat orang-orang berpikir Angkasa membawa wanita penghibur. Kami mau datang ke acara lelang, Ovie. Bukan pantai ke pantai," jawab Lea.

"Tapi, Nona-"

"Diam dan keluarlah. Biarkan maid yang mengurus sisanya," potong Lea cepat.

Lima belas menit kemudian.

Di ruang tamu, Angkasa duduk di sofa sembari mengetukkan jemarinya di lengan sofa. Penampilannya gagah dengan jas hitam double-breasted yang melekat sempurna di tubuhnya.

"Marco." panggil Angkasa sembari melihat jam tangannya, kesabarannya mulai menipis.

"Saya, Tuan." Marco membungkuk.

"Susul dia. Katakan padanya aku ingin dia selesai dalam lima menit tak peduli bagaimana penampilannya," ucap Angkasa mulai bosan menunggu.

"Baik."

Marco baru berbalik, siap untuk berjalan ke arah kamar ketika suara ketukan heels yang beradu dengan lantai menggema. Pelan. Tenang. Berirama.

Angkasa menoleh, siap untuk melontarkan kalimat pedasnya. Namun tidak ada suara yang keluar, napasnya tercekat.

Begitu pula dengan Ovie yang masih berdiri di sana dalam jarak beberapa langkah dari Angkasa duduk. Pria itu terang-terangan menjatuhkan rahangnya, ponsel yang sebelumnya berada di tangan terjatuh tanpa ia minta.

"Demi Tuhan ... Nona ini sempurna," batin Ovie.

Gaun beludru hitam itu membalut tubuh ramping Lea dengan sempurna seolah gaun itu memang diciptakan khusus untuk kulit putihnya. Kain itu menempel ketat di pinggang, jatuh menjuntai hingga menyentuh lantai. Belahan tinggi di sisi kanan menampakkan kaki jenjang putih mulus Lea seiring langkah yang Lea ambil.

Rambut Lea digelung rapi ke atas, menyisakan helaian rambut yang jatuh ke garis pipi Lea, membingkai wajah tegas wanita itu, seolah ingin mengatakan bahwa dia bukanlah bayangan yang akan berdiri di belakang, melainkan rekan yang layak berada di sisi Angkasa. Leher jenjang Lea yang terekspos sempurna mengundang siapa saja untuk menatap lebih lama.

Angkasa bangkit dari duduknya. Mulutnya terasa kering. Tangannya mencengkram jas yang ia kenakan dalam usahanya mengendalikan detak jantungnya sendiri saat melihat Lea sedikit berputar ketika jarak mereka semakin dekat.

Punggung Lea. Gaun itu membiarkan punggung Lea terbuka.

Lea berhanti tepat di depan Angkasa, menatap pria itu dengan alis terangkat.

"Kenapa?" tanya Lea dengan suara tenang. "Jelek ya? Ovie mengatakan aku tidak pantas berdiri di sampingmu."

Wajah Ovie pucat pasi. Suaranya tersangkut di tenggorokan.

Angkasa berdeham singkat, berusaha mengembalikan kewarasannya yang sempat terangkat entah kemana.

"Dia terlalu banyak bicara. Jika kau tidak menyukainya, aku pastikan bisnisnya mati," ucap Angkasa dengan suara serak.

"J-jangan T-tuan...!" teriak Ovie panik.

"Ayo berangkat. Kita bisa terlambat," ucap Angkasa lagi mengabaikan wajah Ovie yang sudah berubah sepucat mayat.

Mereka melangkah beriringan. Aroma mawar bercampur musk elegan menguar dari tubuh Lea, menggelitik indra penciuman Angkasa. Dan sekali lagi, pemandangan punggung terbuka itu menarik matanya untuk kembali menatap. Menggodanya.

"Sial," umpat Angkasa dalam hati.

Tanpa peringatan, Angaksa melepas jas hitamnya, menyampirkan jas itu ke bahu Lea, menutupi punggung terbuka Lea yang terekspos angin malam. Dalam sekejap, aroma mawar di tubuh Lea tertutup aroma maskulin Angkasa.

Lea terkesiap, berisap untuk menurunkan jas itu. "Apa yang kamu lakukan, Aksa?! Kamu sama saja merusak penampilanku. Lagipula, aku tidak kedinginan."

"Diam dan pakai saja," perintah Angkasa rendah.

Untuk pertama kalinya, suara Angkasa membuat bulu kuduk Lea meremang.

"Kenapa? Malu aku berdiri di sampingmu?" tanya Lea menatap manik heterokromatik Angkasa. "Lebih suka jika aku berada di belakangmu?"

Angkasa menunduk, sedikit mendekatkan wajahnya. Menatap bibir Lea sejenak sebelum kembali ke mata Lea.

"Bukan malu," bisik Angkasa. "Tapi aku tidak mau memberi makan gratis pria-pria tua di acara lelang nanti. Kau ...terlalu mahal untuk dinikmati secara gratis."

. . . .

. . ..

To be continued....

1
j4v4n3s w0m3n
up mana up buat amunisi hari ini🤭🤭
j4v4n3s w0m3n: 🤣🤣🤣🤭🤭🤭🤭🤭
total 4 replies
Zhu Yun💫
Angkasa sudah mulai menggila memang kok.. 🤣🤣
Zhu Yun💫
Biar kamu cari tahu sendiri orangnya... kerja keras 🤭🤭🤭
Zhu Yun💫
Pria itu pasti si Angkasa 🤭🤭
Zhu Yun💫
Tanda cinta... eaaaa🤣🤣🤣🔥🔥
Zhu Yun💫
Pilih aman ya, Gi... takut disembur angkasa kalau pulang 🤭🤭
Zenun
Nah, itu yang ingin aku katakan🤭
Nda
novel mu,luar biasa thor
〈⎳ FT. Zira: wah.. terima kasih banyak kaka🫰❤️❤️
total 1 replies
j4v4n3s w0m3n
lanjut ahhhh
j4v4n3s w0m3n
tekateki mulai terbuka dikit dikit
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨
yang
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨
terdengar
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨
badan
depan
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: 🤣🤣🤣🤣🤣sama
total 4 replies
Teteh Lia
darah dari leher na... duh aku jadi kebayang waktu op kemaren 😢
Teteh Lia
gelas ketiga 😱. nda mules tah ya
@$~~~tINy-pOnY~~~$@
ingin ku teriaaakkk "angkasaaaaa"
〈⎳ FT. Zira: /Facepalm//Facepalm/ aku bacanya sambil nyanyi/Facepalm/
total 1 replies
@$~~~tINy-pOnY~~~$@
fix sih, si aksa juga rebirth ini
@$~~~tINy-pOnY~~~$@: klo ga bened y salah 😜
total 2 replies
@$~~~tINy-pOnY~~~$@
angkasa dng. apa krn itu makanya lea di notice si aksa? 🤔
Teteh Lia
Wanita yang berani menatap lawan bicara na memang keren. nda kaya aku. boro-boro natap, yang ada sibuk menghindar ya iya.
Teteh Lia
Aroma kopi? hmm... pasti enak itu wangi na. 🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!