NovelToon NovelToon
Istri Lusuh Yang Kau Abaikan

Istri Lusuh Yang Kau Abaikan

Status: tamat
Genre:Selingkuh / Cinta Seiring Waktu / Mengubah Takdir / Cerai / CEO / Cintapertama / Chicklit / Tamat
Popularitas:654.8k
Nilai: 5
Nama Author: Ayu Sekti

Elizia seorang yatim piatu dinikahi oleh seorang manajer bernama Zafian. Mereka bertemu saat Zafian menyumbang dana di Panti Asuhan tempat di mana Elizia diasuh.

Setelah satu tahun menikah, Elizia menjadi janda karena sudah tidak menarik di mata Zafian serta ibu mertua sangat membenci Elizia yang hanya gadis lusuh dan miskin.

Zafian menikah lagi dengan mantan pacarnya yang dulu sempat menghilang. Goresan luka yang dirasakan oleh Elizia mengakibatkan dia harus bangkit dan membalas semua pengkhianatan dan hinaan dari mantan suami dan ibu mertua.

Bagaimana nasib Elizia setelah Zafian menikah dengan mantan pacarnya? Apakah Elizia akan semakin terpuruk ataukah malah lebih sukses setelah menjadi janda?

Yuk, jangan lupa intip kisah selanjutnya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ayu Sekti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Elizia Menanda Tangani Sebuah Surat

Mata Elizia tidak sengaja memandang dua insan sejoli yang belum halal saling bermesraan. Dia adalah mantan suaminya dan selingkuhannya yang membuat rumah tangganya yang awalnya saling cinta, kini hancur berantakan.

Sudah tidak ada lagi rasa cinta, dan rasa saling percaya di antara keduanya. Kini, Elizia harus bisa mengakhiri dan mengikhlaskan suaminya dengan Rihana, wanita yang bisa menakhlukkan hati suaminya setelah dirinya.

"Iya. Aku Elizia. Di mana suratnya! Aku akan segera menanda tangani surat perceraian tersebut," jawab Elizia tegas.

Elizia ingin segera pergi dari rumah neraka itu sebelum air matanya luruh karena hatinya seperti tersayat-sayat. Mantan istri mana yang tahan melihat mantan suaminya memamerkan calon istri baru di depan matanya.

"Ini suratnya! Cepat tanda tangani surat perceraian tersebut, aku sudah ingin menikahi Rihana." Tanpa mempunyai perasaan, Zafian menyuruh Elizia untuk segera menandatangani surat perceraian tersebut.

"Ini, sudah," jawab Elizia singkat sambil menatap nanar mata Zafian.

Dengan cekatan, tangan lentik Elizia menggoreskan pena yang berwujud tanda tangannya ke dalam secarik surat berwarna putih tersebut.

"Bagus. Kamu memang istri penurut Elizia. Memang sudah sepantasnya begitu. Wanita lusuh harus mengalah dengan wanita kaya seperti aku!"

Dengan lantang dan tanpa berperasaan, Rihana membuka suara dan mulai mencerca Elizia yang masih diam setelah menanda tangani surat perceraian tersebut. Rihana merasa menang dan dunia seperti berpihak kepadanya.

Lalu tiba-tiba muncul pak Sujono menengahi pembicaraan mereka.

"Elizia, jangan dengarkan omongan berbisa wanita itu! Ayah sebenarnya tidak setuju dengan hubungan mereka, tetapi Widya mengancam akan bunuh diri jika saya tidak menyetujui pernikahan mereka. Maafkan Ayah mertuamu ini yang tidak bisa membantu banyak kepadamu."

Dengan nada sendu, pak Sujono menceritakan kepada Elizia tentang ketidak setujuan dia untuk menikahkan Zafian dengan Rihana.

"Ayah tidak salah dan tidak perlu menyalahkan diri sendiri. Ini memang sudah takdir Tuhan. Elizia memang harus berpisah dengan anak Anda! Kalau begitu saya harus pamit sekarang. Takutnya saya pulang kemalaman," jawab Elizia kepada pak Sujono dengan kalem dan tenang.

"Halah, jangan sok baik di depan suami saya. Kamu ingin mencari perhatian agar kita kasihan kepadamu 'kan?" Oh, tidak akan." Tiba-tiba Widya muncul dan mencela Elizia dengan ceplas-ceplos.

"Diam kamu, Bu! Kalau berbicara itu harus dipikir! Elizia itu wanita baik, Ibu tahu sendiri, saat Elizia masih di rumah ini dia tidak pernah meminta macam-macam." Pak Sujono mulai geram terhadap istrinya lalu dia dengan tegas menegur Widya.

