NovelToon NovelToon
Gelora Cinta Tuan Bara

Gelora Cinta Tuan Bara

Status: sedang berlangsung
Genre:Pelakor / Selingkuh
Popularitas:71.2k
Nilai: 5
Nama Author: Titin

Diam diam seorang Bara Aditama jatuh cinta pada wanita yang bersetatus istri orang. Safira nama wanita itu, wanita yang hampir menginjak usia kepala empat itu mampu membuat hatinya bersebar tak karuan. Hanya dengan berdiri di sampingnya. Sayangnya dia sudah menikah, juga sudah memiliki seorang putra. Lalu tiba tiba dia mengetahui perselingkuhan suami Safira. Lalu apa yang akan di lakukan Bara setelah mengetahui, wanita yang sangat dia cintai di hianati pasangannya.
Baca kisahnya selanjutnya di Gelora Cinta Tuan Bara

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Titin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Part 10

"Berputarlah."

Seorang gadis dengan pakaian sangat minim bahan, memutar tubuhnya bak model profesional.

Ruang vip diskotik yang temaram, tak mampu menyembunyikan kecantikan gadis itu.

"Sekali lagi." titah suara yang sama. Dengan patuh gadis muda itu kembali memutar tubuhnya, kali ini dengan gerakan lebih sensual.

"Bagaimana Bara?" tanya suara itu pada pria bernama Bara.

Bara mendesah panjang, lalu menggeleng.

"Suruh wanita itu keluar." ucapnya dingin. Tiga pria di sampingnya tampak termangu. Kemudian buru buru meminta wanita itu keluar dari ruang vip ini.

"Kau keluarlah." ujar salah satu dari mereka. Yang tak lain adalah Bimo. Sebelum Bara meminta dua kali.

"Ada apa? padahal dia barang baru. Kalau kau mau kau akan jadi yang pertama menyentuhnya." tanya Hendra . Dia sengaja minta di sediakan barang baru untuk menjamu Bara.

Bara tak menyahut. Dia hanya menatap Hendra dengan sorot mata dingin. Mood nya benar benar rusak beberapa hari ini, membuat ketiga sahabatnya bingung.

"Kalian lanjut, aku mau pulang." ujar Bara sembari beranjak bangkit.

Bimo hanya mendesah berat sembari ikut berdiri. Sementara Hendra tak terima Bara pulang begitu saja, bahkan pesta belum saja di mulai.

"Hey, apa apaan ini. Pesta belum mulai," protes Hendra.

Bara tak menggubris omelan Hendra, pria bertubuh kekar itu terus saja melangkah pergi.

Dengan langkah panjang, Bara berjalan menjauh dari ruang vip. Sementara Bimo mengekor di belakangnya dengan setia.

"Kau membatalkan pertemuan penting hanya untuk hal tidak jelas. Ada apa? Ini bukan gayamu." omel Bimo. Bagaimana tidak, dia di buat kalang kabut oleh ulah Bara yang seenaknya membatalkan janji temu. Padahal yang harus dia temui adalah orang orang penting, sekelas Bara.

Bara bahkan tidak perduli saat para kolega mengkritik ke-tidak profesionalan nya dalam berbisnis. Ini terdengar bukan seperti Bara yang Bimo kenal. Seorang pria mapan yang sangat disiplin dalam menjalani bisnis. Tak pernah sekalipun dia berani membatalkan pertemuan demi hal yang sepele, apa lagi tidak jelas.

Bara sama sekali tak merespon, dia terus melangkah menuju tempat parkir.

Mobil yang di tumpangi Bara melaju cepat, membela ramainya kendaraan yang lalu lalang di antara mereka.

"Kemana kita?" tanya Bimo sembari melirik Bara di sampingnya.

"Apartemen." sahut Bara.

"Kenapa tidak bilang kalau mau pulang kesana, sudah dua hari tempat itu tidak di bersihkan."

"Orang yang biasa bekerja kemana?"

"Sakit."

"Ck!"

"Jadi bagaimana?"

"Tetap kesana, aku hanya butuh tempat tidur. Kau pasti bisa menangani itu bukan?" ujar Bara. Membuat Bimo berdecak kesal.

"Aku tidak kawin kawin, ini karena mu. Kau tidak bisa melepas ku hanya untuk sekedar bersantai, apalagi kencan. Hhhh! Mimpi di siang bolong." omel Bimo.

Mendengar omelan Bimo, Bara menoleh menatap pria berhidung bangir itu dengan seksama.

"Kalau merasa tersiksa, kau bisa mengundurkan diri mulai sekarang." ujarnya dengan ekspresi datar.

"Hhhh, lucu sekali ancaman mu. Kalau bisa aku sudah mengundurkan diri dari dulu." rajuk Bimo, membuat Bara menarik sudut bibirnya mengukir senyum.

"Besok kau bisa istrahat seharian, batalkan pertemuan ku untuk besok. Aku ingin menikmati weekend." ucap Bara, membuat Bimo mengatupkan bibirnya rapat rapat.

"Sudah sana pergi, kau butuh kebebasan bukan?" imbuh Bara. Bimo masih dalam mode bingung, ini ancaman atau kah memang hadiah atas dedikasinya seharian ini.

"Yang benar?" tanya Bimo, dengan tatapan menyelidik.

Kini keduanya sudah sampai di ambang pintu apartemen. Bara menghentikan langkahnya lalu menatap Bimo dengan tatapan kesal.

"Jangan sampai aku berubah pikiran. Kau mau pergi sekarang atau tidak?!" gertak Bara.

