NovelToon NovelToon
Sang Penakluk Hati

Sang Penakluk Hati

Status: tamat
Genre:Wanita Karir / Diam-Diam Cinta / Tamat
Popularitas:354.5k
Nilai: 5
Nama Author: Bunda RH

Memiliki watak yang berbeda dengan saudaranya yang lain, membuat Erina sulit diatur. Bahkan ia tidak mengindahkan permintaan orang tuanya untuk segera menikah. Ia lebih memilih tinggal di luar negeri dan sibuk dengan karirnya. Hingga pada suatu saat, ia tidak menyangka bisa berjumpa dengan seseorang yang dapat menaklukkan hatinya. Pertemuan mereka yang tidak disengaja mampu merubah kehidupan Erina. Meski awalnya ia tidak tertarik namun akhirnya ia yang tidak bisa menjauh darinya.

Laki-laki tersebut adalah seseorang yang juga sedang sibuk dengan dunianya sendiri. Namun setelah bertemu dengan Erina, ia mulai merubah pandangannya terhadap seorang wanita.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bunda RH, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Gara-gara terasi

"Mana sarapanku?"

"Hem, sebentar. Masih aku siapkan. Tunggu di luar saja!"

"Kenapa tidak di dalam saja? Nggak sopan tahu!"

"Pamali, bukan mahram. Takut ada setan lewat."

Dengan santai Erina meninggalkan Rasyad yang masih berdiri di depan pintu. Namun pintunya tidak ditutup.

Rasyad pun memikirkan kembali kata-kataku Erina. Ia dapat menangkap bahwa Erina benar-benar menjaga diri dari laki-laki yang bukan mahramnya. Beberapa kali ia dapat melihat hal itu dari cara Erina tidak berjabat tangan dengan laki-laki, ia menjaga pandangannya, dan juga baru saja Erina mencegahnya masuk ke dalam.

"Dia bukan saja unik, tapi sepertinya memang wanita baik-baik." Batin Rasyad.

"Hei, bengong lagi!"

Suara Erina mengejutkan Rasyad.

"Ini sarapanku. Lunas ya. Jangan nagih lagi! "

Erina memberikan nasi dan ayam serta sambal dan sayurnya yang dikemas dalam tupperware kepada Rasyad.

"Okey, makasih. "

"Hem."

Erina baru saja akan menutup pintunya, namun tangan Rasyad menghalanginya.

"Tunggu dulu!"

"Apa lagi?"

"Bagaimana parfum yang saya pesan?"

"Ah iya, lupa. Saya sudah bawa sampel. Tapi kamu sarapan dulu gih. Nanti ayamnya lari."

blum

Erina menutup pintunya. Sepertinya ia sedang balas dendam karena Rasyad selalu begitu.

Rasyad sudah membuka mulut untuk membalas ucapan Erina. Namun ia harus mengusap dada saat Erina sudah menutup pintunya.

Rasyad segera masuk ke dalam apartemennya. Ia duduk di kursi makan dan membuka tupperware itu. Dari baunya sudah nampak sedap. Rasyad mencicipi ayamnya.

"Hem, lumayan. Tapi hampir keasinan."

Rasyad pun mencoba makan dengan nasi.

"Nah gini pas."

Ia pun mencocol dengan sambal penyetan yang dibuat oleh Erina dengan penuh perjuangan. Karena ia sendiri sebenarnya tidak suka ribet.

Rasyad menghabiskan makannya. Ia lupa jika dirinya alergi terasi. Sedangkan Erina mencampurkan sedikit terasi di sambelnya. Terasi tersebut ia bawa dari rumah. Sejenak kemudian, Rasyad merasakan gatal di bagian tangannya.

"Astaga, apa ada yang salah dengan masakannya?" Gumamnya.

Tok tok tok

Terdengar suara ketukan pintu.

Rasyad pun membuka pintu.

"Assalamu'alaikum."

"Wa'alaikum salam."

"Ini sampelnya. Coba kamu cium baik-baik, nanti bilang saja kurang apa."

Saat akan mengambil botol parfume dari Erina, tangan Rasyad sudah bentol-bentol dan berwarna merah. Ia sadar akan hal itu, dan langsung memundurkan tubuhnya.

"Tu-tunggu sebentar."

Rasyad mencari obat di dalam tasnya. Ia lupa jika saat melakukan perjalannya ke Paris dirinya tidak membawa obat alerginya karena yakin tidak akan kambuh.Ia hanya membawa obat magh. Namun saat ini yang terjadi di luar dugaannya.

Erina masih di depan pintu. Ia mengintip sedikit dari ambang pintu.