"Sudah, Ayah. Jangan diteruskan perdebatan ini. Saya pamit akan pergi sekarang juga! Saya tidak akan pernah menginjakkan kaki ini ke rumah ini lagi."

Lalu Elizia mengambil tas tentengnya yang selalu dia bawa saat dia pergi lalu dengan gesit Elizia keluar dari rumah keluarga Zafian yang membuatnya mendidih namun berusaha dia tahan.

Elizia berjalan melawati gang-gang sempit untuk sampai ke rumah nenek Rumi. Hatinya kini sedikit nelangsa karena teringat mantan suaminya yang dengan tega menceraikannya hanya demi wanita ******. Sambil berjalan matanya mulai berkaca-kaca. Tanpa sadar Elisia sudah sampai di rumah nenek Rumi. Lalu dia masuk ke dalam rumahnya yang tidak dikunci.

"Elizia, kamu sudah pulang? Kamu seperti sedih? Ini sudah isya, ayo kita sholat isya berjamaah supaya hati kita merasa lebih tenang," Nenek Rumi yang sedang duduk di ruang tamu mengajak Elizia untuk sholat isya.

"Iya, Nek. Saya wudhu dulu." Elizia segera ke belakang untuk berwudhu. Setelahnya dia memasuki tempat untuk beribadah nenek Rumi dan dia.

Beberapa detik kemudian, mereka mulai sholat secara berjamah. Setelah sholat Elizia mencium tangan nenek Rumi dengan takzim.

Lalu Elizia masih bersimpuh dan berdoa kepada Sang Pencipta.

'Ya. Tuhan, Engkau tempat aku untuk berkeluh kesah. Kuatkanlah jiwa dan hati hamba menghadapi cobaan rumah tangga ini. Berikan hamba kekuatan dalam menghadapi segala ujian dari-Mu. Hamba hanyalah, sebutir pasir kerdil, di antara padang pasir yang tandus,' doa Elizia di dalam hatinya.

Air matanya tumpah seketika. Dengan menangis, beban tekanan dalam jiwanya sedikit berkurang. Tanpa sengaja dia tertidur dalam ruangan tersebut. Sedangkan nenek Rumi sudah beranjak dari ruang tersebut sedari tadi.

*** *** ***

Kumandang adzan subuh menggema. Elizia yang masih terjaga sama-samar mendengar suara adzan. Perlahan-lahan dia mulai membuka matanya.

"Elizia, bangun! Ayo kita segera sholat subuh!" Tiba-tiba nenek Rumi mengajaknya untuk sholat subuh. Lalu dia bangun dari ruangan itu.

"Nek, semalam aku ketiduran di ruangan ini ya?" tanya Elizia yang kepada nenek Rumi dengan setengah sadar.

"Iya. Mungkin kamu kelelahan jadi tertidur di situ. Yasudah kamu segera wudhu sana!" perintah nenek Rumi kapada Elizia. Nenek Rumi sudah bangun lebih awal dari Elizia karena dia memang dari dulu dididik untuk bangun sebelum subuh.

"Baik." Elizia segera berdiri dan segera ke kamar mandi untuk berwudhu.

Setelahnya mereka berdua sholat subuh secara berjamaah.

Setelah pagi dan mentari mulai menampakkan cahayanya, Elizia segera membuat nasi goreng terasi untuk sarapan dirinya dan nenek Rumi.

Setelah matang, mereka segera menyantap sarapan tersebut dengan lahap.

"Nek, ini hari pertama aku kerja. Doain lancar ya?" Elizia telah menghabiskan sepiring nasi goreng tanpa tersisa dan meminta doa kepada nenek Rumi.

"Iya, Nak. Kamu kalau berangkat kerja hati-hati. Sebenarnya di garasi ada motor 'Beat'. Jika kamu mau, kamu bisa memakai motor 'Beat' itu dari pada naik ojek online. Motor itu masih baru dan belum lama di pakai oleh cucu saya Hamzah." Nenek yang sedang menikmati nasi goreng, tiba-tiba menawari motor 'Beat' kepada Elizia.

"Baik, Nek. Aku pakai motor 'Beat' itu ya?" tanya Elizia memastikan.

"Iya. Dari pada rusak tidak ada yang mmakai, kamu pakai saja untuk pergi kerja. Kamu tidak perlu sungkan untuk menggunakan fasilitas yang ada di rumah ini. Rumah ini juga milik kamu, karena Nenek percaya kamu wanita baik," jawab nenek Rumi meyakinkan keraguan di benak Elizia.

