NovelToon NovelToon
Takdir Cinta Yordan Dan Amara

Takdir Cinta Yordan Dan Amara

Status: tamat
Genre:Cinta Murni / CEO / Kisah cinta masa kecil / Tamat
Popularitas:4.4k
Nilai: 5
Nama Author: Hania

Sejak lama Yordan menyimpan rasa pada Amara, namun rasa itu harus dia simpan dalam-dalam dikarenakan ada sesuatu perbedaan mendasar antara mereka.

Sedih dan sakit tentu saja dia rasakan kini. Omong kosong jika, cinta tak harus memiliki, tapi ia sadar, cinta tak boleh memaksakan diri.

Bisakah Yordan menghapus rasa yang selama ini ia simpan ataukah ia akan menyerah sehingga cinta itu akan menemukan jalannya sendiri.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hania, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Keputusan

"Tapi Papa mamaku belum tahu rencana ini. Aku takut mereka tak mereka tak merestui."

"Halah...alasan," ucap Keysa dengan keras.

Keysa segera berdiri menatap Yordan dengan kesal. Ia tak menyangka , penantian panjangnya akan  sia-sia. 5 tahun sudah ia mencoba bersabar. Tetapi Yordan sama sekali tidak menunjukkan keseriusan.

Ia akui, bahwa ia yang lebih dulu jatuh cinta pada Yordan. Sehingga Kedua orang tua mereka menjodohkannya. Dan Yordan tak menolaknya . Tapi setiap kali ia meminta keseriusannya, Yordan seolah-olah ingin menghindar. Ada saja alasannya.

Ia lelah. Apa lebih baik, ia mengakhiri sekarang. Jika diteruskan, mungkin ia semakin dalam jatuh cinta. Berpisah sekarang akan lebih baik. Daripada nanti saat ia lebih dalam mencintainya. Tentu akan lebih menyakitkan.

“Lupakan aku dan aku akan mencoba melupakanmu.” ucap Keysa. Ia segera berlalu meninggalkan Yordan seorang diri.

Yordan tercengang. Tak sangka perkataannya yang dimaksudkan bercanda, akan membuat Keysa marah.

“Keysa.” Yordan segera menarik tangan Keysa.

“Lepaskan! Atau aku akan berteriak," ucapnya penuh penekanan. Ia menatap tangan Yordan dengan tajam.

Yordan bertahan, tak mau melepaskannya.. Ia merasakan tubuh Keysa bergetar hebat dan mencoba sekali lagi untuk lepas dari genggaman tangannya.

Berlahan tapi pasti ia menarik tubuh Keysa mendekat. Tampak wajah Keysa memerah dan tegang, Matanya berkaca-kaca.

Yordan tak kuasa. Ia segera mendekap. Membiarkan gadis itu menangis, menumpahkan kekesalan di dadanya. Lalu Yordan membawanya duduk kembali.

"Maafkan aku. Selama ini telah mengabaikan mu," ungkap Yordan. Ia memandang wanita di depannya dengan rasa bersalah.

"Sekali lagi aku tanya ke kakak. Apakah kakak serius dengan perjodohan ini?"

Yordan terdiam. Dia memandang Keysa dengan sendu. Memutuskan hal serius seperti ini tak mungkin tergesa-gesa. Apalagi hatinya sedang tak baik-baik saja. Ah, mengapa sekarang menjadi begitu rumit.

"Maafkan aku. Selama ini, aku hanya bisa menganggap mu sebagai adik. Tak lebih. Tapi mulai hari ini mungkin aku akan mencoba untuk menerimamu sebagai kekasih."

"Aku tak mau hanya seorang kekasih."

Yordan terdiam. Ia tak menyangka Keysa memiliki keberanian untuk mengatakan perasaannya. Ia menghargai. Dan tak mungkin ia akan mempermainkannya. Dengan memberikan harapan palsu.

"Keysa, kamu berhak untuk mendapatkan yang lebih baik."

Meskipun menyakitkan, ia harus jujur. Ia tak mau gadis itu semakin terluka. Dengan menjadikan Keysa sebagai tempat pelarian.

"Terima kasih. Kakak sudah jujur. Sekarang ijinkan aku pergi."

"Ya." Yordan mengangguk lemas.

Meskipun sakit, Keysa mencoba tegar menerima kenyataan yang ada. Toh, semua ini bukan akhir dari segalanya.

Benar yang dikatakan Yordan. Dia berhak bahagia, meski tidak dengan orang yang selama ia kita harapkan.

Keysa segera berdiri. Menatap Yordan sesaat. Lalu segera meninggalkan Yordan.

Di ujung jalan, ada Fian yang menunggunya dengan sabar.

"Maafkan aku," ucap Keysa.

"Tak ada yang perlu dimaafkan. Aku senang kamu sudah bisa menyelesaikan persoalan mu dengan baik," jawab Fian.

Tatapan Yordan tak lepas dari sosok yang sesaat lalu akan menjadi pelipur hatinya. Namun kini harus menghilang pula. Ia harus bisa melepaskan Keysa untuk sahabatnya.

Yordan mengambil nafas dan menghembuskannya berlahan. Untuk mengurai rasa yang berat menghimpit. Mungkin ini sudah nasibnya, menanti suatu yang tak pasti dengan mengabaikan apa yang nyata di depan mata.

Rasa sesal tentu sudah tak berguna lagi. Apa yang seharusnya terjadi, maka terjadilah.. Biarkan Amara dan Keysa pergi.

