NovelToon NovelToon
Sugar

Sugar

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:51.9M
Nilai: 5
Nama Author: fitTri

Warning!! Adult content, dibawah umur dilarang mampir!

Bijaklah dalam memilih bacaan, novel ini bergenre Adult romance.

Membaca novel ini bisa membuat senyum-senyum, panas dingin dan baper berkepanjangan. Mengandung konten dewasa, pembaca dibawah umur dilarang ngintip, atau nanti akan penasaran.

Sofia Anna harus tercebur kedalam dunia yang tak pernah dibayangkannya. Satu masalah hidup membuat dia menjalani pekerjaan yang tak biasa. Menjadi simpanan pria-pria beristri.

Hingga suatu hari seseorang dari masa lalu menemukannya dan merubah segala yang ada di hidup Sofia.

"Apa kamu adalah kak Niko?"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon fitTri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Touch

*

*

Sofia menatap tubuh shirtless Satria dengan kagum. Pria ini, tampak sangat menawan di usia matangnya. Wajah rupawan, tubuh yang atletis nan segar di pandang. Sekilas Takan ada yang menyangka usianya sudah mencapai 40tahun. Betapa luar biasa apa yang bisa dilakukan uang pada seseorang. Mampu mempertahankan rupa pria berumur seperti Satria tampak beberapa tahun lebih muda.

Kedua tangan kurus itu menyentuh pundak kokoh Satria dengan lembut, turun kedada bidangnya, kemudian naik ke leher pria berkulit putih tersebut yang tampak menikmati sentuhan lembut perempuan dipangkuannya.

Jari-jari lentik Sofia merayap di wajah Satria, membelai rahang kokoh yang ditumbuhi bulu-bulu halus pria itu yang memejamkan matanya, menikmati setiap sentuhan lembut Fia nya.

Ya, Fia nya.

Kini mereka bersentuhan, Satria merasakan kehangatan sentuhan perempuan ini, yang dulu hanya ada dalam pikirannya.

Yang hanya bisa dia bayangkan setiap kali mendapat informasi ketika Sofia mendapatkan pekerjaan malamnya. Membayangkan tangan-tangan pria hidung belang yang menyentuh tubuh Fia nya.

Membayangkan hal itu membuat amarah menyeruak dalam dada nya. Membuat Satria ingin segera berlari menerjang mereka dan menghentikan kegiatan Sofia bersama pria-pria itu.

Namun dia harus menahan diri, menahan keinginan menghentikan Sofia dari apa yang dilakukannya selama ini. Hingga saatnya tiba nanti.

**********

Sofia telah melepaskan pakaian nya sendiri. Menyisakan sepasang pakaian dalam berwarna hitam transparan yang membungkus bagian sensitif pada tubuhnya. Membuat Satria menelan ludahnya kasar. Menarik tubuh semampai itu untuk kembali ke pangkuannya, mencumbunya seperti tadi.

Menciumi bibir mungil Sofia yang telah menjadi candu baginya. Kini menyesapnya dengan keras seolah ingin menghabisinya seketika itu juga.

Kedua tangannya menelusuri setiap lekuk tubuh perempuan itu, meninggalkan jejak hangat disana. Membuka pakaian yang tersisa ditubuh semampai itu.

Dada mereka saling bersentuhan, menghadirkan gelenyar aneh pada tubuh keduanya. Sofia merasakan sesuatu menyengat di punggungnya ketika kedua tangan kokoh itu menyentuh kulitnya. Merebahkan tubuh indahnya ditempat tidur.

Aneh, namun menyenangkan.

Pikirannya menyebut dirinya gila. Ini sensasi terindah sepanjang hidupnya. Pria ini memperlakukannya begitu lembut. Seolah -olah dirinya benda berharga.

Satria tak memperlakukannya seperti pria yang hanya butuh pelampiasan seksual, tapi dia memperlakukannya lebih dari itu. Dari sentuhan nya, ciuman yang dia lakukan, kelembutan cumbuannya, segalanya jauh dari apa yang selama ini Sofia alami.

"Papih?..." Sofia mengerang ketika merasakan sesuatu memasuki dirinya, membuatnya merasa sangat sesak.

Sedangkan Satria memejamkan kedua matanya, terlihat alisnya saling mengait. Kemudian mata elangnya terbuka, yang kini terlihat sayu.

Pria itu menunduk, mengecupi wajah perempuan dibawahnya. Kemudian mulai bergerak. Menghentak dengan perlahan.

Napas keduanya mulai tak beraturan. Desahan demi desahan mulai menggema di seluruh ruangan. Tiba-tiba Sofia mulai menggerakkan tubuhnya untuk mengimbangi pria diatasnya, namun diluar dugaan, Satria berhenti lalu menatapnya dengan tatapan tak biasa.

