Terlahir kembali sebagai Lyra Clarissa Wijaya, cucu tunggal dari keluarga terkaya di dunia, Lyra tidak tumbuh sebagai gadis manja yang lemah. Di balik kecantikannya yang tenang dan elegan, tersimpan jiwa seorang putri bangsawan Vampir dan kekuatan insting Alpha Serigala yang ia bawa dari kehidupan sebelumnya.
Xavier adalah pria paling berbahaya yang ditakuti dunia. Dia dingin, kejam, dan dikenal tidak punya perasaan, tiba-tiba hidupnya yang gelap mendadak jungkir balik. Pria yang tak pernah tunduk pada siapa pun ini, justru rela menyerahkan segalanya untuk gadis kecil nya.
"Mintalah nyawaku, Lyra. Mintalah seluruh dunia ku, asal jangan pernah palingkan matamu dariku, karena tanpamu, duniaku kembali menjadi gelap," bisik Xavier, berlutut di hadapan gadis itu tanpa memedulikan tatapan ngeri para bodyguard nya.
Lyra hanya tersenyum tipis, sebuah senyuman misterius yang membawa sisa-sisa keagungan masa lalunya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon hofi03, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
KELICIKAN MAXIME
"Kalian tetap di sini! Jaga Lyra, aku bakal hubungi orang kita di Interpol, aku tidak akan biarkan Lyra jatuh ke tangan orang yang nggak jelas asal-usulnya," ucap Eros sambil mengambil kunci motornya dan melesat pergi dari rumah.
Eros tidak tahu, bahwa kemarahannya malam itu sedang diawasi oleh sepasang mata merah dari kejauhan, mata yang sedang menunggu celah untuk menghancurkan keluarga Wijaya.
Sementara di kamarnya, Lyra tidak bisa tenang, dia duduk di depan komputernya, mencoba melakukan apa yang paling dia kuasai, yaitu meretas.
"Ratusan tahun katanya? Mari kita lihat seberapa tua kau sebenarnya, Xavier," gumam Lyra, jemarinya bergerak sangat cepat di atas keyboard.
Lyra mencoba masuk ke server data pribadi milik Valerius Group yang paling dalam, melewati berlapis-lapis firewall yang sangat rumit.
"Back door terbuka... masuk..." bisik Lyra, matanya terpaku pada layar monitor.
Namun, alih-alih menemukan data tentang masa muda atau foto lama Xavier, Lyra justru menemukan sebuah file terenkripsi dengan simbol yang sangat aneh, simbol serigala yang melilit bulan sabit.
"Simbol apa ini? Ini bukan logo perusahaan," gumam Lyra heran.
Saat dia mencoba membedah file itu, tiba-tiba layarnya berubah menjadi hitam, dan sebuah pesan singkat muncul di tengah layar.
"Pergilah tidur, permataku, jangan biarkan matamu lelah hanya untuk mencari tahu sesuatu yang sudah aku simpan rapat untukmu"
Deg
Lyra tersentak dan langsung memundurkan kursinya.
"Dia meretas balik? Di sistemku sendiri?!" ucap Lyra tidak percaya, jantungnya berdegup kencang.
Baru kali ini Lyra merasa kalah, dia merasa seperti sedang diawasi, dia menoleh ke arah jendela kamarnya yang tertutup rapat, namun dia bisa merasakan ada kehadiran seseorang di luar sana.
"Xavier... kau benar-benar monster yang nyata," bisik Lyra, mematikan komputernya dengan paksa.
Di saat yang sama, Eros yang sedang memacu motornya di jalanan sepi tiba-tiba dihadang oleh sebuah mobil hitam besar.
Citttt
Eros mengerem mendadak, membuat ban motornya berdecit keras di aspal.
"Sial! Mau mati hah?!" teriak Eros sambil membuka helmnya, wajahnya merah padam karena amarah.
Pintu mobil itu terbuka, dan seorang pria berpakaian sangat rapi, turun dengan senyum yang sangat ramah namun terasa menusuk.
"Tuan Eros Wijaya? Maaf mengganggu perjalanan malam Anda," ucap Maxime dengan suara yang lembut.
"Siapa Anda? Mau cari masalah?!" tantang Eros, dia turun dari motornya dan mengepalkan tangan.
Maxime tertawa kecil, dia melangkah mendekat tanpa rasa takut sedikit pun.
"Saya bukan musuhmu, Tuan Eros, justru Saya datang untuk memberikan bantuan, Saya tahu Anda sangat membenci Xavier Valerius, bukan?" tanya Maxime, menatap Eros dengan mata yang berkilat aneh di kegelapan.
Eros mengernyitkan keningnya, kewaspadaannya meningkat, walaupun kenyataannya memang begitu, tapi dirinya tidak ingin lengah dan terkecoh.
"Siapa Anda sebenarnya?" tanya Eros, dingin.
"Nama saya Maxime, dan soal Xavier Valerius, yang akhir-akhir ini menganggu adik mu, Saya tahu siapa dia sebenarnya," jawab Maxime, tersenyum miring.
"Siapa Anda sebenarnya hah! Jangan main-main dengan Saya!" bentak Eros, mengepal kan tangan nya kuat, karena ternyata pria di depan nya ini juga tahu tentang Lyra.