"Hallo... kamu nggak pa-pa kan?"

Rasyad langsung duduk di sofa ruang tamunya. Ia menggaruk kedua lengannya dan lehernya yang juga sudah mulai bentol-bentol.

Melihat hal tersebut, tiba-tiba Erina panik. Ia langsung masuk ke dalam.

"Ka-kamu kenapa?"

"Kamu kasih apa tadi dalam masakanmu?"

"Hah... masakan ku?"

"Oh... ya Allah, gatal sekali."

"A-apa kamu alergi?"

"Iya, aku alergi ikan asin dan sejenisnya."

"Terasi?"

"Iya, itu juga."

Erina menutup mulutnya.

"Sambelnya dicampur terasi."

"Astaghfirullah... mana nggak bawa obat."

"Eh, gini saja. Aku yang akan beli obat alergi. K-kamu tunggu ya."

Erina buru-buru keluar dari apartemen Rasyad. Ia kembali ke apartemennya untuk mengambil Dompetnya lalu langsung keluar lagi. Ia akan pergi ke Apotek di dekat gedung apartemennya. Beruntung gedung apartemen sangat strategis. Beberapa kios, mini market, bahkan apotek ada di sekitarnya.

Erina melupakan handphone nya di apartemen Rasyad. Handphone itu berdering berkali-kali. Rasyad dapat melihat nama orang yang menghubungi Erina. Di situ tercantum nama Ayah. Rasyad tidak mungkin mengangkatnya karena takut dinilai lancang dan tidak sopan. Apa lagi panggilannya berupa video call.

Erina sudah sampai di apotek. Ia membeli obat alergi yang ja jelaskan kepada penjaga apotek. Ada dua pilihan obat untuk jenis alergi tersebut. Akhirnya Erina membeli dua-duanya.

"Semoga saja cocok." Batinnya.

Ia keluar dari apotek dan berlari kecil kembali je apartemen.

tok tok tok

"Masuk saja!" Sahut Rasyad dari dalam.

Erina pun membuka pintu apartemen Rasyad.

"Ini obatnya. Kamu pilih mana yang menurutmu cocok. Bentar aku ambilkan air."

Erina benar-benar khawatir karena merasakan bersalah. Ia tidak tahu kalau Rasyad alergi terasi. Jika terjadi sesuatu yang gatal maka dia yang harus bertanggung jawab.

"Ayo diminum."

"Tolong dibuka yang ini."

Tangan Rasyad benar-benar gemetaran.

Erina membantunya membuka obat. Dan Rasyad langsung meminumnya.

Handphone Erina berding lagi.

"Huh handphone ku di sini."

"Dari tadi bunyi." Sahut Rasyad.

"Kak, kamu istirahat saja ya. Aku mau balik dulu." Sekali lagi maafkan saya."

Erina buru-buru keluar dari apartemen Rasyad lalu menerima panggilan dari Ayahnya. Ia memberikan alasan yang tidak membuat Ayahnya curiga. Karena kalau sampai Ayahnya curiga, Bisa-bisa tidak bisa bernafas dengan lega.

Sementara, Rasyad mengantuk setelah minum obat. Ia pun berbaring di sofa.

Siang harinya.

Erina masih kepikiran kepada Rasyad. Ia mencoba menghubungi nomer Rasyad namun tidak diangkat. Pikirannya berkecamuk. Ia takut terjadi sesuatu pada Rasyad. Akhirnya ia keluar dan berdiri di depan pintu apartemen Rasyad.

"Duh gimana ini?" Lirihnya sambil berjalan mondar-mandir.

Setelah lima menit kemudian, Erina memutuskan untuk mengetuk pintu.

Tok tok tok

Tok tok tok

"Kak....apa kamu baik-baik saja?"

Tok tok tok

Rasyad pun terbangun karena mendengar suara, Erina.

Ceklek

"Hem... "

"Kak, gimana?"

Melihat kekhawatiran pada diri Erina, terlintas dalam pikiran Rasyad untuk mengerjainya.

"Gatalnya sudah mending, tapi lihat ini merah semua. Mana tanganku gemetar rasanya. Siang ini aku nggak bisa masak."

"Bi-biar saya yang masak. Saya akan tanggung jawab atas kekalaian ini. Tapi masak apa?"

"Ada pasta di kulkas Bisa bikin spageti. "

"Ah iya baiklah. Aku akan masak di apartemen ku. "

"Masak di sini saja."

"Tapi... "

"Ya Allah, saya tidak ingin berdebat. Laper!"