Namun kemudian pria itu tersenyum, dan melanjutkan hentakannya. Kembali mencumbu Sofia yang mulai tak terkendali. Desahan dan erangan terus keluar dari mulut keduanya.

Hentakan demi hentakan berlangsung begitu lama, sangat lama dari yang Sofia ingat. Dan tak menunjukkan tanda-tanda akan berhenti atau setidaknya berakhir. Suara-suara erotis pun terus menggema memenuhi suitroom petang itu. Menambah syahdu nya suasana.

Hingga setelah beberapa saat, keduanya merasakan hampir meledak, Satria mempercepat hentakannya, diikuti Sofia yang mengeratkan pelukannya, kemudian sesuatu menyeruak dari dalam diri mereka berdua, bersamaan, melebur menjadi satu di ujung hentakan terakhir. Dan segalanya terasa terlepas dari tempatnya. Tubuh keduanya mengejang.

*

*

*

Sayup-sayup Sofia mendengar ada yang tengah berbicara, atau mungkin menerima panggilan telfon, atau apa. Suaranya tak begitu jelas. Hanya gumaman dan kata-kata ya atau tidak.

Perlahan matanya terbuka, mengerjap-ngerjap menyesuaikan cahaya temaram yang masuk. Dia masih di suitroom itu. Yang kini dengan suasana yang temaram, cenderung gelap.

"Astaga," Sofia baru menyadari hari telah beranjak malam. Dia beringsut, menggerakkan tubuhnya untuk bangkit dari tempat tidur, menyingkirkan selimut yang menutupi tubuh telanjangnya.

"Sudah bangun?" Satria yang tadi berdiri di balkon menerima panggilan telfon datang menghampiri.

Seketika Sofia kembali menarik selimutnya untuk menutupi tubuhnya yang tanpa sehelai benang pun.

"Jam berapa ini?" tanyanya, membenahi posisi duduknya.

"Jam sepuluh malam, tadi saya mau bangunin kamu, tapi kamu nyenyak sekali, saya nggak tega." jawab Satria, sambil mengulum senyumnya, kemudian duduk di tepi ranjang.

"Aduh, ... kemalaman, pih." Sofia bangkit bermaksud membersihkan diri.

"Saya sudah menelfon kerumah kamu, dan bilang malam ini kamu nggak akan pulang untuk lembur." Satria menjelaskan.

Sementara Sofia melongo, "Oh, ..."

"Kamu tidur saja malam ini disini, kamu pasti kelelahan." ucap Satria lagi, merebahkan tubuh tingginya di samping Sofia yang masih duduk mengumpulkan sisa-sisa kesadarannya.

"Fia??" Satria menyentuh lengan perempuan itu yang nampak melamun.

"Heuh??" Sofia menoleh.

"Kemarilah, tidur disini." titahnya, menepuk area persis didamping tubuhnya.

Sofia tertegun sebentar, menatap wajah Satria yang mendongak kearahnya. Lalu beringsut mendekati pria itu, membaringkan tubuh semampainya yang tak berpakaian disamping Satria. Membuat kulit mereka kembali bersentuhan, menghadirkan kehangatan diantara keduanya.

Satria menarik tangan kurus Sofia dan melingkarkan tangan itu di pingangnya. Sementara tangan yang satunya lagi merangkul pundak perempuan itu hingga mereka berdua saling menempel satu sama lain.

"Papih nggak pulang?" Sofia mengawali percakapan. Rasa kantuknya hilang entah kemana.

"Mungkin besok." jawab Satria.

"Maaf." Sofia membenamkan wajahnya di dada Satria yang terasa nyaman.

"Kenapa minta maaf?" Satria terkekeh.

"Fia ketiduran, jadinya kita harus nginep disini." jawab perempuan itu, terdengar menyesal.

"Hmmm ... Its ok. Saya nggak keberatan nginep dengan kamu. Lagipula mungkin sebulan kedepan kita nggak ketemu. Anggap ini sebagai perpisahan sementara." jawab Satria, yang mengelus punggung telanjang Sofia.

"Sebulan? memangnya papi mau kemana?" Sofia mendongak.

"Ada pekerjaan diluar pulau, saya harus kesana." Satria menjawab lagi.

"Oh, ... " kembali membenamkan wajahnya di dada bidang pria itu. Entah mengapa ada rasa kecewa menyeruak dalam dadanya.

"Jangan khawatir, saya tetap kirim uang walau kita nggak ketemu." Satria seakan mengetahui kegundahan dihati Sofia. Membuat perempuan itu kembali mendongak.

