NovelToon NovelToon
Penjara Hasrat Kakak Tiri Kejam

Penjara Hasrat Kakak Tiri Kejam

Status: tamat
Genre:Angst / Beda Usia / One Night Stand / Cinta Terlarang / Crazy Rich/Konglomerat / Saudara palsu / Tamat
Popularitas:244.9k
Nilai: 5
Nama Author: Madumanis

Nara harus sedia menjadi pemuas hasrat Kakak tirinya, mewujudkan semua keinginan jahat serta menyiksa dari Noah. Kehidupan Nara yang sempit serta tidak berdaya sangat Noah andalkan untuk membuat Nara menjadi miliknya.

"Hentikan, Kak.. hentikan semua ini!" teriak Nara disaat tubuh Noah terus berpacu menikmati setiap adegan panas yang terjadi.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Madumanis, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 10

Clara senang melihat Nara yang selalu memikirkan tentang Noah, ternyata mereka masih dekat seperti itu. Clara yakin jika Noah pasti akan memperlakukan Nara dengan sangat baik, Jack memang selalu tidak yakin dengan putranya sendiri. Wajah cantik Clara meskipun sudah memasuki usia 50 tahun itu tersenyum kepada Nara, mengelus pipi Nara dengan usapan lembut yang menenangkan Nara.

"Kakak ikut, Dia sudah mengatakan kepada Ayah tadi. Kamu tahu apa kata Kakak?" Tanya Clara yang membuat Nara menjadi penasaran.

"Kakak mengatakan apa, Ma?"

"Noah bilang.. Sesuatu hal jika tidak dilakukan bersama Nara maka akan menjadi tidak bermakna. Sungguh romantis bukan?" Jawaban Clara hanya mendapatkan anggukan kepala saja dari Nara.

Mungkin menurut Clara hanya kata-kata biasa yang sangat romantis. Padahal yang sebenarnya kata-kata Noah tadi penuh dengan makna tertentu di telinga Nara. Tapi, ia bisa melakukan apa kecuali hanya diam menikmati liburan ini.

"Aku yakin pasti Kak Noah juga tidak berani macam-macam selama liburan ini.." Nara mencoba berpikir positif.

Clara bangkit untuk menuju lemari pakaian Nara, memilih pakaian yang tepat serta pantas untuk putri kesayangannya. Nara berusaha untuk bangkit, tapi baru menurunkan kedua kakinya rasanya sudah sangat sakit. Nara susah payah menahan rasa sakit karena tidak mau membuat Clara curiga sedikitpun.

"Nyonya, izinkan saya saja yang menyiapkan pakaian Nona Muda." Ucap Pelayan yang memang sedari tadi menunggu Clara jika membutuhkan sesuatu.

Clara mengangguk setuju saja. "Baiklah, Mama dan Ayah menunggu di bawah ya, sayang.." Clara berlalu pergi sembari tersenyum manis kepada Nara yang juga sama tersenyum.

Setelah kepergian Clara langsung Nara mengeluarkan suara kesakitannya. Ia berusaha bangkit dengan dibantu pelayan tadi, rasanya sangat sakit setelah melakukan hubungan panas kemarin malam.

"Aku tidak menyangka kalau rasanya akan sesakit ini.." Bahkan Nara menangis saat dipapah oleh pelayan tersebut.

Meskipun harus sedikit tertatih akhirnya sampai juga di bathroom. Dengan dibantu pelayan tersebut perlahan Nara duduk di pinggir bathup, ia heran mengapa pelayan tersebut susah payah membantu dirinya.

"Apa kau diminta oleh Kakak untuk menolong ku pagi ini?" Tanya Nara, pelayan itu menjawab dengan anggukkan kepala.

Nara tidak tahu harus senang atau sedih dengan pemberian pertolongan Noah kali ini. "Terimakasih sudah tetap diam meskipun kau sudah tahu apa yang sebenarnya terjadi antara aku dan Kakak." Nara menunduk karna malu, ia merasa sangat kotor sekarang.

Pelayan tersebut menggeleng kepala sebagai tanda tidak setuju dengan apa yang Nara katakan. "Saya hanya menjalankan perintah saja, Nona. Keselamatan keluarga saya tergantung dari hal yang saya kerjakan, jadi jangan berkata seperti itu.." Jelas pelayan tersebut.

Ntah kenapa Nara merasa menjadi senasib dengan pelayan tersebut, tapi malah Nara lebih merasa jika ia sangat menyedihkan. Setidaknya pelayan tersebut hidup dengan kemauan sendiri dan memiliki keluarga yang utuh. Tidak seperti Nara yang hanya memiliki keluarga angkat serta diri sendiri yang tidak berdaya.

"Sebaiknya Nona segera bersiap, jangan memancing kemarahan Tuan Muda." Ucap pelayan itu yang membuat lamunan Nara menjadi buyar.

Air bathup juga sudah terisi dengan air hangat, pelayan itu juga memberikan ramuan agar liang milik Nara kembali pulih.