Elizia lalu akan mandi untuk persiapan kerja. Setelahnya, dia segera dandan dengan rapi dan sedikit memoles wajahnya dengan bedak secara tipis-tipis. Dia masih memakai pakaian atasan kemeja putih dan bawahan celana khas kerja berwarna hitam. Lalu dia keluar dari kamarya seraya berpamitan dengan nenek Rumi.

"Nek, saya pamit bekerja dulu. Nenek hati-hati di rumah." Elizia berpamitan dan mencium tangan nenek Rumi dengan takzim.

Dia segera ke garasi untuk mengambil motor 'Beat'. Beberapa menit kemudian, dia sudah menemukan motor tersebut dan segera memanasi mesin. Tidak lama, dia segera tancap gas dan melaju dengan kecepatan sedang karena jalannya melalui gang sempit.

Tanpa sengaja, Elizia berpapasan dengan Widya.

"Kamu Elizia? Bisa-bisanya kamu naik motor baru dan berpakaian rapi. Jangan-jangan kamu bekerja sebagai simpanan Om-om?" Widya menuding Elizia dan mencerca Elizia sesuka hatinya.

"Mantan Ibu mertua yang terkaya, buktikan saja apakah benar saya simpanan Om-om? Fitnah itu lebih kejam dari pembunuhan. Sudah ya, Bu. Saya tidak banyak waktu untuk berdebat dengan Anda!" Elizia mulai berhenti berkendara sebentar dan menjawab cercaan dari Widya.

"Hei, tunggu! Langsung ngeloyor saja! Dasar tidak punya adab!" Widya dongkol karena Elizia pergi dengan motor tersebut secara cepat tanpa mengindahkan Widya yang penuh dengan sejuta pertanyaan mengenai mantan mantunya tersebut.

1
Sumiati 32
kok Hamzah , cek tapi kesannya odoh gak tegas
Sumiati 32
ortu Rihana kYa,tapi pestapeenimahannya di rmh laki 2
Sumiati 32
geo masa gak tegas
Rafanda 2018
ko alurnya jadi ngawur,,sorri thor end aja
Rafanda 2018
la kemarin kondangan ko mau kondangan lagi🤔🤔🤔🤔
Sri Handayani
ho oh
pur wati
sudah berulang kali kok ndak di jebloskan dlm penjara aja sih .CEO itu biasanya tegas dlm bertindak .apalagi menyangkut orang yg paling di sayanginya.tapi ini kok sikapnya terlalu lembek dan kurang jeli dlm hal masalah.🙄🙄🙄
Lala Kusumah
ceritanya baguuuuusss dan seruuuuuu.... lanjutkan....
Budinahwati
Luar biasa
Nur Adam
smgt untuk krya mu thoor
Abu fatih Aljawi: Makasih support nya pembaca.
total 1 replies
angel
baru kali ini ada CEO di suruh2 mau Ama staffnya /Facepalm/
Anonim
Thor, klu d pdang masaknrendang itu hbiskan wktu 5 jam plng sdkit 😂😂
Putri Chaniago
biarin aja Hamzah hilang
💖 NAMA Q CINTA 💖
HA UDAH TA...?TAMAT?WOW TRRCENUNG2 AKU HIHIHI.....
Lee Mba Young
makane makane kn bnyak taksi mending pulang Naik taksi drpd di Antar orang, lagian gk pantes juga wanita dan Laki bukan muhrim Naik Mobil bersama bisa jd fitnah sekarang malu kn.
di Kota kn bnyak grab dan taksi kl tidak kn bnyak ojol tu drpd di Antar orang.
Vien Habib
Luar biasa
Putri Chaniago
ah g asyik lemah banget padahal mertuanya udah izinkan utk ngasih pelajaran pada Hamzah... jgn lemah banget jd istri
Sulfia Nuriawati
benang kusut, g slesai² kalo kyk gn yg jadi korban ttp anak
Tini Uje
dah lah tinggal kn saja duo laki2 tuh liz 😏gedek bgtt liat nya apalagi sihamjah 👊
Lee Mba Young
alah kl cewek itu gk mati paling juga bobok bareng kn secara dia lbih cantik Dr istrinya. bhkan rela nikahi tanpa izin. sekarang bawa anak nya pula kl jd elizia gk sudi juga ngurus tu bayi, anak sendiri gk di pikir mlh bawa anak orang tu hamzah, awale laki baik Lama Lama laki munafik juga.
elizia kl hamzah minta balik suruh milih bayi itu atau kluarga kl kluarga suruh naruh panti saja bayi itu kl gk mau ya sdh say good bay saja.
Diana Darmawi: dah mulai gk ada mood baca cerita ini,yg awalx lelaki baik malah jadi munafik,hamzah" dasar munafik🤣🤣
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!