Season 1
Pelangi adalah gadis cantik yang pernah mengalami kepahitan hidup karena perceraian orang tuanya.
Saat ia bertemu Bintang yang bernasib sama dan sering dijadikan bahan olok olok teman temannya karena perceraian kedua orangtuanya menumbuhkan simpati di hatinya.
Rasa simpati itu lambat laun berubah jadi sayang.
Bintang yang merasakan kasih sayang Pelangi berharap Pelangi bisa menjadi ibunya.
Akankah harapan Bintang terwujud?
Season 2
Bintang dan Pink kini telah dewasa. Bintang yang tumbuh besar bersama Pink, sangat menyayanginya.
Akankah Bintang tetap menganggap Pink sebagai adiknya ataukah perasaannya berubah?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dwi Rohyati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Keputusan Anggi
"Tapi tunggu dulu.Kamu ganti baju dulu..Nani..."
"Iya Nyonya" datang dengan tergopoh gopoh.
"Ajak nak Anggi ke kamar mandi.Beri dia baju muslim warna ungu muda yang aku taruh di lemari kamar Candra!"
"Baik Nyonya. Mari mbak Anggi!"
Anggi berjalan mengikuti Nani dan Pink ikut juga.
Sementara itu di ruang tamu..Oma berbincang dengan Mila.
Beberapa saat kemudian Anggi datang. Ia nampak sangat cantik dengan baju warna ungu muda itu.
(Begini kira kira penampilan Anggi dalam busana muslim warna baby purple)
"Anggi..kamu cantik lho pake baju itu" Mila langsung berkomentar saat melihat Anggi.
Semua mata menatap Anggi kagum.
Oma tersenyum.
"Duduklah, kita bicarakan keinginan Oma."
"Baik Oma." Anggi mengambil tempat duduk di dekat Mila. Pink duduk di sampingnya.
"Pink sini sama Oma sayank!"
"Pink di sini saja Oma." balas Pink sambil menempelkan badannya ke Anggi dan kembali menggandeng tangan Anggi.
"Kau lihat Pink nak..ia nggak mau pisah darimu. Tinggalah disini bersama kami. Rumah ini besar dan luas. Hanya Oma dan kedua cucu Oma serta beberapa asiaten rumah tangga yang tinggal di sini. Kalau kamu merasa enggan tinggal serumah. Kamu bisa tinggal di paviliun depan. Yang penting kamu ada di sini,dekat Oma!" pinta Oma.
"Iya Nggi..nggak ada salahnya kamu terima ajakan Oma. Biar kamu ada keluarga." kata Mila. Anggi melotot ke arah Mila
"Lho memang Nak Anggi tidak punya keluarga?" tanya Oma
"Ada Oma..tapi tidak di kota ini." kata Mila mengoreksi pernyataannya tadi. Ia takut karena hampir membongkar jika orang tua Anggi telah bercerai.
"Ooo..bagaiman nak?"
"Ayo Tante! Tinggal sama Pink ya. Pink nggak punya ibu. Kalau ada Tante, Pink jadi merasa punya ibu." kata Pink dengan raut wajah sesih. Oma juga nampak sedih menatap cucu kecilnya itu.
Anggi benar benar bimbang. Bagaimana tidak, ia baru saja mengenal Oma. Belum ada satu hari ia mengenal Oma dan sekarang Oma mengajaknya tinggal bersama. Tapi melihat Pink dan ingat akan Bintang, membuat Anggi akhirnya memutuskan.
"Baiklah Oma..saya terima tawaran Oma. Sebelumnya saya ucapkan terimakasih,namun kalau boleh saya tinggal di paviliun depan dan ijinkan saya membayar uang sewanya karena saya tidak mau tinggal jika cuma cuma."
Mendengar itu Oma tergelak.
"Anggi..Oma tidak sedang mencari penyewa paviliun...tapi aku paham..baiklah kamu boleh bayar tapi tidak dengan uang."
"Terus saya harus bayar dengan apa Oma?" tanya Anggi. Ia mulai hawatir jangan jangan Oma minta yang tidak tidak.
"Kamu cukup bayar dengan menemani kami saja. Menemani aku saat butuh dan juga cucu cucuku. Teruta ini nih princes Pink." jelas Oma.
"Saya tidak bisa setiap saat menemani Oma dan anak anak karena saya bekerja Oma."
"Kamu kerja dimana?"
"Mulai senin besok,saya akan mengajar di sekolah x."
"Kebetulan sekali. Bintang sekolah di situ. Jadi kamu bisa sekalian temani Bintang belajar kalau di rumah."
Bintang..dari tadi kok aku nggak melihat Bintang ya. Kemana anak itu . Bathin Anggi.
"Kok Bintang tidak kelihatan Oma?"
"Kalau hari Minggu sore,Ia latihan bela diri. Jadi sepakat ya. Kamu tinggal di sini?"
Wanita tua ini benar benar gigih membujuk Anggi. Jangan jangan ia punya tujuan tertentu? (author jadi was was juga akan nasib Anggi)
"Oh iya Oma, saya akan pindah ke sini awal bulan depan."
"Nggak usah menunggu awal bulan. Besok atau kalau perlu malam ini kamu pindah ke sini. Sepertinya Pink juga sudah nggak bisa lepas darimu. Takutnya nanti dia rewel pengen mencarimu." perintah Oma tegas seperti gaya atasan kepada bawahannya.
Entah mengapa mendapat perintah demikian Anggi menurut.Ia pun mengangguk. Lalu ia dan Mila pamit pulang. Nanti Pak Imron akan menjemputnya.Pink ikut Anggi pulang ke kosannya begitu juga Nina yang diperintah Oma membantu Anggi beres beres. Alhasil malam itu, Anggi pindah ke paviliun Oma yang disambut sukacita oleh Pink.
mngkin Amelia anak temannya mama senja