"Saya tetap memberi nafkah buat kamu walaupun kita nggak ketemu. Itu tertulis dalam kontrak, ingat?" Satria membelai puncak kepala Sofia. Perempuan itu mengangguk.

Bukan itu!! Ah, ... kenapa tiba-tiba aku merasa begitu cengeng? kenapa aku tiba-tiba merasa seolah akan ditinggalkan? batinnya.

"Kalau saya bisa, saya mau ajak kamu untuk menemani saya disana. Tapi sayangnya, saya nggak bisa." tatapannya menerawang di langit-langit kamar.

"Maaf, Sofia." Satria tiba-tiba bergumam meminta maaf membuat Sofia mengerutkan dahi.

"Kenapa papi minta maaf?"

"Saya terlambat menemukan kamu." jawabnya, sendu.

"Maksudnya?"

"Andai kita bertemu beberapa tahun sebelum ini, mungkin kamu tidak akan seperti ini." Satria kembali membelai punggung Sofia dengan lembut.

"Fia nggak ngerti papi ngomong soal apa." Sofia nampak menghindari kontak mata dengan pria yang tengah merangkulnya tersebut.

"Kalau saja saya menemukan kamu lebih awal, kamu tidak akan bekerja seperti ini. You know, menjual diri kamu kepada laki-laki seperti saya." menatap dua bola mata bulat yang bening itu.

"Papi tahu?" Sofia agak terkejut.

Satria mengangguk. "Saya bahkan tahu, kalau kamu masih terikat kontrak dengan beberapa orang selain saya." kata Satria lagi. Kini punggung tangannya membelai wajah tirus di depannya.

Sofia menelan ludahnya kasar. Pikirannya menerka-nerka reaksi apa yang akan ditunjukkan pria itu.

"Its ok. Itu pekerjaan kamu, jauh sebelum bertemu dengan saya. Satu yang saya minta, jaga diri kamu. Jangan menerima job sembarangan, Jangan sampai membahayakan diri kamu sendiri." katanyaa, mengelus puncak kepala Sofia. "Oke?" katanya lagi.

Sofia mengangguk, "Oke papih."

Satria tersenyum. Menarik tengkuk Sofia, mengecup kening perempuan itu dengan lembut.

"Tidurlah, besok kita harus pulang pagi-pagi sekali." ucap Satria, yang kemudian memejamkan matanya namun tak melepaskan pelukannya dari tubuh Fia nya.

*

*

Bersambung ...

like

koment

vote!!

i love you full 😘😘

1
Adeeva Haboo
tenang ada didim,ada daryl sama darren..
ya ampun padahal udah 5 tahun lalu tapi masih apal 🤭🤭
ㅤㅤ ㅤ𓂃𑁍ࠬ·ꗥₜₐₗₗᵧ·🫧 ||
meninggalkan jejak sek
Adeeva Haboo
setelah puyeng ma emaknya nanti puyeng ma anaknya double pula puyengnya atas bawah 🤣🤣🤣
Adeeva Haboo
ahhh kang jaheeeee
Adeeva Haboo
kangeeeen maaa
Borahe 🍉🧡
Kasian banget si Papa Bear saking paniknya jd kek org bodoh😁
Borahe 🍉🧡
Sabar Fan🙈🤣🤣
Borahe 🍉🧡
Salting 😋
Borahe 🍉🧡
Hahah lucu banget 🤣🤣🤣. Dari dapam kandungan sampai gede anak Satria merepotkan Om Arfan terus🙈😂😂.
Borahe 🍉🧡
Fan Fan. Lucu banget. Calon mertua mu itu Fan di 10 thn yg akan dtg😂😋
Borahe 🍉🧡
Sengaja banget terbar pesona🙄😂
Borahe 🍉🧡
betul fan🙄
Borahe 🍉🧡
tak ada yg luput dari pantauan om Arfan😁
Borahe 🍉🧡
plek ktiplek dgn kisah anaknya🤣ternyata story turunan
Borahe 🍉🧡
Fia gak pernah mens ya🙊🙈. Bercocok tanam mulu
Borahe 🍉🧡
selama masih muda si papi gak pernah pacaran hanya sibuk kerja jd saat ketemu Fia udah kek anak ABG yg baru merasakan cinta cintaan😋😂😂
Borahe 🍉🧡
Calon mertua mu Fan 😁
Borahe 🍉🧡
Salah satu kalimat spesial Papi ke Pasangannya. "Berkat doa kamu saya selalu sehat"😍 sweet banget kalimatnya
Borahe 🍉🧡
kata andalan si Papi. "Move" 😋
Borahe 🍉🧡
Back again. Sesuka itu bacanya🙊😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!