"Baik aku akan pergi sekarang." sahut Bimo sembari berbalik pergi.

Tepat saat pintu apartemen sebelah terbuka, tampak dua orang keluar dari dalam. Salah satu dari orang itu Bara mengenalnya. Dia adalah Riki, suami Safira.

Pria itu bersama wanita muda yang terlihat tak sungkan bersikap manja padanya. Tanpa sadar Bara mengepalkan jari jemarinya dengan begitu erat, hingga buku buku jarinya memutih.

"Pergilah," pinta Riki pada wanita itu. Bara sempat mendengarnya sebelum menutup pintu apartemennya, dan menghilang di balik pintu.

Pria bertubuh kekar itu berdiri di balik jendela, manik hitamnya menatap lurus kedepan. Menatap taburan lampu yang menghiasi bangunan mewah di sekitar apartemen.

Hatinya bergejolak, begitu juga pikirannya. Sudah hampir setengah bulan dia tak melihat Safira di tempat biasa. Dia bahkan mengutus orang untuk menggali informasi tentang Safira. Berita yang di sampaikan orang itu membuat Bara tak tenang. Safira mengurung diri di rumah selama berhari hari. Ada apa???

Lalu tadi, dia melihat kelakuan Riki dan wanita muda itu, yang malah menambah kegundahan dalam hatinya.

Paginya Bara hampir telat bangun, kalau saja Bimo tidak datang ke apartemen membangunkannya, dia pasti datang terlambat kekantornya.

"Jam berapa sekarang?" tanya Bara sembari mengancingkan baju kemejanya.

"Tujuh kurang lima menit." sahut Bimo. Netranya menggulir keseluruh ruang, lalu berhenti pada meja berbahan kayu jati di depan jendela kaca. Dia menarik nafas dalam dalam saat melihat benda yang berserakan di atas meja.

"Kau mabuk tadi malam?" tanya Bimo, kini pria bertubuh tak kalah kekar dengan Bara itu berjalan menuju meja. Memberesi sisa sisa pesta Bara tadi malam.

Sementara Bara tak menyahut, dia sibuk dengan aktivitas nya, menautkan tali jam branded pada pergelangan tangannya.

"Apa ini ada hubungannya dengan cinta masa kuliah mu itu?" tebak Bimo tanpa menoleh.

"Lidahmu lemas sekali akhir akhir ini, apa karena pekerjaan mu tidak banyak. Jadi kau punya banyak waktu luang, hmmm." ucap Bara.

Bimo mencibir, dia tau ada yang aneh pada Bara belakangan ini. Dia seperti terobsesi pada seseorang. Sebelumnya dia tidak pernah begini.

Selesai bersiap, keduanya meluncur ketempat janji temu. Pagi ini dia terpaksa menemui seorang klien setelah semalam dia membatalkan janji.

Bara dan Bimo sengaja datang lebih dulu. Mereka memilih tempat terbuka, agar bisa menikmati udara pagi.

Setelah menunggu selama sepuluh menit. Orang yang di tunggu pun datang. Sembari menikmati hidangan, mereka membahas kerja sama antar perusahaan.

Di tengah obrolan, tiba tiba mata tajamnya menangkap bayangan seseorang.

Dia Safira, wanita itu masuk dengan langkah kecil. Sementara di sisinya terlihat sepasang muda mudi yang asik ngobrol dengannya.

Bara menarik sudut bibirnya, membingkai senyum tipis. Sembari terus mengawasi gerak Safira, dia tetap focus pada pembicaraannya dengan klien.

Safira terlihat sangat cantik hari ini, tubuh indahnya dibalut kemeja satin berwarna pink muda, sementara kaki jenjangnya terekspos dengan indah. Karena dia mengenakan rok span sebatas lutut.

Sementara wajahnya di poles dengan makeup tipis. Pipinya yang putih bersih terlihat bersemu merah oleh polesan blush on. Membuat Bara tak tahan ingin menjamahnya.

"Hhhhh! Kau membuatku hampir gila." umpat Bara dalam hati, sembari memalingkan wajahnya menatap wajah kliennya.

Bersambung

1
YuWie
sudah sampee lupa dg tuan bara
Tata Hayuningtyas
update nya lama bgt thor sampe lupa jalan cerita nya
YuWie
mau dibawa kemanaa hubungan kita..
YuWie
rak mudeng sama bara bara ini... katanya cinta safira tapi klo lihat cewek bening hawane pingin nidurin. Eman2 safira, sama saja dg mantannya fira
sha
/Good/
Yanti yulianti
bagus
Wahyu Agustin
bara bereeee
Wahyu Agustin
bara bere bnyk kjutan
Wahyu Agustin
lanjuttt
atik
bagus
nur adam
lnjut
YuWie
benee kata bimo..seberharga itukah safira bagi Bara.. kulihat malah semakin gak jelas hubungan mereka. tarik ulur. Bara ngeklaim kepemilikan tapi safira gitu2 aja sikapnya
AstutieEcc
lanjut kakakk😍😍😍
AstutieEcc
untung ota semaput safira🤭🤣🤣
YuWie
krg sat set ya alurnya..hehehehe
Afsa
kisahnya bagus Kak..tp sayang,updatenya lama😄
YuWie
Tuan Bara..cintanya memBara2 dg mbak Safira..akan bertahankah dg ujian2 di depannya.
ImaFatima Latief
cepat up Thor
YuWie
Bara2.. bawaannya curigaaa wae..
YuWie
bagus
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!