"Anda tidak perlu tahu siapa Saya, Saya hanya ingin memberikan ini pada Anda, suatu yang tidak akan bisa Anda temukan laporan Interpol mana pun," jawab Maxime, memberikan sebuah amplop cokelat pada Eros.
"Apa ini?" tanya Eros, menerima amplop itu dengan ragu.
"Sebuah kebenaran yang akan membuat Anda sadar, bahwa adik kesayangan Anda tidak sedang dilindungi oleh seorang pria, tapi sedang diincar oleh seorang iblis," bisik Maxime tepat di telinga Eros.
Eros terdiam, dia merasakan hawa dingin yang luar biasa saat pria itu mendekat.
Sebelum Eros sempat bertanya lagi, Maxime sudah kembali ke mobilnya dan menghilang di kegelapan malam.
Eros perlahan membuka amplop itu di bawah lampu jalan, dan matanya terbelalak melihat sebuah foto yang warnanya sudah memudar.
Di foto itu, terlihat sosok pria yang sangat mirip dengan Xavier, berdiri di depan sebuah kastil dengan dengan jubah kebesaran nya.
Eros menatap foto kuno itu dengan tatapan yang sangat tajam, seolah ingin menembus kertas tersebut.
Sebagai orang yang sudah berkecimpungan di dunia bawah, Eros sudah terbiasa melihat berbagai macam manipulasi, mulai dari dokumen palsu hingga identitas ganda yang sangat rapi.
"Editan yang sangat rapi," gumam Eros dingin. Alih-alih gemetar ketakutan, dia justru menyeringai sinis.
Dia melirik ke arah mobil hitam yang baru saja menghilang.
Insting berteriak bahwa pria bernama Maxime itu jauh lebih mencurigakan daripada Xavier.
Orang yang tiba-tiba datang memberikan informasi gratis biasanya memiliki kepentingan yang jauh lebih busuk.
Eros segera mengambil ponselnya, menekan nomor khusus yang terhubung dengan unit intelijen pribadi organisasi hitam miliknya.
"Lacak plat nomor mobil hitam di jalan Anggrek sekarang! Dan kirim tim pemantau untuk mengikuti pria bernama Maxime. Jangan sampai ketahuan, pria itu bukan orang biasa kalau dilihat dari cara dia bergerak," perintah Eros dengan nada tegas yang tidak bisa dibantah.
Tut
Setelah memberikan perintah pada anak buahnya, Eros kembali menaiki motor besarnya, dia tidak langsung pulang, melainkan memacu motornya menuju markas rahasia Wijaya di pinggiran kota.
Jika Xavier adalah ancaman yang sudah terlihat, maka pria tadi adalah duri dalam selimut yang harus segera dia cabut.
Sementara itu, di kediaman Wijaya, Tuan Thomas dan Nyonya Arin masih berada di lorong depan ruang kerja Tuan Bastian, suasana terasa sangat mencekam setelah perdebatan tadi.
"Thomas, kita harus bicara dengan Lyra. Secara jujur," bisik Arin sambil memegang lengan suaminya.
Thomas menggeleng lemah, dia menoleh ke arah kamar Lyra yang pintunya masih tertutup rapat.
"Belum waktunya, Arin, kalau kita bilang dia bukan manusia sepenuhnya, mentalnya bisa hancur, dia baru saja mulai menerima kehidupannya yang normal setelah perjuangan panjang kita," jawab Tuan Thomas dengan nada pedih.
"Tapi Xavier sudah tahu! Dia bahkan bilang hanya dia yang bisa menangani Lyra. Kalau kita terus menutupi ini, Lyra akan lebih percaya pada pria asing itu daripada pada kita, orang tuanya!" ucap Nyonya Arin, air mata mulai menggenang di pelupuk matanya.
Hah...
Tuan Thomas menghela napas panjang, dia menyandarkan kepalanya di tembok lorong yang dingin.
"Aku akan mencoba bicara lagi dengan Xavier besok, aku akan pastikan apa maunya yang sebenarnya, jika dia benar-benar ingin melindungi Lyra, aku mungkin akan mempertimbangkan keinginan nya untuk menikahi Lyra, tapi jika dia punya niat buruk, aku sendiri yang akan menghancurkan Valerius Group," ucap Tuan Thomas dengan aura pemimpin mafia yang mulai keluar.
Tanpa mereka sadari, Lyra berdiri di balik pintu kamarnya, dia tidak menggunakan alat peretas kali ini, tapi pendengarannya yang mendadak sangat tajam membuatnya bisa mendengar setiap bisikan orang tuanya di lorong.
"Bukan manusia sepenuhnya?" batin Lyra, jantungnya berdegup kencang.
Lyra mengepalkan tangannya, dia merasa dunia yang dia kenal selama hampir 20 tahun ini hanyalah sebuah panggung sandiwara yang dirancang dengan sangat rapi oleh keluarganya sendiri.
Ternyata keanehan yang dirinya rasakan dari kecil, bukan tanpa alasan, tapi karena memang ada sesuatu yang orang tua nya sembunyikan, tentang dirinya.
apa muncul di cerita yg lain kak ,,
dtggu yx kak😁😁😁😁