Tak ada lagi ditunggu di sini. Biarlah cerita hari ini larut dalam senja yang mulai gelap. Jika ia masih menanti bulan dan bintang akan datang menyapa. Itu terlalu lama. Lebih baik sekarang ia mencari kedamaian di rumah.

Yordan pun pergi dengan mobilnya. Menyusuri jalanan yang sepi. Dan seperti biasa, ia akan menaikan kecepatan dengan tak terkira. Sehingga ketika ada sepeda melintas tiba-tiba, ia tak mampu mengendalikannya.

Braaaghkkkkk....

🌺

Amara

Siapa yang tidak akan tersanjung, bila tiap hari mendapat sapaan hangat dari pemuda impian yang sudah menunjukkan setengah komitmennya.

Saat mentari mulai menyapa alam, saat itulah untaian kata-kata manai nan sederhana menghiasi layar handphonenya . Begitu pula bila senja mulai akan menghilang, kata-kata itu kembali menyapanya. Atau kadang bila larut malam, saat dirinya akan berangkat tidur, kata selamat malam, akan selalu ia dapatkan.

Rasa yang semula biasa-biasa saja, sekarang mulai memberi warna tersendiri dalam jiwanya. Bahkan bila tak pesan masuk atau telepon yang berdering dari Arif, hatinya menjadi gelisah. Apakah ini yang dinamakan rindu. Hem....belum halal.

Buang jauh-jauh rasa itu, belum waktunya.

Sekarang dinikmati saja sebagai anugerah yang Allah berikan. Suatu rasa agar ia lebih mudah dalam menghadapi pernikahan kelak. Bukan untuk yang lain.

Tiga hari lagi, Arif akan datang bersama keluarganya. Hendak mengkhitbahnya. Apakah perlu beli baju baru, ya...

hmmmm... sepertinya iya,🤔

"Hai," sebuah tepukan keras mendarat di pundak. Ia segera menoleh.

"Kamu Beatrix. Bikin kaget saja."Sahabatnya sejak semester awal di kampus ini.

“Kita jalan-jalan yuk!” ajak Beatrix.

Pucuk dicita ulam pun tiba. Tidak usah susah-susah cari teman. Sudah datang sendiri. Beatrix, sahabatnya mengajaknya pergi.

"Let’s go..." sambutnya dengan gembira.

Keduanya segera mengayuh sepedanya meninggalkan kampus, menuju ke pusat pertokoan yang ada di tengah kota.

Bersepeda semacam ini, sangat menyenangkan. Bisa santai dan menikmati pemandangan yang indah di sepanjang jalan. Pepohonan hijau di kedua sisi jalan, menambah kesejukan tersendiri bagi pengendara, seperti dirinya. Belum lagi jembatan air yang terbentang di atas mereka, Membuat perjalanan yang panjang ini tak lagi terasa. Satu lagi, bunga tulip yang terbentang luas di salah satu sisi jalan, menambah segar pemandangan.

Ini yang namanya menikmatinya hidup. Bebas dari beban. Setelah sehari ini bergelut dengan buku tebal dari pak dosen, galak. Belum lagi dengan tugas yang tak pernah habisnya. Satu belum selesai, sudah ditambah lagi. Sekarang kosongkan pikiran. Kita jalan-jalan.

Tiba di tempat tujuan, keduanya segera memarkirkan sepeda.. Sekilas Amara melihat sesosok orang yang sudah amat ia kenal.

"Pak Arif,." bisiknya pelan.

Amara tercengang melihat Arif yang sedang menggandeng mesra seorang berhijab dengan bocil yang kira-kira berumur 2 tahun berlari kecil di depannya., keluar dari sebuah butik.

Amara diam terpaku. Tak sangka akan bertemu dengan Arif di sini. Yang membuatnya bingung siapa wanita di sampingnya?.

"Hei, kok bengong. Kayak lihat hantu saja.," Seperti biasa , Beatrix akan selalu membuatnya tersadar dengan tepukan keras di pundak.

"Benarkah itu Pak Arif?"

"Kalau iya kenapa," jawab Beatrix asal, sambil merapikan letak sepedanya.

"Terus wanita di sampingnya, itu siapa?" tanya Amara

"Sepertinya... istrinya."

Deg.....

1
Tien
co cuit 🥺
Tien
Alhamdulillah akhirnya sah
Tien
ceritanya menggemaskan
Tien
akhirnya, lama sekali kakak
Tien: ya Allah sehat selalu kakak
total 2 replies
Tien
terima kasih
Tien
in syaa Allah Allah mudahkan untuk kakak
Hania
mohon dukungannya ya... kedepannya bisa update setiap hari
Tien
ye .....kakak dah up lagi, terima kasih
Tien
Maacih kakak
Tien
lagi.... lagi.... semangat kakak
Tien
kakak terima kasih
Tien
ah....kakak kenapa kepotong disini kan jadi kesel aku 😭....... penasaran harus nunggu lagi. cepat up lagi ya kak
Tien
terima kasih up-nya kak & ditunggu lanjutannya
Tien
terima kasih up-nya kak
Tien
semangat terus kakak
Tien
up yang banyak kak
aku dah sabar menunggumu ❤️
Tien
hayu kakak semangat untuk berkarya
Hania
maaf beribu maaf, jika update sangat lama, banyak kesibukan di dunia nyata sehingga sulit menemukan waktu untuk menulis.🙏🙏🙏
Tien
justru selalu menunggu up nya kak
Hania
Alhamdulillah sudah 14 bab.
jangan bosan untuk baca karyaku. ♥️
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!