"Baiklah.... "

Erina pun dengan terpaksa langsung pergi ke dapur. Ia meyakinkan dirinya bahwa Rasyad laki-laki yang baik dan saat ini dalam keadaan lemah. Sementara Rasyad duduk kembali di sofa sambil tersenyum smirk. Ia menyetel TV agar Erina tidak canggung karena senyap.

Beberapa saat kemudian, Mana Rasyad menelpon. Ia mengecilkan volume TV dan menerima telpon. Seperti biasa Mama mengingatkan Rasyad untuk shalat dan makan. Rasyad tidak bilang kepada sang Mama bahwa saat ini ia sedang alergi. Ia tidak ingin Mamanya khawatir. Saat masih asik ngobrol dengan sang Mama, Tiba-tiba Erina datang membawa piring yang berisi spageti yang sudah jadi.

"Spageti sudah siap... " Ujar Erina.

Suara Erina terdengar jelas di telpon. Mama pun langsung mengintimidasi Rasyad.

"Suara siapa itu? Hallo... sayang."

"Eh itu ma, udah dulu ya. Assalamu'alaikum."

Tut tut tut

"Hallo.... ah awas ya."

Sejenak kemudian Mama tersenyum. Mama membayangkan wanita tadi adalah pacar Rasyad.

Bersambung...

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

1
Ani Afriyani
luar biasa
Nona Sifa
berawal dari telur dadar padang jadi singgah di hati bang rasyad erina🤣
Bunda RH: asek asek 🤭
total 1 replies
Atik Kiswati
mksh buat ceritanya thor....🙏🙏🙏
Reni Setia
makasih novelnya ya thor
Bunda RH: makasih kak 😍🙏
total 1 replies
Nani Te'ne
suka
Bunda RH: makasih kak 🙏
total 1 replies
Jumi Eko
Bagus
Henny Saraswati
saya sudah baca semua karyamu thor. Dari cerita bunda Raisya sama ayah Haris sampe cerita Erina. Semua ceritanya bagus, konfliknya ringan, alurnya pun bagus. untuk typo nya tolong lebih di perhatiin Thor,,, tetap semangat dan jaga kesehatan ya Thor💪🏻💪🏻💪🏻💪🏻
Sania
❤️
Citra Julinar
😍😍😍⭐⭐⭐⭐⭐
Bunda RH: makasih kak 🙏
total 1 replies
Atze Atze
Thor kenapa cepet tamat novelnya..bikin 300 bab Thor 😄
Bunda RH: tidak mampu kak 😄
total 1 replies
Tatiw
kata temen ku yg udh nikah gak ada nikmat" ny yang ada tuh sakit mau udh bbrapa kli pun katanya ttep gak nikmat
serius itu bneran gak nikmat ya. soalny tmn ku cerita waktu mlm pertama😭
Pucung Pucung
kalau diceritakan anak nya Erina,pasti seru thor..
❤️⃟Wᵃf🅰ყ🅤⁴꧂🍊⃟𝐒𝐓𝐉
Alhamdulillah Akhirnya...
Happy Ending...
❤️⃟Wᵃf🅰ყ🅤⁴꧂🍊⃟𝐒𝐓𝐉
The D4
Deva, Devi, Devina, Juga Devano 🤗🥰
Bunda RH: iya nih 😍
total 1 replies
❤️⃟Wᵃf🅰ყ🅤⁴꧂🍊⃟𝐒𝐓𝐉
Barokahallah Fii Umriik Kembar Deva & Devi
Smoga Jd Anak Yg Sholeh & Sholehah ..🙏🏻🤗😘🥰
Titin Maryati
assalamualaikum bunda ceritanya lanjut kehidupan anak anak nya Erina tuh seru 🙏🙏
Bunda RH: Wa'alaikum salam
generasi kelima nanti dulu ya
total 1 replies
Eka
thor jangan lupa critanya anggi sama anggita belum ada lho ya aq tunggu
Bunda RH: siap kak
itu nanti generasi ke lima
total 1 replies
Dewiendahsetiowati
terima kasih untuk ceritanya dan ditunggu karya selanjutnya thor
Bunda RH: makasih juga kak 🙏
total 1 replies
Teh Euis Tea
alhamdulilah happy ending, makasih thor untuk novelnya
sehat selalu untuk othor dsn keluarga
otw baca novel selanjutnya
Bunda RH: alhamdulillah, makasih kak 😍
total 1 replies
secret
terimakasiii untuk ceritanya yg sangat menghibur thorrrr, udah subscribe cerita baruuu ntar klo udh bnykan baru bacaa yaaa😁😁 sehat, semangat, dan sukses selaluuu thorrrr🤗
Bunda RH: aamiin
buat kakak semoga juga sehat selalu biar rajin dukung othor🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!