•30Menit Kemudian..

Nara kesusahan mengancingkan dua kancing dibagian dadanya. Mungkin karena dua bongkahan miliknya semakin besar setelah Noah sering menyentuhnya. Akibatnya semua pakaian Nara menjadi kekecilan, seharusnya ia membeli pakaian baru sekarang.

"Lama sekali.." Suara Noah mengejutkan Nara, ia langsung berbalik badan. Melihat Noah yang masuk menyusul dirinya, pria itu terus menatap Nara yang sibuk dengan kancing yang sangat susah ia pasang. "Mama dan Ayah sudah menunggumu, kau itu seperti ratu saja!" Meskipun Noah berkata pedas tapi ia tetap membantu memasangkan kancing tersebut.

Sedikit sulit memang tapi Noah berhasil memasang kancing tersebut, hingga Nara tersenyum senang.

"Kak, semua pakaianku kekecilan semua. Aku minta pakaian baru boleh?" Sungguh berani Nara mengatakan semua itu kepada Noah yang selalu saja bersikap kasar padanya.

Tanpa Nara duga jika ternyata Noah malah senang dengan permintaannya itu, malah tersenyum ya meskipun sangat tipis.

"Setelah pulang dari liburan ini.. kita akan berbelanja banyak dress untukmu, tapi ada satu syarat.."

"Syarat apa?" Nara sangat penasaran.

"Kau harus melayani aku dengan baik, tanpa air mata atau pemaksaan dariku. Jika kau bisa melakukan itu jangankan dress, kau meminta Mobil mahal juga bakal aku beri." Perjelasnya, ketahuilah baru kali ini Noah berbicara panjang lebar kepada Nara.

Sudah pasti Nara tidak berani mengiyakan, ia hanya diam saja menatap bingung Noah. Mungkin karena sudah tidak sabar melihat Nara yang lamban maka Noah langsung menarik tangan Nara untuk segera pergi. Tangan Nara digenggam erat seakan takut Nara akan hilang di perjalanan tadi. Jika diperlakukan seperti ini oleh Noah membuat Nara merasa sangat disayangi oleh sang Kakak.

"Milikmu sudah tidak sakit lagi kan?" Tanya Noah ya meskipun sedikit berbisik, mereka sedang menuruni tangga.

Sebelum menjawab pertanyaan sang Kakak, Nara menyempatkan melihat kearah Noah dahulu. Pria itu menatap penuh kearah depan tidak melirik Nara sedikitpun.

"Sudah tidak, pelayan tadi mengobati milikku. Aku tidak menyangka kalau rasanya akan sesakit itu, Kak.." Sungguh polos Nara mengatakan semua itu kepada Noah.

Sampai Noah terdiam sebentar, ia seperti telah habis merenggut keperawanan anak SMP sekarang. Padahal Nara sudah sangat dewasa untuk melakukan hubungan intim, tapi memang karna Nara sangat polos terasa masih sangat ambigu.

"Sudah aku katakan jika milikmu hanya belum terbiasa dengan Juniorku." Ucap Noah yang membuat Nara menunduk.

Arti kata-kata Noah adalah jika mereka akan sering melakukan seperti kemarin malam. Sampai milik Nara terbiasa dengan junior sang Kakak, tidak akan merasakan sakit yang luar biasa lagi.

"Kalau aku tidak mau melakukannya lagi gimana, Kak?" Nara memberanikan diri bertanya hal itu hingga langkah keduanya langsung terhenti.

Noah memberikan tatapan sangat tajam kepada Nara, penuh permusuhan. "Sepertinya kita sudah terlalu bicara banyak hingga kau berani bertanya hal tidak penting itu, Nara.." Ucapan Noah seakan menikam jantung Nara, penuh penekanan.

1
nilim
50% masalah hilang kl cntik
nilim
seimbang lah ya 🤣
nilim
gila ngerokokk 😭😭
nilim
knp ga dr lama kabur nya njr 😭
nilim
bahaya si kl Nara dkt sm tu cwo
nilim
ya salah la
nilim
prh bgt gila 😭
nilim
pdhl ad emak bapa nya
nilim
jurjang
liaa
ini kok langsung ditamatin/Sob/
ayu cantik
suka
Silalahi Margakuu_
makin g ngerti sifat Nara,,,, kok malah dia yg kecanduan noah,,,, manja,,, g ada berani2 nya,, jd cewek,,,,
Silalahi Margakuu_
kok,, aku ngerasa Nara itu bodoh,, atau polos atau bagaimana,,, biasanya seorang gadis akan mengambil tindakan klu dia D lecehkan,,, ini malah keenakan,, aku bacanya jd geram,,,
Wayan Sucani
Hamil dah ini
Dwii Afr
Ka up lagi yok
Meli Pahliani
iya aneh banget tiri atw adopsi
Fay
luar biasa
fiyol jelek
gantung
Windy Cintya
jangan lama lama ya up nya.....
Rei Papp
thor kapan update
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!