Season 1
Kisah cinta segitiga antara Celia, Kevin, dan Alex.
Celia : bertemu kembali dengan Kevin, cinta pertamanya, di kantor yang sama. Dia yang dulu biasa saja kini berusaha mendapatkan hati Kevin.
Kevin : meski awalnya mencintai wanita lain, dia akhirnya memilih Celia.
Alex : tipe yang lain di mulut lain di tindakan. Saat kecelakaan merenggut nyawa Celia, dia menerima misi dari dewa untuk mengembalikan roh Celia.
Siapa yang pada akhirnya menjadi cinta sejati Celia?
------------------------------------------------------
Season 2
Kisah cinta dari anak-anak pasangan Season 1
-------------------------------------------------------
Selamat membaca 😊
Baca juga (masih on going)
*Beautiful Sad Days with You
*What's Wrong with Love
*Love in Disguise (hiatus dulu)
*The Dragon Shifter
*Her Second Life
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon lee.ana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Sisi Lain
Kevin jelas tahu kalau Sandra berusaha mendekatinya sejak perencanaan pesta. Wanita itu memang cantik dan tubuhnya idaman pria. Kevin memang sempat menikmati keindahan itu tapi setelah itu dia hanya bersikap standar seperti kepada teman atau kolega.
Saat diajak turun menari, dia merasa tidak perlu menolak. Semua orang di sini bebas untuk menari dan kami hanya menari, tidak lebih.
Mereka sedang menikmati lagu ketiga saat Sandra mendapat panggilan darurat. Raut wajahnya langsung berubah pucat. "Maaf pak, saya pamit dulu. Ada urusan mendadak."
"Ada apa?"
"Nenek saya pingsan. Sepertinya terkena serangan jantung. Saya harus segera ke UGD."
Setelah berpamitan dan mengambil tasnya, Sandra langsung berlari ke pintu depan untuk mencari taksi.
"Kamu mau naik taksi dengan pakaian seperti ini?"
Sandra mengiyakan dan Kevin melihat mata wanita itu sudah berkaca-kaca.
"Tunggu di sini sebentar. Saya ambil mobil untuk antar kamu."
"Jangan. Bapak masuk saja. Ini pestanya bapak. Saya bisa mengurus diri sendiri."
Kevin sigap merebut tas Sandra supaya wanita itu tidak kabur saat dia mengambil mobil. "Tunggu di sini seperti kata saya tadi."
"Pakai ini supaya hangat." Kevin memberikan jaketnya pada Sandra setelah mereka duduk di mobil.
"Terima kasih, pak."
"Di rumah sakit mana?"
"RS X. Tolong menyetir agak cepat, saya harus segera menemui nenek saya."
Sandra kemudian diam dan fokus menatap layar handphonenya yang dihiasi foto dia bersama sang nenek.
"Siapa yang membawa nenekmu ke rumah sakit?" Kevin sengaja mengajak bicara supaya Sandra tidak terlalu larut dalam rasa cemas.
"Tetangga saya. Untung nenek saya masih sempat ditemukan."
Tetangga? Di mana keluarganya? Apa mungkin mereka tinggal terpisah?
"Apa keluargamu sudah dalam perjalanan ke rumah sakit?"
Sandra diam saja dan mengalihkan pandang keluar jendela. Raut wajahnya semakin dibayangi kesedihan.
Sepertinya aku salah bertanya.
"Keluarga saya hanya nenek. Ayah meninggal waktu saya masih bayi dan ibu sudah lama menikah lagi. Saya ditinggalkan begitu saja pada nenek. Nenek sudah seperti ibu bagi saya."
Sandra mulai terisak. "Saya takut. Saya tidak mau kehilangan nenek. Saya tahu saya egois karena nenek sudah 75 tahun. Tapi saya ingin beliau hidup sampai saya tua."
Kevin merasa tersentuh dengan cerita Sandra. Dia juga dekat dengan mendiang neneknya karena kedua orang tuanya meninggal muda. Nenek menjadi orang tua bagi Kevin dan kakaknya sekaligus penerus bisnis keluarga. Beliau selalu memberi oleh-oleh snowball setiap habis bepergian.
Lihat salju ini Kevin. Salju ini ibarat nenek dan kamu boneka saljunya. Tiap kamu kangen nenek, kocok saja dan nenek akan datang kepadamu sebagai salju.
Di ruang UGD, Sandra menemukan neneknya terbaring tidak sadarkan diri. "Nenek, ini Sandra. Tolong bangun, Sandra sudah datang."
Menurut dokter, nenek Sandra masih dalam kondisi kritis dan mereka harus menunggu beliau siuman.
Tangan Sandra mulai gemetar. "Bagaimana jika nenek..."
"Ssstt... Nenekmu akan baik-baik saja."
Melihat keadaan Sandra saat ini, Kevin teringat saat terakhir bersama neneknya. Saat itu dia baru masuk SMA dan neneknya berpesan supaya dia jangan nakal, menuruti kakaknya, belajar dengan rajin, dan menjadi orang sukses.
Pesan terakhir nenek Kevin menjadi pedoman hidupnya. Dia belajar giat dan menjadi juara umum selama tiga tahun, sukses dalam pelajaran dan bidang lainnya, kuliah dengan beasiswa hingga s2 di luar negeri, dan bekerja di perusahaan internasional.
Setiap Kevin kangen neneknya, dia akan mengocok bola saljunya dan membayangkan nenek datang padanya sebagai salju, seperti saat ini, sepulang dari rumah sakit. "I miss you, grandma."
pertama...bahkan kl boleh jujur q tidak pernah merasakan yg jantung berdebar,dag dig dug dll.ygdinarasikan org sdg jatuh cinta dintiap novel yg kubaca..ini yg kubaca mendramarisir apa q yg tdk beruntung😂😂😂😂