Pernikahan identik dengan sepasang laki laki dan perempuan yang saling mencintai,
Namun bagaimana dengan pernikahan yang dilakukan untuk membayar hutang??
Akankah berjalan bahagia atau bahkan menderita??
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Encha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Sebuah Permintaan
Sudah selama sebulan Adel berada di rumah Titan dan sudah selama itu pula Adel menjadi Istri Titan, namun Adel selalu tidur di kamarnya dan Titan tidak menuntutnya untuk melayaninya bahkan sering kali Titan lah yang melayaninya..
-
Adel membuka matanya, dia pun meregangkan tangannya,, benar benar tidur nyenyak malam ini..
Adel menatap sekeliling, tumben tidak ada Ana di dalam kamarnya..
Adel mengangkat bahunya dan langsung menuju kamar mandi,,
-
Titan sudah rapi dengan pakaian kerjanya dia pun berjalan turun menuju meja makan..
" Pagi Tuan,, sapa Ana saat melihat Titan
" Dimana Adelia,, apa belum bangun..
" Itu Nyonya Adel Tuan,, Ucap Ana saat melihat Adel yang berjalan turun.
Titan menatapnya, Adel sedikit menunduk melihat Titan yang terus menatapnya..
Mereka menikmati sarapannya dengan saling diam dan hanya terdengar suara sendok juga garpu..
" Ana bilang jika kamu tidak pernah membeli apa pun,, Bukannya saya memberikan Credit Cart.. Ucap Titan tiba tiba
Adel memang tidak pernah membeli apa pun, semua yang dia pengin sudah tersedia di rumah bahkan masih banyak pakaian, tas, sepatu baru yang belum di Pakainya..
" Aku gak pengin sesuatu,,
" Bukannya para wanita suka belanja membeli pakaian, tas, sepatu atau perhiasaan..
" Semua itu sudah banyak di kamar bahkan aku juga belum memakainya semua..
Titan mengangguk..
" Benar benar wanita yang berbeda" batin Titan..
" Em,, apa aku boleh meminta sesuatu Ucap Adel pelan
Titan menatapnya,,
" Apa yang kamu inginkan..
" Aku ingin kembali kuliah,, sudah lama aku gak masuk kuliah.. Please..
Titan sedikit tersenyum menatap Adel yang memohon kepadanya, benar benar terlihat sangat menggemaskan dan ingin rasanya dia menarik dan memeluknya..
" Apa kamu sangat ingin kembali kuliah,,
" Aku mempunyai keinginan dan aku pengin mewujudkannya..
" Memang apa keinginan kamu,,
" Aku pengin mempunyai sebuah usaha,,
" Saya bisa mewujudkannya,,
" No,, Aku gak mau,, aku pengin berusaha sendiri.. Please boleh ya aku kembali kuliah
Titan menghela napasnya,
Dia akan menuruti semua keinginan Adel apa pun itu tanpa Adel memohon kepadanya..
" Baiklah,, besok kamu akan kembali Kuliah..
" Serius,, makasih,, Ucap Adel tersenyum gembira
" Tapi ada syaratnya,, Ucap Titan dan membuat Adel menatapnya..
" Selama kamu kuliah harus diantar Supir dan kemana pun kamu pergi..
" Em,, Baiklah.. Jadi mulai besok aku bisa kuliah..
Titan mengangguk,, Adel tersenyum senang akhirnya dia bisa kembali kuliah karena dia sangat bosan terus berada di rumah..
" Sekarang makanlah,, Ucap Tian
Adel mengangguk dan langsung menikmati sarapannya..
Titan tersenyum menatap Adel yang menggemaskan,,
Akhirnya setelah sebulan bersama Adel sudah tidak lagi seperti dulu yang selalu diam bahkan selalu berada di kamarnya..
*****
Di Perusahaan,
Titan terus membayangkan senyuman Adel membuatnya semakin menyukainya bahkan senyuman Adel membuat moodnya sangat baik..
Titan segera menghubungi Bima untuk segera ke Ruangannya..
Tok,, tok,, tok,,
" Permisi Tuan,, Anda memanggil saya Ucap Bima
" Bim,, Tolong belikan saya ponsel terbaru
" Baik Tuan,,
Bima kembali keluar,, dia merasa heran dengan permintaan Bosnya,, bukannya ponselnya masih bagus kenapa malah meminta kembali di belikan..
Entahlah orang kaya memang bebas..
Titan kembali membuka laptopnya dan melanjutkan pekerjaannya..
*****
Sementara di Rumah,,
Adel merasa senang karena dia akan kembali kuliah,, dia merasa sangat kangen dengan susana kuliahnya..
" Nyonya,, Saya lihat Anda terus tersenyum.. Apa karena Tuan,
" Ihh,, apa si, Aku senyum karena besok aku bisa kembali kuliah dan bukan karena Titan..
" Tapi Nyonya,, saya Lihat Tuan sangat menyayangi Anda, dan baru Anda lah yang diajaknya ke rumah
" Masa cuma aku,, gak mungkin.. Pasti begitu banyak wanita yang menyukai Titan..
" Benar Nyonya,, Memang banyak yang menyukai Tuan namun Tuan tidak sama sekali merespon mereka
Adel terdiam, dia memikirkan ucapan Ana masa si seorang Titan Pengusaha muda ternama tidak mempunyai kekasih dan dia malah menikahinya, wanita biasa dan hanya seorang mahasiswa..